
"Kadang, sayang itu artinya
Merelakan."
🍁
“Oh Tuhan! Makasih kau telah mengabulkan do'a ku ini. Walau dia emang belum luluh-luluh banget.. Ya tapi sih masih mending dari pada yang kemarin-kemarin,” doa Ariel dalam hati.
“Apa lo bisa rin.. Ngebuka hati lo buat gue? Jangan bikin harapan gue sirna.. Jangan buat gue ga percaya lagi bakal adanya harapan. Karena luka masa lalu yang ngebuat gue hancur itu. Menyakitkan. Katanya sembari memajamkan mata dan sial! terbayang sudah akan kenangan pahitnya dahulu,” ucapnya bermonolog.
Sialan! Umpatnya dalam hitungan detik kemudian yang langsung terbelalak itu.
Ariel pun yang masih bingung ingin berbuat apa setelah chatan sama Arin ini memutuskan untuk bermain gitar, dan memulai memetiknya seraya sembari mendetumkan beberapa liriknya.
Lagu Rizky Febian yang ft. sama Aisah Aziz . Indah pada waktunya
Ariel mulai memetikan senar gitarnya, sembari menyenandungkan liriknya.
Dalam harap ku.. Dan ingin ku..
Kau ada di sana..
Setiap langkah ku.. Dan mimpi ku..
Kau ada di sana..
Menyanyikan itu, sama saja seperti mengingat lukanya, bersama mantannya itu. Entahlah.. Yang jelas ia masih tidak bisa mempercayai bahwa 'harapan' itu memang masih nyata di dunia ini.
*Mungkin suatu saat nanti..
Kau dan aku bersama..
Berdua kita jalin kasih..
Dalam satu ikatan cinta..
Oh Tuhan.. Tolong..
Jaga dirinya di sana..
Aku disini kan menunggu..
Hingga dirinya, dan diri ku..
Indah pada waktunya*..
Setelah menyenandungkan lirik itu, Ariel pun memejamkan matanya kembali. sembari merapal sesuatu 'Jangan datang lagi.. Karena luka yang lu buat masih bersarang di pelupuk ini.' Ucapnya lirih.
Ariel pun meletakan gitarnya kembali di tempat semula, kemudian ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka
Ya terus tidur. Pengen ngapain lagi emangnya?
***
Author POV
Mentari menyambut Ariel yang baru saja selesai mengucek-ngucek matanya. Selepas dirinya mematikan jam waker yang berada di atas nakasnya itu.
Ariel pun merenggangkan otot-ototnya yang kaku akibat tidur semalam. Seketika Ariel pun melompat dan terkejut ketika dirinya mendapati jam sudah menunjukan pukul 05.50
Gawat! Ucapnya sambil bergegas ke kamar mandi.
Setelah rapi, Ariel pun keruang makan dan langsung menenggak susu dan menyambar roti yang ada disana.
"Ariel! Duduk dulu makannya!," ucap Fatin bundanya. Ariel pun menenggak lagi susunya lagi, "Aduh! Ga sempet deh bun. Ini aja Ariel udah mau telat."
Setelah usai mencium punggung tangan bundanya, Ariel pun bergegas ke bagasi rumahnya.
"Assalamualaikum," ucapnya sembari berlari,
"Wa'alaikumsalam."
***
Ariel pun melajukan motornya, menembus kompleks perumahannya yuang sepi itu menuju jalan raya.
Sial! pake macet segala, umpatnya.
Setelah tiba di depan sekolahnya, Ariel pun berteriak kencang ke arah Pagar sekolahnya.
"Pak Bagus! Jangan di tutup dulu! Ariel masih di luar nihh!!,"
Pak Bagus pun refleks menghentikan aktivitas menutup gerbangnya. Lantas menggeleng heran ke arah Ariel karena ulahnya barusan.
"Ada-ada aja remaja di kota berkembang," katanya yang di beri cengengesan oleh Ariel.
