Aqila It'S Mine

Aqila It'S Mine
ARJUNA



Sisa waktu istirahat masih 5 menit dan mereka sudah menyelesaikan makan siang mereka.


Mereka itu Aqila,Rere, Ida, Annisa, Radit, Rio, Revo.


"Eh iya gue lupa, lu tadi dicari si Davin la" ucap Annisa kepada Aqila.


"Iya katanya lu gabisa dihubungin" jelas Annisa lagi.


"Ehm utang penjelasan lu sama kita ya la" ucap Rere.


"Eh iya gue lupa hari ini ada rapat OSIS ****" ucap Rio kemudian menggeplak kepala Radit.


"Sakit Anjing" ucap Radit sambil mengusap kepala belakangnya.


"Udah ayok ntar si Davin marah lagi" Rio menarik tangan Radit lalu menyeretnya.


"Yang aku duluan ya" pamit Rio pada kekasihnya itu.


"Hue bakso gue itu masih ada satu gelindingan, Rio jahat kamu mass" geger Radit yang membuat seluruh kantin berpusat padanya. Rio hanya bisa menggeleng kepala.


"Sumpah bukan temen gue" ucap Aqila.


"Sumpah bukan temen gue 2" ucap Rere.


"Sumpah bukan temen gue 3" ucap Ida.


"Eh hari ini ada rapat guru jadi kemungkinan kita bebas asekk" ucap Annisa kegirangan.


"Serius Lo?" Tanya Rere,Ida dan Aqila.


"Iya gue dapet beritanya dari grup OSIS" jawab Annisa.


"Lah elu kan OSIS kenapa ga ikut rapat?" Tanya Aqila pada Annisa.


"Males gue ada cewek uler" jawab Annisa acuh.


"Uler?" Tanya Rere,Ida,dan Aqila berbarengan.


"Alah si Sandra ituloh yang senengannya nempel-nempel sama Davin sumpah eneg gue, mana sombong lagi idih" jawab Annisa kembali dengan nada orang tak suka.


"Dia pacarnya Davin?" Tanya Aqila penasaran.


"Ngga sih gue juga heran kenapa Davin ganolak saat si Sandra ngedeketin dia,kaya meluk-meluk davin,gandeng tangan Davin dan lainnya deh"


Entahlah hati Aqila sakit mendengar Davin dekat dengan wanita lain meskipun bisa dibilang Aqila menyukai Davin dalam waktu yang terbilang singkat namun percayalah rasa suka itu benar-benar besar kepada Davin.


"La Lo gapapa?" Tanya Rere yang melihat perubahan Aqila setelah mendengar cerita Davin.


"Gue gapapa gue mau ke toilet sebentar" jawab Aqila.


"Mau gue temenin?" Tanya Ida.


"Gausa da sebentar kok, kalian balik ke kelas aja dulu ntar gue nyusul" dan dibalas anggukan oleh Rere,Ida,dan Annisa.


"Gue yakin ada sesuatu antara Davin dan Aqila" ucap Annisa.


"Gue juga ngerasa gitu" lanjut Rere.


Dilain sisi Aqila benar-benar pusing, hari ini moodnya berantakan ia yang awalnya ingin ke toilet membelokkan langkanya menuju atap sekolah.


Tanpa disadari air mata Aqila menetes, Aqila tidak menangis dia hanya bingung bagaimana perasaannya kepada Davin. Dia mengagumi laki-laki itu tapi ia juga tidak akan merebut yang sudah menjadi milik orang lain.


Aqila merasa ada seseorang yang beridi didepannya karena kebetulan saat itu Aqila sedang duduk di bangku kosong.


Lalu ia mendongak melihat siapa orang tersebut. Orang yang tak lain adalah pengacau moodnya hari ini.


"Lo ngapain disini" tanya sinis Aqila pada Arjuna.


"Gue mau ngasih Lo ini" ucap Arjuna lalu memberi sebuah kotak pada Aqila.


Aqila terkejut saat melihat kotak yang diberikan Arjuna padanya adalah kota handphone keluaran terbaru.


"Ini apa gue gabutuh" cuek Aqila pada Arjuna.


"Lo kalo gamau boleh lo buang, itu sebagai tanda minta maaf gue karena udah jatohin hp rongsokan Lo" jawab Arjuna sambil memasukkan tangannya ke saku celana.


"Heh lo itu mo minta maaf apa nyombongin diri kambing" kesal Aqila pada Arjuna karena Arjuna selalu berhasil membuat moodnya down.


"Ck gue gapunya waktu buat ngladenin cewe stress kaya lo" ucap Arjuna ketus lalu meninggalkan Aqila.


Aqila yang benar-benar kesal lalu ia melepas salah satu sepatunya dan melemparkan ke Arjuna. Dan yap lemparan itu tepat mengenai kepala Arjuna.


Namun 5 detik kemudian.


'brukk'


Arjuna jatuh pingsan.


Aqila yang melihat Arjuna tidak sadarkan diri langsung menghampirinya.


