
Kadang cinta itu akan timbul. Sedikit demi sedikit sesuai berjalannya waktu.
🍁
Semuanya menggeleng heran kearah abang beradik yang sedari tadi berantem karena masalah kecil itu.
"Udah sih lo berdua bikin malu aja. Ga liat apa dari tadi banyak yang merhatiin lo berdua," ucap Rendy kepada Viko dan Indra.
Viko dan Indra pun menengok serentak kearah Rendy. "Lah bodo amat" sahut mereka kompak yang diberi gelenggan oleh semuannya.
Kriing!!!!
Bel masuk akhirnya mererai pertengkaran abang-beradik itu.
CYRAL memasuki kamar khusus ganti baju itu.
Semuanya berganti pakaian yang tadinya dengan kaos olahraga dan berubah menjadi pakaian seragam putih abu-abu kembali.
"Rin" panggil seseorang, Arin pun mendongak. "Kita-kita duluan ya, gapapa kan lo kita tinggal sendiri?" tanya Liora kepadanya. Arin pun mengangguk mantap.
Akhirnya CYRAL pergi kekelas duluan tanpa Arin. Beberapa menit kemudian, Arin sudah selesai berganti baju
Tiba-tiba ada sebuah tangan yang mencekalnya.
"Lepasin!" ucap Arin sembari menepis tangan yang mencekalnya tadi.
"Eh gila! Lo lagi! Bosen gue! Minggir!" ucap Arin kepada cewe itu. Cewe itu mendengus dan tersenyum mengejek kearah Arin.
"Gue bilang! Jangan deket-deket sama my honey Ariel!" ucapnya.
"Gausah teriak gue udah denger, Ijah!" balas Arin yang dibalas tepukan tangan oleh Siska.
"Bagus-bagus!" ucapnya. "Gue disamain sama pembantu? Huh, gila aja!" lanjutnya.
"LO YANG GILA! DASAR SINTING!" ucap Arin lalu pergi meninggalkan Siska yang tidak bergeming ditempatnya karena Arin mengatainya 'Sinting'
Lo kira gue bakal diem aja diginiin? Enggak bakal! Liat aja, Arin pembalasan gue nanti!, ucap Siska lalu pergi menuju lorong kelas IPS.
🍁
"Sial!" umpat Arin sesampainya dibangkunya.
"Lah ngapa tuh bocah?" ucap Salsa yang hanya diberi angkatan bahu oleh teman-temannya.
"Lo kenapa?" tanya Ceysta.
"Kesel gue! Tadi pagi ketemu sekarang dijegat! Sinting!" balas Arin, kelewat kesal.
Ceysta dan yang lainnya mengangkat alisnya, bingung. Ada apa sih sebenarnya? Sampai-sampai Arin murka seperti ini.
"Apaan deh? Kok gue ga ngerti ya lo ngomong apaan?" ucap Yasmine yang diberi anggukan oleh semuanya.
Liora maju dan duduk berdempatan dengan Ceysta.
"Ribet lo!" ucap Ceysta kepada Liora.
"Gue juga pengen denger kali," Balas Liora santai sembari memutar bola matanya, malas.
"Lo kenapa rin? Lo dijegat sama siapa?" tanya Liora kepada Arin
"Sama si Siska," balasnya.
"Gila! Tuh orang ada urusan apa sama lo sampe kayak begini?" tanya Yasmine.
"Mana gue tau. Dia bilang 'Jangan deket-deket sama my honey Ariel!' serius deh gue jijik dengernya," ucap Arin sembari bergidik ngeri yang dibalas tawa CYRAL.
"Gaada yang lucu! Gausah pada ketawa!" kata Arin jutek yang langsung meredakan tawa semuanya.
🍁
Bel pulang pun berbunyi.
"Oke anak-anak tugas yang bapak kasih jangan lupa dikerjakan. Bapak pamit dulu, Assalamualaikum," ucap Pak Bima guru matematika.
"Wa'alaikumsalam."
CYRAL berjalan kearah parkiran
"Yuk balik!" ucap Ceysta kepada Kevan yang diberi anggukan olehnya.
"Gue balik duluan ya nganter dia!" ucapnya lalu membunyikan klakson, tanda pamit.
Arin menunggu jemputannya datang, dia lupa bahwa Fernando belum menyiapkan sopir untuk menjemputnya.
"Sendirian aja neng?" tanya seorang lelaki itu lalu ikut duduk dihalte dekat sekolahnya.
"Ngapain sih lo! Sono dah pergi hush-hush" usirnya sembari mengibas-ibaskan tangan seraya mengusir.
"Galak bener sih," ucap Ariel kepada yang berhadapan dengannya ini.
"Gue tahu kok lo belum ada jemputan, tadi Kak Vera suruh gue nganterin lo," lanjut Ariel lagi.
