
Acara masih berlanjut,Arjuna mulai bosan dengan suasana malam itu. Ia meninggalkan meja dan berjalan menuju atap sekolah.
Arjuna berdiri melihat jalanan kota yang dihiasi lampu,menyesap dan mengepulkan rokoknya.
"Yang"Fiska datang dan menghampiri Arjuna.
"Oh kamu Fis"Arjuna berbalik dan menyesap rokok terakhirnya.
"Kok kamu disini?"tanya Fiska.
"Bosen"jawab Arjuna melepas jasnya dan memakaikan pada Fiska.
"Makasih"ucap Fiska tersenyum manis.
Arjuna mengusap rambut Fiska.
"Jun aku mau tanya deh"Fiska menatap jalanan.
"Mau nanya apa?"
"Kalo misal orang yang kita cinta mencintai orang lain gimana?"tanya Fiska.
"Ya kalo itu mah salah orangnya"jawab Arjuna.
"Kok salah orangnya"tanya Fiska.
"Yaiyalah udah tau dia suka sama yang lain eh malah kita buang-buang waktu buat mencintai orang yang hatinya jelas bukan untuk kita"jawab santai Arjuna.
"Kamu pernah diposisi itu?"tanya Fiska menatap Arjuna.
Arjuna menatap balik Fiska ia mengalihkan pandangannya,dan terdiam.
"Ngga"singkat Arjuna.
"Ohhh"Fiska membulat mulutnya.
"Kenapa nanya gitu?"tanya Arjuna balik.
"Gapapa,nanya aja"jawab Fiska.
"Kamu jadi kuliah di Jerman?"tanya Arjuna kini menatap Fiska.
"Iya"Fiska mengangguk.
"Dan aku berharap kamu bakalan jaga ini,ini,sama,ini"ucap Fiska dengan menunjuk mata,hati,dan bibir Arjuna.
"Kok bibir juga?"tanya Arjuna.
"Biar ga suka nyium anak orang sembarangan"kekeh Fiska.
Arjuna menarik pinggang Fiska dan memperdekat jarak mereka.
"Nanti kalo kamu pergi, gaada yang nyium dong"Rajuk Arjuna.
"Nanti ciuman online"kekeh Fiska.
"Sayanggg"Arjuna jika soal begini pasti akan nganu.
'kau mencintai fisikku,tidak dengan hatiku' batin Fiska.
"Sudahlah,ayo kembali"ajak Fiska.
Arjuna menggelengkan kepalanya,Fiska membuang nafasnya,ia tau keinginan Arjuna namun hatinya sedang tidak sedikit kecewa.
Fiska memejamkan matanya,dalam hitungan ketiga pasti Arjuna akan menciumnya.
3
2
1
.
.
.
.
.
(Nungguin ya:v).
Arjuna menempelkan bibirnya pada bibir Fiska,ikut memejamkan matanya,Arjuna akan selalu nafsu jika sudah dekat dengan Fiska.
Menarik tengkuk Fiska untuk memperdalam ciumannya,Fiska juga ikut menikmati ciumnya anggap saja sebagai ucapan pamit dan mulai menjalani hubungan jarak jauh.
Fiska berharap Arjuna akan menjaga hatinya meskipun kemungkinan itu adalah suatu kemustahilan, Arjuna semakin menuntut ciuman itu,melepas ciuman untuk mengambil oksigen dan kembali ******* bibir Fiska.
Fiska melepas ciumannya meskipun Arjuna sedikit kesal.
"Aku ingin ke toilet" ujar Fiska melepas tangan Arjuna dari pinggang nya, dan Arjuna menghela nafas menatap punggung Fiska yang mulai berjalan menjauh. Mengusap bibirnya yang sedikit masih basah akibat kejadian yang cukup panas 2 menit yang lalu
Di lain sisi Aqila merasa bosan teman-temannya malah apel sedangkan dia membaca novel online di ponselnya, ia pun menuju tangga dan menaiki hingga ke atap sekolah
Sesampainya di atap Aqila melihat Arjuna yang tengah merokok Aqila kemudian menghampiri nya kemudian berkata kepada Arjuna,
"Ohh Lo berarti dari tadi ada disini,di cariin yang lain malah ga tau diri" sinis Aqila
"Dicariin yang lain apa Lo yang nyariin gue?" Arjuna menatap Aqila dengan mengangkat satu alisnya.
"Ckk,, ngapain gue nyariin batok kelapa kayak Lo "ucap Aqila
"Batok kelapa gini gue multi fungsi brooh" jawab Arjuna
"Multi fungsi matamuu!" Sinis Aqila.
