ANANTARINDY

ANANTARINDY
Berita apaan? (part 26)



Kadang yang baik-baik saja belum tentu terlihat baik-baik saja.


— Bianca Riona Arayalsa


🍁


Sekarang dikelas XI IPA 4 sedang amat sangat tegang sekali. Pasalnya sekarang kelas itu sedang dilanda ulangan mendadak oleh seorang guru Fisika baru bernama Pak Gali.


Ya, Pak Gali adalah guru baru yang menggantikan Bu Hera karena dia sudah pensiun beberapa hari yang lalu. Dan ya, pasti dengan adanya ulangan mendadak ini membuat dia mendapatkan cap dari murid baru yang dia ajarkan seperti : "FIX. NIH GURU GA BOLEH DATENG KE KELAS GUE LAGI."


"Oke anak-anak waktu kalian tinggal lima belas menit lagi. Ayo yang udah selesai silahkan taruh dimeja ini," ucap Pak Gali seraya mengetuk-ngetuk mejanya, bosan.


"Ya Allah, Pak!! SABAR ATUH, AH ELAAH."


"Bentar pak, bentarr!!!"


"Buset dah soalnya sih emang cuma sepuluh biji doang tapi susah semua *****,"


"YA BUSET INI DAH, NOMER SATUNYA AJA SUSAH BINGIT"


"Woi nomer sembilan apaan!!"


"Kaga tau! Capcipcup ae udeh!!"


"Bacot! Diem ke lo!"


"Lo juga diem sekuteng!"


"Ye, cott!"


Dan masih banyak lagi celotehan yang dikeluarkan oleh murid-murid XI IPA 4. Dan tentunya jangan lupa kata-kata umpatan mereka di dalam hati. (Umpatan \= seperti mengata-ngatai/memarahi orang itu secara langsung ataupun tidak langsung).


Kringggg!!!!


Bel istirahat telah berbunyi. Diharap kepada seluruh murid untuk tidak buang sampah sembarang.


"Oke semuanya bapak ke ruang guru ya! Selamat istirahat! Dan berdoa supaya nilai kalian diatas rata-rata!!" ucap Pak Gali lalu beranjak ke menuju ruang guru.


The KALBU langsung berjalan menuju tempat teramai yang dihuni oleh warga sekolah, yaitu kantin. Dan tentunya dengan tampang frustasi mereka yang belum move on dari sepuluh soal buatan Pak Gali tadi.


"Buset! Muka lo semua kenapa pada asem kayak keteknya sih Willy dah?!" ucap Viko, kaget melihat wajah-wajah anak-anak The KALBU yang baru memasuki area kantin tersebut dengan wajah : Gue.capek.banget.woy.


Willy adalah anak gemuk yang sering menggoda cewek-cewek yang lewat didepannya. Dia adalah anak kelas XI IPS 6. Satu tingkat dibawahnya. Willy adalah anak cowok terbau keteknya yang pernah Viko temui.


"Bacot lo, Bang!" ucap Kevan, Leon dan Alief serempak membuat mereka yang menempati meja itu tertawa. Bukan karena perkataan mereka, tapi karena melihat wajah mereka yang—kocak!


"***** kompakan gitu, wkwkwk," ucap Agatha masih dengan tawa yang mereda.


Kevan, Leon dan Alief hanya memutar bola mata mereka, kesal. Lagi kesal-kesalnya seperti ini bisa-bisanya di ketawain.


"Emangnya lo pada abis ngapain aja dah?" tanya Angkasa sembari mengunyah kentang gorengnya.


"Alah paling-paling juga baru ulangan mendadak dari guru baru, wkwkwk. Yoi ga, Cey?" ucap Yasmine yang langsung bertos ria dengan Ceysta.


"Lah kok lo berdua tau?" ucap Ariel yang baru datang dengan nampan berisi makanan dia dan The KALBU, teman satu genknya dan sahabatnya.


"Yaiyalah tau. Orang tadi dia nganterin kertas Ulangan kita ke ruang guru," balas Indra yang membawa nampan seperti Ariel. Bedanya dia membawa minuman.


