Aqila It'S Mine

Aqila It'S Mine
AZKA SAPUTRA



Saat ingin kembali ke kelas Aqila berpapasan dengan Davin.


"Eh kak Davin darimana?" Tanya Aqila bertemu di ruang tata usaha.


Mau bagaimanapun juga Aqila tidak mau pertemanannya dengan Davin renggang karena Aqila bersikap acuh kepadanya dengan alasan ia cemburu pada Sandra.


"Eh qila ini lagi ngasih jadwal buat acara Agustusan sama pak joko" jawab Davin tersenyum menampilkan lesung pipinya yang amat manis bagi Aqila.


"Kamu darimana kok tadi lari-lari?"tanya Davin pada Aqila karena melihat Aqila lari sambil cekikikan.


'gamungkin dong ya gue bilang kalo abis dari atap sekolah terus dikerjai sama adeknya' batin Aqila.


"Qila aku tanya loh" Davin melambaikan tangannya pada wajah Aqila.


"Eh itu kak abis maen kejar-kejaran sama Rere" elak Aqila dan dibalas anggukan oleh Davin.


"Oh iya kak kata Annisa kak Davin nyari aku, ada apa?" Tanya Aqila yang setelah mengingat ucapan Annisa dikantin tadi.


"Rindu boleh?"kata Davin sambil terkekeh.


"Apaansih kak"balas Aqila tersipu.


"Tadinya itu mau ngajak makan siang bareng cantik" ucap Davin kepada Aqila.


"Kak Davin gabilang sih"


"Aku udah chat kamu tapi centang satu"


"Oh hape aku rusak kak"


"Rusak kenapa?"tanya Davin.


"Jatoh tadi pas pelajaran" jawab Aqila bohong.


"Makanya kalo naruh yang hati-hati dong kalo rusak gini kan aku susah"


"Susah kenapa kak?"


"Ya nanti aku gabisa ngerti kabar kamu,lagi apa,sama siapa,terus kalo ada apa-apa biar ga kang_" ucapan Davin terputus karena Aqila menyelanya.


"Emang Aqila siapa kak Davin?"


Entah Aqila mendapat keberanian darimana hingga pertanyaan itu muncul meluncur dari bibir indahnya.


Davin mendengar itupun sudah faham yang dimaksud oleh Aqila. Ia lalu menarik senyumnya dan mengacak rambut Aqila gemas.


"Emang kamu maunya jadi apa hmm"tanya Davin yang membuat Aqila salah tingkah.


"Kak aku duluan ditunggu Rere sama yang lain soalnya byee" Aqila pergi meninggalkan Davin dengan lari terbirit-birit.


Aqila sampai dikelas dan duduk di bangkunya dan Rere berucap pada Aqila.


"Katanya sebentar kok malah 1 jam sih la gue tu khawatir ****" tanya Rere dengan nada kesal.


"Ututu sorry tadi ada urusan bentar elah" alasan Aqila dengan mencubit pipi Rere Rere.


"Emang urusan apa la?"tanya Ida selanjutnya.


'aduh gamungkin dong gue bilang tadi keatap sekolah trus dibekap saja janaka'batin Aqila.


"Ah itu anuu gue tad-" belum sempat Aqila


menyelesaikan kalimatnya ada adik kelas yang datang ke bangkunya.


"Hmm kak Aqila ya?" Tanya gadis berambut pendek menatap Aqila.


"Iya dek ada apa ya?"kepo Aqila.


"Oh ini kak hp kakak jatuh tadi trus aku disuruh buat balikin sama kak Arjuna"lanjut adek kelas.


"Hah!"kompak Annisa, Rere dan Ida. Yang membuat seluruh isi kelas kaget karena suara mereka.


"Mm yauda makasih ya dek"ucap Aqila dan dibalas kata 'ok' dari Aqila.


"Lo utang bayak penjelasan sama kita Aqila Khinanti!" Tegas Rere dengan menatap tajam Aqila.


"Iya elah ntar pulang sekolah kerumah gue, lo mau QnA silahkan huftt" lerai Aqila dan dianggukki ketiga temannya.


