Aqila It'S Mine

Aqila It'S Mine
MULAI DARI AWAL



Hari ini murid-murid SMA 1 Bakti Wisma melaksanakan ujian kenaikan kelas. Kertas soal ulangan dibagikan 15 menit yang lalu, Arjuna memfokuskan otaknya pada soal,dalam cekatan ia sudah selesai dalam waktu 15 menit.


Ia maju kedepan berniat mengumpulkan,namun guru merasa heran.


"Sudah selesai kamu?"tanya guru dengan tak yakin dan Arjuna mengagguk.


"Kalo gitu saya keluar dulu pak"pamit Arjuna yang di angguki oleh guru tersebut bagaimana bisa 50 soal dikerjakan dalam waktu 15 menit, sedangkan waktu yang diberikan adalah 2 jam.


Seperti biasa Arjuna akan pergi ke atap sekolah dan menikmati rokoknya.


Ia memandangi jalanan yang memadati kota,langit cerah berwarna biru,awan putih ikut melengkapi indahnya suasana siang,serta pepohonan hijau yang memperindah bumi Pertiwi.


"Lah kok malah puitis sih thor"Arjuna terkekeh.


"Yaallah senyumnya nular"batin author cantik.


Satu jam berlalu Fiska datang ke atap sekolah dan menemui Arjuna.


"Hai Jun"sapa Fiska.


"Dah selesai Lo?"tanya Arjuna.


"Udah dong,gue tebak Lo pasti udah selesai di 15 menit awal"tebak Fiska terkekeh.


"Tuh tau"Arjuna ikut tertawa kecil.


"Apasih yang nggak gue tau tentang Lo"Fiska menatap jalanan.


Arjuna terdiam kenapa suasana menjadi canggung.


"Ada yang mau gue ceritain sama Lo Jun"ucap Fiska kini menoleh pada Arjuna.


"Apa?"tanya Arjuna.


"Tapi Lo jangan motong pembicaraan gue"Fiska mengingatkan dan Arjuna mengangguk paham.


"Gue adalah anak angkat dalam keluarga gue,gue dulu di adopsi disebuah panti,kata ibu panti dulu gue waktu bayi gue di taro depan pintu panti,dan pas gue diadopsi umur gue masih 2 tahun. Gue gak sepenuhnya bahagia dalam keluarga,semua orang cuma lihat bahagianya gue,ketawanya gue tapi ngga dengan luka gue ketika papa keluar kota mama gue akan mukulin gue dan bersikap kasar sama gue. Dan yah gue ngerasa lebih aman setelah gue pacaran sama Lo gue ngerasa ada yang peduli sama gue setelah papa gue,seperti yang gue bilang ke Lo dulu, Lo yang meluk pas gue sedih,yang gandeng tangan gue pas gue jatuh,yang dengerin setiap cerita gue. Dan soal ciuman itu Lo salah faham Jun,waktu itu gue diancem sama David kalo gue gak nemuin dia dibelakang sekolah dia bakal nyakitin lo,karena dia iri sama Lo,Lo punya segalanya,dia dulu ngejar-ngejar gue dan setelah dia tau gue pacaran sama Lo dia berencana buat ngabisin Lo,gue gamau gue takut Lo kenapa-napa,jujur waktu Lo mutusin gue,gue sakit banget kata papa,gue emang pinter dalam megang kondisi,gue berusaha baik-baik aja meski hati gue lagi apa-apa."Fiska mengambil jeda sebentar dan kembali melanjutkan ceritanya.


"Mama gue sekarang udah bersikap baik sama gue,dan dia sayang sama gue. Gue pindah kesini karena Lo,karena gue mau minta maaf sama Lo Jun,gue mau kita mulai dari awal,gue gamau kehilangan Lo Jun gue sayang sama Lo,cuma Lo yang faham kondisi gue cuma Lo yang ngerti perasaan gue"Fiska menangis.


Arjuna terdiam ia bingung harus menjawab apa, Fiska memang dulunya memenuhi ruang hatinya namun saat ini,ah ia bingung kenapa disaat seperti ini ia malah memikirkan Aqila,namun ia sadar Aqila sudah milik orang lain bagaimanapun juga ia tidak akan merebut apa yang menjadi milik orang lain.


Arjuna mendekati Fiska ia memeluk gadis itu mengusap rambutnya agar memberi sedikit ketenangan.


"Kita mulai lagi dari awal oke?"ucap Arjuna mengusap air mata dipipi Fiska.


"Serius?"tanya Fiska tak percaya dan Arjuna mengangguk.


"Kita pacaran lagi?"Fiska memastikan.


"Iya"Arjuna tersenyum.


Fiska lalu memeluk Arjuna ia senang Arjuna masih menerimanya kembali.


"Makasi sayang"Fiska mengecup pipi Arjuna singkat dan pergi meninggalkan Arjuna.


Arjuna tertawa kecil kini ia sudah jatuh kembali pada pelukan Fiska tapi kenapa ia malah memikirkan Aqila,kenapa ia menjadi mengingat tawa Aqila,cerewet Aqila dan marahnya gadis itu.


