Aqila It'S Mine

Aqila It'S Mine
REVO AKBAR 2



Sinarnya pagi menembus celah korden Salsa,gadis itu masih terlelap dan baru membuka mata saat jam menunjukkan pukul , tujuh kurang sepuluh menit.


"Ah shit!"umpat Salsa.


Jam menunjukkan pukul 07.00 pas ia baru saja keluar dari rumahnyanya dan ia bingung harus ke sekolah naik apa jika menggunakan sopir pasti akan telat,jika bolos sangat tidak mungkin mengingat ia baru saja masuk.


'tintin' suara klakson motor mengejutkan Salsa.


"Mau bareng"ucap Revo setelah membuka helmnya.


Salsa terkejut Revo juga telat kenapa ia gugup saat berhadapan dengan Revo.


"Kak Revo"Salsa masih terkejut.


"Udah ayok"Revo menarik tangan Salsa.


"Kak tinggi"ucap Salsa.


"Pegang pendak gue"


"Pegangan gue mau ngebut"lanjut Revo.


Salsa tidak tau harus berpegangan apa.


"Yauda kalo gak mau pegangan"


Revo mengegas lalu mengeremnya dan berhasil membuat Salsa langsung melingkarkan tangannya diperut Revo.


Revo tersenyum lalu melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Alhasil sesampainya disekolah rambut Salsa menjadi awut-awutan, Revo tertawa kemudian tangannya terulur merapikan rambut Salsa.


"Kayanya kita bakal dihukum"


"Hah!Dihukum?"Salsa terkejut dan Revo mengangguk.


Mereka masih diluar gerbang sekolah dan pak Joko berjalan kearah mereka, mereka dihukum untuk membersihkan taman belakang sekolah sampai bel istirahat.


2 jam berlalu Revo dan Salsa sudah selesai membersihkan taman tengah.


Salsa mengelap keringatnya yang bercucuran Revo datang dengan membawa air mineral dan tisu dan diberikan untuk Salsa.


"Capek?"tanya Revo.


"Banget kak"jawab Salsa langsung meneguk habis air mineralnya.


"Kok bisa telat?"tanya Revo yang sekarang sudah duduk disamping Salsa.


"Aku lupa kak kalo aku sekarang di Indonesia bukan di London biasanya dulu aku bangunnya agak siang sekarang harus pagi jadi kecacalan deh"jelas Salsa yang membuat Revo tertawa.


"Kak Revo ketawa mulu ih"kesal Salsa karena Revo daritadi hanya tertawa.


"Kenapa? gaboleh? Kan bagus buat kamu Sa biar puas lihat ketawa aku,aku tau kamu suka sama aku kann,hayo ngaku kamu"tanya Revo tertawa kecil.


"Emang keliatan kak?"tanya Salsa.


"Apanya yang keliatan?"tanya balik Revo.


"Kalo Salsa suka kak Revo"jawab jujur Salsa.


"Loh emang kamu beneran suka sama aku?"Revo berubah posisi menatap Salsa.


Yang ditatap malah malu,kenapa ia malah jujur.


"Hehe ga kok kak bercanda"elak Salsa.


"Kenapa bisa suka sama aku?"Tanya Revo.


"Salsa juga gatau,Salsa inget waktu itu kak Revo pas dicafe pake apron ganteng aja menurut Salsa"jujur Salsa kembali dan Revo menahan senyumnya.


"Emang sekarang ga ganteng"tanya Revo mendekatkan wajahnya pada Salsa.


'Aduh Salsa ga kuat'batin Salsa.


"Kak Revo ihh"


"Apa?"


"Mundurin kepalanya"jantung Salsa berdegup kencang. Dan Revo menurut lalu mengajak ke kantin.


Revo mengulurkan tangannya dan mengajak Salsa.


"Kantin kuy"ajak Revo.


Salsa tersenyum ingin mengambil tangan Revo namun Revo malah menariknya dan meninggalkan Salsa.


"Kak Revoooo!"kesal Salsa lalu menyusul Revo.


"Apa?"


"Salsa kesel ih kirain tadi ngajak gandengan"jawab jujur Salsa yang membuat Revo tertawa.


"Emang beneran mau digandeng?"tanya Revo terkekeh.


"Emang boleh?"tanya Salsa penasaran.


"Boleh gak yaa"Revo pura-pura berfikir.


"Ih kak Revo mah kan Salsa ehh-"Salsa tersandung batu tubuhnya hampir jatuh jika Revo tak menangkapnya.


(Kaya adengan yang FTV :v gituloh)


Jarak Revo dan Salsa sangat dengan,jantung Salsa seakan berhenti wah ia benar-benar tidak bisa bernafas.


