
Ini aku dan juga kisahku.
-AkilaKhinanti.
"Qilaaaa bangun udah jam berapa ini!" Teriakan Vita-Mama dari gadis berusia 18 tahun bernama Aqila Khinanti sambil menggedor-gedor pintu kamar putrinya itu.
"Hoammm enggh, Gusti mahh kenapa teriak-teriak sihh,masih jam setengah 6 juga" Balas gadis berpipi gembul itu dengan berteriak pula.
"Ini udah jam setengah tujuh qilaaaa astagfirullah anak mamah" jengkel Vita karena dibuat kesal anaknya pagi-pagi.
Aqila yang mendengar itu langsung mengecek jam dilamarnya dan yap benar jam menunjukkan pukul 06.35 pagi.
Tanpa ba bi bu be Aqila langsung ngacir ke kamar mandi. Tanpa waktu yang lama Aqila sudah siap dengan seragam sekolahnya dan bergegas berangkat ke sekolah.
"Mah,yah Aqila berangkat!! Assalamualaikum" Ucapan Aqila yang memenuhi ruangan rumah ketika hendak keluar rumah.
'****** gue pasti telat' batin Aqila.
Sesampainya di sekolah Aqila yang benar-benar telat hanya bisa meratapi saat melihat gerbang hitam sekolahnya telah ditutup.
"Ehh Aqila telat" Aqila yang mendengar namanya disebut itu langsung menoleh dan melihat ada Revo.
Revo Baskara ketua basket SMA 1 Bakti Wisma yang terkenal badboy dan sebagai salah satu the most wanted SMA 1 Bakti Wisma adalah salah satu teman Aqila yang paling receh.
"Eh Revo lu telat juga?" Tanya Aqila hanya basa-basi.
"Hooh beb" Aqila yang mendengar Revo memanggil dengan panggilan 'beb' sudah tidak kaget karena memang Revo sudah biasa.
"Terus gimana dong Rev gue takut" Suara Aqila terdengar sedikit khawatir di telinga Revo.
"Ikut gue" perintah Revo dengan menarik tangan aqila.
10 minutes later~~
"Maaf Bu saya terlambat" Ucap Aqila dengan sedikit nafas terenggal-enggal.
"Baiklah silahkan duduk Aqila" perintah Bu Dewi yang dibalas ucapan terima kasih oleh Aqila.
Bel istirahat berbunyi. Semua siswa langsung berlarian ke kantin. Termasuk Aqila dan 2 sahabatnya itu yakni Ida dan Rere, sebenarnya ada Annisa tapi hari ini dia tidak masuk karena ada acara keluarga
"Kalian mau pesen apa?" Tanya Ida pada Aqila dan Rere.
"Mie ayam sama es jeruk" jawab Aqila dan Rere yang dibalas 'Ok' oleh Ida.
"Lu tadi pagi kok bisa telat sih la?" Tanya Rere pada Aqila.
"Kesiangan gue **** gegara nonton drakonya liminho" jawab Aqila yang awalnya dengan nada lesu dan diakhiri senyum-senyum sendiri diakhir kata.
"Yaelah drakor mulu neng, terus kenapa gak dihukum guru?" Tanya Rere berikutnya.
"Eh elu pengen gue dihukum guru ya nyet. Gue tadi masuk lewat gerbang belakang sama Revo untuk kagak dikonci" jawab Aqila dengan jujur karena memang tadi ia lewat gerbang belakang bersama Revo.
Sedangkan Rere dia ber oh-ria.
Bel pulang sekolah berbunyi menandakan waktu pulang.
AqilaCs pergi ke parkiran bersama.
"Gue pulang duluan ya udah dijemput abang gue" ucap Ida pada dua sahabatnya.
"Salamin buat bang Oji ya da dari Aqila cantik" balas Aqila kepada Ida.
"Idih centil" sinis Rere pada Aqila.
"Bacod" balas sinis Aqila kepada Rere.
"Haha udah-udah kalo gitu gue duluan bye" Pamit Ida akhirnya.
"Gue juga duluan ya la udah ditunggu bebeb gue" ucap Rere pada Aqila karena memang Rio-pacar Rere sudah menunggu didepan gerbang sekolah.
"Jiji gue ***" ucap Aqila pada Rere.
"Halah bacod lu, eh btw lu bawa motor kan?"
"Iya,yaudah gih sana udah ditunggu Rio tuh" tunjuk Aqila dengan dagunya mengarah ke Rio.
