ANANTARINDY

ANANTARINDY
Masalalu (part 32)



"Kalau masalalu yang saya punya begitu menyakitkan, apakah saya boleh menghilangkan ingatan saya ini?"


—Bellany Arindy Fernando


🍁


"K-ka-kamu?" ucap Arin terbata seraya melihat seseorang yang berada di depannya. Ia tidak menyangka akan melihat orang ini kembali di hidupnya.


"Apa kabar?" tanya orang itu. Arin tidak menjawab, dia masih sangat terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang. Tidak! Tidak mungkin! Seharusnya orang yang ada di depannya ini ada di luar negeri untuk selamanya, kenapa dia kembali?


"Hai?" ucap orang itu seraya melambaikan tangannya di depan muka Arin membuat Arin terlepas dari lamunannya.


"Arin langsung mengambil tasnya dan hendak pergi. Namun di tahan oleh orang yang ada di depannya.


"Mau kemana?" tanya orang tersebut.


"Bukan urusan kamu," ucap Arin ketus lalu Arin mendorong orang tersebut hingga orang tersebut jatuh membentur meja.


Melihat itu Arin langsung lari menuju jalan raya dan langsung memberhentikan taksi yabg lewat di depannya.


Kenapa orang itu muncul kembali?


Mungkin itu yang ada di pikirannya sekarang. Pertanyaan tentang orang itu terus saja bermunculan.


Dan untuk kedua kalinya, Arin mempertanyakan kepada Tuhan, bagaimana bisa ia mempertemukan kembali orang tersebut kepada dirinya? Padahal Tuhan sendiri melihat bagaimana orang itu menghancurkan hatinya.


🍁


Sesampainya di rumah, Arin langsung menuju kamar Vierra, kakaknya berada. Dia harus menemui kakaknya.


"Kak Vera," ucap Arin serak.


Vierra yang sedang asik mengobrol dengan Shasha, sahabatnya itu mengalihkan perhatian ke adiknya.


"Ada ap–a?" ucap Vierra terpotong akibat Arin langsung memeluknya. Pelukan ini yang ia dapat beberapa tahun yang lalu. Pelukan luka dan tangisan pilu yang ia dengar dari adiknya.


"Kamu kenapa de?" tanya Shasha seraya menatap bingung Arin. Jujur saja, Arin sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.


Arin masih menangis dipelukan Vierra. Vierra yang dipeluk pun hanya bisa mengusap kepala adiknya dengan sayang. Dia tidak mau adiknya menangis seperti ini.


Setelah dirasa Arin sudah mulai tenang, Vierra baru memutuskan untuk bertanya kenapa dirinya tiba-tiba menangis dan juga memeluk dirinya.


Arin pun menceritakan bagaimana ia bertemu lagi dengan orang itu. Orang yang membuatnya hancur beberapa tahun lalu.


"Kamu ketemu dimana dia?" tanya Vierra kepada Arin, Arin oun berpikir sejenak.


"I-indy kurang tau pasti tempatnya. Tapi tem-tempat itu waktu itu Arin datengin bareng Ariel," ucap Arin membuat Vierra dan Shasha bingung.


"Tempatnya kayak apa? Inget ga patokannya?" tanya Shasha kepada Arin, berhubung dirinya sering mengunjungi banyak tempat mungkin dia akan mengetahui tempat Arin bertemu dengan orang tersebut.


"Mungkin 2 atau 3 km gitu dari sekolah. Tempatnya itu taman danau gitu, ada kafe di dekat situnya juga," ucap Arin membuat Shasha melihat kearahnya.


"Hm, kayanya itu Taman Danau Sierra deh, Ver. Kalo ga salah si itu yang patokannya pas keluar ada pertigaankan?" tanya Shasha yang di angguki oleh Arin.


Arin memang tidak mengetahui pasti nama taman itu. Tapi ia ingat dengan patokan-patokan taman tersebut.


Tadi, ketika ia ke tempat itupun dia hanya menunjukan patokan-patokannya saja kepada supir taksi. Walaupun hanya pertama kali datang ke sini bersana Ariel. Tapi dirinya masih ingat betul tentang tempat-tempat itu.


"Kira-kira kalo gue susulin ke sana, dia masih ada ga ye?" ucap Shasha membuat Vera mengerutkan dahinya.


"Lo mau ke sana? Apa-apaan! Ga-ga! Entar lo bikin anak orang bonyok lagi kayak waktu itu," ucap Vierra yang mengingat bagaiman sahabatnya ini bersikap brutal saat kesal atau marah.


"Heh ya, Cantika Vierra Fernando, anaknya Om Hary Fernando, yang cakep!" ucap Shasha membuat Arin dan Vierra menahan tawanya.


"LO ITU YA?! ADUUH GUE MAH BINGUNG! TUH MANUSIA SENGKE SATU EMANG HARUS DI KASARIN! WUJUDNYA DOANG MANUSIA! DALEMNYA MAH? BEUHHH SETAN ABIS!" ucap Shasha membuat Arin dan Vierra tidak sanggup menahan ketawa mereka.