Ariel pun berhenti di depan gerbang sekolahnya, sembari melepas helm, "Ehehe, iya nih pak! Saya tuh telat karena bangun ke siangan plus karena kemarin chatan sama my baby Arin."
"Waduh! Kamu sudah punya pacar?," ucap Pak Bagus dengan alis naik sebelah.
Ariel pun berdeham, "Ekhem, aslinya sih belum.. Cumang dikit lagi mungkin jadian, ehehe. Makanya doain Ariel ya biar cepet jadian sama Arin!,"
Pak Bagus pun menggeleng sembari membuka sedikit pagar untuk memudahkan Ariel masuk ke dalam parkiran sekolah, "Aamiin.. Yowes.. cepat sana masuk! nanti ke buru ketahuan Pak Toto, nanti kamu dibawa lagi sama dia."
"Sip! Makasih Pak Baguss yang guanteeengg!," ucapnya sembari memasuki area parkir yang langsung di beri acungan jempol oleh Pak Bagus.
***
Ariel pun berjalan di koridor yang sepi itu. Jelas, karena bel sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.
Ariel pun melewati kelas Arin, melongo sedikit. Apakah dia sudah anteng buat belajar?, ucapnya sembari melihat ke dalam kelasnya Arin.
"Anantaaaaa Barrriiieeell!!!," ucap seseorang, yang ia yakini itu adalah Pak Toto.
Ariel pun menengok ke arahnya sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
"Eh, i-iya pak!," ucapnya sembari terbata
"Ngapain kamu masih di situ! Kelas kamu kan di kelas XI IPA 4!," ucapnya sembari berkacak pinggang.
"Iya pak, maaf ya. Tadi Ariel tuh habis dari kantin beli air minum," alibinya yang mungkin masuk akal di kepala Pak Toto.
"Hm.. Yasudah! Ngapain lagi masih di sini! Cepat masuk ke kelas mu!," ucapnya
"Siap kapten!!," ucapnya sembari mengangkat tangan bak hormat kepada tiang bendera.
"Eits! Mau kemana kamu?!," ucapnya lagi
Ariel pun menggeleng-geleng, "Ada apa lagi, pak?"
"Kamu ya! Belum salim sama saya!"
Ariel pun menepuk jidatnya, "Oh iya! Maaf ya pak, Ariel refleks ngelangkah menuju kelas langsung gegara tadi di suruh bapak ke kelas."
"Yasudah! Sana kamu masuk ke kelas!," katanya yang langsung membuat Ariel sedikit berlari kecil.
***
Ariel pun sudah ada di depan pintu kelasnya, "Assalamualaikum!," ucapnya yang membuat semua tersentak kaget.
"Wa'alaikumsalam, kenapa kamu bisa telat?, " Ucap Bu Mitha Guru Kimia.
"Anu.. Maaf bu.. Tadi saya telat bangun, udah gitu saya habis dari toilet.. Ya panggilan alam bu..," ucapnya sembari mencium punggung tangan Bu Mitha.
"Oh, Yasudah.. Sana duduk di bangku mu!, langsung buka halaman yang tertera di papan tulis."
Ariel pun berjalan menuju bangkunya,
"Tumben telat lo," Ucap Leon sembari membolak-balik halaman buku Kimia.
"Iya, tadi gue kesiangan. Gegara terlalu nyeyak boboknya." ucapnya sembari mengeluarkan buku Kimia.
Bu Mitha pun memulai pelajaran.
Bu Mitha pun menerangkan pelajarannya, dan bertanya, "Oke sudah mengerti semua?"
"sudah bu!!," ucap semuanya serempak
"Oke, kalau kalian sudah pada mengerti, Catat yang ibu kerjakan ini, dan kerjakan halaman 60, nomer 1 sampai 20."
Anak-anak pun melotot mendengar ucapannya.
GIMANA ENGGA? ITU SOAL 20 NOMER BERANAK 3 SEMUA MANA SOAL SAMA JAWABANNYA PANJANG-PANJANG.
Tiba-tiba terdengar bunyi ketokan pintu.
Tok-tok!