"Eh Arjuna bangun" ucap Aqila sambil menepuk pipi Arjun.


'tangannya lembut banget kek bokong bayi' batin Arjuna.


'kok gue gemesh sendiri sih!' batin Arjuna.


"Eh kalo si Arjun gagar otak bahaya dong gue,ntar kalo dituntut bokapnya aduh mana gue belom ngasih cucu lagi ke mamah gue" dramatis Aqila yang benar-benar nyeleweng otaknya.


"Huwaaa junaa bangun jun, gue janji deh gabakal rusuh lagi sama lo,bangun jun nanti janji deh gue bakal baik sama Lo,Juna hiiks hiks" Aqila menangis sesenggukan ia benar-benar takut.


'ini anak gabisa diajak bercanda apa gimana sih gini aja nangis' batin Arjuna.


Baru saja Arjuna ingin mengejutkan Aqila tapi Aqila berucap lagi.


"Apa gue kasih napas buatan aja ya siapa tau dia kehabisan napas jadi ga bangun-bangun"


Mendengar itu Arjuna sungguh ingin tertawa dengan sangat keras.


2 detik kemudian ia merasakan napas Aqila menerpa wajahnya.


'gila,gue cowok normal!' batin Arjuna.


Baru saja ingin memberi napas buatan Arjuna sudah mengejutkan Aqila.


"Dorrrr" Aqila yang kaget langsung menjauhkan tubuhnya dari Arjuna.


"Gila Lo ngagetin gue jancoo"


Pletak


Satu sentilan diberikan Arjuna pada Aqila.


"Cewe gaboleh ngomong kotor" ucap Arjuna.


"Mulut gue ya serah gue dong"sewot Aqila.


"Eh bentar Lo ngeprank gue ya nyet,wah sialan Lo huuuhh gue BENCI SAMA LO ARJUNA ANANTA" ucap dingin Aqila pada Arjuna dengan penuh penekanan diakhir kalimat.


Lalu ia beranjak berdiri namun tangannya dicekal dan ditarik oleh Arjuna alhasil Aqila jatuh di dekapan Arjuna dengan posisi Arjuna masih tergeletak dibawah.


"Arjuna Lo apa-apaan sih lepasin gue" Aqila memberontak dari dekapan Arjuna.


"Kalo Lo goyang sana goyang sini itu malah untung buat gue AQILA KHINANTI" ucap Arjuna dengan penekanan pada nama Aqila disertai senyum menyeringai.


"Lo tuh ya!! Mau lo apasih huh!?"ucap aqila benar-benar kehabisan kesabaran untuk lelaki seperti Arjuna.


"Gue denger semua yang Lo omongin tadi"


"Omongan?"


"Iya katanya Lo bakal garusuh sama gue bakal baik sama gue dan bakal ngasih napas bua"


"Stop!" Aqila sungguh benar-benar dibuat darah tinggi.


"Terus mau lo apa?" Ucap Aqila lembut dan pelan serta senyum manisnya.


'gila jantung gue ga dapat pasokan darah *****' batin Arjuna.


"Lo pulang nanti sama gue, dan gaada penolakan kalo sampe Lo nolak gue bakal laporin ke bokap gue karena udah nimpuk putra kesayangannya pake sepatu murah" jelas panjang lebar Arjuna.


"Eh enak aja itu mahal woe 3 juta. TIGA JUTA!!" Ucap Aqila dengan penuh penekana pada label harga.


"Gue yang beliin Lo hp harga 10 juta b aja tuh"jawab Arjuna songong.


'nih laki-laki ya pengen gue kena komplikasi apa gimana sih' batin Aqila.


"Gue tau gue ganteng jadi lihatnya biasa aja" ucap Arjuna terkekeh.


'sabar qilaa' batin Aqila.


"Oke Juna nanti pulang sama Lo jadi ini bisa dilepas gak?gue gabisa napas dengan baik?" Jawab Aqila lembut dengan senyum manis ia malas jika harus berdebat dengan Arjuna ia takut energinya malah habis hanya karena meladeni seorang yang otakya di tumit kaki bukan di kepala.


"Lo gabisa napas baik karena gue peluk elo erat apa karna Lo berhadapan sama wajah gue dengan jengkal mmm 20cm mungkin" lanjut Arjuna.


'astaghfirullah semalem gue mimpi apasih' batin Aqila.


Mau tidak mau hanya ada satu cara yang Aqila punya.


"Jun sorry"


"Untuk"


"Mm,bhismilah maapin Aqila ya Allah"


'bugh'


"Awhh" rintihan arjuna karena Aqila menendang tepat dibenda pusaka Arjuna.


Alhasil Arjuna melepas cengkeramannya dan Aqila berhasil kabur.


"Sorry junn" teriak Aqila.


"Gapapa deh Jerry gue sakit yang penting gue bisa peluk elo"


Arjuna tidak mengerti apa ini yang dinamakan 'cinta pandangan pertama'. Lalu ia menepis pikirannya dan menggelengkan kepala dan berhasil membuat bibirnya tertarik keatas.