
Detik-detik menyambut tahun baru sudah dipersiapkan dari mulai pesta bbq,mercon,musik dan lainnya.
Para orang tua dan juga anak-anak muda dipisahkan, dimana para anak-anak muda bertempat di taman belakang dan para orang tua diruang tengah.
"Oke guys pergantian tahunnya masih 10 menit lagi"terik Radit yang tengah menyiapkan kembang api.
Aqila duduk bersama Davin ia menyenderkan kepalanya pada bahu Davin.
'tes' setetes darah segar jatuh mengenai telapak tangan Aqila.
Aqila menoleh dan melihat darimana datangnya darah itu ia lalu ia terkejut ketika hidung Davin mengeluarkan darah.
"Yang hidung kamu"ucap Aqila pada Davin panik.
Davin memegang hidungnya sendiri dan ternyata memang berdarah. Untung saja mereka sedikit jauh dari anak-anak yang lain jadi tidak ada yang menyaksikan apa yang terjadi pada Davin.
'jangan sekarang'batin Davin.
"Oh ini biasa yang kalo bahagia aku emang mimisan gini,kamu punya tisu?"jawab Davin tersenyum,dan Aqila merogoh sakunya kebetulan ia membawa tisu saat itu.
Aqila mengelap hidung Davin sampai darah itu tidak keluar lagi.
"Kamu ga bohong kan?"tanya Aqila menatap Davin.
"Engga yang kalo gapercaya tanya deh sama mamah"jawab Davin.
Aqila ragu namun ia percaya Davin mengatakan jujur ia percaya pada Davin bahwa Davin tidak akan membohonginya.
"Woe kalean sini elah mojok terus daritadi"jerit Revo.
Aqila dan Davin berjalan ke arah yang lain.
"Oke yok itung mundur bareng-bareng dari 10 ya"instruksi Revo.
"10,9,8,7,6,5,4,3,2"Teriak mereka sama-sama.
"Satuuuu"
'prett dorr dor dorrrrr' suara terompet dan mercon menjadi satu menyambut tahun baru.
"HAPPY NEW YEAR"
"HAPPY NEW YEAR"
"SELAMAT TAHUN BARU"
Suasana masih begitu ramai hingga tiba-tiba lampu mati. Aqila yang takut kegelapan langsung mencari penerangan.
Namun tiba-tiba sebuah cahaya kecil menyinari matanya tempat dihadapannya.
Aqila mendongak melihat ada dihadapannya,senyum pun tak luntur dari bibir merahnya.
"Selamat ulang tahun sayang,stay with me babe"ucap Davin tersenyum pada Aqila.
'Dor'suara mercon diletuskan ke atas langit dan terdapat tulisan
'Happy Birthday For You Aqila Khinanti'
Aqila terharu melihat semua orang berada dihadapannya satu tetes air mata pun jatuh dimata indahnya.
"Thanks guys"ucap Aqila menangis.
"Eh kok nangis tiup dulu dong lilinnya"ucap Davin menunjuk pada lilin-lilin kecil yang masih menyala.
Sebelum meniup Aqila berdoa terlebih dahulu lalu kemudian meniup lilinnya.
"Uuu happy birthday Aqila"ucap Rere lalu memeluk Aqila dan dilanjut oleh lainnya.
"Happy birthday ya qil"ucap Fiska tersenyum manis.
"Thanks Fis"balas Aqila.
"Ciee bocah kecil yang dulunya cengeng sekarang udah 19 tahun aja"ucap Radit mengacak rambut Aqila.
"Radit ih"kesal Aqila.
"Sini dong peluk"ucap Radit merentangkan tangannya. Dan disambut oleh Aqila.
"Thanks ya ogeb"ucap Aqila.
"Udah jangan lama-lama ntar singanya marah"Radit terkekeh lalu Aqila melepaskan pelukannya dan menoleh pada Davin yang tengah mengerucutkann bibirnya. Dan menjadi bahan tawa oleh semuanya.
"Selamat ulang tahun sayang"ucap Vita dan Areta memeluk Aqila.
"Makasih mahh"balas Aqila tersenyum pada dua wanita dihadapannya.
"happy birthday kak"ucap Azka lalu memeluk Aqila. Tentu saja Azka ikut jangan tanya ia bermain dengan siapa Arjuna,Davin,Annisa mereka berlomba untuk mendapatkan hati adik tiri Aqila tersebut.
"Makasi dek"ucap Aqila kemudia mencium pipi Azka, untung Azka cakep.
"Met uang taun kak la"ucap Nadin bocah 4 tahun itu adalah adik Revo.
"Ututu makasi cantik"Aqila mencium pipi gembul Nadin hingga bocah itu kegelian.