"Lah kok lo tau, Ndra?" tanya Ceysta bingung.


"Ya taulah, orang pas lo berdua nganterin tuh lembaran gue jalan balik ke kelas abis dari toilet," ucap Indra lalu menyeruput minuman berwarna orange itu.


"Oalah," jawab Ceysta dan Yasmine barengan.


"Eh iya kalian pada tahu enggak? Ada berita loh," ucap Shasha yang habis menyeruput minumannya. Seger bener mulai gosipnya.


"Tau apaan kak?" tanya Arin seraya menusuk bakso yang ada dimangkuknya. Lalu memasukan makanan bulat itu ke dalam mulutnya.


"Di mading itu loh. Tadi gue cuma liat sekilas doang. Itu bakal ada camping atau gimana sih?" tanya Shasha yang bingung.


"Oh itu. Iya itu bakal ada camping khusus anak XI, Kak. Ekhem," jawab Liora seraya berdeham seperti ada yang mengganjal ditenggorokannya.


"EH SERIUSAN?! KAPAN?! DIMANA?! TERUS HA-mpphhh," ucap Ceysta seraya berteriak membuat semua yang berada dikantin melihat kearah meja mereka. Yang langsung dibekap oleh Vierra yang berada disebelahnya.


"Buset de! Lo ngomong toanya kaga usah dikeluarin ngapa," ucap Vierra seraya menarik tangannya kembali lalu menggosokan tangan yang tadi membekap mulut Ceysta itu dibaju milik Ceysta yang membuat si empunya melotot, tidak terima.


"Seminggu lagi, dipuncak bogor pokoknya. Tapi masih dirundingin lagi sama anak-anak OSIS," balas Leon menjawab pertanyaan Ceysta.


"Yah kaga seru banget anak kelas XII kaga boleh ikut," ucap Bryan yang membuat Viko menoyor kepalanya, ini sahabatnya bego banget. Udah mau Ujian Nasional malah mikirin camping.


"Weh *****?! Pala gue kenapa lo toyor! Sakit nih, dasar monyong!" ucap Bryan yang mendelik kearah Viko yang dibalas pelototan oleh Viko sendiri.


"Lo mah kebiasaan! Gue tadi mau ngomong kayak lo juga padahal," ucap Viko yang membuat Bryan mengelus dadanya, tabah.


Author note : ****, gue kira dia noyor gegara sahabatnya lupa dikit lagi mau Ujian Nasional gataunya dia mau ngomong kek gitu doang.


"Punya sohib gini banget sih gue," ucap Bryan dengan mengelus-elus dadanya.


"Eta terangkanlah, dung tak dung. Dung tak dung. Eta terangkanlah, dung tak dung," ucap Anggara seraya menggetok-getok meja dengan sendok dan garpu yang tadi ia pakai.


"Minta ditampol," ucap Angkasa menunjukan bogemnya kepada Anggara yang langsung membuatnya kicep.


Jangan rindu berat! Makanya cepet angkat telepon ini!!!


Suara dering itu membuat semuanya menoleh kearah Liora membuat semuanya langsung merogoh handphonenya yang berada di saku rok.


"Ekhem, Halo," ucap Liora mengawali topik.


"Masih inget aku enggak?" ucap seseorang yang berada diseberang sana.


"Hah? Inget lo? Gue aja kaga kenal lo! Nomer lo aja disini unknow number," balas Liora


"Yaudah kalo kayak gitu kenalan dong," ucap seorang disebrang sana.


Author note : Najis genit banget ngegodain anak cewek gue! Liatin kalo ketemu gue di jalan! Ga bakal gue apa-apain!


"Sok iye banget sih lo!" ucap Liora lalu mematikan sambungan telepon dengan orang itu.


"Siapa, de?" tanya Vierra melihat raut kesal Liora. Yamg bertambah dua kali lipat ketebalan muka judesnya. Karena alisnya saling bertautan.


Dering itu berbunyi lagi membuat Liora meliriknya sekilas.


Satu kali..


Dua kali..


Tiga kali..


Empat kali..


Lima kali..