Aqila sampai dirumah pukul 17.00 sore padahal seharusnya ia pulang pukul 16.00 sore.


"Gara-gara si Janaka gue jadi pulang telat huuh"kesal Aqila karena ia memang pulang sekolah dengan Janaka-Alias Arjuna ya gess.


Bagaimana tidak telat Aqila disuruh menunggu Arjuna yang sedang dipanggil ayahnya saat pulang sekolah.


Flashback on.


Tetttettttettttt. Bel pulang sekolah berbunyi.


"Kuy pulang" ajak Annisa pada Rere, Ida dan Aqila.


'aduh gimana ini si Arjuna kenapa coba ngelihat gue kaya gitu'batin Aqila karena Arjuna melihatnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"La ayo"tarik Ida pada tangan Aqila.


"Ehem kalian duluan aja gue dapet chat dari Bu Dewi katanya Aqila disuruh nemuin Bu Dewi"saut Arjuna yang tiba muncul.


"Oh kalo gitu duluan ya qil,bye" pamitnya ketiga temannya pada Aqila.


"Lo mau pulang apa mau jadi penjaga kelas?" Tanya Arjuna yang melihat Aqila melamun.


"Ini juga mau jalan" tegas Aqila yang langsung mendahului Arjuna dengan menyenggol bahu laki-laki tersebut.


Disaat Aqila ingin berbelok kearah parkiran tangan Aqila ditahan oleh Arjuna.


"Ikut gue!" Perintah Arjuna dengan menarik tangan Aqila.


"Heh kemana Lo jangan macem-macem ya" teriak Aqila karena Arjuna menarik tangannya.


Sesaat Arjuna berhenti lalu ia berbalik dan menatap Aqila dengan tatapan menggoda.


"Emang Lo mau gue macem-macemin?" Tanya Arjuna dan melangkah maju mendekati Aqila.


'eh ini bocah mau ngapain' batin Aqila yang melangkah mundur karena Arjuna terus mendekatin sampai punggung Aqila terbentur dinding.


"Lo-lo mau ng-ngapain sih?" tanya Aqila yang benar-benar gugup karena bisa merasakan hembusan nafas Arjuna yang menerpa wajahnya.


"Gue mauu" lalu Arjuna mencondongkan wajahnya.


'mama ayah azkaa tolongin Aqila' batin Aqila yang sudah benar-benar tidak bisa berfikir jernih.


1 detik


2 detik


3 detik


Dann~~~


'Drrtdrttt' suara hape Arjuna menyelamatkan Aqila dari kungkungan Arjuna.


"Halo" sapa Arjuna pada orang yang menelponya.


"..."


"Iya ini juga mau kesana" jawab Arjuna dengan suara datar.


"..."


"Hm" jawab Arjuna lagi dengan cuek.


'tut' telepon dimatikan oleh Arjuna sepihak.


Aqila cengoh karena Arjuna meninggalkannya begitu saja.


'lah itu anak mau kemana sih gila udah bikin gue mati dadakan ini sekarang ditinggalin sendirian high" gerutu kesal Aqila pada Arjuna.


"Gosa gerutu gajelas telinga gue punya gelombang ultrasonik kalo Lo mau tau" sat Arjuna dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Hah" cengoh Aqila.


Sampailah mereka pada ruang kepala sekolah alias ruangan Bayu Hermawan-ayah dari Davin dan Arjuna.


"Lo tunggu disini gue ada urusan bentar"ucap Arjuna menyuruh Aqila duduk di kursi panjang depan kantor kepala sekolah.


"Hm" jawab Aqila.


1 jam hampir Aqila menunggu tapi Arjuna belum juga keluar.


"Lama banget sih"Sewot Aqila saat Arjuna keluar dari ruangan ayahnya.


"Sorry"acuh Arjuna pergi mendahului Aqila.


'beri hambamu rasa sabar seluas samudra ya Allah' batin Aqila dan membuang nafasnya pelan.


Sampailah mereka diparkiran.


"Masuk"perintah Arjuna saat sampai diparkiran.


