ANANTARINDY

ANANTARINDY
Saling Suka² (part 10)



Kadang hidup itu perlu berpegang pada komitmen.


🍁


 


Arin berjalan menuruni anak tangga rumahnya. Ia berjalan menuju ruang makan yang disana sudah ada Vierra dan Fernando, ayahnya.


"Good Morning All!" ucapnya ceria.


"Moring juga Indy, sayang," balas Fernando.


"Pagi juga Neng Indy," kata Vierra.


"Duduklah, sarapan habis itu kamu berangkat bareng kakak kamu," ucap Fernando yang diberi anggukan oleh Arin.


"Oh ya Indy," ucapnya yang membuat Indy mengerutkan kening meminta penjelasan.


"Maaf Indy. Ayah belum menemukan sopir untuk mengantar jemput kamu," lanjutnya.


"Arin mah udah gausah pake sopir, yah. Diakan udah punya tukang ojek langganan pribadi. Ya ga rin?" ucap Vierra sembari menaik turunkan alisnya yang berhasil mendapat tatapan sinis dari adiknya itu.


"Apa benar itu Indy? Ayah dengar dari Pak Satpam kamu beberapa kali diantarkan oleh seseorang pake motor," ucapan Fernando sukses membuat Arin bingung untuk menjawab.


"A-anu yah," jawab Arin terbatas.


"Kenapa?" tanya Fernando mengangkat alisnya.


"I-iya itu benar. Indy beberapa kali ini memang dianterin pakai motor sama teman Indy," ucapnya berusaha tenang padahal gugup setengah mampus.


"Teman ga tuh?" ucap Vierra sembari tersenyum jahil kearahnya.


"Apa kamu kenal dengan temannya itu, Vera?" tanya Fernando yang diberi anggukan oleh Vierra.


"Siapa namanya? Ayah ingin tahu. Arin, kapan-kapan kamu harus bawa dia menemui ayah. Ayah ingin mengucapkan terimakasih kepada dia karena telah mengantar mu," lanjut Fernando.


"Namanya itu Ananta Bariel Wirasetya, yah. Adik sepupunya Agatha, teman sekelas aku. Anaknya sih baik. Anak basket pula, mana ketuanya lagi beehh," ucap Vierra sembari mengacungkan jempolnya kepada ayahnya, Fernando pun terkekeh karena tingkah Vierra. lain halnya dengan Arin.


Kudu naon aing teh?, batin Arin. (Harus gimana nih aku?)


🍁


Arin melenggangkan kakinya kearah kelasnya. Tiba-tiba saja ada seseorang yang mencekal tangannya.


"Eh lo!" ucap cewe yang mencekal tangannya tadi.


"Gue? Ada urusan apa lo sama gue?" ucap Arin sembari menaiki satu alisnya.


"Gausah gatel! Gausah genit! Ariel itu punya gue!" ucapnya agak menaiki volume suaranya.


Untung saja keadaan sekolah belum cukup ramai, jadi Arin masih bisa leluasa adu bacot dengan cewe didepannya ini.


Arin sempat melihat name tag disebelah kanan dada si cewe itu.


Asiska Taufik, ucapnya dalam hati.


"Heh!" ucap Arin sinis.


"Gue? Gatel? Genit sama cowo lo? He to the low! Hellow! Pacar lo itu yang deket gue! Lagian setau gue, Ariel juga ga punya pacar!"ucap Arin sembari melirik dengan pandangan merendahkan kearah Siska.


"Kalo gue emang bukan pacarnya Ariel kenapa? Masalah buat lo?!" Ucapnya


"Jelaslah! Lo kira lo siapanya Ariel? Neneknya? Ibunya? Bukan! Lo itu cuma sebatas temannya doang! Sama kayak gue. Jadi, tolong ya kalo lo punya kaca dirumah itu dipakai dengan baik!" ucap Arin sembari tersenyum sinis kearah Siska dan melenggang pergi.


###skip###


Arinpun mendaratkan bokongnya dan mengusap wajahnya secara gusar. Ceysta yang ada disebelahnya menggeleng melihat tingkah laku sahabatnya itu.


"Lo kenapa? Pagi-pagi udah frustasi gitu," kata Ceysta sembari menopang kepalanya dengan tangan miliknya menghadap ke arah Arin.


"Ta?" Panggil Arin.


"Apaan?" balas Ceysta sembari melirik kearahnya.