"Lo kok kalo sama gue bawaannya ngegas sih"sewot Arjuna.
"Kenapa?gak terima?mau ngapain?gelud?ayokk"tantang Aqila.
Arjuna memutar bola matanya,malas berdebat dengan Aqila yang pasti tidak akan ada habisnya.
"Btw Lo malem ini cantik"ucap Arjuna.
"Gue mah dari sel ****** ketemu sel ovum udah cantikk"bangga Aqila.
'pletak' Arjuna menyentil bibir Aqila.
"Arjuna sakittt"kesal Aqila.
"Ada wajah gue peduli?"Arjuna menunjuk wajahnya,dan mengusap-usap dagunya.
"Gue colok mata lu"kesal Aqila.
"Kalo Lo nyolok mata gue,Lo juga yang akan nyesel"Arjuna membalas.
"Gue?"tunjuk Aqila pada dirinya sendiri.
"Iyalah nanti gue sama Lo ga akan bisa liat masadepan kita bareng-bareng"gombal Arjuna.
Jangan ditanya bagaimana respon Aqila yang pasti ia selalu jengah dengan gombal-gombal receh Arjuna.
"Wah iya juga masadepan yang suram masutnya"jawab Aqila asal.
"**** Lo"Arjuna berbalik kesal.
Arjuna berubah posisi menjadi duduk,dan Aqila masih berdiri.
"Heh ngapapain Lo?mau ngintip ya?"tuduh Aqila.
"Ck kaga ada kerjaan banget gue"Arjuna memutar bola matanya.
Aqila pun ikut duduk disamping Arjuna.
"Btw Jun Lo mau kuliah dimana?"tanya Aqila.
"Ck Lo tu harusnya mikir buat masadepan"Sebal Aqila.
"Ngapain repot-repot mikir kan masadepan gue sama Lo"santai Arjuna.
Aqila memukul lengan Arjuna.
"Gue serius mutohaa"
"Gue juga serius suripahh"
Mata Arjuna dan Aqila saling menatap,Aqila mendekatkan wajahnya memperdekat jarak wajah antara dirinya dan Arjuna.
"Muka Lo jerawatan"Aqila menyentil pipi Arjuna yang terdapat dede jerawat kecil.
'gue udah deg-degan juga' batin Arjuna.
"Ekhem"Arjuna berdehem menetralkan jantungnya.
"La gue mau ngomong deh"ucap Arjuna pada Aqila yang sedang menghitung bintang.
"Apa?"jawab Aqila tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kalo gue bilang suka sama lo,apa Lo percaya?"ucap Arjuna masih menatap wajah cantik Aqila.
"Enggak" singkat Aqila
"Kenapa Lo nggak percaya?" Heran Arjuna.
"Bentukan kaya Lo mana bisa dipercaya" jawab santai Aqila.
"Muka copy pastenya Cristiano Ronaldo gini gabisa dipercaya?"bangga Arjuna.
"Ck serah lu dah"jengah Aqila.
"Gue serius Aqila Khinanti"tegas Arjuna.
Aqila terdiam, kenapa ia jadi deg-degan begini.
"Iya gue suka sama Lo"Arjuna menatap serius pada Aqila.
Aqila ikut menatap Arjuna,tatapan mereka saling bertemu.
"Tapi"lanjut Arjuna.
"Tapi?"tanya Aqila.
"Tapi boong"Arjuna menyentil kening Aqila.
"Galucu monyet"kesal Aqila.
"Kenapa?Lo ngarep disukain gue ya?hayoh ngaku Lo"Arjuna menyenggol bahu Aqila.
"Dih,Davin Aditya lebih dari cukup"jawab Aqila membanggakan Davin.
"Di tinggal baru tau rasa Lo"ketus Arjuna.
"Arjuna ih kesel gue sama Lo"Aqila menggeplak lengan Arjuna keras.
"Au sakit la"Arjuna mengelus bekas pukulan Aqila.
"Ya elu nya nyebelin hiks"Aqila menangis.
Arjuna yang mendengar Aqila menangis kemudian menoleh padanya.
"Ehh kok nangis,gue cuma bercanda"Arjuna menangkup kedua pipi Aqila dan mengusap air matanya.
"Jun"panggil Aqila yang masih menangis.
"Hm"jawab Arjuna.
"Junn"panggil Aqila lagi.
"Apa?"suara Arjuna melembut.