Aqila menuruti ia sedang malas berdebat dengan Arjuna Ananta.


Didalam mobil tidak ada yang memulai pembicaraan. Aqila sebenarnya heran mengapa Arjuna hanya diam saja tapi Aqila juga tidak ambil pusing.


15 menit mereka sampai dikediaman Aqila.


Aqila turun dari mobil sport milik Arjuna


Lalu Arjuna?ia langsung melaju mobilnya tanpa mengucap apapun.


Flashback Off.


Assalamualaikum qila pulanggg" teriak Aqila saat memasuki rumahnya.


"Waalaikumsalam qila kok baru pulang?"tanya mamanya.


"Oh itu mah tadi ada urusan sama guru sebentar"bohong Aqila.


"Yauda kamu bersih-bersih gih udah ditunggu temen kamu dikamar"ucap mamanya lalu meninggalkan Aqila.


Lalu Aqila bergegas naik ke kamarnya dan melihat ada Rere, Ida dan Annisa dikamar tidurnya yang menatap Aqila dengan tatapan ingin menerkam mangsanya.


"Masih mau bohong" ucap Rere dengan tidak mengubah tatap matanya.


"Huhft oke gue cerita tapi gue mau bersihin badan sebentar"jawab Aqila dan dibalas deheman oleh Rere.


10 menit Aqila pun keluar dari kamar mandi


Dengan menggunakan piyama tidurnya.


"Jadi?"ulang Aqila.


"Lo sekarang banyak rahasia la sama kita"ucap Ida kembali.


"Betul tuh,mulai dari Davin sampai Arjuna Lo ga ada tuh sharing sama kita" ucap Annisa kemudian.


"Oke gue cerita"akhir Aqila.


Aqila pun menceritakan semuanya kepada tiga sahabatnya itu tanpa ada yang terlewat termasuk saat Davin menciumnya dan kejadiannya dengan Arjuna di atap sekolah.


"Kalo menurut gue Davin sama Arjuna sama-sama suka deh sama Lo la" ucap Rere yang mengambil kesimpulan dari cerita Aqila.


"Gue juga sependapat"lanjut Ida.


"Kalo kak Davin sih gue mau tapi kalo janaka gue ogah"ucap Aqila dengan sinis.


"Tiati la benci sama cinta beda tipis" saut Annisa.


"Apasih gabakal suka gue sama si Janaka. GABAKALAN!" Ucap Aqila sinis dengan menekan katanya diakhir ucapan.


"Ya kita lihat aja nanti hahah"lanjut Rere.


'toktoktok'


"Kakak-kakak cantik disuruh turun mamah katanya disuruh makan dulu" ucap Azka dengan senyum manis lalu meninggalkan kamar Aqila.


"Gila adek tiri Lo kalo bukan masih bocil udah gue pacarin la sumpah senyumnya aduh bikin jantung prawan mau meletus"dramatis Annisa yang benar-benar terpesona dengan senyum Azka.


"Lebay Lo"Ujar Aqila lalu turun dari ranjangnya tak lupa menggeplak kepala Annisa pelan.


Setelah acara makan malam teman-teman Aqila pamit pulang karena sudah malam.


Dan disinilah Aqilla sekarang dikamar adik laki-lakinya yaitu Azka Saputra.


"Dek" panggil Aqila pada Azka


"Hm" saut Azka yang tengah asyik bermain PS dikamarnya


"Dek"panggil Azka lagi.


"Apasih kak?"kini Azka menoleh melihat kakaknya yang sedang menutupi wajahnya menggunakan bantal.


"Kamu punya pacar ngga?"tanya Aqila dengan alis naik satu, karena yah Azka sekarang masih duduk di bangku SMP kelas 3.


"Gak"jawab Azka singkat lalu Ingin melanjutkan PS nya yang tertunda.


"Kalo mantan?Tanya Aqila lagi.


‌"Mm Yesi,putri,Firda,Risa,intan,mm Jihan lupa kak"jawab Azka dengan menggunakan jarinya untuk menghitung mantannya.