"Sini gue yang angkat," ucap Indra membuat Liora menyerahkan ponselnya kepada cowok itu. Membuat Indra langsung dengan sigap menggesernya ke warna hijau.


"Lo siapa?!" ucap Indra membuka obrolan yang sudah terlihat tidak santai itu. Langsung barbar tanpa babibu lagi.


"Loh ini siapa?" tanya orang disebrang sana.


"GUE PACARNYA YANG PUNYA NOMER INI! JANGAN GANGGU DIA LAGI ATAU LO GUE SAMPERIN SEKARANG JUGA!" ucap Indra penuh penekanan disetiap kalimatnya lalu mematikan sambungan telepon itu.


Indra lalu mengotak atik sedikit benda pipih milik Liora. Setelah melancarakan aksi untuk memblacklist orang tersebut, benda pipih tersebut ia berikan lagi kepada Liora.


"Nih. Nomer tuh orang udah gue blokir di whatsapp sama udah gue blacklist biar dia ga ganggu lo lagi," ucap Indra seraya memberi handphone kepada empunya.


"Thank you," ucap Liora kikuk.


"Hm," balas Indra.


"Cieee!!!" ucap semuanya serempak membuat dua manusia yang tadi berkomunikasi itu mengernyit, bingung.


"Kenapa?" jawab keduanya bersama lalu seraya melotot karena bersamaan.


"Ada apa?" ucapnya bersama lagi dan saling adu tatap.


"Sialan," jawab mereka berdua berbarengan membuat mereka yang menghuni meja itu tertawa.


"Caelah barengan mulu ngomongnya," ucap Anggara menggoda dua manusia itu yang saling membuang muka.


"Jodoh itu mah," ucap Angkasa membuat Liora dan Indra menoleh sesama.


"Idih ogah! Amit-amit!" ucapnya berbarengan membuat mereka semua tertawa kembali.


"Apaan? Aamiin, aamiin?" ucap Salsa seraya menarik dagu Liora membuat si empunya dagu melotot.


"Udah lo berdua emang jodoh," ucap Viko seraya menyeruput habis minumannya.


Liora dan Indra hanya mendengus mendengakan penuturan mereka semua. Menyebalkan.


🍁


Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!


Wiih kira-kira kelanjutan cerita ini apa ya? Aduh jadi penasaran banget dehhh!! Ga sabar nunggu kelanjutannya.


Makanya jangan lupa follow aku, comment, like dan ikutin terus setiap partnya!


Btw, coba dong comment kalian ini antusias banget ga sih sama Kisah Ariel dan Arin ini.. Kalo iyaaaa, coba dong commentnyaaaa!!🌴


Jangan lupa follow instagram aku :


@andinildrr


Jangan lupa follow akun khusus story aku untuk mendapat notifikasi tentang informasi cerita-cerita aku dan keseruan lainnya di akun :


@storyof.ldrr


Suka quotes-quotes gitu? Yang galau-galau? Atau motivasi? Atau kamu yang lagi broken heart? Yaudah mampir atuh ke akun :


@naoumyquotes


Mau cari barang-barang kpop? baju? dan lain-lain? Tapi gatau harga yang murah dimana? Tenang, nih aku punya referensi akun jualan terbaik :


@travies0.olshop


Suka sama pemandangan? Tempat-tempat yang bikin seger mata? Dan sesuatu yang berbau aesthetic gitu? Yaudah skuylah cek aja ke akun :


@jaelaestetico


Mau kepoin tentang CYRAL? Dan nanya-nanya tentang mereka? Jangan lupa follow!! :


@arindybf_


@cystanindy_


@yasminefndi_


@lioratasyarf


@biancasalsa


Kalian juga mau kepoin tentang THE KALBU? Tenang, follow aja nih akun mereka!! :


@arielananta_


@kevanap19


@aliefnevandra


@indraaye


@leonzaa_


Sampai berjumpa di part 27 semuanya! Sampai Jumpa lagi!🐝 Jangan lupa untuk baca, 'Danger Girls!' OKEE!!


Te amo for you, All😘💖.


(Aku mencintaimu untuk kami, semua😘💖).