ANANTARINDY

ANANTARINDY
Saling suka (part 9)



Sekali di jeder, lo harus jadi milik gue!


🌷


Bellany Arindy Fernando pov


  Keadaan meja kantin kami ricuh dengan manusia-manusia yang duduk ditempatnya. Bagaimana tidak? Semuanya terungkap dimeja kantin itu.


"Emang Yasmine juga suka sama gue?" tanya Alief kepada kami.


"Iyaa!!!" jawab kami serempak yang membuat Yasmine malu habis.


"Lo semua emang rese!" balas Yasmine kepada kami.


Yasmine mengenadahkan tangan sembari berdoa, "Ya Allah.. Kenapa Yasmine punya sahabat kayak begini semua ya? Satu pun gaada yang mau buat Yasmine gamalu sekarang Ya Allah."


Sontak semuanya tertawa karena ulah Yasmine barusan.


"Hahaha. Kita semua bercanda kali mine. Just kidding" ucap Ceysta padanya.


"Yailah ta. Lo gausah kasih tahu gue juga tahu kali kalian cuman bercanda, ehehe," balasnya


"Gue yakin bentar lagi bell," tebak Salsa yang ternyata benar.


kringgg!!!


Bel masuk menyudahi acara saling malu-maluan mereka dikantin.


CYRAL pun masuk kekelasnya.


🍃


Author pov


"Woi!" teriak Yasmine pada semua sobatnya. "Lo semua ya! Jahat banget sama gue! Udahlah habis ini gue mau ngambek sama lo semua!"


"Idih sok ngambek pulang-pulang paling entar nempelnya sama gue lagi. Liatin aja deh nanti," ucap Salsa sembari memutar bola matanya, jengah.


"Bacot sia mah, cicing weh jan ngebatur terus," balas Yasmine dengan bahasa sunda (Terjemahan: Bacot lo mah, diem kek jangan ngomong terus).


"Sundanya keluar, wkwkwk," celetuk Ceysta seraya menggelengkan kepalanya, heran.


Bu Adira memasuki kelas XI IPA 2, "Selamat pagi anak-anak."


"Udah siang ibuuuu, iihhh," ucap Niko, teman sekelas Arin yang bacotnya setengah mampus.


"Ibu tanya ke kalian semua. Sekarang jam berapa?" tanya Bu Adira kepada mereka semua.


"Jam setengah sebelas bu," balas semuanya.


"Sekarang ibu tanya lagi, masih pagi atau udah siang?"


"Pagi buu," jawab semuanya, kompak.


"Nah itu tahu," kata Bu Adira


Arin mengangkat tangannya. Sembari menyerukan suaranya memanggil Bu Adira.


"Bu Adira!" seru Arin yang langsung membuatnya menengok kompak kearahnya, terutama Bu Adira.


"Iya? Ada apa Arin?" balas Bu Adira.


"Nih ya.. Kan tadi kata ibu, sekarang itu masih pagi. Terus kalo ada murid yang datangnya jam segini, masa iya dia bilang, 'Maaf bu saya kepagian'. Jawab kayak gitu atau dia bakal jawab 'Maaf bu saya kesiangan' hayoo?" ucap Arin pada Bu Adira.


"Ya pasti dia akan jawab 'Maaf bu, saya kesiangan' kamu ini aneh-aneh saja," balas Bu Adira seraya menggelengkan kepalanya, heran.


"Nah kalo ibu bakal tau di akan jawab kayak gitu, berarti sekarang artinya udah siang bu," kata Arin santuy.


"Oh iya, kamu betul juga," ucap Bu Adira sembari berpikir sejenak. Terkadang guru Bahasa Indonesia ini boleh juga. Selain sabar dan memahami muridnya dia juga selalu hafal nama setiap murid. Padahal yang dia ajari bukan hanya satu kelas saja tapi ada beberapa kelas yang intinya lebih dari satu kelas.


"Yasudah-yasudah tidak usah kita membahas si siang dan si pagi itu," ucapnya. Sekarang kalian keluarkan buku paket pelajaran Bahasa Indonesia dan buka halaman 69," semuanya serempak mengeluarkan buku yang di suruh oleh Bu Adira.


Belajar dan mengajar pun dimulai.


"Oke anak-anak tugas yang ibu berikan harap kalian kerjakan ya karena itu untuk ibu masukkan ke buku nilai. Jangan sampai pelajaran ibu selanjutnya tidak ada yang tidak mengerjakan," kata Bu Adira


"Baik bu," balas semuanya serempak.