"Eh buset laku keras juga Lo dek haha" tawa Aqila memenuhi ruang kamar Azka.


"Kamu nembaknya gimana dek?"tanya Aqila lagi.


"Gapernah nembak Azka kak"jawab Azka kemudian.


"Lah terus?"


"Ya mereka nembak Azka langsung lah kak pake coklat kadang juga pake kembang"jawab Azka jujur.


"Hahahaha ***** ngakak"Aqila benar-benar tidak habis pikir bocah jaman sekarang.


"AQILAAA KAMU NGOMONG APA TADI" Teriak mama Aqila yang sedang dibawah menonton sinetron.


"Nggak mah Aqila diam Aqila manis Aqila imut"teriak Aqila kembali.


"Kenapa sih kak?" Tanya Azka yang bingung melihat kakaknya sendiri.


"Emang rasanya ditembak gimana sih dek?" Tanya Aqila berlanjut.


"Hahahaha"tawa Azka pecah seketika.


"Kaka gapernah ditembak?"tanya Azka dengan masih dalam keadaan tertawa.


"Ya mati lah ****** kalo ditembak"ucap Aqila yang kesal melihat Azka menertawakannya


.


"Ehem oke kak Aqila menurut Azka tuh cantik,manis,body oke tapi kok gak payu"lagi-lagi Azka tertawa.


"Heh kakak tu juga milih"elak Aqila.


"Oke kembali ke topik awal aja deh, kenapa kamu terima kalo ada cewek yang nembak kamu?"


"Mm kata ayah kita harus menghargai perempuan kak"jawab Azka.


"Terus kenapa kamu putusin?"


"Azka gapernah putusin mereka, merek yang ninggalin Azka sendiri-sendiri katanya sih Azka ga pengertian" jawab Azka jujur.


"Haha dek dengerin kakak kalo kamu ditembak cewek terus kamu terima tapi ujung-ujungnya mereka kecewa sama kamu itu namanya bukan menghargai tapi sama aja kamu nyakitin perasaan mereka,paham?"jelas Aqila panjang lebar.


"Ngga"jawab


'Lah ***** gobloknya kaga boongan'batin Aqila.


"Emang dari sekian banyaknya mantan kamu gaada yang kamu suka dek?"tanya Aqila.


"Ada,Jihan namanya"jawab Azka.


"Lah katanya dia mantan kamu?"


"Mantan gebetan maksudnya kak"jelas Azka lagi.


"Terus kenapa gadipacarin?"tanya Aqila.


"Ketikung temen"jawab Azka yang langsung berbaring tengkurap diranjangnya.


'malang juga adek gue nasibnya' batin Aqila.


"Azka Qila udah malem cepet tidur besok masih sekolah. Kak kamu juga balik ke kamarmu gih"ucap mamanya.


"Ga ah ma mau disini aja mau tidur sama Azka"jawab Aqila.


Sedangkan Azka dia tidak menolak karena biasanya Aqila juga begitu,bahkan ia selalu pindah kamar ditengah malam dengan alasan Aqila takut tidur sendiri.


"Yauda lampunya jangan lupa dimatiin"ucap mamanya lalu pergi dan dibalas anggukan oleh keduanya.


-------------------------


Jam menunjukkan pukul 21.00 malam namun Arjuna masih mengingat perkataan ayahnya tadi siang saat disekolah.


Flashback On.


Arjuna masuk diruang papahnya tersebut. Terlihatlah seorang pria yang berusia 47 tahun namun dadanya masih tegap dan raut wajahnya yang masih terlihat muda. Dia adalah Bayu Hermawan.


"Kenapa papa manggil Arjuna kesini?"tanya Arjuna tanpa basa-basi kepada Bayu.


"Ini" Bayu menyerahkan sebuah map coklat dan kunci.


"Ini apa?"tanya Arjuna pada Bayu.


"Huhft itu sertifikat dan kunci apartemen mu"jawab Bayu membuang napas pelan.


"Apartemen aku"ucap Arjuna.


"Maksudnya"lanjutnya lagi.


