ANANTARINDY

ANANTARINDY
Take My hand’s (now) (part 27)



Kamu harus tahu rasanya menyayangi tanpa bisa memiliki itu seperti apa.


—Tirsha Cintahiya


🍁


Beberapa mobil sport berwarna orange, kuning dan putih terparkir rapih di parkiran SMA Angkasa. Beberapa menit setelah memarkirkan mobil itu keluarlah beberapa sosok lelaki most wanted yang selalu menjadi incaran para kaum hawa di SMA Angkasa.


“Idih najes, pamer banget,” ucap Yasmine seraya melipat kedua tangannya di depan dada membuat sahabatnya menggeleng keheranan.


“Ke sekolah aja pake mobil sport segala! Mentang-mentang baru tuh,” lanjutnya lagi seraya melirik mobil sport berwarna putih menampilkan sosok kedua abangnya.


“Itu lagi cewek-cewek pada gatel banget, idih!” ucap Arin ikut menimpali yang membuat ke-empat sahabatnya mengangguk setuju.


Author note : Iti ligi ciwik-ciwik pidi gitil bingit, idih. Dasar Neng Arin, giliran di depan Abang Ariel aja sok-sok kalem


“Kyaaaakk!!! Gila Ariel badai banget *****!”


“Kevan juga woi itu rambutnya!!”


“Wagelasehhh!”


“Jadi pengen ajak foto deh!!”


“Gila coooyy, Bang Angkasa!! Ckckck,”


“Bang Angga jambulnya bikin gue meleleh!”


“Mantull!!!”


Dan masih banyak lagi jeritan-jeritan histeris para fangirlnya The KALBU dan most wanted kelas XII itu. Membuat CYRAL yang memperhatika mereka dari lantai atas kesal.


“TB banget, cih,” ucap Liora sembari tersenyum miring. Melihat ke arah satu sosok yang akhir-akhir ini bisa dikatakan cukup dekat dengannya itu.


“TB apaan dah?” tanya Salsa yang dibales males oleh Liora. Membuat Salsa semakin mengernyit bingung karena ulah sahabatnya itu.


Dengan malas Liora menjawab,“Tebar Pesona." Yang hanya diberi anggukan oleh Salsa.


“Liat aja entar Kevan gue jewer sampe kupingnya merah!” ucap Ceysta sembari mengepal tangannya erat. Membuat sahabatnya terkekeh melihat tingkahnya.


“Kalian udah pada ngerjain tugasnya Bu Hilmi belum? Yang nomer satu sampai sepuluh yang esay semua itu?” pertanyaan dan pernyataan dari Salsa membuat sahabatnya menoleh bingung kearahnya.


“Tugas IPS yang mana?” tanya Yasmine seraya mengernyitkan dahinya. Seingatnya tidak ada tugas IPS yang diberikan oleh guru tersebut.


“Yang halaman 216 lho, yang esay nomer 1-10 itu,” jawab Salsa membuat sahabatnya berpikir dan saling pandang lalu melebarkan kelopak matanya.


“Oh iya! Lupa!” ucap keempat sahabatnya membuat mereka melihat kearah Salsa.


“Apa-apaan nih?!” ucap Salsa mencium bau-bau tidak enak.


“Sal, pinjem!!!!” ucap ke-empat sahabatnya membuat Salsa mendengus dan berjalan masuk kedalam kelas XI IPA 2.


Salsa yang melihat itu hanya bisa mengusap-usap dadanya sabar, "Untung aja Salsa yang cantik ini ngingetin coba deh kalo engga, pasti mereka kena omel, wkwkwk."


🍁


“Oke anak-anak tugasnya dilanjutin di rumah masing-masing aja ya, Ibu pergi ke ruang guru lagi. Selamat belajar dirumah!” ucap Bu Hilmi.


Kelas XI IPA sudah berakhir dua menit yang lalu. Dan semua murid-murid SMA Angkasa langsung berhamburan keluar kelasnya.


“Halo neng cantik,” ucap Ariel seraya menoel dagu Arin membuat Arin menatapnya, kaget.


“Apasih kamu!” ucap Arin sembari cemberut.


