
Davin datang kerumah Aqila, sudah tiga hari gadis itu tidak membalas pesan dan telfonnya.
Davin akan berangkat ke Singapore malam ini,ia berniat akan pamit pada kekasihnya itu. Sesampainya di rumah Aqila,Davin langsung disuruh masuk oleh Vita,Vita sendiri kasihan pada putrinya, akhir-akhir ini Aqila nafsu makannya menjadi meningkat bahkan isi kulkas dihabiskan oleh putrinya,kan rugi ibarat siang beli malamnya habis.
Davin memasuki kamar Aqila,gadis itu menyelimuti tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung rambut,Davin menghela nafas sebenarnya ia tak tega berpisah dengan Aqila namun bagaimanapun juga ia harus pergi ke Singapore.
"Sayanggg"Davin duduk disamping Aqila dan menepuk pundak Aqila yang sedang membelakanginya.
Tidak ada pergerakan sama sekali dari Aqila,gadis itu bungkam.
"Yauda kalo gamau lihat aku,aku pulang ya,nanti malem aku udah terbang ke Singapore,aku pergi dulu"Davin beranjak dari kamar Aqila,sudah hampir berjalan sampai pintu namun Aqila belum juga memanggilnya,saat ingin memutar gagang pintu Aqila baru memanggilnya
"Kakk" panggil Aqila kemudian beranjak dari ranjangnya dan berlari ke arah Davin kemudian memeluk lelaki itu dengan erat.
Davin membalas pelukan itu, Aqila menangis terisak dipelukan Davin
"Jangan rindu,rindu itu berat dan kamu gaakan kuat" guyon Davin
Aqila memukul dada Davin
"Kak Davin jahat hiks,,"kata Aqila masih terisak
"Aku pergi untuk kembali" tutur Davin meyakinkan
"Udah jangan gitu nanti cantiknya hilang" Davin menenangkan
Aqila pun mulai tenang mengusap ingus yang keluar dari hidungnya
"Nanti janji ya bakal sering hubungin" Aqila melepaskan Davin untuk pergi ke Singapore bagaimana pun juga ia juga tidak mau melarang masa depan Davin.
"Iya cantik,gimana kalo hari ini kita jalan?"ajak Davin.
"Oke kalo gitu aku siap-siap dulu"balas Aqila.
"Aku tunggu disini yak" goda Davin.
"Mau ditampol?"ancam Aqila.
"Bercanda sayang,yauda gih cepetan gausa cantik-cantik"ucap Davin meninggalkan kamar Aqila.
Skip cerita,setelah seharian mereka berjalan-jalan Davin mengantarkan Aqila pulang.
"Kamu nanti berangkat jam berapa?"tanya Aqila yang kini berada dikamarnya,Davin memang mampir terlebih dahulu sekalian pamit dengan orang tua Aqila.
"Jam 10"Jawab Davin dan saat ini jam menunjukkan pukul 7 malam.
"Huft disana hati-hati,makannya dijaga,jangan kebanyakan begadang, sering-sering ngabarin,jangan god-"Aqila belum selesai bicara dan Davin
Cup
Davin mengejutkan Aqila karena ia mencium bibir Aqila,Menarik pinggang Aqila dan menyerang bibir Aqila,Aqila masih cengoh itu ada First Kissnya di garis bawahi CIUMAN PERTAMA.
Merasa tidak ada pergerakan apapun dari Aqila Davin menggigit kecil bibir bawah Aqila hingga sang empu kesakitan dan sedikit membuka cela bibirnya kesempatan itu digunakan Davin untuk menerobos masuk lebih dalam mengabsen setiap inci gigi, membelit lidah Aqila,bertukar saliva dan ehem apalagi sih woy author bingung mweheh.
Aqila juga tak mau kalah,efek kebanyakan nonton drakor ia juga sedikit pandai bagaimana cara berciuman, meletakkan tangannya di pundak Davin dan ikut memejamkan matanya,ikut merasakan setiap ecap rasa dari ciuman itu,Davin menuntut, nafasnya memburu melepas ciuman untuk menghirup oksigen banyak-banyak dan kembali meraup bibir manis Aqila.
"Mpppphh"bukan desah:v!!.
Davin berjalan mundur dan membenturkan Aqila ke tembok tanpa melepaskan ciumannya,Davin beralih ingin mencium ke jenjang leher,eh namun baru saja ingin mencium
'toktok'Suara ketukan kamar mengganggu mereka berdua.
"Biar aku yang buka"ucap Davin dan Aqila mengangguk.
"Apasih cil ganggu Lo"ketus Davin pada Azka.
Azka heran ini menggangu apa,kenapa Davin malah sedikit marah,ralat wajahnya seperti menelan bocah kelas 10 itu.
"Eh,au ah Azka kesini karena-"
"Karena apa?"tanya Davin langsung yang masih diambang pintu.
"Kenapa sih?"Aqila pun muncul karena merasa ada aura dingin menyelimuti dirinya saat pintu terbuka. Oke alay.
"Itu kak cuma mau ngingetin udah hampir jam 8, takutnya kalo kak Davin telat"ucap Azka.
"Iya udah gue paham,sana hust hust"usir Davin.
"Kok Azka mencium bau-bau mencurigajah"Azka memincingkan mata.
"Udah dek gausa gitu,sana gih balik"ucap Aqila.
"Okehhh!"kesal Azka melenggang pergi.
"Yauda gih sana pulang nanti telat pesawat lagi"
"Ngusir nih?"
"Engga gitu, nanti kalo kamu masih disini aku gabakalan ijinin kamu pergi"lanjut Aqila.
"Yaudah kalau gitu,aku pergi dulu"pamit Davin dan merentangkan tangannya.
Ya kalian pasti taulah apa selanjutnya:v.
Selesai dengan acara pelukan dan xxx mereka pun turun kebawah,Davin pamit pada orang tua Aqila dan juga Azka.
"Jaga kak Qila"pesan Davin pada Azka.
"Hm"singkat Azka,ia mendadak badmood karena gebetannya berfoto dengan cowo lain dan yah Azka terkenal badboy disekolah,nanti ada sedikit kisahnya nanti ya gak sekarang hehe.
"Yauda Om Tante,Davin pamit"Davin mencium tangan Abas dan Vita.
"Sekolah yang rajin"pesan Vita.
"Siap tante"kekeh Davin memberi hormat.
Skip,Davin sudah berada dipekarangan rumah Aqila,menaiki mobilnya namun melihat keatas jendela kamar Aqila dan melihat disitu Aqila sedang menatapnya dengan menangis.
"Oke Davin tenang Lo pergi juga karena Aqila"ucap Davin pada dirinya sendiri.
Davin melambaikan tangannya pada Aqila,Aqila menutup gorden kamarnya,ia tak sanggup melihat Davin,lebay mungkin namun percayalah itu adalah kenyataan yang tak bisa dibohongi.
.
.
.
TBC.