"Lo..," kata Arin menggantungkan ucapan.


"Yaelah Rin, ngomong jangan setengah-setengah gitu ngapa. Langsung blak-blakan aja. Lo mau nanya apa?" kata Ceysta sembari meminum air yang ada digenggamannya itu.


"Lo kenal Siska ga?" ucapnya yang langsung membuat Ceysta tersedak.


Ohok-ohok Ceysta batuk.


"Lo kenal dia rin? Gue saranin jangan cari masalah ya sama dia," mohon Ceysta.


"Lho? Emangnya kenapa sama dia?" tanya Arin, bingung.


"Lah lo emang gatau Siska? Dia itu inceran cowo-cowo disekolah Angkasa ini Rin! Nih gue kasih lihat followers ignya," ucap Ceysta sembari mengetik nama pencarian @siska.badaii


"Lah anjir, banyak bener ta pengikutnya," ucap Arin sembari menggelengkan kepala, kaget.


"Dia kalo gasalah juga suka sama Ariel. Kalo gasalah dia itu anak XI IPS 3. Dia beken banget. Katanya juga mantannya itu juga bejibun," Kata Ceysta menerangkan panjang lebar ke Arin.


"Weleh-weleh," kata seseorang dari pintu yang membuat Arin dan Ceysta terpaksa mendongak kearahnya.


"Serius bener. Lagi bahas apa lo berdua sampai tegang kayak gitu?" ucap Salsa kepada kedua sahabatnya itu.


"Ngomongin si Siska," ucap Arin.


“Sssttt,” ucap Salsa berdesis seraya meletakkan jari telunjuknya di bibirnya.


"Eh monyong. Lo udah dua semester lebih sekolah disini tapi gatau dia?" ucap Salsa gemas sendiri dengan sahabatnya yang satu ini.


"Kenapa?" tanya Arin sembari menaiki sebelah alisnya, meminta penjelasan.


Salsa mendekat ke Arin dan Ceysta, "Ngomongin dia jangan keras-keras. Dia beken, banyak juga mata-mata yang kapan aja bisa ngelapor kedia dan ujung-ujungnya lo bakal kena labrak, rin."


Setelah berbicara begitu Salsa pun duduk didepan mereka yang sebelahnya tempat duduk Yasmine.


###skip###


Jam pelajaran dimulai.


Sekarang adalah pelajaran Olahraga. Sekarang hanya ada dua kelas dilapangan basket tersebut. Yaitu kelas XI IPA 2 dan XI IPA 4.


Pak Samsul selaku guru pengajar pelajaran jasmani itu pun mulai melakukan kegiatannya untuk mengajar.


"Selamat pagi anak-anak," ucap Pak Samsul. "Pagi pak!!!" balas dua kelas itu.


"Oke sebelum kita memulai pelajaran ini. Mari kita berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dimulai," Ucap Pak Samsul.


Anak-anak mulai berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.


"Berdoa selesai."


"Oke anak-anak. Sesuai materi yang ada dibuku paket kita akan belajar tentang bola basket. Tapi sebelum kita melakukan pelajaran tentang basket coba kalian lari 10 kali putaran. Yang perempuan terlebih dahaulu seperti biasa,” lanjut Pak Samsul seraya meniup peluitnya yang nyaring itu.


Priitt!!! peluit Pak Samsul mulai terdengar menandakan untuk murid perempuan berlari.


Setelah murid perempuan selesai sekarang lanjut ke murid lelaki.


Setelah semuanya berlari. Pak Samsul tidak lupa untuk menyuruh anak-anak pemanasan terlebih dahulu agar tidak cedera nantinya.


"Oke sudah pada pemanasan. Kalo begitu kalian yang dibarisan depan coba ambil bola basket yang ada disana," kata Pak Samsul sembari menunjuk letak tempat bola basket itu berada.


"Oke karena ini ada dua kelas. Bapak ingin menggabungkan cowo dengan cewe," ucap Pak Samsul yang mendapat desahan dari sebagian anak-anak muridnya.


"Kevan sama Ceysta" Ucap Pak Samsul.


"Lah anjir bisa dapet sepasang,"


"Lah gue juga mau sama bebep gue,"


"Pak saya juga mau sama pacar saya,"


"Pak.. Bapak sengjaja ya?!"


"Sengaja ogeb,"


"Bomat,"


Dan masih banyak lagi kata-kata yang mereka keluarkan dari mulut-mulut murid antar kedua kelas tersebut.