Bel pulang pun berdering tanda pembelajaran sudah selesai.


"Ok semuanya, ibu pergi duluan ya," ucapnya, "Selamat siang. Jangan pulang telat ya."


"Siang bu," balas mereka.


###skip###


Didepan pintu The KALBU sudah menunggu CYRAL.


"Weh, katanya The KALBU ada diluar," ucap salah satu teman sekelasnya Arin.


"Ah masa? Liat yuk! Tuh pasti dia mau ngeliat gue," balas yang lainnya dengan ke-geer-an diatas rata-rata.


"Idih geer banget," celetuk Yasmine yang untung saja tidak didengar oleh si orang tadi.


"Weh keluar yuk! Mau ngapain lagi coba lo semua diem disini," kata Salsa bersuara seraya mengenakan ranselnya.


"Kuy! Lo udah beres semua ta?" kata Arin kepada Ceysta. Ceysta pun mengangguk tanda membenarkan ucapan Arin.


CYRAL pun keluar kelasnya.


"Laah rame bener kayak ada acara bagi-bagi sembako," ucap Salsa.


"Ember," balas liora.


Tiba-tiba Kevan sudah ada didekat Ceysta.


"Sekali gue jeder lo harus terima ya," kata Kevan pada Ceysta, buset frontal banget. (ket. Frontal adalah bahasa gaul biasanya disebut dengan to the point)


Nih orang mau nembak si Ceysta atau mau ngancem dia sih?!, batin Arin sedikit kesal.


"Hmm," balas Ceysta.


Kevan memegang tangan Ceysta. Membuat semua yang melihat merasa iri.


"Gue aslinya udah lama suka sama lo. Dari kelas sepuluh aslinya. Tapi lo selalu bareng sahabat-sahabat lo yang terlalu susah jadinya buat gue deketin lo," kata Kevan, jujur.


"Setelah gue kepoin semuanya lo ternyata engga deket sama cowo lain. Dan karena masalah tadi, gue jadi tahu lo juga punya perasaan yang sama kayak gue," lanjutnya


"Ceysta lo mau ga jadi pacar gue? Gue emang ga ganteng-ganteng banget. Ga romantis. Tapi kalo lo minta gue buat traktir lo makan gue sanggup kok," lanjutnya yang terakhir.


"Iya gue mau kok," balas Ceysta membuat Kevan girang.


"Ada burung kejepit bunyinya cuit-ciut"


"Cieeeee!!"


"Pj dong ta!"


"Pj dong kev!!"


"Ciee!!!"


Dan masih banyak lagi sorak-sorai dari anak-anak yang lain.


"Lo sekarang dijemput engga?" kata Kevan pada Ceysta


"Iya gue dijemput," balas Ceysta.


"Yaudah entar selanjutnya kamu gausah dijemput lagi.  Biar aku yang nganterin kamu selanjutnya," kata Kevan langsung berubah drastis jadi aku-kamu.


"Eh ga ngerepotin?" kata Ceysta yang langsung diberi gelengan garis keras oleh Kevan.


"Ya Gusti titip satu cowo kayak Kevan untuk hamba"


"Kevan romantis banget"


"Kevankan dingin njir"


"Eh pake aku-kamu" katanya


"Gue kapan yak dianter jemput sama cowo gue?"


"Lo kan gapunya cowo woi!"


"Oh iya gue lupa, wkwk"


Dan masih banyak lagi.


"Pulang kuy!" kata Liora.


"Kuy!" jawab semua serempak


Semuanya berjalan menuju gerbang sekolah yang ditunggui oleh cogannya masing-masing. Ya engga semua sih sebenernya, hehehe.


"Weh gue udah dijemput nih, duluan ya," ucap Salsa pada semua sahabatnya.


"Siap!" jawab semua serempak.


Satu-persatu teman Arin sudah pulang begitu juga teman Ariel sekarang hanya ada mereka berdua.


"Belum dijemput neng?" ucap Ariel kepada Arin.


"Belum," balasnya datar.


"Lo gapulang bareng Kak Vera?"


"Engga, Kak Vierra lagi ada pelajaran tambahan dari hari senin sampai kamis"


"Yaudah hayu gue anterin ke rumah lo," kata orang itu.


"Ga usah," balasnya lagi-lagi datar.


"Yaudah ya," ucap sih cowok itu namun tidak membuat Arin bergerak.


Arin pun mengangguk tanda menyetujui perkataannya.


Ariel pun berdecak, "Udah hayu gapapa sekalian rumah lo hampir searah kok sama gue."


"Maksa banget sih! Yaudah ayo deh," balas Arin.