"Bye"
"Bye"
Saat menuju motornya, Aqila melihat ban motor belakangnya kempes.
"Sial banget sih dedek hari ini huuh" dramatis Aqila.
Aqila menelfon supirnya untuk menjemput dan mengambil motornya disekolah.
5 menit Aqila menunggu tapi supirnya belum datang juga. Hari juga sudah semakin sore.
"Mau pulang bareng?" Tanya seorang cowok dengan motor sport yang berhenti di depan Aqila.
"Kak davin?" Kaget Aqila saat melihat davin tepat dihadapannya.
Yup cowok itu Davin Aditya ketua OSIS SMA 1 Bakti Wisma. Kelas 11 IPA 3 yang kelasnya hanya terpisah satu kelas dengan kelasnya Aqila yakni 11 IPA 1. Siapapun akan jatuh hati kepada Davin selain ketua OSIS Davin mempunyai wajah yang tampan,ramah,pintar sekaligus putra pertama anak pemilik sekolah. Kalo dibayangin sebelas dua belas gitu sama wajahnya Sehun EXO uwuuu
"Kok diem ditanya juga" omongan Davin kesekian kalinya kepada Aqila.
"Oh ini anu kak ban motor Aqila kempes,jadi Aqila nunggu supir Aqila deh" jawab Aqila dengan sedikit gugup karena berhadapan dengan Davin.
"Yaudah yuk bareng kan searah juga kan" ucap Davin kepada Aqila.
"Gausa repot-repot kak, Aqila nanti bareng supir aja,ntar pacar kakak cemburu lagi kan Aqila yang repot" jawab Aqila dengan kekehan untuk mengurangi rasa gugupnya.
"Haha gue jomblo kali kalo mau lu jadi pacar gue juga boleh" Ucapan Davin yang membuat jantung Aqila benar-benar maraton.
"Hah?!" Kaget Aqila dengan wajah blushing.
"Kok pipi lu merah?" Tanya Davin dengan mendekat ke wajah Aqila.
'astaga kak davin ganteng banget ya Allah jantung gue mo copot hah jancukk' batin Aqila dalam hati.
"Ah itu panas kak jadi me-merah wajah aku" elak Aqila benar-benar kehabisan kata-kata.
"Maaf non saya telat tadi macet" ucap supir Aqila yang tiba-tiba datang.
'huhhh selamat' batin Aqila.
"Oh bapak supirnya. Bapak ngurusin motornya aja biar Aqila saya yang antar" ucap Davin kepada supir dengan ramah.
"Wah beneran nih mas jadi saya gaperlu bolak-balik lagi" jawab supir Aqila dengan nada senang.
"Kalo gitu saya permisi ya non" pamit supirnya yang dibales anggukan oleh Aqila.
"Yauda ayok" ajak Davin kembali, mau tak mau Aqila hanya bisa menuruti.
'tinggi ***** gimana naiknya' batin Aqila.
Seperdetik kemudian Davin mengulurkan tangannya membantu Aqila naik motornya.
'aduh Gusti peka banget sih cocok deh kalo jadi pacar gue' batin part 2
"Gosah senyum-senyum bukannya jalan malah nanti gue lihat senyum lo terus Aqilaa" kata Davin terkekeh.
"Hah!?" Kaget Aqila.
'uuh goblog banget sih lu la' batin part 3.
"Pegangan ntar jatoh lagi"
"Pegangan gimana kak?"
"Pegangan gini" Davin melingkarkan tangan Aqila ke perutnya alhasil Aqila terkejut saat menariknya kembali tapi sudah ditahan oleh Davin.
"Gue gamau lu lecet la" ucapan Davin yang kemudian dibalas 'makasih' oleh Aqila.
15 menit berlalu Aqila sudah sampai dirumah.
"Makasih kak" ucap Aqila dengan senyum termanisnya.
"Gue mau bisikin sesuatu ke elu, sini"
Aqila pun mendekat.
"Jangan senyum terus nanti kalo gue sayang lu mau tanggung jawab" ucap Davin sambil terkekeh.
"Wajah lu merah lagi udah sana masuk, gue juga mau pulang dulu,bye" jawab Davin seperkian detik kemudian yang pergi meninggalkan Aqila dalam keadaan cengoh.
Jam menunjukka pukul 19.00 wib.
"Ka panggil kakak kamu gih suruh turun makan malem" suruh Vita pada anak laki-laki nya yang dibalas anggukan oleh Azka-Adik Aqila namun bukan satu papah.
