
“Ga ada kesempatan kedua! Untuk apa kesempatan itu? Jika sudah diberi akan mengulangi kejadian yang sama? Ga berguna.”
🍁
Indra menepuk tangannya girang layaknya anak kecil yang baru dibelikan mainan baru. "Widiih udah dapet jalur ijo aja lo Ril dari mpoknya, wkwk," ucapnya kepada ku.
"Lah iya cepet bener," sambung Leon.
"Eh iya kalian juga tahu engga?" Ucap Vierra.
"Ga tahu. Lah lo aja belum ngasih tahu kita-kita," ucap Viko sembari memasang muka masam.
"Ya lo! gue belom selesai ngomong udah kena potong aje!" balas Vierra tak kalah sewot sembari memutar bola matanya juga.
"Yaudah sih lo berdua berantem mulu. Udah dah mending lo lanjutin lo tadi mau ngomong apa, Ver," ucap Rendy malas dengan kedua sohibnya itu.
"Oke dah. Itu lho Si Ariel!" lanjut Vierra, memulai percakapan kembali.
"Gue lupa pas kapan ini kejadian. Tapi, Si Ariel ngechat gue bilang 'Kak Vera boleh bagi idLine Arin engga?' Ya karena gue ini baik dan dermawan ya jadi gue bagi aja," Lanjut Vera membuat Ariel langsung malu.
"Woy Kak Vera udah dong malu ini gue," ucap Ariel sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
CYRAL pun masuk ke area Kantin.
"Woi de! Kesini! Makan bareng!" Ucap Kak Tirsha pada CYRAL sembari menepuk-nepuk bangku yang masih kosong dan pas untuk CYRAL
"Eh iya Kak bentar! mau mesen makanan dulu nih kita-kiat," Ucap Liora membalas tawaran kakak kelasnya itu.
Setelah selesai memesan makanan CYRAL pun berjalan menuju mejanya Tirsha dan teman-temannya. Di sana terlihat The KALBU juga menyantap makanan milik mereka.
"Ganggu ga nih?" ucap Salsa sembari nyengir.
"Elah bacot bener dah lo! cepetan duduk kek," ucap Ceysta sembari mendorong Salsa, alhasil dirinya jatuh ke dalam pelukan Leon.
"Bangke lo ta! Untunh gue udah naro makanan gue di meja! coba kalo engga apa kagak buyar nih makanan!" ucapnya sembari bangkit berdiri dengan muka masamnya.
“Gue bingung sekarang, kenapa ya Arin bisa betah banget temenan sama manusia kayak Ceysta dan Salsa?” bisik Indra kepada Alief.
“Makanya gue juga heran bro,” balasnya sembari berbisik juga.
"******," Itulah yang keluar dari mulut Ceysta yang dibalas high five oleh Liora. Memang komplotan mereka berdua jika urusannya sudah mengerjai Salsa.
"Gue duduk dimana nih?" ucap Salsa yang malas berdebat oleh sobatnya itu memutuskan untuk bertanya saja.
"Noh duduk di sono, Sal," kata Ceysta ngasal. Benar-benar.
"Di sini aja, di sebelah gue," jawab Leon sembari menepuk bangku kosong disebelah kirinya.
"Ohok ohok, mamang batuk ini," kata Indra sembari pura-pura batuk.
"Aduduh gile-gile panass bener ye disini," kata Alief mengikuti Indra sembari mengipas-ngipasi mukanya dengan jarinya.
"Bacot diihhh," Kata Salsa langsung duduk di sebelah Leon dengan bibir yang dia kerucutkan.
"Rin sini duduk sebelah gue!" Ucap Agatha pada Arin.
"Ehh iya kak," balas Arin datar.
Arin pun duduk disebelah Kak Agatha yang seberangnya ada Ariel. Dan mereka sempat saling tatap-tapan satu sama lain.
"Ohok-ohok, batuk nih gue. Ya-ya ambilin gue air ngapa," ucap Yasmine pada Liora.
"Hacuuh, tisu-tisu" Ucap Salsa sembari memegangi hidungnya pura-pura bersin padahal dia hanya menggoda sahabatnya itu.
"BERISIK BANGET DAH!" kata Angkasa, galak yang membuat Yasmine dan Salsa terdiam.
"Elah abang lo yang ini galak bener si mine," bisik Salsa kepada Yasmine yang masih mampu di denger oleh Angkasa.
"Ember, gue aja kena omel terus sama dia. Emang dia mah kayak nenek-nenek. Kerjaannya marah-marah mulu," ucap Yasmine bergosip pada Salsa. Tipe-tipe adik durhaka.
"Lo berdua ngomongin gue?!" ucap Angkasa.
Anggara pun menggeleng, "udah sini-sini lo marah-marah mulu kayak kucing lagi PMS," kata Anggara pada kembarannya itu.
"Ekhem-ekhem," seseorang berdeham yang membuat semua orang menoleh padanya
"Boleh ikut gabung ga?" katanya.
"bol—," ucap Bang Rendy terpotong
"Ga! Gaada tempat buat lo!" ucap Salsa galak.
"Ember," ucap Liora yang memberi high five pada Salsa, tumben dua manusia ini akur.
"Cari tempat lain gih! Gaada tempat buat pecundang kayak lo," ucap Arin sembari menyuapkan bakso ke mulutnya tanpa menoleh ke Alvaro.
