ANANTARINDY

ANANTARINDY
Peduli? (part 15)



Mana ayo yang kangen sama ANANTARINDY? udah update okeeeyyy!! Jangan lupa like dan commentnya yaaa!!


🍁


Kepercayaan itu mahal. Dengan seenaknya lo mainin itu? Dengan mudahnya?!! Kepercayaan itu tidak semudah membalikan telapak tangan!


🍁


Arin melenggangkan kakinya menyusuri koridor kelas. Dengan santai dia melangkahkan kakinya menuju kelasnya.


Sampai ditangga pertengahan antara koridor kelas XI IPA dan IPS. Langkahnya terhenti oleh suara pekikan seseorang.


"Kenapa?! Kenapa lo tega sama gue!!!" pekiknya. Arin yang kepopun melihat kejadian itu.


Lah, ini sih Siska lagi ngomong sama sih.., gumamnya.


"Apaan sih! Lo gajelas banget!" balas sih cowok dengan kasarnya menghindari sih cewek itu.


Arin pun yang cukup kepo lalu menyandarkan bahunya ke sisi tembok supaya lebih leluasa melihat drama di depannya.


"Waktu itu lo deketin gue! Terus kemarin lo deketin Arin! Mau lo itu apasih!" teriaknya membuat para siswa-siswi sekolah Angkasa menoleh kearah mereka.


"Kecilin suara lo! Malu!" ucap si cowok tersebut seraya menepiskan tangannya yang digelayuti perempuan centil disebelahnya ini.


"Emang kenapa kalo gue kayak gini ke lo sih?! Lo aja bahkan udah jalan dan boncengan bareng sama Arin!" ucap si cewe tersebut, memang benar-benar ga punya malu!


"Emangnya kenapa? masalah gitu buat lo?! sadar dong, sis! lo tuh bukan siapa-siapa gue!" bentak si cowo tersebut yang sudah tidak tahan lagi.


“Itu karena gu-," ucapan sih cewe itu terpotong karena Arin menyelanya.


"Woi, Riel!" teriaknya lantang yang membuat kedua orang yang sedang berantem tadi menghentikan aktifitasnya.


"Mulai sekarang lo jauhin gue aja. Kasihan itu pacar lo cemburu mulu sama gue, ckckck," ucapnya sembari menggelengkan kepala.


"Dan lo," tunjuknya, mengarah kepada Siska.


Arin menghela napasnya, "Mulai sekarang lo ga mesti dah buat cembokur, eehh cemburu sama gue lagi. Tenang aja. Mulai sekarang Pangeran Kodok lo itu cuman milik lo!" ucap Arin sembari menekankan kata Pangeran Kodok itu lalu melenggang menyusuri koridor kelas XI IPA.


"Ini semua karena lo! Liat ka! Liat! Liat pake mata lo! Orang yang gue sayang malah ngejauh!" ucapnya sembari mengusap wajahnya gusar.


Ariel pun yang bingung langsung mengejar Arin kekelasnya.


Makanya jangan main-main sama gue, Riel. Dan lo Arin, goodbye, ucap Siska dalam hati sembari tersenyum miring dan melenggang pergi menuju kelasnya.


🍁


Ariel pun mengejar Arin yang tadi pergi menuju kelasnya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan perilaku Siska yangterlewat batas tersebut.


Setelah sampai didepan kelas XI IPA 2. Ariel memutuskan untuk masuk tapi justru pergerakannya ditahan oleh Ilham.


"Mau ngapain?" tanya Ilham sembari menghadang Ariel supaya tidak menerobos kelasnya.


Tidak semudah itu, Ferguso!, mungkin itu yang di lontarkan Ilham di dalan hatinya.


"Gue mau nyari Arin!" jawabnya berusaha menerobos Ilham. Tapi sayang Ilham tetap tidak merubah posisinya dan cukup santai supaya Ariel tidak menerobos masuk ke dalam kelasnya.


"Arin gamau diganggu!" balas Ilham membuat Ariel makin kkesal saja.


"Sok tahu lo! Minggir!" balasnya semakin membuat gaduh


"Batu banget! Tadi Arin ngomong sama gue!"


Flashblack on.


*Arin memasuki kelasnya dengan muka memerah. Bukan karena merona tapi karena menahan sesak dan marah. Benar-benar, sialan!


"Ham, entar kalo ada yang nyari gue bilang aja gue gamau diganggu." ucapnya yang diberi anggukan oleh Ilham.


"Emangnya kenapa? Tumbenan lo gamau diganggu," baas Ilham santai.