Papahnya meninggal 3 tahun yang lalu saat Aqila masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Lalu mamahnya menikah lagi dengan seorang duda yang mempunyai satu anak yaitu Azka Saputra.
Ayah Aqila menyayangi Aqila dengan penuh kasih sayang namun bagi Aqila tetaplah berbeda. Oleh sebab itu Aqila memanggilnya dengan sebutan 'ayah' bukan 'papah' begitupun sebaliknya dengan Azka dia memanggil sebutan Vita bukan dengan 'bunda' tapi 'mamah'.
'Tok,tok,tok' Azka mengetuk pintu kamar kakaknya itu lalu membuka pintu kamarnya.
Kamar yang didominasi oleh cat hijau army dan putih karena itu warna kesukaan Aqila dan hiasan dinding berupa foto-foto keluarga tak lupa foto para mantan,pacar,selingkuhan,suami yang berkumpul menjadi satu dengan sebutan 'EXO'
"Kakak gila ya?" Kalimat pertama yang diucapkan Azka saat melihat kakaknya itu sedang duduk dimeja belajar sambil senyum-senyum sendiri,mengacak rambutnya, dan menghentakkan kakinya.
"Loh dek kamu disini?ngapain?kenapa ga ketuk pintu?" Pertanyaan yang dilontarkan Aqila membuat Azka bingung sendiri.
"Hmm itu kak disuruh mamah turun kebawah buat makan malam" jawab Azka.
"Oh yauda ayok" ajak Aqila merangkul pundak Azka.
"Kak?"
"Hm?"
"Gajadi"
'adek lucknut' batin Aqila.
Seperti biasa setelah makan malam Aqila akan mencuci piring lalu masuk kamarnya.
"Mah,yah Aqila masuk kamar dulu ya udah ngantuk"
"PR nya udah dikerjain kan kak?" Tanya Abas-Ayah Aqila.
"Udah kok yah,yauda kalo gitu good night"
"Too honey" balas orang tua Aqila.
Aqila hari ini menonton drakor hanya sampai pukul 10 Malam. Biasa ia akan selesai menonton sampai larut.
Ia pun memutuskan untuk tidur.
23.45 WIB.
"Aduh kok gue ga bisa tidur sihh" kesal Aqila sambil membuka selimutnya yang dari tadi ia pakai untuk menutupi dari ujung kaki sampai kepalanya.
'Tringg'
Ponsel Aqila berdenting menunjukkan adanya notifikasi.
WhatsApp:
+62xxx
P
Sve
Davin Aditya. (23.46)
Aqila yang melihat WhatsApp dari Davin pun terkejut dia ingin menjerit namun ditahan.
AqilaKh.
Svb Aqila kak (deleted)
Mm iya kak (deleted)
Oke kak (deleted)
Hai kak save back (deleted)
"Lah ***** kok gue gugup sih aduh mamah tolongin dedeqq"
Iya kak (send) (23.50)
Kak DavinA.
Perasaan tadi ngetiknya lama kok jawabnya singkat. (23.52)
'aduh oon banget sih Aqilaa' gerutu Aqila sambil menutup wajahnya dengan bantal.
'oke kalem qil huttt huh' Aqila menarik nafas untuk menenangkan dirinya sendiri.
AqilaKh.
Ah masa sih kak?😅
(**23.55)
Kak DavinA.
Haha kok belum tidur?
(23.56**)
AqilaKh.
'fastrespon banget sih' batin Aqila terkekeh.
Gabisa tidur kak.
(23.58)
Kak DavinA.
Hayo mikir apa, jangan bilang lagi mikir aku lagi?😂
(23.59)
AqilaKh.
Iya emang
(23.59)
Aqila tanpa sadar mengirim kata yang mengiyakan pertanyaan Davin.
Lalu ia tersadar kemudian dan sungguh ia ingin tenggelam dirawa-rawa. Namun menarik pesannya pun percuma karena sudah terlanjur dilihat oleh Davin.
Kak DavinA.
Kok mikirin aku kenapa emang?
(**00.00)
AqilaKh.
Eh aduh kak itu typo hehe
(00.01)
Kak DavinA.
Hahaha yauda sana tidur besok sekolah. Mimpiin aku kalo bisa wkwk
(00.03)
AqilaKh.
(00.05)
Kak DavinA.
❤️
(00.05**)
"Eh ***** kak Davin ngasih emot love cukk aduh gini doang gue langsung lemes hhuhu" dramatis Aqila_-.