Lalu Revo menariknya berdiri.


"Lain kalo hati-hati Sa,udah sini aku gandeng nanti kamu jatuh lagi"ucap Revo lalu menggandeng tangan Salsa hingga ke kantin.


Salsa sudah tersenyum-senyum sendiri dibelakang.


"Jangan senyum-senyum"Revo terkekeh.


"Gimana gak senyum,Salsa kan seneng kak"


"Seneng?"tanya Revo.


Lalu Salsa mengangkat ke atas tangannya yang saling bertautan dengan tangan Revo.


"Gandengan sama kak Revo"lagi-lagi Revo terkekeh, Salsa gadis yang terlalu jujur menurutnya.


Sesampainya dikantin Revo memilih meja yang dipojokan ia juga sudah memesan es jeruk dan mie ayam dua porsi untuk dirinya dan juga Salsa.


Revo tengah menikmati makanannya namun ia merasa aneh karena daritadi ditatap oleh Salsa.


"Kenapa sih sa?,kok dari tadi liatin aku mulu"


"Kak Revo manis"jawab jujur Salsa.


"Kenapa kamu jadi cewek jujuran banget sih"ucap Revo menarik hidung mungil Salsa.


"Kata Daddy bohong itu dosa kak"jawab Salsa,bener juga sih batin Revo. Lalu ia menyingkirkan mangkuknya dan menatap Salsa balik, Salsa yang ditatap malah salah tingkah. Ia berpura-pura minum Es jeruknya.


Revo lagi-lagi tertawa melihat Salsa gadis itu berhasil mendebarkan jantungnya.


"Nanti pulang sekolah sama aku"ucap Revo.


"Beneran?"tanya Salsa tak percaya dan Revo mengangguk.


"Asik dong"lanjut Salsa. Davin menaikkan alisnya satu seakan bartanya 'kenapa?'.


"Ck bisa peluk kak Revo lagi"jawab jujur Salsa dan Revo sekali lagi tertawa.


"Yauda cepet abisin makanannya nanti keburu guru dateng"titah Revo pada Salsa. Dan Salsa dengan semangat memakan mie ayam yang tadi utuh dimangkuknya.


Sesuai janjinya Revo pulang bersama Salsa,Revo tersenyum melihat Salsa duduk di bangku parkiran sekolah.


"Udah lama?"tanya Revo.


"Belum kak"jawab Salsa.


"Yauda yuk"Ajak Revo.


"Kak"panggil Salsa saat berjalan menuju motornya.


"Iya"


"Hari ini kak Revo sibuk nggak?"


"Nggak tuh,kenapa?"


"Temenin Salsa dong kak jalan-jalan nanti Salsa yang bayarin deh"ajak Salsa memelas dengan menarik-narik tangan Revo.


"Yauda nanti aku temenin tapi pulang dulu abis itu aku jemput"ucap Revo mengacak rambut Salsa.


"Yeay"Salsa kegirangan.


Singkat cerita,mereka berdua kini sudah sampai di mall. Salsa mengenakan hoodie pink muda dengan celana jeans hitam pekat serta sepatu sneaker putih tak lupa tas kecil sebagai pelengkap. Sedangkan Revo mengenakan kaos putih polos dengan jaket bomber army celana jeans panjang dan sepatu navy serta kaca mata hitam yang menambah kesan cool pada Revo Akbar.


Mereka pergi menonton, dilanjutkan bermain, dan makan. Tangan mereka tentunya saling bergandengan membuat beberapa pengunjung iri melihatnya.


"Makasih ya kak Salsa seneng banget"Salsa tertawa manis menghabiskan waktunya bersama Revo.


"Iya"balas Revo manis.


Revo merasa senang bisa membuat Salsa tertawa ada yang aneh di dadanya ketika melihat tawa ataupun senyum Salsa,ia merasa nyaman didekat gadis itu meskipun perkenalan mereka terbilang singkat namun Salsa berbeda dengan gadis lain ia,mungkin bersama Salsa ia bisa melupakan Amora.


Revo mengantar pulang Salsa pada pukul 19.00 tepat. Dan sampai dirumahnya lima belas menit kemudian.


Lisa menatap aneh pada putranya hari ini dia banyak senyum-senyum sendiri,apa anaknya salah minum susu pas sarapan,mungkin Revo meminum susu formula Nadin waktu sarapan,ah tapi Lisa juga tak ambil pusing.


Revo tersenyum mengingat hari ini bersama Salsa ia menghempaskan tubuhnya.


"Apa gue jatuh cinta ya sama bocah itu"monolog Revo terkekeh.