"Udahlah pokoknya kalo sampai ada yang nyariin gue bilang aja gue lagi gamau diganggu!" ucap Arin lalu duduk dibangkunya.


Ilham pun menggeleng heran karena sikap Arin barusan. "Buset dah untung cakep, untung Babang Ilham sabar." ucap Ilham sembari mengelus-elus dadanya.


Ilham pun akhirnya melakukan aktifitasnya kembali bersama teman-temannya untuk mengobrol*.


Flashbak off.


"Apaan sih ribut banget!" ucap Yasmine yang tiba-tiba saja nonggol dari pintu kelasnya bersama Ceysta yang sudah ada disebelahnya.


"Ini mine. Tadi sih Ariel udah gue bilangin kalo sih Arin gamau diganggu tapi dianya tetep kekeh buat masuk," kata Ilham menjelaskan.


Yasmine melirik Ariel sekilas lalu memandang Ceysta yang ada disebelahnya yang memberi kode 'ya'


"Riel mending lo pergi aja deh," ucap Ceysta halus.


"Arin lagi gamau diganggu. Katanya dia masih marah sama lo."


"Gue kesini mau jelasin, ta," ucap Ariel frustasi.


"Entar aja kalo sih Arin udah tenangan lo kesini lagi aja deh," bujuk Ceysta kepada Ariel yabg diberi anggukan olehnya.


"Huft. Yaudah gue balik kekelas dulu ya."


"Titip salam buat Kevaaaannn!!"


"Iye entar gue salamin kalo inget."


"Titip juga buat Alieeeff!!!"


"Iye bawel bener dahh."


🍁


Bel istirahat sudah berbunyi dari 5 menit yang lalu. Tapi Arin tetap saja tidak ingin beranjak dari kelasnya.


"Arin ayok ke kantin, iihh," rengek Ceysta.


"Kalian aja, gue ga laper."


"Ayo ke kantin, Rin. Entar maag lo kambuh. Entar malah jatuhnya lo di UKS," bujuk Salsa.


"Ga, Sal. Gue lagi ga laper, gue juga lagi ga mood makan. Kalian berempat aja yang makan. Gue mau nuntasin novel."


CYRAL pun menghela napasnya pasrah karena Arin tetap tidak mau ikut bersama mereka ke kantin. Mereka hanya mengkhawatirkan, jika nanti Arin tidak makan, maka maagnya kambuh.


"Yaudah kita ke kantin dulu ya. Lo mau nitip apa?" tanya Yasmine


"Ga, Mine. Makasih,"


"Yaudah mungkin dia lagi bad mood. Gausah diganggu. Kita ke kantin aja," lanjut Liora.


Akhirnya CYRAL, minus Arin. Melangkahkan kakinya menuju kantin. Ternyata kantin sudah agak sepi. Padahal bel masuk masih 20 menit lagi.


"Gabung sama The KALBU yuk!" ajak Ceysta


"Kuyy!" seru Yasmine yang disambut girang oleh Ceysta.


"Bucin teroos!" sindir Liora, kesal.


"Suka-suki!" balas Yasmine dan Ceysta kompak.


"Budaak cintaahhh," ucap Salsa dengan nada lebay sembari terkekeh.


Mereka akhirnya berjalan menuju meja The KALBU. Dengan santai Ceysta menyapa Kevan yang sedang asik berbincang dengan yang lainnya.


"Halo, honey!!" sapa Ceysta yang membuat Kevan kaget.


"Astagfirullah, Ta. Kamu bikin aku kaget aja."


"Ehehehe, maaf yaaa," kata Ceysta meminta maaf karena telah membuat kaget Kevan.


"Kita-kita boleh gabung ga nih?" tanya Salsa.


"Mangga, neng-neng cantik," balas Indra.


"Gue tau kalo gue itu cantik," ucap Liora.


"Lah emang lo neng-neng?!" balas Indra.


Liora menatap sengit Indra, "Lah terus gue apaan? Upil Onta?!"


"Lah lo kan wajan gosong!"


"Ye, kapsul aladin bisa aja!"


"Iya dong, gantungan kunci,"


"Ye, badut ancol ngelawak mulu."


"Ye, rambut dor-," ucap Indra terpotong oleh Ariel.


"Lo kok berempat doang? Sih Arin kemana?" tanya Ariel.


"Dikelas, lagi baca novel."


"Lah ga laper dia?"


"Ga tau. Tadi diajakin dia nolak."


"Yaudah ya gue mau nyamperin dia."