Kak davinA.
Eh maaf typo
(00.06)
"Aduh jadi gini rasanya kalo udah ngarep tapi ujung-ujungnya inget kata pak kiyai 'sabar ini ujian' huhuhu" dramatis Aqila 2_-.
AqilaKh.
Iya kak gpp
(**00.07)
Kak DavinA.
Iya
(00.07)
Read**.
Selepas chat itu Aqila tanpa sadar tertidur dengan pulas.
Sinarnya mentari pagi masuk ke celah jendela kamar tidur Aqila mengusik tidur nyenyak gadis itu. Jam masih menunjukkan pukul 06.00 pagi, Aqila turun dari ranjangnya menuju kamar mandi setelah selesai dengan ritualnya Aqila turun menuju meja makan dimana sudah ada mamah,ayah dan adiknya.
"Pagi semua" sapa Aqila.
"Pagi sayang,tumben udah bangun?" Tanya Vita.
"Udah rapi malah haha" lanjut Abas.
"Udah punya pacar kali mah makanya sekarang jadi agak rapi dikit" lanjut Azka yang fokus melahap nasi goreng.
"Bener kak udah punya pacar?" Tanya Abas.
"Eh ngga yah, apaansi sih dek sok tau kamu" elak Aqila.
"Udah-udah dilanjut makannya nanti keburu siang" lerai Vita dan dibalas anggukan oleh semuanya.
"Permisi bu ada temennya non qila" ucap tiba-tiba Bi Asih art dirumah tersebut.
"Siapa bi?" Tanya Abas.
"Mm laki-laki pak katanya temennya non qila kalo ga salah tadi namanya da-dav" lanjut bi asih dengan mengingat nama temannya Aqila.
"Davin bi?" Tanya Aqila.
"Suruh masuk dulu bi" suruh Vita pada bi asih.
'modarr akuu aduhh kok kak Davin gabilang dulu sihh' batin Aqila.
"Pagi om pagi Tante" sapa Davin pada kedua orang tua Aqila kemudian mencium tangan mereka.
"Pagi. Nak Davin ya,pagi-pagi kesini ada apa nak?" Tanya Vita.
"Haha iya Tante mau ngajak Aqila berangkat bareng sih kalo diijinin hehe" jawab Davin sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ehkhem yang masih dimeja makan ngapain buk?dimakan juga ngga?melah dari tadi tutup mata" suara Azka ditujukan kepada Aqila yang masih cengoh di tempat makan.
"Eh iya-anu-ini-apa baru mau kesana iya itu mau kesana" gugup Aqila yang benar-benar ingin tenggelam di sumur rumah neneknya.
Sedangkan orang tua Aqila hanya bisa menahan tawa melihat putri mereka salah tingkah.
"Yaudah kalian berangkat nanti telat lagi" akhirnya Abas angkat suara.
"Iya om kalo gitu saya sama Aqila berangkat sekolah dulu, assalamualaikum" pamit Davin dan Aqila lalu mencium tangan orang tua Aqila.
"Kak"
"Hm"
"Kok gabilang mau ngajak berangkat bareng"
"Biar surprise aja gitu,lagian kamu kok tadi gugup gitu kenapa?" Tanya Davin dengan sedikit menggoda.
"Apaansih kan kaget kak jadi wajar"elak Aqila.
"Wajar kok pipinya merah kamu sekolah pake maskara ya?"
'maskara gundulmu' batin Aqila.
"Aduh kak kalo maskara itu pakenya dibulu mata kalo dipipi itu blush-on"jelas Aqila.
"Oh kalo gitu kapan-kapan pake bibir aku boleh dong" ucap Davin saat sudah sampai diparkiran.
"Hah maksudnya kak?" Tanya Aqila kepada Davin yang benar-benar tidak faham maksudnya.
"Kaya gini nih" lanjut Davin.
Lalu Davin melihat sekitar dan~~~
CUP
Satu kecupan singkat tepat dipipi Aqila yang membuat Aqila membuka mulutnya.
1 detik
2 detik
3 detik
"Kak davinnnnnn" teriak Aqila yang benar-benar malu dibuatnya.
Sedangkan Davin sudah lari meninggalkan Aqila.
Dalam perjalanan menuju kelas nya Aqila benar-benar masih kepikiran kejadian diparkiran.
'pantes dia ngajak ke parkiran yang di samping taman belakang sekolah, bener-bener sumpah aduhh, kak davinnn' batin Aqila.