"Mending lo cabut dah," ucap Kevan yang hendak berdiri namun ditahan oleh Leon. Oke perdebatan ini semakin seru bung!
"Sabar cuy," ucap Indra pada Kevan, sembari mengusap dada cowo itu. Mencari kesempatan dalam kesempitan nih orang.
"Ta.. Masa gue gaboleh?" Kata Alvaro.
"Gaboleh apa?" balas Kak Tirsha kepada cowok yang bernama Alvaro itu.
"Gaboleh duduk disini?" tanyanya lagi.
Tirsha pun bangun dari duduknya, "Mau lo apa?! Mau nyakitin Ceysta lagi?! Ga puas lo dulu?!" ucapnya sembari tersenyum kecut.
"Kalo dia ngizinin kenapa engga sih kak? Gue juga mau perbaiki hubungan gue sama dia kali," kata Alvaro.
"Memperbaiki hubungan yang seperti apa?! Pacaran lagi? Ya gila aja," sambungnya
"Kalo bisa gue mau kok pacaran sama dia lagi," kata Alvaro tidak ada nada bersalah disuaranya. Ini cowok apa banci sih? ga mikir.
"Eh bujuk buneng nih manusia dikasih ati minta kepala," kata Salsa sembari menggelengkan kepalanya.
"Sorry, tapi gabakal ada kesempatan kedua. Gue udah suka sama orang lain," ucapnya sembari melirik Kevan yang tidak disadari oleh orang itu.
"Percuma ro. Gue ngasih kesempatan kedua buat lo tapi lo tetep ngulangin itu lagi. **** aja gue dulu mau pacaran sama playboy kayak lo," ucap Ceysta sembari tersenyum kecut.
"Yaudah kalo itu keputusan lo, tapi kita tetep teman kan?" ucapnya yang diberi anggukan sama Ceysta.
"Dan lo udah engga usah deh negor-negor si Ceysta lagi! Anggap aja lo berdua gapernah saling kenal cuma pada kenal nama aja," ucap Yasmine.
"Udahkan? Pergi gih, cari tempat lain" sambung Liora.
🍁
"Yang tadi itu siapa lo de?" ucap Kak Agatha pada Ceysta
"Mantan dia kak," balas Arin mewakili Ceysta.
"Oh mantan," balas Kak Agatha.
"Lo suka sama siapa Cey?" kata Rendy.
"Suka sama--," ucapnya terpotong.
"Suka sama Kevan tuh," kata Salsa tanpa berdosa yang diberi high five oleh Yasmine. Duo sejoli dalam rekan meledeki Ceysta.
"Eh serius?" tanya Leon.
"Lo kira muka gue lagi nunjukin gue ngelawak gitu?" balas Salsa pada Leon.
"Yaudah si biasa aja," balas Leon kesal sendiri.
"Pas bener ya," Kata Indra ikut nimbrung dalam obrolan itu setelah balik dari warung Bu Meyi setelah membeli minuman.
"Ah lo ndra baru gue mau ngomong begitu," ucap Ariel padanya.
"Lo sih lelet," balasnya kepada Ariel seraya mengibaskan tangannya.
"Emang Kevan suka sama Ceysta? Lah cowo dingin gitu bisa suka sama cewe juga ternyata," kata Arin menyindir Kevan.
"Sadar diri dong boss," balas Kevan rada sinis padanya.
"Eh tapi bener van?" ucap Bang Viko yang diberi anggukan olehnya.
"Ckckck. Kalo udah sama-sama suka langsung takenlah," Kata Bang Rendy
"Bener tuh," ucap Bang Anggara tak kalah membara.
"Entarlah ga pas banget nembak di kantin rame begini. Timenya kurang tepat," balas Kevan
"Yoiii-yoii," balas Indra padanya.
"Terus kalian ada yang tahu engga sih?" ucap Ariel mengompori
"Tahu apaan?" kata yang lain
"Sebelah gue juga lagi naksir nih sama yang disebelahnya Salsa" lanjutnya.
"Sebelah gue? Leon?" kata Salsa polos
"Astagfirullah.. Teman hamba polos sekali Ya Allah," ucap Liora sembari menggeleng, heran.
"Sebelah lo Yasmine ogeb," balas Ceysta
"Alief suka sama Yasmine?" balas Salsa
"Eh kok pas juga ya?" lanjut Salsa
"Dia juga suka sama gue?" kata Alief
"Iya!" jawab CYRAL serempak yang ngebuat Yasmine malu. BANGET!!!Ga ada kesempatan kedua! Untuk
apa kesempatan itu? Jika sudah diberi
akan mengulangi kejadian yang sama? Ga berguna.
🍁
Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!
Wiih kira-kira kelanjutan cerita ini apa ya? Aduh jadi penasaran banget dehhh!! Ga sabar nunggu kelanjutannya.
Jangan lupa follow instagram aku :
@andinildrr
Jangan lupa follow akun khusus story aku untuk mendapat notifikasi tentang informasi cerita-cerita aku dan keseruan lainnya di akun :
@storyof.ldrr
Sampai berjumpa di part 9 semuanya! Sampai Jumpa lagi!🐝 Jangan lupa untuk baca, 'Danger Girls!' OKEE!!
Te amo for you, All😘💖.