
Semoga dapet feel-nya:).
"Haiii sayang,kamu baca surat ini ya?,maaf ya kalo pas baca surat ini aku udah gaada di sisi kamu,maaf kalo aku ada banyak salah sama kamu,maaf aku pergi dan gak nepatin janji,aku mau bilang kalo aku sayang banget sama kamu,alay gasih wkwk.
Makasih ya udah jadi bagian kisah hidupku,makasih karena udah ngisi waktu-waktu terakhir ku,makasih karena udah mau bertahan disampingku:). Jangan sedih terus ya,nanti udah ga cantik lagi,kalo kamu jelek aku nanti selingkuh sama bidadari yang ada disini haha.
Aku bersyukur sama Tuhan karena mau ngasih aku salah satu ciptaan yang hampir sempurna buatku,dan itu kamu.
Dear Aqila Khinanti.
Kamu tau sayang, ada saatnya kita harus berhenti mencintai orang yang sangat kita sayangi, ada saatnya kita harus melepas orang yang tak pernah ingin kita tinggalkan, bukan karena lelah mencintaimu, bukan karena bosan bersamamu, tapi karena terkadang tuhan mempunyai rencana yang lebih indah dari apa yang kita bayangkan.
Ohya apakah kamu tau, aku menyayangimu sebesar apa yang tak pernah bisa kamu ukur, jika aku meninggalkanmu, bukan karena aku mampu, bukan karena aku sanggup tapi karena aku harus meninggalkanmu. Hidup memang terkadang sulit di mengerti, tapi ini hanya 1 titik dari jutaan skenario sang penggenggam alam.
Kamu tau , aku tak pernah bosan menunggu, aku tak pernah bosan bersamamu, akupun tak pernah bosan mengukir namamu di hatiku, aku senang saat bersamamu, aku bahagia melihatmu tersenyum.
Dan ya,Aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku mengagumimu sekarang,esok dan sampai dimana aku takdir yang akan membuat kisah kita berakhir."
Luv u sayang,jaga kesehatan ya.
Big love-Davin Aditya.
Sekali lagi air mata tak mampu terbendung,sudah 8 bulan semenjak kepergian Davin,namun Aqila masih saja menganggap hal itu adalah kebohongan.
Flashback On.
Selesai pemakaman,kini semua sudah pulang kerumah masing-masing,tapi tidak dengan Arjuna,ia masih bingung bagaimana cara memberi tau Aqila,cepat ataupun lambat pasti gadis itu akan mengetahuinya.
Kini ia sedang berdiri didepan pintu ruang rawat Aqila,ia sudah berjalan mondar-mandir karena bingung harus berkata apa.
"Jun"panggil Abas,menepuk pundak Arjuna.
"Eh om Abas"Arjuna mencium lelaki tua itu.
"Om juga bingung harus jujur darimana,tapi katakanlah pada Aqila,ia pasti akan mengerti,meski berat,tapi perlahan waktu akan memulihkan keadaan seperti semula"ucap Abas.
Vita dan Areta datang bersama Radit dan kawan-kawan.
"Lo omong aja Jun,gue yakin semua pasti akan berjalan baik-baik aja"kini Radit angkat suara.
Arjuna menghela nafasnya,ia akan mencoba,perihal apa yang akan terjadi itu pikirkan nanti.
Arjuna memasuki ruangan Aqila,ia tengah menonton drakor,selama acara pemakaman Aqila dirumah sakit bersama dengan Azka, sebenarnya Azka ingin ikut tapi tidak diijinkan oleh ayahnya.
"Eh Juna,Lo dari mana ajasih"kesal Aqila mengerutkan bibirnya.
Arjuna terkekeh pelan, kemudian menepuk pelan rambut Aqila.
"Mau tau aja apa mau tau banget?"tanya Arjuna menggoda.
"Kak Azka keluar dulu ya"pamit Azka dan dianggukki oleh Aqila.
"Surr"panggil Aqila namun Aqila tidak menoleh.
"Surrr"Aqila menggoncangkan pundak Aqila.
"Apasih nama gue Aqila bukan surr"kesal Aqila.
"Hehehe iya,jadi gini surr gue-"
"Aqila bwambang,bukan surrr"Aqila menajamkan matanya.
"Aelah iya-iya"
"Apa?"
"Ada yang mau gue omongin"kini nada bicara Arjuna terdengar serius,hingga Aqila mempause drakonya.
"Apa?"
Arjuna yang bingung harus mulai darimana,malah terdiam.
"Ish,jadi kagak,buang waktu gue aja"kesal Aqila.
"Oke,tapi janji Lo gabakalan sedih"Arjuna membuang nafas.
"Iya apa,cepetan elah"
"Davin pergi"ucap Arjuna tegas dengan memalingkan wajahnya.
"Pergi?kemana?"Aqila menautkan alisnya.
"Jauh"singkat Arjuna.
"Gile Lo kalo ngomong jangan setengah-setengah dong"kesal Aqila,mengapa ia harus dibuat mikir.
"Junnn"Aqila menggoncangkan lengan Arjuna,karena Arjuna malah terdiam.
"Lo ikhlasin dia ya,tuhan lebih sayang dia"
Deg.
Masutnya?Davin?Dia pergi?Tuhan lebih sayang dia?pikiran Aqila berkecamuk hingga kini air matanya menetes perlahan.
"La"Arjuna membawa Aqila ke dekapannya.
"Nggak,nggak mungkin"Aqila menggelengkan kepalanya.