'eh gimana dong gue takut nanti kalo ka Davin bercanda akunya malah sayang' batin Aqila (2)
'pantes dia bilang 'pake bibir aku' taunya mau dicium Oalah jancoo aku lagi engehh' batin Aqila (3).
Saat sedang asyik bicara dengan diri sendiri Aqila menabrak seseorang.
'bhrukk' suara kedua siswa yang saling jatuh itu.
"Lo tuh kalo jalan liat-liat dong, gapunya mata apa hah!?" Bentak cowok itu.
"Auu eh sorry gue tadi gasengaja" jelas Aqila.
"Bacot lu, anak kelas berapa sih lu?" Tanya cowo itu dengan nada dingin.
'sumpah ini cowok mulutnya pengen gue sulam pake jarum sepatu' gerutu Aqila kesal.
"Heh di tanya itu jawab goblog" bentak cowok itu lagi.
"11 IPA 1" jawab Aqila lalu berlalu meninggalkan cowok yang sedari tadi membentaknya,tak lupa dengan tatapan mata yang tajam seakan ingin memakan orang itu.
Namun baru dua langkah tangan Aqila dicekal oleh lelaki tadi.
"Apa sih pegang-pegang"tepis Aqila dengan kasar.
"Lo itu yaa" sambil mengarahkan jari telunjuknya ke depan wajah Aqila.
"Huuuhh Lo itu salah jalan monyet, kelas 11 IPA 1 tu diatas goblog,lah elu malah ngarah ke kelas 10"
Lalu kemudian Aqila sadar ia benar-benar salah jalan.
'huh aku butuh bimbingan mu ya Allah' batin Aqila dramatis sembari menahan malunya.
"Apa sih orang gue mau ke toilet" elak Aqila.
Sumpah cowok itu benar-benar ingin ngakak tapi ia tahan. Aqila yang melihatnya pun menjadi ngeri. Lalu ia berlalu pergi namun ditahan lagi.
"Apa lagi sih ***** Lo itu pagi-pagi ngerusak mood orang tau gakkk" bentak Aqila.
"Toilet cewek itu disana maemunahh. Disana toilet cowok apa jangan-jangan Lo mau lihat an- awhhhhhh" perkataan cowo terputus karena Aqila sudah menginjak kakinya keras.
Aqila meninggalkan cowok tersebut dengan jengkel sejujurnya dia malu tapi ah sudahlah.
Aqila sampai dikelasnya dan langsung duduk di bangkunya tepatnya di sebelah Rere.
"Ngapa Lo muka ditekuk gitu kek uang seribuan ke cuci di mesin cuci" tanya Rere.
"Lecek dong hahaha"lanjut Ida.
"Lecek gitu yang penting wangi uy" saut Radit yang tiba-tiba muncul.
"Bacot klean" kesal Aqila.
"Wehh kalem Bukk, oh ya gue denger-denger bakal ada murid baru dan katanya satu kelas sama kita" uwuu informasi new dari sodara Rere bung.
"Ohya siapa?" Saut Annisa yang kebetulan satu bangku dengan Ida.
"Anaknya kepala sekolah yang nomor dua" jawab Rere kembali.
"What"
"Wehhh"
"Masasiii"
"Aduh jodoh gakemana"
"Masyaallah calon imam gue"
"Gadapet Davin dapet sodaranya juga gue sih oke"
Begitulah sautan beberapa perempuan murid di kelas 11 IPA 1.
Setau Aqila memang Davin mempunyai sodara tapi ia kurang tau. Aqila mengira sodaranya adalah adiknya yang masih duduk di bangku SD atau SMP mungkin.
"Emang siapa sih sodaranya" tanya Aqila pada Rere.
"Lah elu gak tau la,kudet banget sih lu" jawab annisa.
"Ye gue mana tau ****" elak Aqila.
"Jadi sodaranya Davin itu namanya-"
Belum sempat Rere menjawab tapi guru sudah datang ke kelas tepatnya Bu Dewi yakni guru fisika sekaligus wali kelas 11 IPA 1.
"Selamat pagi anak-anak" sapa Bu Dewi.
"Lah bu Arjuna mana Bu?"
"Bu calon pacar saya dimana?"
"Loh gajadi satu kelas sama saya Bu?"
"Jodoh saya ketinggalan ya bu?"
"Kalian tuh ya disapa gadibales malah ngehayal"saut Bu Dewi yang merasa terkacangi. Uh sucked uy.
"Hehe pagi juga Bu Dewi yang cantik" sapa murid kelas 11 IPA 2.