Ariel pun beranjak dari bangkunya. Tapi sebelum itu dia sempat membeli roti dan sebotol air mineral untuk dibawanya.


Setelah itu Ariel beranjak keluar dari Area kantin menuju kelas XI IPA 2.


🍁


"Lemes banget kayaknya."


Suara itu membuat Arin yang sedang menenggelamkan mukanya memutuskan untuk mendongak untuk melihat sih empunya suara.


Saat ia mendongak dia dikagetkan oleh sesosok manusia yang ada didepannya.


"Ngapain lo di sini?! Sono pergi!!" usirnya.


"Gausah noyor pala gue! Entar kalo gue ilang ingetan gegara lo toyor mulu gimana?!"


"Lebay banget sih, idih,"


Arinpun memutar bola matanya malas karena sikap orang yang ada didepannya.


"Sono lo pergi! Entar pacar lo ngamuk lagi!" ucap Arin kesal.


"Siapa yang pacarnya dia? Lo tahu gue emangnya pernah suka sama dia?"


Arin diam. Memang betul dia memang tidak pernah mendengar Ariel menyatakan perasaannya ke Siska. Tapi sikap Siskalah yang membuatnya selalu jengah.


"Terus kenapa dia selalu ngaku dia pacar lo?!" ucapnya sembari menunjuk Ariel.


"Itu karena dia ngefans sama gue. Emang lo ga liat kalo gue ganteng?" balasnya.


Ariel menangkap tangan Arin dan membawanya kepipinya. Arin pun langsung merona dibuatnya.


Arinpun ingin menarik tangannya karena pipinya sudah cukup semerah tomat. Tapi sayang, pergerakannya ditahan oleh Ariel. Dan Ariel justru malah menguatkan pegangannya dan terus membiarkan Arin memegang pipinya.


"Ariel malu iih diliatin itu," ucap Arin malu-malu, tapi memang benar itu faktanya.


"Biarin, mungkin mereka syirik."


"Huss! Guenya malu!"


Adegan Ariel yang membawa tangan Arin kepipinya membuat beberapa siswi yang ada dikelas menjerit dan membuat siswi/siswa yang ada dikelas masuk untuk melihat.


"Aaakk!!! Gila!! Itu sih Ariel so sweet banget!!"


"Gue juga mau!!"


"Arin tukeran yuuk!!"


"Iih gue kok iri ya sama sih Ariel?"


"Ye upil kuda! Arin mana mau sama lo!"


"Ye jenggot otan! Emangnya Ariel juga mau sama lo?!"


Dan masih banyak lagi suara-suara yang membuat Arin tambah malu.


"Nih makanan buat lo. Eh tadi katanya lo lagi baca novel kok lo tadi malah kek tidur gitu?" tanya Arin


"Ooh, em-mmm, iya itu gue ngantuk!" alibinya.


"Yaudah gausah gagap gitu," balas Ariel


"Wkwkwk."


Arin cukup senang. Ternyata Dewi Fortuna sedang ada dipihaknya. Arin jadi tidak perlu banyak-banyak berbohong untuk menutupi rasa sakitnya.


Arin membuka roti yang dibawakan untuknya tadi. Ia lalu mengunyahnya dengan santai.


"Hhmm, rin. Gue mau ngomong" ucap Ariel


"hhmm?" jawabnya sembari menaiki salah satu alisnya.


"Gue mau minta maaf ya."


"Minta maaf kenapa?" tanyanya.


"Gegara ngebuat lo kesel terus."


Ucapan Ariel barusan mampu membuat Arin tersedak. Melihat mata Arin yang melotot dan tanpa dikomando lagi, Ariel segera mengambil botol air mineral dan membukanya lalu menyodorkannya ke Arin.


"Udah gapapa?" ucap Ariel khawatir


"Gapapa kok, santai."


"Kenapa lo bisa sampai keselek gitu?"


"Lah mana gue tahu."


"Ciee, salting!!"


"Diih, salting kenapa coba," ucap Arin sembari mencoba menyembunyikan rona diwajahnya.


"Udah lo sono balik ke kelas lo!" kata Arin sembari mengibaskan tangannya seerti hendak mengusir Ariel.


"Ngusir gue nih? Entar kangen lagi."


"Idiih geer banget!"


"Jangan suka bohong gitu aah! Entar Ariel makin suka."


Arin pura-pura mau muntah, "Aduh gue butuh kantung kresek nih! Mau muntah!"


"Anjir tega bener sih lo! Yaudah gue balik ke kelas dulu ya."