Arjuna mengelus punggung gadis itu,kini Aqila sudah menangis keras.
"Bilang sama gue kalo itu bohong junnn,gak!gue gamau kehilangan kak Davin,junnn plis bilang kalo itu bohong"Arjuna memukul dada Davin,kini tangis pecah pun gadis itu memenuhi ruangan.
"NGGAK,GUE GAMAU,GUE BENCI LO,LO KENAPA BOHONG SAMA GUE,KENAPA LO GA JUJUR"Aqila melepaskan dirinya dari pelukan Arjuna.
"La dengerin gue dulu"Arjuna mencoba menjelaskan.
Vita dan yang lainnya datang karena mendengar jeritan Aqila.
"Sayang"Vita mendekat.
"Mah,apa mamah tau?"Aqila bertanya pada Vita.
Vita bingung harus menjawab apa.
"Diemnya mamah Aqila anggep iya"Aqila memalingkan wajahnya.
"Apa kalian semua tau?!"kini Aqila menatap semua teman-teman.
"La"Radit mendekat.
"Jangan mendekat,kalian semua penipu!,kalian semua ngebohogin gue,kalian semua-"
'brugh'
Aqila pingsan.
Beberapa hari setelah kejadian dirumah sakit,Aqila datang ke makam Davin.
Bahkan Aqila sudah dimakan Davin selama dua jam.
"Nak"seseorang menepuk pundak Aqila dari belakang.
"Mama"Areta memeluk sayang Aqila. Aqila menangis di pelukan Areta.
"Pulang ya,udah mau hujan,besok kesini lagi"Areta menghapus air mata Aqila,wajah gadis itu sembab, matanya memerah,entah sudah berapa banyak air mata yang gadis itu keluarkan.
"Ini surat dari Davin buat Lo,dia nitip ini ke gue sebelum dia pergi,gue harap Lo kuat,masa depan Lo masih panjang la"kini Sandra angkat bicara,dan memberikan sebuah amplop coklat.
"Makasih"jawab Aqila menerima amplop itu.
"Kamu pulang ya"ucap Areta.
"Jun"Arjuna datang.
"Biar dianter Arjuna ya sayang,mama ga ingin kamu kenapa-napa"Areta mengelus kepala Aqila.
Aqila pun mengangguk pasrah.
"Aku pamit ya,besok aku kesini lagi"Aqila mengusap dan mencium sekilas nisan Davin.
Arjuna mengantarkan Aqila pulang,namun sebelumnya ia membelokkan mobilnya ke sebuah restoran.
"Makan dulu ya"ajak Arjuna dan Aqila mengagguk.
"Lo mau apa?"kini Arjuna membuka buku menu.
"Terserah"singkat Aqila memalingkan wajahnya ke jendela.
"Lo masih marah sama gue?"Arjuna agak canggung menanyakan hal itu,namun tidak ada respon dari Aqila, bukannya marah ia hanya kecewa,kenapa tidak ada satupun orang yang memberi taunya.
"Gue gamarah"
"Serius?!"
"Hm"
"Asikkk"Arjuna kegirangan hingga menaiki kursi.
"Juna Lo apa-apaansih bikin malu"Arjuna mencubit lengan Arjuna.
"Sakit la"Arjuna mengusap bekas cubitan Aqila.
"Hukuman"cuek Aqila.
"Katanya udah gamarah"gumam Arjuna.
"Siapa yang marah"sewot Aqila.
"Elo"balas Arjuna tak kalah sewot.
"Lah Lo kok sewot!"
"Dih kok gue,elo ya!"
"Lo"Aqila.
"Lo"Arjuna.
"Elu!"Aqila.
"Kamu"Arjuna.
'blusshhh'
Eh kok Aqila blushing?.
"Cie merah,elah gitu doang baper"Arjuna mencolek dagu Aqila.
"Dih siapa yang baper,dan lo ngapa colek-colek gue,najiss!"ketus Aqila.
"Ah sa ae lu kembang plastik"goda Arjuna.
"Astaga kok Lo buat gue naik darah sihh"Aqila benar-benar kesal dan Arjuna terkekeh.
"Eh gue ada tebak-tebakan nih"ucap Arjuna ketika tengah makan.
"Halah,pasti garing"jawab Aqila.
"Dengerin dulu dong"
"Ck, iya-iya"
"Buah-buah apa yang bikin ketawa?"
"Gatau"malas Aqila
"Buahhahahahahah"Arjuna tertawa pecah namun mulutnya seketika disumpal tisu oleh Aqila.
"Garing kambing!"
"Oke,gue ada satu fakta nih"Arjuna terdengar serius.
"Halahh pasti fakta dari lambe turah"jawab asal Aqila.
"Bukan,nih dengerin gue"Arjuna menghirup nafas guna melanjutkan kalimatnya.
"Dahlah males"potong Aqila.
"Gile lu ndro!gue belum ngomong"kesal Arjuna.
Aqila menahan senyumnya,Arjuna lucu ketika marah.
"Yauda apa, cepetan"
"Fakta nih ya,kalo kita lagi senyum kita tu gabisa kedipin mata"
"Masa"Aqila tak percaya.
"Coba aja"Aqila memasukkan suapan terakhir ke mulutnya.
Aqila pun menirukan apa yang dikatakan Arjuna.
Arjuna terkekeh.
"Nah gitu,Lo kalo senyum tambah cantik"
'blusshh' pipi Aqila memerah.
Wkwkwk.
Flashback Off.