“Pulang bareng yuukk!!” ajakan Ariel langsung diberi anggukan oleh Arin.


Arielpun langsung menggenggam tangan Arin menuju parkiran tanpa mempedulikan sahabat-sahabatnya yang jomlo melihat mereka iri.


(Penulisan kata dan pengucapakan kata yang benar untuk jomblo adalah 'jomlo' jangan di tambahin 'b' ya!)


“Yang udah pacaran mah emang beda, ya?” ucap Leon sembari memakai hoddienya. Seraya memperhatikan Salsa yang melihatinya tanpa kedip.


“Yang jomlo bisa apa coba? wkwkwk,” ucap Indra seraya merogoh saku celananya, mengambil kunci motornya. Sebenarnya dia bisa saja memakai mobil bersama abangnya, tapi karena abangnya ada PM sampai sore dia lebih memilih membawa motornya saja.


(PM : bukan Pasar Malam! tapi PM adalah singatan dari Pendalaman Materi. Pendalaman Materi ini biasanya selalu di lakukan ketika kita kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA)


“Ndra..,” panggil Liora membuat Indra menaiki satu alisnya. Sembari mengernyitkan alisnya, di bertanya, "kenapa?"


“Boleh minta anterin ke toko buku enggak?” lanjut Liora membuat Indra mengangguk setuju, berhubung dirinya juga membawa helm dua.


“Eh, wait!” pekik Ceysta membuat Kevan yang berada disebelahnya menutup kuping—dan tentunya yang berada di sekitar Ceysta teriak juga.


“Aduh, Cey. Bisa engga sih kamu engga teriak-teriak begitu terus? Lama-lama aku jadi periksa ke THT nih,” ucap Kevan yang dibalas cengiran tak berdosa dari Ceysta.


“OMG! SEJAK KAPAN KALIAN ITU JADI DEKET NIH YA?! MONMAAP KEMARIN ITU LO KAN MASIH CUEK-CUEK NIH YA NONA LIORA DAN TUAN INDRA ANAKNYA OM TIRTHAYA!” ucap Ceysta membuat semua sahabatnya menggelang.


“Rin, itu sahabat kamu?” ucap Ariel pelan.


“Bukan, aku juga engga tahu itu siapa! Malu-maluin banget asli deh,” balas Arin tak kalah pelan.


Author note : Dasar sahabat lucnut. ☺


“KAGA TAU!” balas Liora singkat. “Udah, Ndra langsung cabut aja kaga usah peduliin si kaleng rombeng ini,” lanjutnya membuat Ceysta melotot, garang.


“Gue sama Arin juga duluan ya! Assalamualaikum,” ucap Ariel langsung menancapkan gas nya menuju pintu gerbang SMA Angkasa.


“TERUS MEREKA KAPAN BISA DEKETNYA DONG, Yang?” tanya Ceysta kepada Kevan membuat cowok itu menghela napasnya.


“Engga tau, Neng Ceysta yang cantik.. Udah yuk pulang entar abang beliin es krim deh,” ucap Kevan membuat Ceysta langsung sumringah.


Ceysta dengan gembira naik ke di jok sembari berseru "Es krim! Es Krim! Es Krim!"


“WOI VAN! GUE BERDUA DULUAN YA!” ucap Leon bersama Alief. Ya, Alief menumpang mobilnya Leon.


“Oke Bro!”


🍃


Sekarang sepasang kekasih itu masih setia diatas motor sport berwarna kuning yang masih menembus kawasan Bandung.


“Rin mau ke taman deket danau dulu engga? Sambil makan es krim gitu?” ajakan Ariel langsung disetujui oleh Arin.


“Mauu.. Eh kamu bawa gitar gini emang ga ribet?” tanya Arin masih memeluk Ariel dari belakang.


“Ga kok hehehe,” balasnya.


“Iyalah ga ribet, orang yang bawa aku!” kata Arin seraya cemberut dibalik helm yang dipakainya.


“Ya abis entar kalo aku yang bawa kamu engga bisa peluk aku kayak gini lagi.. Mau?” ucap Ariel yang langsung diberi gelengan oleh Arin.