Shasha yang di tertawakan pun kesal dan menekuk mukanya. Bagaimana tidak kesal? Dirinya sudah kesal seperti ini tapi malah di tertawakn kakak beradik ini. Menyebalkan! Pikirnya.


🍁


"Ayo de, nanti telat lho!" panggil Vera pada Arin sembari melihat jam tangan yang melingkar di tangan rampingnya itu.


"Iya kak, bentar. Nih lagi pake sepatu!" balas sang adik. Karena kejadian semalam dirinya malah tidak bisa tidur dan bahkan baru bisa memejamkan matanya jam 2 dini hari.


Alhasil Arin tadi bangun kesiangan. Bahkan tadi ketika dibangunkan oleh kakaknya ia tidak menggubrisnya. Dengan terpaksa Vera mencipratkan air ke muka adiknya.


"Ayo kak cepetan!" kata Arin menarik kakaknya yang sedang duduk di bangku yang sedang melahap roti.


Vera dan Arin langsung menaiki mobil Vera. Vera sendiri sudah memiliki sim setahun yang lalu. Dirinya juga sudah di perbolehkan membawa kendaraan oleh ayahnya.


"Nih bekal untuk kamu, tadi dibawain sama Bi Minah," ucapnya sembari menyodorkan kotak bekal kepada Arin kerika dirinya sudah melajukan mobilnya itu.


"Bekal apa?" tanya Arin kepada Vera.


"Nasi goreng telur ceplok kayaknya," balas Vera, ia sendiri saat bibinya masak masih mengenakan seragam di dalam kamarnya.


"Asik nih," ucap Arin.


"Jangan lupa nanti di sekolah sarapan. Awas ya kalo engga, nanti kakak marah sama kamu," ucap Vera membuat Arin langsung melakukan sikap hormat layaknya prajurit kepada kaptennya.


🍁


"Eh woy katanya ada murid baru!" ucap seorang perempuan yang duduk di dua bangku paling belakang. Biasa, kumpulan tukang yang sering ghibah.


"Eh serius?!" tanya temannya menyambar.


"Iya! Ganteng banget woy!" lanjutnya dengan girang mengundang perhatian beberapa orang yang terusik dengan pekikan girangnya.


"Apaan dih lebay banget," omelan itu berasal dari Liora yang terusik dengan sekumpulan perempuan-perempuan itu.


"Tau, kayak ga pernah liat cowo ganteng aja. Norak jadinya," balas Ceysta menyambar yang di angguki teman-temannya.


Dari arah pintu, Salsa berlari dengan napas ngos-ngosan. Dirinya lamgsung menaruh tas yang ia gendong tadi ke tempat duduknya dan menarik Liora.


"Dih apaan si narik-narik!" ucap Liora mengomel.


"Dengerin dulu! ini penting!" balas Salsa lalu menarik Liora keluar dari kelas. Ceysta, Yasmine dan Arin yang melihat itu saling pandang dan mengangkat bahu mereka tanda tidak mengerti.


Di luar kelar


"Gue tadi liat Arga!" kata Salsa pelan, tapi suaranya masih bisa dk dengar oleh Liora.


"Wah lo, Sal! Jangan suka ngibul deh, mentang-mentang semalam lo abis nonton drakor goblin jangan ikut-ikutan g*blok kek begitu deh!" balas Liora sembari terkekeh.


"Mata lo jatoh!" balasnya sewot.


"Tadi gue turun dari mobil, terus pas di pager gue liat, Yo. Di depan teras ruang guru dia lagi berdiri!" balas Salsa panik.


"Lo becandakan? Sumpah ye, Sal. Lawakan lo yang ini ga ada lucu-lucunya," ucap Liora dengan muka masam membuat sahabatnya itu menggeleng.


"Berarti..," kata Liora menggantung.


"Hah? berarti? berarti apaan?" tanya Salsa bingung menatap Liora sembari menautkan alisnya itu.


"ANAK BARU ITU SI ARGA!" balas Liora menaikan sedikit volume suaranya membuat Salsa melotot, kaget.


"Kok dia bisa pindah ke sini?" tanya Salsa yang di balas angkatan bahu tak acuh oleh Liora.


"Makanya gue juga heran. Padahal dia waktu kita SMP kan pindah ke luar negeri. Kok bisa-bisanya si dia balik lagi?" balas Liora sembari bersandar.


"Gue ga mau, Yo. kejadian waktu itu keulang lagi," kata Salsa sembari mengingat kejadian mereka SMP dahulu.


"Lo kata gue ga takut? lo kata gue ga khawatir? gue takut juga Sal!" balas Liora yang tak kalah cemasnya.


🍁


Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!


Wiih kira-kira kelanjutan cerita ini apa ya? Aduh jadi penasaran banget dehhh!! Ga sabar nunggu kelanjutannya.


Jangan lupa follow instagram aku :


@andinildrr


Jangan lupa follow akun khusus story aku untuk mendapat notifikasi tentang informasi cerita-cerita aku dan keseruan lainnya di akun :


@storyof.ldrr


Sampai berjumpa di part 33 semuanya! Sampai Jumpa lagi!🐝 Jangan lupa untuk baca, 'Danger Girls!' OKEE!!


Te amo for you, All😘💖.