Seseorang itu pun masuk ke dalam kelasnya
"Assalamualaikum, permisi bu..," ucapnya sopan sembari mencium tangan Bu Mitha.
"Wa'alaikumsalam, ada apa Arin?," katanya bertanya gerangannya datang.
"Ini bu, tadi saya ke ruang guru, disuruh absenin setiap kelas, siapa saja yang tidak masuk, dan meminta tanda tangan setiap guru yang mengajar," ucapnya sopan dalam nada datar.
"Oh, baik. Siapa sekretaris di sini?," ucap Bu Mitha mewakili Arin
"Itu bu, si Aura sekretarisnya," ucap salah satu murid sambil menunjuk meja Aura, yang kebetulan ada di barisan ke tiga.
OMG! dia mendekat!
Arin pun berjalan menuju meja Aura, yang kebetulan sebelahan dengan meja Ariel. Mereka hanya terpisah oleh gang antar meja saja.
Leon pun menyikut lengan Ariel, "Doi lo tuh di sebalah."
Ariel pun memutar bola mata malas. "Gausah lu kasih tahu gue udah liat!,"
Arin pun meletakan data, di meja Aura.
"Ini ra, tolong di tulis namanya," ucapnya dalam nada santai
Aura pun menulis nama teman sekelasnya yang tidak masuk, "Ini rin, udah selasai,"
Arin pun mengambil lagi data itu dan mengacungkan jempol, ketika Arin ingin pergi, Ariel pun berbisik pelan.
"Nanti malam, balas chat dari Ariel ya, beib," ucapnya yang langsung mendapat tatapan tajam milik Arin.
"Eeh iya, maaf ga sengaja," katanya sembari memosekan gaya peach pada Arin.
Sedetik kemudian, Arielpun berjalan ke meja Bu Mitha lagi. Dan mencium punggung tangan guru itu
"Assalamualaikum," Ucapnya sembari tersenyum
"Wa'alaikumsalam," balas Bu Mitha.
***
Bu Mitha pun menyudahi acara pelajarannya dikarenakan bel tanpa istirahat telah berbunyi.
"Oke semuanya! Sampai bertemu dipelajaran selanjutnya! Ibu pamit dulu, Assalamualaikum," ucapnya lalu melenggang pergi.
"Baik bu, Wa'alaikumsalam," ucap semuanya serempak
The KALBU pun berjalan menuju kantin, yang kebetulan bertemu dengan Bang Rendy, Bang Viko, Bang Angkasa, Bang Anggara, Kak Vierra, Kak Agatha, dan Kak Tirsha.
"Woi bro" ucap Bang Rendy pada semua. Mau pada ke kantin kan? Barengan aja kuy!," ajaknya yang langsung disetujui oleh yang lain dan The KALBU
Sesampainya di kantin, mereka pun menempati salah satu meja yang ada di sana dengan membawa makanan masing-masing.
Kak Vierra pun memulai obrolan sembari mengunyah baksonya, "Woi! Ril.. Gimana sama adik gue?"
"Hah? Maksud lo gimana apanya, Kak?"
Kak Vierra pun menyeruput es teh lemonnya dan menepuk jidat, "Aduh! Gimana sih nih bocah. Adik gue udah luluh belum?"
"Oh, belum kak. Tapi ya, palingan entar luluh," katanya santai.
Akan luluh kah?, ucapnya dalam hati.
"Oh yaudah sip deh," kata Kak Vera melanjutkan acara memakan baksonya.
🍁
Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!
Wiih kira-kira kelanjutan cerita ini apa ya? Aduh jadi penasaran banget dehhh!! Ga sabar nunggu kelanjutannya.
Jangan lupa follow instagram aku :
@andinildrr
Jangan lupa follow akun khusus story aku untuk mendapat notifikasi tentang informasi cerita-cerita aku dan keseruan lainnya di akun :
@storyof.ldrr
Sampai berjumpa di part 8 semuanya! Sampai Jumpa lagi!🐝 Jangan lupa untuk baca, 'Danger Girls!' OKEE!!
Te amo for you, All😘💖.