Arjuna kembali mengambil dan menyesap satu batang rokoknya.


"Jun"Revo tiba-tiba datang.


"Paan"


"Lo abis anu-anu lagi sama si Fiska?"tanya Revo ambigu.


"Anu-anu?"Arjuna mengulang pertanyaan dengan menautkan alisnya.


"Ck anu-anu itu loh yang kaya kemaren"jawab Revo.


"Gue balikan sama Fiska"ucap singkat Arjuna.


"Ohya?Seriously?kok bisa?"Revo terkejut.


Arjuna menceritakan ceritanya pada Revo tanpa ada yang terlewat.


"Lo gak balikan sama Fiska karena kasihan kan?"tanya Revo setelah mendengar cerita Arjuna.


"Gue gatau, siapa tau nanti gue sayang lagi sama Fiska kan itu rahasia illahi"jawab Arjuna.


"Hellehh sok gegaya nasehati,rumah tangga lo aja masih lika liku"Arjuna menggeplak kepala Revo.


"Gue kan sebagai teman yang baik men"Revo membusungkan dada.


"eh tapi lo gak suka kan sama si Aqila?"tanya Revo,Arjuna memilih tidak menjawab 'ya' dan juga tidak menjawab 'tidak', ah kenapa dia malah pusing begini.


.


.


.


xxxxxxxxxx


.


.


.


Arjuna mengantarkan Fiska pulang.


"Mau mampir?"tanya Fiska saat sudah sampai dirumahnya.


"Lain kali aja aku ada janji sama Revo"ucap Arjuna.


"Yauda ati-ati ya"Fiska tersenyum kemudian turun dari mobil Arjuna.


Arjuna sampai dicafe Revo disana sudah ada Revo,Radit,Rio,Davin dan Tama.


"Weh yang baru jadian mana nih traktirannya,ya gak menn"ucap Radit terkekeh.


Arjuna menoleh pada Revo namun Revo malah mengangkat bahunya dan memakan kacang.


"Nape bro kaga seneng gitu auranya?"tanya Rio.


"Pusing gue"Arjuna mengacak rambutnya.


"Yaelah Jun jalanin aja kalo ngga cocok putusin kelar kan"saut Tama.


"Ck kok gue ngerasa gimana gitu,abang gabisa diginiin dek,abang pusing"dramatis Arjuna.


"*** kok gue jijiq"ucap Radit.


"Jingan"Revo tertawa.


"Namanya juga mengulang Jun,yang namanya mengulang berarti Lo harus faham rasanya pas pertama kali, anggep aja kemarin buat bekal esok hari"nasehat Davin.


"Betul tuh,emang sih udah dibuang tapi apasalahnya didaur ulang toh kalo udah menjadi sesuatu yang baru kan tambah bagus udah gitu dapet duit lagi"saut Rio.


"Ck Lo kira gue bungkus kopi"Arjuna melempar kulit kacang pada Rio.


"Sebelas duabelas sih"jawab Rio terkekeh.


Dan keenam pemuda itu tertawa hingga mengundang perhatian para pengunjung,ada yang terpesona ada yang biasa aja,sampe ada yang nyebut mereka adalah calon jodohnya.


Mengapa Arjuna malah memikirkan Aqila,kenapa gadis itu malah memenuhi fikirannya,apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya,ia seharusnya tidak memikirkan Aqila,tapi kenapa seakan hati dan otaknya tidak mau sejalan dengan apa yang dia inginkan,Arjuna meminum soda di mejanya dan meletakkan kembali dengan kasar hingga mengejutkan teman-temannya.


"Gue pamit dulu"Davin tiba-tiba pergi dengan begitu saja entah apa yang terjadi padanya.


"Gue juga deh"Arjuna ikut pergi.


Aqila tengah menunggu Davin,Davin mengatakan bahwa ia akan akan mengajak jalan hari ini,ia sudah menunggu Davin di cafe langganan mereka namun sudah hampir satu jam Davin belum juga datang.


Dilain sisi Davin datang kerumah Sandra.


'toktoktok'davin mengetuk pintu Sandra berulang kali.


Sandra tengah asyik menonton televisi namun terganggu oleh suara ketukan, Sandra berjalan malas menuju pintu dan membukanya,ia terkejut melihat Davin.


"Davin!?"kejut Aqila.


Sudah tiga jam berlalu namun Davin belum juga datang Aqila memutuskan untuk pulang jam menunjukkan hampir pukul delapan malam dinginnya udara malam membuatnya sedikit menggigil karena ia memakai dress tanpa lengan,ia berjalan melewati jalanan sepi didekat rumahnya,cafe langganan Aqila dan Davin memang tidak jauh dari rumah Aqila.


Aqila merinding merasakan ada orang yang sedang mengikutinya,ia merasa ketakutan ditambah hari yang semakin gelap membuat suasana lebih mencekam,ia meremas ujung dress-nya ia menoleh kebelakang namun tidak ada orang,saat menoleh kedepan dua orang orang berbadan besar berada dihadapannya.