Setelah memastikan Ariel keluar dari kelasnya. Arin mengambil handphone yang berada disaku roknya lalu menchat seseorang.


Bellany Arindy Fernando : Sal, bawain gue obat maag ya dari UKS.


Bianca Riona Arayalsa : Maag lo kambuh lagi? Mau gue bawain makanan sekalian enggak buat ngisi perut lo?


Bellany Arindy Fernando : Gausah, Sal. Tadi udah ada yang bawain roti buat gue ngeganjel. Cepetan yaa.


Bianca Riona Arayalsa : Yaudah bentar ya dikit lagi, batagor gue nanggung nih.


Bellany Arindy Fernando : Yaudah lo abisin dulu aja sih batagor lo dulu. Entar kalo udah langsung ke kelas aja.


Bianca Riona Arayalsa : Sip!


Setelah membaca pesan terakhir dari Salsa. Arin kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku roknya.


Tak lama berselang, CYRAL, minus Arin. Memasuki kelas dengan wajah yang ingin menerkam mangsanya.


"Nih bocah batu sih! Udah gue bujuk tadi biar maagnya ga kambuh batu banget!!" omel Ceysta yang baru masuk dan langsung duduk disebelah Arin.


"Huss! Maag lo kambuh lagi? Nih obatnya gue bawain," ucap Salsa langsung menyodorkan obat maag kepada Arin.


Salsa, cewek itu memang yang paling konyol dan bersikap bawel. Tapi walaupun begitu dia bisa berubah jadi serius, dingin, dan khawatiran saat sudah menangani teman-temannya yang sakit di UKS, dingin karena ada yang mengganggunya atau teman-temannya dan khawatir bila di antara sahabatnya ada yang menghilang atau jatuh sakit.


"Lo sih! Bikin orang khawatir teruus!!"


"Yaudah maaf ya."


"Tetep aja bakal diulang," lanjut Liora


"duain deh." balas Yasmine.


Arin sangat bersyukur karena Tuhan telah memberi sahabat yang begitu peduli dan sangat menyayanginya. Apalagi mereka selalu ada saat dia di dalam duka maupun suka.


"Iya ga bakal gue ulangin lagi kok."


"Kalo entar lo ulangin lagi?" tanya Liora


"Ya entar gue minta maaf lagi."


Ucapan Arin berhasil membuat sahabat-sahabatnya menepuk jidatnya karena tak habis pikir dengan sikap sahabat satunya ini.


"By the way, thanks ya."


"Alah lo, Rin! Kayak sama siapa aja," tegur Yasmine yang diberi persetujuan oleh semuanya.


Ya Tuhan.. Terima kasih telah memberi sahabat-sahabat seperti mereka untuk ku. Menghilangkan rasa takut dan kesepian ku. Menghilangkan gundah dan lara dalam hati ku. Terima kasih telah memberi wujud nyata, kalau masih banyak orang baik dan sayang terhadap ku. Tuhan.. Aku mohon kepada mu.. Aku tidak ingin berpisah dari mereka.. Aku sangat menyayanginya Tuhan. Tuhan.. Tolong jangan membuat mereka bersedih, hapus kesedihannya karena aku paling tidak suka melihat mereka bersedih. Jaga mereka terus dalam genggaman mu, Tuhan. Karena aku tidak tahu.. Kapan kau mengambil nyawa ku dan tidak bisa melihat mereka menghiasi tawa dipipi mereka. Jangan biarkan mereka menangis.. Karena itu membuat ku sakit.. Sekali lagi.. Terima kasih banyak, Tuhan.


🍁


Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!


Wih udah baikan, kira-kira kelanjutan part ini gimana ya? Jadi penasaran..


Makanya jangan lupa follow aku, comment, like dan ikutin terus setiap partnya!


Jangan lupa follow instagram aku


@andinildrr


Jangan lupa follow akun personal untuk mendapat notifikasi tentang cerita-cerita aku di:


@storyof.ldrr_


Suka quotes-quotes gitu? kata-kata galau? motivasi? mampir atuh ke akun:


@naoumyquotes


Mau kepoin tentang CYRAL? Dan nanya-nanya tentang mereka? Jangan lupa follow!! :


@arindybf_


@cystanindy_


@yasminefndi_


@lioratasyarf


@biancasalsa


Kalian juga mau kepoin tentang THE KALBU? Tenang, follow aja nih akun mereka!! :


@arielananta_


@kevanap19


@aliefnevandra


@indraaye


@leonzaa_


Sampai berjumpa di part 16 semuanya! Sampai Jumpaa!!