DASAR BUCIN! (Maap guys kejomloan ku meronta-ronta :v)


“Yaudah yuk turun, udah sampe juga masa masih mau nangkring terus disini?” kata Ariel membuat Arin langsung turun dengan muka merona, malu.


“Nananaaannaanaaa,” ucap mereka berdua bersenandung bersama


“Abang guannteeengg!!!” panggil itu langsung membuat lubang dike-dua pipi Ariel muncul.


“Iya Neng Arin yang caemm?” balas Ariel membuat Arin cemberut, kesal. Membuat Ariel tertawa dan mengusap rambut Arin, sayang.


“Beli es krimnya nanti aja yaa!! Kamu beli air aja gih!!! Kita nanti nyanyi-nyanyi duluu, okeyyy?!!” ajakan Arin langsung diberi anggukan oleh Ariel.


Tidak ada salahnya juga kan bermain gitar sembari bernyanyi satu atau dua lagu? Ditepi danau seperti ini? Hahaha.


“Yaudah sini gitarnya, kamu ke bangku yang disitu dulu sana. Nanti aku susul!! Aku mau beli air dulu disini,” Arin langsung mengacir ketempat yang ditunjuk Ariel.


🍁


Ariel menghampiri bapak-bapak yang berjualan minuman dan snack. Ariel lalu mengambil empat botol minuman. Dua air putih, minuman semacam teh dan dua bungkus snack.


“Berapa, Pak?” ucap Ariel kepada sih penjual. Bapak itu langsung menghitung jumlah belanjaan Ariel.


“Semuanya dua puluh ribu, den,” kata sih bapak itu dengan logat agak jawa.


Ariel langsung mengeluarkan uang lima puluh ribu dari dompetnya dan memberinya kepada sih bapak tadi.


“Ini den belanjaanya. Bentar ya bapak ambil dulu kembaliannya,” ucap sih bapak namun ditahan oleh suara Ariel.


“Gausah pak, kembaliannya ambil aja,” ucap Ariel seraya menunjukkan lubang dikedua pipinya.


“Matur nuwun, den, semoga langgeng sama neng geulis yang tadi,” ucap sih Bapak tadi yang dibales senyuman yang amat sangat manis dari Ariel.


Baru nih yang kaya gini, like nihh, batin Ariel lalu berjalan kearah Arin yang sedang menatap danau didepannya.


🍁


Ariel berjalan menuju Arin seraya menyingsirkan rambutnya menuju belakang. Ala-ala kalo cowo abis olahraga gitu deh.


“Nih minum, bengong aja,” ucap Ariel seraya menempelkan salah satu minuman yang tadi dia beli di pipi Arin.


“Dingin euyy,” balas Arin seraya menggedik bahunya seperti orang merinding.


“Hehehe, maaf ya.. Emang lagi mikiran apa sih kamu?” pertanyaan Ariel langsung diberi celengan oleh Arin.


“Riel, mau nyanyi lagunya Hivi yang siapkah kau tuk jatuh cinta, ga?” ajakan Arin langsung membuat Ariel membuka sarung tas gitarnya.


“Ayo aja, aku hafal gripnya juga,”


Ariel mulai memetik senar gitarnya dengan nada lagu yang akan mereka bawakan. Dan Arin sedang mengoyongkan kepalanya menikmati irama yang dibawakan Ariel.


*Matamu melemahkanku


Saat pertama kali kulihatmu


Dan jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Matamu melemahkanku


Saat Pertama kali kulihatmu


Dan Jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Oh, mungkin inikah cinta


Pandangan yang pertama


Karena apa yang kurasa, ini tak biasa


Jika benar ini cinta


Mulai dari mana?


Oh, dari mana*?


Suara Ariel yang merdu berpadu dengan petikan gitarnya yang seirama menambah kesan romantis suasana diantara mereka berdua. Sembari melihat mata Arin dia melanjutkan.


*Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Matamu melemahkanku


Saat pertama kali kulihatmu


Dan jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Oh, mungkin inikah cinta


Pandangan yang pertama


Karena apa yang kurasa, ini tak biasa


Jika benar ini cinta


Mulai dari mana?