Arin pun naik ke motornya Ariel dengan amat terpaksa dari mukanya. Padahal mah engga.


"Pegangan entar jatoh gue yang disalahin sama kakak lo!" kata Ariel, padahal itu tidak akan mungkin terjadi.


Arin pun yang bingung mau megang apa akhirnya memutuskan untuk memegang pundaknya.


"Udah?" kata Ariel


"Hhhmn" balasnya


Ariel pun melajukan motornya menuju rumah Arin. Menembus kota Bandung bersama kemacetannya.


###skip###


Diperjalanan menuju rumah Arin..


"Rin didunia ini lo suka apa?" ucap Ari bertanya sama Arin.


Arin bingung ingin berkata apa akhirnya dia ngasal. Entahlah dia menjawab sesuatu yang sering ia lakukan dan benar-benar ia sukai, "Gue suka novel, musik, bunga, sama sesuatu hal yang bikin gue senang."


"Senang?" tanya Ariel.


"Iya, kayak ngumpul bareng keluarga gue secara utuh lagi, hahaha," balas Arin sembari tertawa hambar padahal dari matanya tidak bisa disembunyikan kalau dia menyimpan kesedihan yang amat sangat menyesakkan.


"Tapi lo jangan kasih tahu orang lain ya? Iya, keluarga gue udah gautuh. Ibu gue udah meninggal.. Rasanya gue kangen banget meluk bunda.. Foto bareng dia.. Hahaha," kata Arin dengan nada suara tegar sembari menatap lurus jalan.


Ariel pun melihat dari kaca spion, "sorot matanya berubah," begitulah pikir Ariel.


"Kalo lo? Lo suka apa?" tanya Arin balik.


"Gue sih sederhana. Sama kayak lo aja sih, suka sama sesuatu yang bikin diri gue senang. Semua udah gue miliki. Gue udah punya Keluarga, sahabat, teman, kakak, yang belum itu cuman lo doang, hahaha."


"Yang sabar ya, gue juga lagi nyoba kok buat buka hati gue buat lo," ucap Arin jujur tapi di dalam hati.


"Lo pernah engga? Ngerasain sakit hati yang sedalam-dalamnya?" tanya Arin kepada Ariel.


"Belum pernah karena gue gapernah tertarik kepada banyak cewe. Gue cuman baru tertarik sama lo dan lagi gue belum pernah ngerasain yang namanya pacaran," ucap Ariel jujur.


Sorry gue sengaja bohong. Karena kalau gue jujur.. gue takut lo malah makin menjauh dari gue, Rin, kata Ariel di dalam hatinya


"Hah? Serius?! Lo belum pernah pacaran?" tanya Arin kaget.


"Iya, emang belum dapet yang pas aja jadi gue gamau nyari dan sekarang gue cuman mau merjuangin manusia yang lagi gue boncengin ini," balas Ariel yang membuat Arin merona.


###skip###


Arin pun turun dari motor yang dikendariin Ariel. "Thank you udah mau nganterin balik" ucapnya.


"Iya, gapapa sama pacar ini," ucap Ariel yang mendapat tonjokan kecil di lengan nya oleh Arin.


"Yaudah gue cabut ya," ucap Ariel.


"Assalamualaikum,"


"Wa'alaikumsalam,"


Arin pun masuk menuju gerbang yang sudah di bukaan oleh Pak Edi—satpam dirumahnya.


"Cie sih Neng Indy udah punya pacar ya?" tanya Pak Edi satpam rumahnya


"Hahaha sih bapak bisa aja, bukan kok pak dia cuman teman Indy doang," balas Arin kepada satpam rumahnya itu.


"Oalah teman doang toohh," jawab Pak Edi dengan nada sedikit menggoda Arin yang diberi anggukan olehnya.


"Yaudah kalo kayak gitu, Indy masuk dulu ya pak," kata Arin seraya memasuki pintu utama rumahnya.


"Siap neng," balas Pak Edi sembari tersenyum kepada Arin.


Arin pun membuka pintu utama. Sembari mengucapkan salam. Dan selalu di sambut Oleh Bi Minah.


"Assalamualaikum," ucap Arin ketika sudah memasuki dalan rumahnya.


"Wa'alaikumsalam, eeh Non Indy udah pulang?" tanya Bi Minah.


"Hehehe, iya bi aku udah pulang," balasnya.


"Indy keatas dulu ya bi mau mandi sama istirahat sebentar," lanjutnya lagi kepada wanita paruh baya itu.


"Iya non" jawab wanita paruh baya itu.