"Leon sama Salsa. Tasya sama Rama. Rifqi dengan Abigail. Alief dengan Yasmine," lanjut Pak Samsul


"Arin dengan Ariel," sambung Pak Samsul.


"Ciee!!"


"Aduuuh abang batuk, ohok-ohok,"


"Ada burung kecepit bunyinya cit-cit,"


"Cuit-cuit dodol bukan cit-cit dikata nying-nying kali ya,"


"lah bodo suka-suka guelah,"


"aduuh guekan juga mau sama ariel,"


Dan masih banyak lagi suara-suara yang keluar dari beberapa murid disana.


"Uqindra dengan Liora," lanjut Pak Samsul.


"Hah? Apa-apaan tuh! Saya engga mau sama dia!" ucap Liora kesal.


"Hey! Lo kira gue juga mau sekelompok bareng lo!" bales Indra tak kalah sengit.


"Pak Samsul! Pokoknya saya gamau tahu! Saya gamau sekelompok sama dia, bapak!! Iih," rengek Liora.


"Ih bapak, apalagi saya. Ogahh," lanjut Indra.


Pak Samsul yang melihat tingkah anak muridnya itu menggeleng heran, "Sudah-sudah! Kalian berantem terus!"


Pelajaran Olahraga pun dimulai.


"Rin sini oper ke gue," ucap Ariel


"Tangkap," balas Arin sembari melempar bola kearah Ariel yang berhasil ditangkapnya.


Arin dan Arielpun saling oper-mengoper bola secara bergantian dengan gerakan over headpass, chestpass, dan berbagai gerakan lainnya.


Tanpa mereka sadari, sekarang. Mereka sudah menjadi tontonan kedua kelas murid.


"Weh gue juga mau,"


"Sama njir,"


"Arin gue juga mau,"


"Ariel gue juga mau,"


"Ngarep lo. Lo kan pada bau,"


"Bacot lo,"


"Cie barengan,"


"Idih najes,"


Dan masih banyak lagi omongan dari dua kelas murid itu.


Bel istirahat pun berbunyi..


CYRAL pun berjalan kearah Kantin. Mereka menempati tempat yang sudah biasa mereka tempatkan.


Bertepatan dengan itu, Vierra, Agatha, Tirsha, dan yang lainnya anak kelas XII sobat nongkrong di kantin mereka memasuk area kantin.


Mereka mulai melakukan aktivitas makan dan menyeruput minuman mereka masing-masing.


The KALBU berjalan kearah meja yang sudah ditempatkan oleh CYRAL dan yang lainnya.


"Gabung yey," ucap Leon kepada semuanya.


"Mangga euy," balas Viko santuy. (Boleh ya)


Tak lama berselang, Alief memutuskan untuk berbicara, "Mine."


"Hah? A-apa?" balasnya Yasmine gugup.


"Aku suka sama kamu," ucap Alief polos.


"Lah terus gue harus bilang uwaw gitu?" balas Angkasa yang tidak terima adiknya harus berpacaran.


"Huss! Lo sa, gaboleh gitu sih!" ucap Anggara kepada Angkasa kesal melihat kembarannya itu.


"Hhmm," hanya itu saja balasan dari Angkasa kepada kembarannya itu.


"Ehh? Aku juga," balas Yasmine


"Really?" tanya Alief antusias.


"Yes!" balas Yasmine tak kalah antusias.


"Berarti kita pacaran ya?" ucap Alief


"BIG NO!" ucap Angkasa tegas kepada Alief.


Terlihat, Alief kecewa, BANGET.


"Sumpah lo jahat banget sih sama gue, bang!" ucap Yasmine berdiri kesal melihat tingkah abangnya yang melarangnya itu.


"Emang! Lagian lo tuh masih kecil! Gaboleh pacaran dulu, Yasmine Setallani Afandi! adikku," balas Angkasa Sewot.


Rendy berbisik kepada Anggara, "Di rumah mereka sering begini, Ra?"


"Iya, kadang gue yang ditengah antara mereka sering kena timpuk bantal kalo udah perang bantal. Ya abis itu gue manggil mommy gue buat ngehentiin mereka. Soalnya mommy kalo ngehentiin mereka sembari bawa sapu," balas Anggara yang terdengar seperti curhatan itu.


"Yaudah sabar bro sabar."