Oh, dari mana?


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Jatuh terus, jatuh ke hati


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Dari mata


Kau buatku jatuh


Jatuh terus


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Jatuh terus, jatuh ke hati


Jatuh ke hati


Dari matamu, matamu


Kumulai jatuh cinta


Kumelihat, melihat


Ada bayangnya


Dari mata


Kau buatku jatuh


Jatuh terus


Dari mata


Kau buatku jatuh


Jatuh ke hati*


Bait itu menjadi nyanyian terakhir bagi mereka. Dengan petikan diakhirnya. Memmbuat Arin yang tadi terpukau bertepuk tangan membuat Ariel menampilkan lesung di kedua pipinya.


“Udah ya, capek euyy, haus juga,” ucap Ariel seraya mengodekan memegang tenggorokannya, minta minum.


“Ngodenya bisa aja mas,” Arin langsung mengambil minuman dari kantung plastik yang berada disebelahnya dan membukanya.


“Peka banget asli deh,” ucap Ariel yang dibalas gumaman dan tatapan, Emang. Gue. Orangnya. Pekaan. Emangnya. Lo.


“Biasa aja kaliii,” Ariel langsung mengusapkan tangannya dimuka Arin membuatnya mendapatkan tatapan sinis yang membuatnya meringis.


Karena kesal Arin membuka snack yang tadi dibeli Ariel. Yang ternyata susah. Ketika Ariel ingin membukanya dengan gigi, Ariel langsung menahannya.


“Minta tolong atuh,” ucap Ariel yang masih membuat Arin cemberut.


“Yaudah iya, maap elah Neng Arin yang geulis kayak bidadari,” Rayuan maut Ariel langsung membuat Arin blushing.


“Nih,” Arin menerima sodoran Ariel dengan malu-malu yang masih tercetak jelas rona di pipinya.


Mereka menikmati hari itu hingga senja menyambut mereka berdua yang berada dipinggir danau itu.


🍁


Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!


Wiih kira-kira kelanjutan cerita ini apa ya? Aduh jadi penasaran banget dehhh!! Ga sabar nunggu kelanjutannya.


Makanya jangan lupa follow aku, comment, like dan ikutin terus setiap partnya!


Btw, coba dong comment kalian ini antusias banget ga sih sama Kisah Ariel dan Arin ini.. Kalo iyaaaa, coba dong commentnyaaaa!!🌴


Jangan lupa follow instagram aku :


@andinildrr


Jangan lupa follow akun khusus story aku untuk mendapat notifikasi tentang informasi cerita-cerita aku dan keseruan lainnya di akun :


@storyof.ldrr


Suka quotes-quotes gitu? Yang galau-galau? Atau motivasi? Atau kamu yang lagi broken heart? Yaudah mampir atuh ke akun :


@naoumyquotes


Mau cari barang-barang kpop? baju? dan lain-lain? Tapi gatau harga yang murah dimana? Tenang, nih aku punya referensi akun jualan terbaik :


@travies0.olshop


Suka sama pemandangan? Tempat-tempat yang bikin seger mata? Dan sesuatu yang berbau aesthetic gitu? Yaudah skuylah cek aja ke akun :


@jaelaestetico


Mau kepoin tentang CYRAL? Dan nanya-nanya tentang mereka? Jangan lupa follow!! :


@arindybf_


@cystanindy_


@yasminefndi_


@lioratasyarf


@biancasalsa


Kalian juga mau kepoin tentang THE KALBU? Tenang, follow aja nih akun mereka!! :


@arielananta_


@kevanap19


@aliefnevandra


@indraaye


@leonzaa_


Sampai berjumpa di part 28 semuanya! Sampai Jumpa lagi!🐝 Jangan lupa untuk baca, 'Danger Girls!' OKEE!!


**Te amo for you, All😘💖.


(Aku mencintaimu untuk kamu, semua😘💖).


Bonus pict :


(Ariel dan Arin)💖



(Kevan dan Ceysta)💖



(Ekspresi kamu yang nunggu updatean ANANTARINDY)🤣



**