###skip###


Setelah meletakan tas dimeja belajar. Arin pun langsung menyambar handuk, ya buat mandi? Emang buat apaan? Selimutan?


Arin yang sudah selesai mandi segera memakai baju dengan style santai ala-alanya.


"Arghhh," ucapnya sembari meregangkan otot-ototnya yang pegal itu.


Arin menarik bingkai foto yang selalu berada diatas nakas disamping tempat tidurnya.


"Hai bun!!" seru Arin sembari memandangi foto yang ada digenggamannya.


"Bunda tahu ga? Ada cowo.. Baiiikk banget sama aku!! Dia udah beberapa kali nganterin aku pulang," ucap sembari mengelus foto dibalik bingkai itu.


"Ibu pasti kalo liat dia bakal senang, anaknya lucu, ganteng sih ya lumayanlah, dia juga super percaya diri lho Bun," kata Arin sembari berkaca-kaca.


"Coba bunda masih disini.. Pasti bunda kepo deh siapa yang nganterin aku pulang kerumah," ucapnya sembari menatap sedu bingkai foto yang ada ditangannya tapi ia masih mencoba untuk membendung tangisnya.


"Yaudah bun.. Arin mau kebawah dulu ya mau bantuin bibi buat nyiapin makan malam," kata Arin kepada foto mendiang bundanya.


Setelah menatap foto mendiang ibunya dan berbincang sebentar dengan foto almarhum bundanya. Arin pun bergagas menuju kedapur untuk membantu Bi Minah.


Line!!!


Baru mau membuka pintu, pesan dari aplikasi Line masuk ke hpnya.


"Siapa sih?!" tanya Arin yang langsung menyambar hp yang berada diatas nakasnya.


***Hai bawel lagi ngapain**?


Arielananta*.


Lagi mau bantuin Bi Minah


Send.


***Iihh calon pacar ku pinter


banget sii.. Jadi makin sayang


deh akuu😘🐧**


Arielananta*.


Read.


           


"Idih lebay banget sih nih bocah, mana make emot kayak gitu," kata Arin tanpa ia sadari sendiri sebuah senyuman melengkung indah dibibirnya.


Idiih pake emot jijik euy😶


Send.


Arielananta. is typing...


***Jijik-jijik gini nanti kamu


juga bakal sayang kok


sama aku, liat aja entar**


Arielananta*


"Ini cowo aneh bener dah disekolah makenya lo-gue giliran berdua sama dichat aja manggilnya aku-kamu," kata Arin sembari menggelengkan kepalanya.


Disekolah manggilnya lo-gue.  


giliran berdua sama chatan


manggilnya aku kamu, huuh😂


Send.


Arielananta. is typing...


***Emangnya kamu mau aku


panggil aku-kamu juga di


sekolah? kalo mau nanti


aku panggilnya gitu😃😃**


Arielananta*.


"Ihh engga gitu tahu, maksud Indykan tadi cuma nanya aja," katanya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


 


Engga, gausah. Entar


sahabat-sahabat gue   


ngiranya yang aneh-aneh 


lagi, ya jadi gausah deh😬


Send.


Percakapan mereka mulai berlanjut. Tanpa Arin menyangka dia melupakan tugasnya membantu Bi Minah didapur.


🍃


Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!


Kira-kira kelanjutan part ini gimana ya? Apa Arin udah mulai membuka hatinya untuk Ariel? Hm jadi penasaran..


Makanya jangan lupa, follow aku dan ikutin terus setiap partnya!


Jangan lupa follow instagram aku:


@andinildrr


Jangan lupa follow akun personal untuk mendapat notifikasi tentang cerita-cerita aku di:


@storyof.ldrr_


Suka quotes-quotes gitu? kata-kata galau? motivasi? mampir atuh ke akun:


@naoumyquotes


Mau kepoin tentang CYRAL? Dan nanya-nanya tentang mereka? Jangan lupa follow juga!!


@arindybf_


@cystanindy_


@yasminefndi_


@lioratasyarf


@biancasalsa


Kalian juga mau kepoin tentang THE KALBU? Tenang, follow aja nih akun mereka!


@arielananta_


@kevanap19


@aliefnevandra


@indraaye


@leonzaa_


Sampai berjumpa di part 10 semuanya! See you later!


— t h a n k y o u ! 💖


Jangan lupa di tonton yaa🤓 like juga Okie.. Dan aku mau tanya habis part 9 ini mau langsung part 10 atau perkenalan pemain dan visual nih? coba doong comment yaaa💃🏻🏃🏻