"ISH! ABANG ANGKASA! POKOKNYA YASMINE NGAMBEK SAMA ABANG! BODOAMAT! TITIK GA PAKE KOMA! POKOKNA WEH AYAS NGAMBEK SAMA ABANG ANGKASA!!" ucap Yasmine penuh penekanan.


"Lah bodo amat. Bodoamatlah," balas Angkasa dengan bernada seperti tukang es krim yang membuat Yasmine makin kesal.


"Haduh! Lo berdua ya! Ini tuh kantin! Tempatnya orang makan bukan buat berantem!" ucap Anggara sembari menggeleng melihat tingkah kembarannya dan adiknya yang langsung bungkam dibuatnya. Jelas, karena Anggara jarang sekali emosi.


"Lif, maafin sikap Angkasa ya. Tapi, gue sebagai abangnya Yasmine, ga ngeizinin dulu buat Yasmine pacaran. Tapi, kalo lo mau deketin Yasmine, It's ok," ucap Anggara yang dibalas anggukan oleh Alief.


"Udah-udah jangan marahan lagi sama abang kamu," ucap Alief.


"Abis abang aku ngeselin!" balas Yasmine


"Ohok-ohok," ucap Viko membuat semuanya teralih kepadanya.


"Ngapa?" ucap Tirsha sembari mengangkat satu alisnya.


"Yang pacaran mah emang beda ya," ucap Viko yang membuat Kevan dan Ceysta menoleh kearahnya.


"Lihat tuh, suap-suapan. Bikin gue iri njir," lanjut Viko, dasar Jones, JOMBLO NGENES!


"Lah ogeb! Itu lo bukannya lagi deket sama anak XII IPS 4?" tanya Tirsha.


"Ketikung gue njir," balas Viko dengan lesu.


"Sabar ye, Vik," ucap Agatha sembari mengelus punggung Viko.


"Hooh. Orang ganteng mah selalu sabar," ucap Viko yang membuat semuanya ingin muntah.


"Eh gila, ini sih bukan abang gue, asli!" ucap Indra kepada Viko.


"Lah lo kira lo siapa gue," ucap Viko sinis.


"Heh" balas Indra sembari tersenyum sinis.


"Liat lo entar di rumah kalo minta bantuan ke super market," ancam Indra.


"Lo mah ngancem, tai," balas Viko


Dan perdebatan antara Abang dan Adik pun terus berlanjut. Dan membuat semua yang ada di meja itu tertawa, tak terkecuali Arin.


Ya, Arin sibuk memandangi Ariel yang tidak disadari oleh dirinya sendiri.


🍁


Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!


Kira-kira kelanjutan part ini gimana ya? Apa Arin udah mulai membuka hatinya untuk Ariel? Hm jadi penasaran..


Makanya jangan lupa, follow aku dan ikutin terus setiap partnya!


Jangan lupa follow instagram aku:


@andinildrr


Jangan lupa follow akun personal untuk mendapat notifikasi tentang cerita-cerita aku di:


@storyof.ldrr_


Suka quotes-quotes gitu? kata-kata galau? motivasi? mampir atuh ke akun:


@naoumyquotes


Mau kepoin tentang CYRAL? Dan nanya-nanya tentang mereka? Jangan lupa follow juga!!


@arindybf_


@cystanindy_


@yasminefndi_


@lioratasyarf


@biancasalsa


Kalian juga mau kepoin tentang THE KALBU? Tenang, follow aja nih akun mereka!


@arielananta_


@kevanap19


@aliefnevandra


@indraaye


@leonzaa_


Sampai berjumpa di part 11 semuanya! See you later!


— t h a n k y o u !


🍁


EH IYA, BTW NIH YA GUYS! HABIS INI BAKAL ADA PERKENALAN PEMAIN LHO, YUHUUU!!! AYO-AYO YANG NUNGGUIN VISUALNYA ANNTARINDY😚


DAN-DAN-DAN NIH YA GUYS!!!


AKU GA BAKAL UP TENTANG PERKENALAN PEMAIN AJAA!! TAPI JUGA ADA KEJUTAN LAIN LHO DARI AKUUU~ °3°


***YUHUUUU, PASTI KALIAN PADA KEPO KAAANNN?!!~~~


MAKANYA IKUTIN TERUS ANANTARINDY, JANGAN SAMPE KETINGGALAN DEH SETIAP PARTNYA!🌸


SAMPAI BERTEMU DI KEJUTAN, EH PART SELANJUTNYA***!!~