Aqila It'S Mine

Aqila It'S Mine
DIAM-DIAM MENGHANYUTKAN



Aqila merasa pusing ia merasa tidak enak badan jadi ia memutuskan untuk tidak berangkat sekolah. Ia menelfon Rere untuk memberitahu guru bahwa ia ijin karena sakit.


"Halo"sapa Rere saat menerima telfon Aqila.


"Re gue ga masuk hari ini,ijinin guru ya,gue lagi sakit"ucap Aqila.


"Sakit apa la?"tanya Rere sedikit panik.


"Cuma demam biasa"jawab Aqila.


"Ohh yauda kalo gitu cepet sakaratul maut ya la hehe"ucap Rere terkekeh lalu menutup telfonnya takut Aqila marah karena guyonannya.


"Siapa re yang sakaratul maut"ucap Arjuna mengejutkan Rere.


"Astaghfirullah Juna lo ngagetin gue"Rere mengelus dadanya.


"Ck siapa nelfon lo tadi?"tanya Arjuna sekali lagi.


"Oh itu si Aqila,dia ijin kagak masuk, sakit sih katanya"jawab Rere.


"Sakit?sakit apa?"Arjuna ikut panik.


"Kalo ga demam ya masuk angin palingan"jawab Rere kembali.


'brakk' Arjuna menggebrak meja dan mengagetkan satu kelas.


"Ijinin gue sekalian,bilang gue lagi sakit liver!"Arjuna berlari meninggalkan kelas.


"Si Arjuna kenapa?"tanya Annisa mendekat.


"Gatau, setelah gue bilang kalo Aqila gak masuk dan lagi sakit dia langsung gebrak meja"jawab Rere.


"Trus dia kenapa lari?"


"Gatau juga, katanya dia suruh ngijinin dulu dia bilang dia sakit liver"jawab Rere.


"Lah?sakit ati dong"saut Ida yang daritadi menyimak.


"Oh iya ya"Rere baru ngeh.


"Hmm tapi kok gue curiga ya kalo si Arjuna juga suka sama Aqila"ucap Annisa.


"Iya sih gue pikir juga gitu,kalo emang bener si Arjuna suka sama Aqila,ga bisa bayangin deh gimana"lanjut Rere.


Arjuna sampai dirumah Aqila dengan menggunakan ojek,ia mengetuk pintu namun tidak aja yang membuka ia langsung nylonong masuk ke dalam rumah Aqila.


Saat sampai dikamarnya, pembantu Aqila datang dengan nampan berisi air es dan handuk kecil dan makan beserta minum dalam satu nampan yang cukup besar.


"Loh mas Arjuna kok masuk bibi gatau"ucap art Aqila terkejut akan kehadiran Arjuna,ya Arjuna kemarin sempat memperkenalkan dirinya pada bibi ia mengatakan bahwa ia adalah calon masa depan Aqila namun Bi Maryem-pembantu Aqila hanya geleng kepala akan tingkah anak muda sekarang ini.


"Hehe maaf bi abisnya tadi saya ketuk-ketuk ga ada yang ngebukain jadi saya asal masuk"Arjuna cengengesan.


"Lah mas, perasaan didepan pintu ada bel rumah kalo ketuk pintu mah ga kedengeran sampe dalem atuh"heran bi Maryem.


'astaga apa segini kuatirnya gue sama si suripah' batin Arjuna.


"Eh ini buat Aqila ya bi,biar saya aja ya sekalian mau bahas tugas kelas"Arjuna mengalihkan pembicaraan dan menarik nampan dari tangan bi Maryem.


"Yauda mas kalo gitu saya balik ke dapur dulu ya"


"Eh tunggu Bi saya gabisa bukanya tolong bukain pintunya dong"pinta Arjuna kemudian bi Maryem membukakan pintu Aqila dan pergi setelahnya.


Arjuna melihat Aqila yang sedang tertidur, bibirnya pucat,ia memegang kening Aqila dan merasakan panas.


Aqila membuka matanya karena merasa ada benda yang menyentuh keningnya.


"Astaghfirullah BUAYAAAA!"Aqila berteriak terkejut.


"Woe ini gue Arjuna enak aja dipanggil buaya"cebik Arjuna.


"Hehe ya sorry Jun elu sih ngagetin gue,ehh bentar-bentar Lo bolos ya *****,wah parah Lo tuh jadi generasi muda ga berterimakasih banget sih sama perjuangan pahlawan"cerocos Aqila.


"Ck gue bolos karena gue kawathir sama Lo monyet!"Arjuna tak sadar akan ucapannya.


"Eh maksud gue, gue itu-"


"Hoo cie Lo khawatir ya sama gue, aduh baek banget tumben Lo, gak salah minum obat kan,apa jangan-jangan lo tadi pagi mandi kembang yaa?"tanya Aqila.