"Gue takut kalo kak Davin ninggalin gue hiks dulu dia juga bilang kalo dia gabakal janji buat nemenin gue terus hiks"Aqila menangis sesenggukan.
"Astaga ya kan Davin laki-laki Qila,dia mah tanggung jawabnya banyak,masa iya disuruh nemenin Lo terus,Lo uda gede bambankk bukan bayi tiga bulan"jawab Arjuna.
"Ih ya masut gue tuh kalo nanti sewaktu-waktu gue sama kak Davin putus,ntar gue gimana,masa kalo kak Davin udah bahagia gue masih belom move on,kan gue bingungg,gue mah sayang banget sama kak Davin hiks"lanjut Aqila.
"Kan masih ada gue,ya nggak?"jawab santai Arjuna menaik turunkan alisnya santai dan mendapat geplakan dari Aqila.
"Yaitu namanya Lo ga takdirkan bersama suripahh,udah deh gausa melulu soal cinta kan masih ada cita-cita"nasehat Arjuna.
"Udah jangan nangis lagi,Lo udah jelek kalo nangis jadi tambah jelek"Arjuna menarik hidung mungil Aqila.
"Aish sakit Juna"Aqila mengusap hidungnya yang memerah.
"Sini nyender bahu gue"Arjuna menepuk bahunya.
Aqila pun menaruhkan kepalanya di bahu Arjuna, kepalanya mendadak pusing.
"Kepala gue pusing Jun"keluh Aqila.
"Elu sih kebanyakan nangis,sini gue pijetin"Arjuna membenarkan posisi dengan kaki selonjor yang terbuka lebar.
"Sini"
Aqila yang sedang berdiri heran,masa iya duduknya gitu,kaya orang lagi nyari uban.
"Kelamaan Lo"Arjuna menarik tangan Aqila dan Aqila langsung terhempas tepat didepan tubuh Arjuna dengan posisi Aqila membelakangi Arjuna.
Tubuh mereka sangat dekat,saking dekatnya Aqila hingga nyaman,dada Arjuna yang lebar dan bidang pas untuk sandaran hidupnya.
'eh gue mikir apasih'batin Aqila.
"Ohya Jun,setau gue Fiska kan juga bakal kuliah di Jerman?"tanya Aqila dan Arjuna mengangguk.
"Lo gak takut gitu?"tanya Aqila kembali.
"Takut?"Arjuna mengulang pertanyaan.
"Iya,misal kalo Fiska kejantol cowo bule disana,terus dia nyelingkuhin Lo,terus di buang gitu ke sampah,terus membusuk gimana?"lebay Aqila.
'pletak'Arjuna kembali menyentil bibir Aqila.
"Ck mulut Anda kotor"kesal Arjuna.
"Yaudalah terserah dia mau selingkuh sama orang lain,itu berarti dihati dia gue udah gaada tempat,gue mah gamau ngemis-ngemis,kunci hubungan nomor satu itu kepercayaan,dan ketika kepercayaan itu ilang semua juga bakal selesai,ibaratnya kaya kertas diremet trus lecek mau balik kaya semula itu gabakalan mungkin"jelas Arjuna.
Aqila mangguk-mangguk paham.
"Trus kalo Lo putus sama dia?"tanya Aqila penasaran.
"Kan masih ada Lo"jawab enteng Arjuna.
Aqila memutar bola matanya malas.
"Kepala Lo udah enakan?"tanya Arjuna.
"Udah,berbakat juga ya Lo jadi tukang pijet"Aqila terkekeh.
"Yauda yok balik,gue yakin yang lain pasti nyariin"ajak Arjuna berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu Aqila berdiri.
Dilain sisi seseorang kembali terbaring di ranjang rumah sakit,kondisi yang sering kali membuatnya harus bolak-balik untuk menelan obat dan kembali mengenakan alat untuk bantuan hidupnya.
Bertahan hidup demi orang yang disayangi,berusaha baik-baik saja seakan tak terjadi apa-apa,ingin membahagiakan namun tidak peduli pada dirinya sendiri.
Tanpa disadari banyak orang yang akan terluka akan kesakitannya,setiap air mata akan turun melihat kondisi bagaiman ia berusaha bertahan hidup.
"Gue bakal sembuh,gue janji"ucap seseorang yang tersenyum,bibir pucat dan mata sayu tak mampu membohongi bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.
"Gue mohon hiks jangan tinggalin kita semua"balasnya dengan menggenggam erat tangan itu,isak tangis kembali memenuhi seluruh ruangan kamar rawat itu.