Aqila It'S Mine

Aqila It'S Mine
DavinAditya.



Dikit dulu gapapa lah ya wkwk.


-


-


-


-


-


Arjuna pamit pada Aqila dengan alasan ada keperluan sebentar,Aqila mengangguk dan masih memperhatikan anak-anak yang saling berebut balon.


Aqila terkejut saat melihat ada balon didepannya bukan hanya balonnya namun juga orangnya.


"Kak Davin!"kejut Aqila.


"Hai"sapa Davin ramah, Aqila menganggukkan kepalanya canggung.


"Nih buat kamu"Davin memberikan balon hati berwarna pink pada Aqila.


"Makasih"ucap Aqila menahan gugupnya.


"Eh tunggu kak Davin sakit?"tanya Aqila karena melihat Davin menggunakan pakaian seperti dirinya.


"Engga sakit,cuma-"Davin berucap namun Aqila menyela.


"Kok bisa sakit sih,kenapa?kecapean atau apa,makanya kesehatan itu dijaga kalo sakit kan susah,kata mama kemarin kak Davin jagain Aqila,maaf karena udah ngrepotin,dan mungkin karena aku kak Davin jad-"


Cup


Aqila terkejut Davin mencium bibirnya.


"Kak Davin kok malah-"


Cup


Lagi-lagi Aqila melebarkan bola matanya.


"Ih kak Davin apa-apaan sih,kenapa tiba-tib-"


Cupcupcupcupcup


Mata Aqila membulat sempurna,Davin menciumnya?hah!?woe!itu apa?kok bendanya lembut?kok kenyal?pudingnya mamah?! -Batin Aqila cengoh.


Davin mencium seluruh wajah Aqila dari mulai kening,kedua pipi,hidung dan yang terakhir bibir manis Aqila.


"Aku pergi ya,jaga diri baik-baik,aku sayang kamu,jangan lupa bahagia,i love you honey"ucap Davin tersenyum dan pergi meninggalkan Aqila,mengacak rambut gadis itu pelan.


Arjuna melihat itu di balik pohon dekat dimana Aqila duduk dikursi rodanya,ia tadi berniat membeli beberapa balon dan ia berikan pada Aqila,namun saat ia hampir sampai ia melihat Davin datang dengan balon,sama halnya dengan Aqila,Arjuna terkejut,ia memberi balon yang ia beli pada anak kecil yang sedang lewat.


Arjuna tak bisa mendengar jelas ucapan Davin,namun ia bisa melihat jelas bahwa Davin mencium Aqila,menyerang bibir Aqila dua kali dan kemudian mencium setiap inchi dari wajah Aqila,Aqila terkejut namun juga tak menolak.


Arjuna meremas tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.


Arjuna menghampiri Aqila yang masih termenung sesungguhnya ia kesal namua ia menahannya.


"Astaghfirullah"Aqila terkejut mengelus dadanya.


"Lo dari mana?"tanya Aqila.


"Abis minta nomer bocil smp mayan cuy masil kecil tapi beyuhhhh"Arjuna berbohong.


"Ck,balik yuk,bosen gue"pinta Aqila.


"Hm"jawab Arjuna.


Sesampainya diruang Aqila,Arjuna mendapat telfon dari papanya.


"Halo"ucap Arjuna.


"..."


"Arjuna kesana sekarang"tutup Arjuna.


"La gue ada urusan bentar nih,Lo gapapa kan gue tinggal bentar"ucap Arjuna tak enak hati meninggalkan Aqila sendiri.


"Iya,yauda hust hust"usir Aqila.


Arjuna meninggalkan ruangan Aqila,bergegas berlari menemui papanya,dan ya,waktu yang tak di inginkan tiba.


Arjuna melangkah masuk ke sebuah ruangan,terdapat Bayu,Areta,dan teman-temannya,seketika Arjuna terjatuh,air matanya jatuh,tubuhnya melemas.


Saudara tirinya,Davin,kini sudah pergi jauh meninggalkan semua orang,Davin yang ia anggap seperti kakaknya sendiri,ia sudah diambil Tuhan,kenapa sekarang?bahkan ia tak ingin hal ini terjadi. Isak tangis memenuhi penjuru ruangan.


Arjuna berdiri dan mendekati tubuh Davin,ia memeluk Davin,bahkan tadi ia masih bisa tertawa bersama Aqila,namun mengapa sekarang ia pergi?.


"Junn"Areta mengelus pundak Arjuna.


"Mah"Arjuna berbalik dan memeluk Areta, wanita paruh baya itupun tak sanggup menahan tangisnya kembali.


"Pemakamannya akan dilakukan 2 jam lagi,kalian semua bersiap lah"kini Bayu angkat suara,meskipun ia terlihat tegar tapi percayalah seorang ayah tidak akan bisa menahan rasa pilunya ketika anaknya kini sudah berada jauh disisi Tuhan.


"Jun bagaimana dengan Aqila?"Areta bertanya kepada Arjuna.


"Juna ngga tau mah,kita pikir itu nanti"jawab Arjuna dan Areta mengagguk.


Rere,Annisa,Rio,Radit,dan Revo mengetahui semua ini karena Bayu memberi tau mereka semua,kecuali Aqila.


xxxx


Gue pamit guys,jangan kangen ya,kalo nanti ada yang gangguin Aqila,lapor ya wkwk.


-Davin Aditya.


.


.


.


TBC.