Arjuna kesal namun lega Aqila tidak mengetahui perasaannya tadi.


"Ck jangan banyak bacot, tiduran lagi gih biar gue kompres"


"Cieee jangan-jangan Lo naksir lagi sama gue,hayoh ngaku Lo"ucap Aqila menggoyang-goyangkan telunjuknya didepan wajah Arjuna.


Arjuna menjadi salah tingkah bagaimana bisa Aqila mengintimidasinya saat ini.


"Mana mau gue sama Lo yang kaya bokong panci"ucap Arjuna.


"Enak aja bokong panci,muka Lo tuh kaya bakwan gorengan kemarin sore, kepleh-kepleh"balas Aqila.


"Lo kalo bacot lagi kita buat dede bayi sekarang gaurusan gue"ucap Arjuna tersenyum.


Jika sudah membawa hal-hal seperti ini Aqila pasti akan diam ia takut Arjuna akan macam-macam.


Arjuna tersenyum menang. Ia kemudian mengompres Aqila.


"Buka mulut Lo"perintah Arjuna hendak menyuapi Aqila.


"Gue bisa sendiri Jun"Aqila menolak.


"Oh atau mau disuapin pake mulut gue"Arjuna tersenyum menyeringai.


"Ck Lo ngancem?"tanya Aqila.


"Engga sih, kalo Lo ga repot jadi orang"balas Arjuna.


"Oh jadi gue ngrepotin iya?"sengit Aqila.


"Kalo gue jawab iya ntar Lo marah"cuek Arjuna.


"Dasar bebek"Aqila mengunyah suapan terakhir dari Arjuna.


Ya, Arjuna memang sengaja mengajak Aqila berdebat agar Aqila mau membuka mulutnya,sikap Arjuna ternyata diam-diam menghanyutkan.


"Gue balikin ini kedapur dulu"pamit Arjuna dan Aqila mengagguk.


Aqila merasa aneh pada Arjuna mengapa tiba-tiba ia menjadi perhatian begini,ya tapi dia tidak ambil pusing.


Arjuna kembali masuk kedalam kamarnya dan duduk di sofa kamar Aqila ia tengah asik pushrank tapi Aqila memanggilnya.


"Jun"


"Hm"


"Junn"


"Hm"


"Haus"


Arjuna berdiri mengambilkan air minum untuk Aqila. Dan kembali duduk melanjutkan game nya.


"Jun"panggil Aqila lagi.


"Hm"jawab Arjuna.


"Thanks ya Lo udah repot-repot bolos sekolah karena gue"


"Hm"


"***** ham hem ham hem mulu Lo, mau qosidahan"Aqila sedikit kesal.


Arjuna tak menanggapi ia fokus pada gamenya hingga Aqila menjadi kesal.


Jam menunjukkan pukul tiga sore, Arjuna masih berada dikamar Aqila sesekali ia menengok Aqila yang sedang tertidur.


"Kenapa Lo masih disini?"tanya Aqila.


"Emang salah kalo gue mau jagain calon ibu dari anak-anak gue"jawab Arjuna polos yang masih fokus dengan gamenya.


Aqila memutar bola matanya jengah Arjuna selalu bercanda.


"Serius ih!"kesal Aqila.


"Gue serius tuh"jawab Arjuna santai.


"Serah lu lah dasar sekop semen"kesal Aqila.


Arjuna tersenyum tipis ia selalu senang membuat Aqila kesal,mungkin menjahili Aqila sudah menjadi hobinya sekarang.


'toktoktok'


"Permisi non ini bi Maryem"ucap bi Maryem dari pintu luar.


"Masuk aja bi ga dikunci"teriak Aqila.


"Berisik"bacot Arjuna.


"Bacot!"


"Ada apa bi?"tanya Aqila saat bi Maryem sudah didalam kamarnya.


"Itu non ada mas Davin dibawah"ucap Bi Maryem.


Aqila dan Arjuna saling tatap.


Arjuna kecacalan ia harus ngumpet dimana di lemari terlalu banyak pakaian di kamar mandi takut nanti Davin tiba-tiba masuk, dikolong ranjang sesak,dibalik sofa takut ketauan, paling aman dihati Aqila emang.


'astaga sempet-sempetnya ngebucin gue' batin Arjuna.


Bi Maryem yang melihatnya menjadi bingung sendiri mengapa Arjuna harus kemrungsung gajelas seperti orang yang sedang ketauan nyuri daleman nenek-nenek.


"Duh Jun gimana dong"Aqila menjadi ikut panik.


Arjuna memutuskan untuk melompat dari pagar balkon kamar Aqila ia menuruni pohon terlebih dahulu yang berada didekat balkon itu kemudian baru lompat.


Aqila menjadi was-was ketika Arjuna turun dari balkonnya,ia mengecek apakah Arjuna baik-baik saja.