"Oke Arjuna kamu boleh masuk"
Lalu datanglah laki-laki dengan paras yang tampan,tinggi dan tegap yang langsung menghebohkan seluruh isi kelas 11 IPA 1.
Berbeda dengan Aqila yang malah sibuk dengan ponselnya lebih tepatnya membalas pesan dari Davin.
"Oke semua gue rasa kalian udah siapa gue,jadi apa perlu masih kenalan?"
"Iya dong beb kita mulai dari awal"
"Kamu jangan lupain aku ya yang"
"Kamu pasti udah nemuin cewek baru yang lebih baik dari aku, maaf karena udah mutusin kamu"
Curhatan lebay para ciwiciwi.
"Oke Arjuna kamu boleh duduk dibelakang Aqila ya" ucap Bu Dewi yang dibales ucapan 'terima kasih' dari Arjuna.
Saat Arjuna melewati Aqila. Ia melihat gadis itu malah sibuk dengan ponselnya. Lalu Arjuna dengan sengaja menyenggol pundak Aqila yang membuat hp Aqila jatuh ke lantai.
"Eh kalo jalan lihat-lihat dong" sewot Aqila sembari mengambil hpnya yang tergeletak dilantai.
Lalu Aqila mendongak melihat siapa yang menjatuhkan hpnya.
"Elo!?ngapain Lo disini hah!?"tanya Aqila yang hanya disaut~~
Krikkrik~krikkrik
"Eh gue tanya ya, elo ngapain dikelas gue" sewot Aqila sekali lagi. Dan lagi-lagi di saut~~
Krikkrik~krikkrik (2)
"Ehkhem Aqila dia itu Arjuna,putra kedua pemilik sekolah dan dia dikelas ini karena dia memang pindah kesini" jelas Bu Dewi.
Aqila merasa dibuat malu oleh dirinya sendiri betapa bodohnya dia.
Arjuna hanya mengulum bibirnya untuk tidak tertawa yang lainnya ingin tertawa namun mengingat Aqila adalah ketua kelas jadi mereka tidak berani tertawa atau membayar denda yang akan menjadi beban mereka nanti.
"Hahaha saya sama Aqila emang begini jadi gausa dibuat pusing" Arjuna berucap sambil merangkul pundak Aqila.
"Ih beb kok kamu meluk cewe lain"
"Yang jangan gitu aku cemburu"
Kesal ciwiciwi karena Arjuna merangkulnya.
"Woe Ar cewek gue itu lepas ngapa?!" Kesal Radit.
Sedangkan Aqila menatap teman-temannya termasuk Arjuna dengan tatapan yang ingin menerkam mangsanya. Alhasil Arjuna melepas tangannya dari pundak Aqila.
Bel istirahat berbunyi, Aqila sedari tadi masih dalam keadaan kesal karena pertama iya bertemu dengan Arjuna,kedua hp nya retak karena Arjuna, ketiga ia dibuat malu karena Arjuna. Huuuhh sunggu Aqila ingin mencekik Arjuna.
"Yaelah masih ditekuk mulu tuh muka neng" ucap Radit bersmaan dengan Rio yang langsung duduk dihadapan 3 gadis yakni Rere,Ida,dan Aqila.
"Oh ya la gue denger-denger lu lagi deket sama Davin ya?" Tanya Rio kepada gadis yang masih memainkan es tehnya.
"Engga tuh yo tau darimana Lo?" Tanya Aqila santai namun raut wajahnya tidak bisa membohongi bahwa dirinya sebenarnya takut ada yang melihat bahwa ia dicium oleh Davin tadi pagi.
"Kok wajah kamu pucat gitu beb" tanya Revo yang membawa semangkok somay dan air mineral.
"Ini anak dateng-dateng langsung nyaut aja" sewot Radit.
"Rev kalo mau datang bilang ya mau mampir atau menetap, biar gue bisa tau mau nyuguhin kopi atau nyuguhin hati" ucap Ida dramatis.
"Yahhhhh" jawab serempak Aqila,Radit,Rio,dan Rere.
"Da kamu tau kan aku suka nge-game?" Tanya Revo sambil menyuap somay ke mulutnya. Dan dibalas anggukan oleh Ida.
"Nah kalo nge-game tuh aku begadang. Selain suka begadang aku juga suka kamu" balas Revo yang membuat Ida langsung blushing.
Lalu mereka tertawa terbahak-bahak hingga mengudang perhatian seluruh isi kantin.