"Kenapa Kak Vera engga ngomong sama gue coba? Kenapa harus sama lo?" ucapnya.
"Karena Kak Vera udah percaya sama gue panjul," ucap Ariel sembari menoyor cewe disampingnya.
"Aww! Sakit dih!" pekiknya seraya mengaduh kesakitan
"Yaudah maaf," ucapnya sembari mengelus-elus jidat Arin yang tadi dijitaknya tapi langsung ditepis oleh empunya.
"Huh," dengus Ariel, kecewa.
"Ga ah! Entar pacar lo ngelabrak gue lagi!" ucap Arin yang tidak bergeming ditempatnya itu.
Ariel pun menaiki satu alisnya.
Lah? kapan gue punya cewek? Nembak aja kaga pernah, njir, ucap Ariel dalam hati
"Emang pacar gue siapa deh?" tanyanya.
"Noh! Si Siska!" ucap Arin sembari melirik jalan yang agak sepi itu.
"Siska? Siska anak IPS itu?" ucapnya memastikan yang diberi anggukan oleh Arin.
"Gue gapernah nembak cewe. Dia aja yang kegeeran. Gue gapernah suka sama dia. Dianya aja yang ngejar-ngejar gue. Khodratnya itu cowo yang seharusnya ngejar cewe kayak gue ke lo. Bukan kayak dia" ucap Ariel dengab suara dingin yang tak biasa didengar oleh Arin.
Arin merasa ada sesuatu yang tak enak. Perasaan bersalah, itulah yang tepat untuk hatinya.
"Yaudah buruan naik!" ucap Ariel kepada Arin. Kali ini tidak ada pembantahan oleh Arin dia langsung menaiki motor Ariel.
Ariel pun melajukan motornya menembus kota Bandung yang tidak terlalu ramai tersebut.
Arin memutuskan membuka suaranya. "Ril..," panggilnya. Tidak ada jawaban dari yang punya nama.
"Ariel.. Lo marah ya sama gue?" tanyanya. Tetap sama, tidak ada jawaban.
"Huh," Ariel menghela napas kecewa.
"Ril.. Gue minta maaf ya.. Soalnya tadi gue itu didesak mulu buat ngejauhin lo sama dia," ucapnya. Sama, tetap tidak ada jawaban dari Ariel.
"Yaudah terserah lo, lo berhak marah sama gue," kata Arin masih diatas motor itu.
Maaf Rin. Ini cuman cara gue aja biar lo tahu memperjuangkan itu seperti apa, ucap Ariel didalam hati.
🍁
Ariel pun menghentikan laju motornya didepan rumah Arin.
"Makasih ya," ucap Arin. Tidak ada balasan dari Ariel, dia langsung melajukan motornya keluar dari perumahan Arin.
Arin pun memasuki pagar rumahnya yang disambut oleh Pak Mono.
Arin mengerucutkan bibirnya, "Lho-lho kok manyun begitu sih Neng Indy?" tanya Pak Mono.
"Habis Pak Mono engga jemput Indy," rengeknya setelah memasuki pagar rumahnya.
"Lho? Tuankan sudah bilang kepada Neng Indy pasti. Kalau bapak tidak bisa menjadi sopir Neng karena harus menjaga rumah. Kalau tidak salah tuan belum menemui sopir yang cocok oleh kriterianya tuan," balas Pak Mono yang diberi manyunan lagi oleh Arin.
Kenapa dia bisa lupa? Padahal ayahnya baru berucap tadi pagi. Haduh duh, dasar Arin!
🍁
Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!
Kira-kira kelanjutan part ini gimana ya? Apa Ariel bakal terus-terusan marah sama Arin? Aduhh jadi penasaran..
***Makanya jangan lupa, follow aku dan ikutin terus setiap partnya!
Jangan lupa follow instagram aku*:
@andinildrr
Jangan lupa follow akun personal untuk mendapat notifikasi tentang cerita-cerita aku di:
@storyof.ldrr_
Suka quotes-quotes gitu? kata-kata galau? motivasi? mampir atuh ke akun:
@naoumyquotes
Mau kepoin tentang CYRAL? Dan nanya-nanya tentang mereka? Jangan lupa follow juga!! :
@arindybf_
@cystanindy_
@yasminefndi_
@lioratasyarf
@biancasalsa
Kalian juga mau kepoin tentang THE KALBU? Tenang, follow aja nih akun mereka!! :
@arielananta_
@kevanap19
@aliefnevandra
@indraaye
@leonzaa_
Sampai berjumpa di part 12 semuanya! See you later!
— t h a n k y o u ! ✨
🍁
***EH IYA BTW AKU LAGI ADA INI GIVE AWAY LHO~~ AYO IKUTAN! JANGAN SAMPAI KE TINGGALAN!!💫
Jangan lupa cek persyaratannya di Instagram** @storyof.ldrr*_ ❄☃.