"Eh kuy makan"ucap Radit menahan lapar daritadi.
"Yeee"ucap mereka semua yang berada di taman belakang.
Semua tengah sibuk berbincang-bincang namun Aqila tidak menemukan sosok yang dicarinya daritadi.
"Kemana dia"gumam Aqila menatap sekeliling tidak menemukan tanda-tanda yang dicarinya.
"Dorr"Aqila terkejut.
"Ih Arjuna Lo ngagetin gue huh"Aqila mengusap dadanya.
"Kenyang gue"ucap Aqila lesu.
"Nih makan"ucap Davin menyuapkan bakso bakar pada mulut Aqila.
"Ih juna"kesal Aqila sambil mengunyah makanan.
"Apa?"Arjuna menaikkan alisnya satu.
"Lagi dong"ucap Aqila dengan puppy eyes.
"Ye katanya udah kenyang"Arjuna menyentil kening Aqila.
"Hehehe abisnya kesel kak Davin kemana sih?"tanya Aqila.
"Ke toilet mungkin"jawab Arjuna lalu mengambil bakso bakar yang dibawa pelayan.
"Kok lama"Aqila berucap dengan menguyah.
Arjuna mengangkat bahunya yang menandakan ia tak tahu.
"Kesel ih Lo mah"Aqila menghentak-hentakkan kakinya menandakan ia kesal.
"Kok gue"Arjuna menunjuk dirinya sendiri.
"Bodoamat"ketus Aqila.
"Mau kemana Lo?"tanya Arjuna ketika Aqila meninggalkan tempatnya.
"Nyari calon imam gue"ucap Aqila menjulurkan lidah kemudian berlari.
'kok gue ngerasa udah kalah sebelum perang'batin Arjuna tersenyum kecut.
Sandra ia duduk sendiri ia merasa tak punya teman ia menatap langit dan melihat banyak bintang yang bersinar.
Lalu ada seseorang yang menyodorkan piring berisi bbq padanya.
"Radit"Sandra melihat Radit lah yang membawa piring itu padanya.
"Gue boleh duduk?"tanya Radit pada Sandra.
"Lo emang gabenci sama gue?"tanya Sandra balik ia mengira semua orang benci padanya termasuk Radit.
"Benci?"ulang Radit menautkan alisnya.
"Iya semua orang gakelihatan suka sama gue"Sandra tertunduk.
"Gue suka sama Lo"ucap Radit.
Sandra mendongak dan terkejut.
"Hah!!"Kaget Sandra.
"Iya masut gue, gue ga ada ngebencin Lo tuh jadi Lo jangan beranggapan gue gasuka sama Lo"Radit menjelaskan.
"Kenapa Lo kaget?"tanya Radit dengan menaikkan satu alisnya.
"Engga, gapapa"Sandra sedikit malu ia mengira maksud Radit lain.
"Boleh gue duduk?pegel juga berdiri gini"Radit terkekeh.
"Oh iya silahkan"Sandra ikut terkekeh.
Mereka bercerita sambil menikmati bbq yang dibawakan Radit.
Radit menoleh pada Sandra.
"Sand"panggil Radit.
"Iya?"jawab Sandra.
"Itu dibibir lo ada sausnya"tunjuk Radit pada bibir Sandra.
"Ohyaa?"Sandra mengikuti arahan Radit lalu ia memegang bibirnya.
"Dimana sih dit"tanya Sandra.
"Sorry ya"ucap Radit kemudian mengelap bibir Sandra menggunakan tangan.
Jantung Sandra menjadi berdetak dengan cepat merasakan tangan Radit yang halus mengusap bibirnya dengan lembut.
"Ma-makasih"ucap Sandra gugup dibalas anggukan oleh Radit.
"Lo gak kedinginan apa?"tanya Radit merasakan udara dingin.
"Sedikit sih"Sandra menggosok-gosok kan tangannya.
"Sini gue bantu"ucap Radit menarik tangan Sandra menggosokkan tangannya dan meniupnya.
Sandra grogi jantungnya tidak bekerja dengan baik sunggu ia tidak pernah merasakan ini sebelumnya.
"Udah mendingan?"tanya Radit kemudian.
"Hm"jawab Sandra tersenyum mengangguk.
Diwaktu yang sama Aqila masih mencari Davin.
"Rev Lo lihat Davin ngga?"Aqila bertanya pada Revo.
"Gue sih tadi liat dia pergi ke taman depat saat gue mau ngambil saus dikulkas"jawab Revo.
"Oh gitu thanks ya"Aqila berlari ke taman depan.
Dan ternyata benar ia menemukan Davin yang tengah berdiri menatap bintang-bintang di langit.