"Pindahlah dari rumah juna, papa tidak ingin kamu menj-" belum sempat Bayu menyelesaikan kalimatnya Arjuna sudah menyela.


"Menjadi penghancur keluarga iya pah?Arjuna selama ini ngalah pah dari kecil sampe Arjuna sekarang gaada yang ngertiin Arjuna termasuk papa Arjuna sendiri" ucap Arjuna dengan menatap kosong ruangan Bayu.


"Bukan itu maksud papa Juna, apa sampai sekarang kamu belum memaafkan papa Juna?papa sungguh tidak bisa berbuat apapun,papa tau papa salah Juna maafkan papa"ucap Bayu menangis


"Apa hanya minta maaf Arjuna bisa merasakan keluarga yang utuh pah?"ucap Arjuna dengan suara melemah.


"Kenapa pah kenapa Arjuna harus dilahirkan jika Arjuna hanya membuat beban?"ucap Arjuna.


"Papa pengecut papa hanya mikir kebahagiaan papa sendiri" lanjut Arjuna kembali dengan satu bulir air mata jatuh dipipinya.


"Jika arjuna tau akhirnya akan seperti ini Arjuna harus Arjuna gaperna ada pah"ucap Arjuna dengan emosi yang sudah meluap.


"Arjuna capek pah Arjuna selalu buruk dimata mamah dan keluarga besar mereka semua gaada yang sayang sama Arjuna" Ya Arjuna akan menangis jika perihal keluarga.


"Maafkan papah Juna papah yang salah kau bisa memukul ayahmu jika kau mau,ayah akan menuruti semua keinginan kamu,ayah sangat menyayangimu nak anggap saja ayah pengecut ayah tidak berani berhadapan dengan keluarga kita papah melakukan semua ini karena demi kebaikan mu Juna percayalah" ucap Bayu lalu memeluk Arjuna.


"Sekali lagi maaf kan papa, pergilah malam ini papa tidak ingin mamahmu menyakitimu" ucap Bayu menepuk pundak Arjuna keluar dari ruangannya.


Sedangkan Arjuna? Ia langsung terduduk lemas ditempat. Ia selalu berfikir takdir selalu mempermainkannya.


Dia meremas rambutnya kasar dan menangis dalam diam.


Setelah merasa cukup tenang Arjuna keluar dari ruangan ayahnya tapi sebelum itu Arjuna membersihkan dirinya dikamar mandi ruangan tersebut.


Flashback off.


'toktok' suara ketukan pintu kamar Arjuna lalu seseorang membukanya.


"Eh elu dav ada apa?" Yang membuka pintu Arjuna tak lain adalah Davin usia mereka hanya terpaut 3 bulan jadi Arjuna sudah terbiasa memanggilnya dengan panggilan nama.


"Gue minta maaf Jun gue gabisa berbuat apa-apa"ucap Davin pada saudranya itu.


Meskipun hubungan mamahnya dan Arjuna tidak baik, namun Davin ia juga tidak akan membenci Arjuna karena bagaimanapun juga Davin dan Arjuna adalah korban bukan pelaku.


"Kalem aja dav gue gapapa kali" ucap Arjuna tertawa sumbang.


"Lo udah siap kan?" Tanya Davin pada Arjuna.


"Udah" jawab Arjuna.


"Yaudah gih berangkat kebetulan mamah juga udah tidur"lanjut Davin menepuk pundak Arjuna.


"Ngusir nih ceritanya" tawa Arjuna.


"Semerdeka Lo aja deh"jawab Davin yang ikut tertawa.


"Oke gue cabut dulu nitip mamah dav"ucap Azka lalu pergi mengambil koper yang berisi baju-bajunya.


"Yoi,ati-ati Jun" ucap Davin dan dibalas anggukan oleh Arjuna.


30 menit berlalu kini Arjuna sudah sampai di apartemennya dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 22.18 malam.


Arjuna masuk ke apartemennya yang tidak besar namun cukup untuk dirinya tinggal sendiri.


Ya sendiri. Arjuna hanya bisa tersenyum menertawakan dirinya sendiri.