"Qila kamu ngapain disitu?"tanya Davin tiba-tiba yang sudah masuk dikamarnya.


"Kak Davin!"kejut Aqila.


"Kenapa kamu panik gitu"Davin menaikkan satu alisnya curiga.


"Ehm itu anu kak aku lagi nyari angin, sumpek dikamar terus"elak Aqila.


"Owh aku denger kamu sakit"Davin memegang kening Aqila.


"Cuma demam"jawab Aqila tersenyum.


"Kok bisa?"


"Rindu mungkin"gombal Aqila.


"Kenapa tiba-tiba malah ngegombal"Davin mengacak rambut Aqila dan Aqila tertawa.


"Udah minum obat?"tanya Davin, dianggukki oleh Aqila.


"Ohya aku tadi bawa bakso kang Robi buat kamu"ucap Davin.


"Seriously?"tanya Aqila berbinar.


"Seneng banget kayanya"kekeh Davin.


"Yauda yuk makan ntar keburu dingin gaenak"ajak Davin.


"Maunya disini"pinta Aqila.


"Yauda aku ambilin bentar"pamit Davin.


Davin kembali dengan membawa semangkok bakso beranak.


"Kok cuma satu mangkuk kak"ucap Aqila.


"Biar romantis"jawab Davin terkekeh.


Aqila blushing pipinya selalu merah jika Davin sudah berucap manis.


Arjuna berhasil keluar dari rumah Aqila untunglah pohonnya tadi tidak ada semut atau serangga yang menggigit jadi bisa dipastikan bahwa kulitnya masih aman dan tetap mulus.


"Dorr"


"ASTAGHFIRULLAH MUSTOFAAAA" Arjuna terkejut tiba-tiba Radit dibelakangnya.


"Ngapain Lo?"tanya Radit.


"Berdiri ****** Lo galihat apa?"jawab Arjuna.


"Ya kalo berdiri gue mah tau burhann maksud gue kenapa Lo ada disini?jangan bilang Lo abis dirumah Aqila ya?terus disini gara-gara Davin dateng,hayoh ngaku lo"Radit mengintimidasi.


"Kalo iya kenapa"jujur Arjuna,mengelak pun akan membuat Radit semakin bertambah bacot saja menurutnya.


"Ohya dit bagi minum doang haus gue abis lompat dari pohon"pinta Arjuna.


"Kuy"


Arjuna berada dikamar Radit ia numpang tidur sebentar dikamarnya.


Arjuna kepo dengan laptop Radit yang masih menyala ia berniat mematikan namun laptop itu menujukan isi file.


Diantara file tersebut ada file yang bertuliskan


'Favoritku'. Arjuna penasaran apa isi dari file itu apakah artis k-pop atau apa mungkin.


Arjuna membuka file itu betapa terkejutnya ia namun setelah itu ia tertawa terbahak-bahak.


Radit datang dengan membawa es jus untuk Arjuna namun Arjuna malah berada di sofa kamarnya dan tengah tertawa cekikikan.


Perasaan tadi Arjuna tengah tidur dikasurnya mengapa ia pindah ke sofa.


Radit menghampiri Arjuna lalu ia melihat apa yang sedang Arjuna tonton seperdetik kemudian Radit merebut laptop itu.


"Astaga gasopan woe buka-buka punya orang"kesal Radit.


"Apanya yang dibuka dit?yang atas atau yang bawah"pancing Arjuna tertawa.


"Ck itu kiriman dari Revo ia sengaja nyimpen file nya digue takut adeknya lihat"jawab asal Radit memang itu file dari Revo namun ia yang memintanya.


"Gue terkejoed lo suka sama yang begituan juga,Lo suka yang versi barat atau jejepangan"tanya Arjuna pada selera Radit,ya isi dari file tersebut adalah video yang tak lain adalah bo***(sensor😂).


"Gue suka yang Thailand lebih hot"jawab Radit.


"Apanya yang hot?"ucap Rossa tiba-tiba berada di pintu kamar Radit.


"Oh itu anu apa mah ini"Radit bingung harus menjawab apa.


"Haha body Tante Rossa ituloh hot"ucap Arjuna yang dipelototi oleh Radit.


"Pasti om Bimo tiap malem satu ronde kurang ya tan?"tanya Arjuna kemudian.


Rossa tersipu kemudian ia menjawab.


"Papinya Radit kalo ngajak main sampe subuh sampe badan Tante pegel semua"ucap Rossa jujur kemudian pergi setelah meletakkan camilan dimeja kamar Radit.


Arjuna tertawa ngakak setelahnya.


"Wih bokap lo pro player dit"ucap Arjuna masih tertawa.


Radit memutar matanya mengapa mamanya harus se frontal dalam berucap dan mengapa ia memiliki teman seperti Arjuna yang otaknya sudah ikut kebilas pas kramas.