
Ada masa ketika seseorang memutuskan untuk berhenti karena terlalu letih dengan semua sandiwaranya.
🍁
Dengan langkah gontai, sekarang Arin sedang menyusuri koridor sendirian. Selepas dari hari kemarin yang sangat sial tersebut. Sekarang juga kesialan tersebut menerpanya kembali.
Tadi Arin adalah orang terakhir yang menyelesaikan catatannya. Dan alhasil dia mau tidak mau harus makan sendirian dikantin tadi, tanpa ditemani oleh para sahabatnya.
Koridor terlihat sepi karena bel sudah berbunyi lima menit yang lalu dan dia baru selesai makan beberapa menit yang lalu.
Tiba-tiba saja pusing melandanya. Sial. Mungkin itulah kata yang dia ucapkan dalam hatinya karena tiba-tiba dia goyah dan hampir jatuh kalau tidak ada orang yang menangkapnya dari belakang.
"Lo lagi sakit ya?" ucap seseorang yang tadi menangkap Arin. Arin menengok ke sih pemilik suara tersebut.
"Eh lo, Raf," balas Arin sedikit terkejut.
Bukannya apa-apa. Tapi Rafi adalah salah satu most wanted sekolahnya setelah The KALBU. (Kalo mau lihat visualnya Rafi yang mana bisa di cek di Perkenalan Pemain)
"Lo engga apa-apa? Tadi gue liat lo mau jatuh. Makanya gue tangkep," ucapnya lalu menempelkan tangannya ke dahi Arin.
Arin lalu menepis tangan Rafi. Dan rasa tidak enak lalu melandanya. Padahal sebenarnya sih tidak apa-apa.. Mengingat hubungan mereka yang.. Ah sudahlah.
"Eh, so-sorry," ucap Arin tidak enak.
"Ga apa-apa. Badan lo agak panas. Mau gue anterin ke UKS?" tanyanya dengan menyunggingkan senyum yang terlihat manis itu.
"Oh, hhmm. Engga perlu deh, Raf," balas Arin sembari menyunggingkan senyum kecilnya.
"Oh oke. Kalau begitu ke kelas bareng yuk?" ajak Rafi.
"Boleh kok. Eh kok lo belum masuk sih kan bel dari tadi udah bunyi," tanya Arin penasaran.
"Oh tadi gue ada keperluan dulu sama adik kelas anak kelas X tentang uang futsal," balasnya yang membuat Arin membulatkan mulutnya. (adik kelas x \= adik kelas 10)
"Loh kok ngumpulin uang? Emangnya ga pakai dana dari sekolah? Kok lo yang minta sih emangnya engga ada bendaharanya?" tanya Arin bertubi-tubi yang membuat Rafi terkekeh.
"Uang itu dipake buat beli minum, nyewa lapangan, sama kalo ada yang kena musibah di salah satu anggota Team futsal bisa kita bantuin pake uang itu. Ya enggalah Kita kan harus mandiri juga. Uang sekolah kita pake kalo ada tanding aja baru kita terima. Bendaharanya lagi engga masuk jadi mau engga mau gue deh yang kesana."
"Ckckck. Keren juga ya lo, Raf," puji Arin kepada sih ketua futsal tersebut.
"Hahaha biasa ajalah, Dy," balas ya dengan terkekeh kecil.
Beberapa detik mereka terdiam hingga akhirnya Rafi membuka suaranya kembali. Mencari topik selama perjalanan menuju kelas mereka, masing-masing.
"Gimana kabarnya, om?" tanya Rafi sembari memainkan tangannya.
"Alhamdulillah baik. Tante sama om baik juga?" Arin balas bertanya.
"Baik juga. Gue denger katanya lo lagi deket ya sama Ariel yang ketua basket sekolah kita itu?" tanyanya yang membuat Arin salah tingkah.
Bagaimana ia tidak mau salah tingkah ketika disodorkan pertanyaannya yang justru, ia hindari.
"Hmm. Ga tau sih gue juga. Tapi kata orang-orang gitu," balasnya membuat Rafi menggeleng-geleng.
Benar-benar ga berubah, gumamnya.
"Lo masih dingin ya sama cowok?" tanya Rafi yang membuat Arin terdiam. Dia sendiripun bingung ingin menjawab apa.
"Trauma itu bukan dijadikan sebagai pedoman hidup lo, dy. Tapi trauma lo jadiin sebagai tameng supaya lo bisa lebih kuat daripada sebelumnya dan buat itu jadi pelajaran yang paling berharga."
Arin tertegun. Betul kata sepupunya itu. Dia memang tidak seharusnya larut dalam trauma masalalunya. Tapi kenapa rasanya sulit untuk di lupakan?
"Ya lo betul. Gue harus jalani itu dari awal. Eeh entar pulang anterin gue yaaaa??" balasnya dengan menunjuk puppy eyesnya.
"What ever, dy. Asalkan lo bahagia. Udah sono masuk. Entar tungguin gue diparkiran aja."
"Wokeeehhh!!" ucap Arin sembari mengacungkan jempolnya lalu masuk ke dalam kelasnya.
Rafi, Arin, dan Vierra adalah saudara sepupu. Rafi mempunyai abang yang bernama Gerald. Bang Gerald mengambil kuliah di Bandung. (Baca ANANTATINDY chapter 'Perkenalan Pemain')
Arin, Rafi, dan Vierra sengaja merahasiakan kalau mereka mempunyai ikatan persaudaraan. Karena ya sekali lagi itu atas usulan Arin. Tapi, Arin melakukan ini karena dia memang tidak mau terlalu terkenal saja. Padahal dia memang sudah terkenal. Karena dia dan CYRAL adalah salah satu most wanted girl sekolahnya.
🍁
Arin sekarang sedang menunggu Rafi di parkiran sekolahnya. Dia sedang duduk di atas motor matic sepupu ya tersebut.
Nih bocah tumben banget bawa motor matic. Biasanya juga pamer sih Kulen, ucap Arin dalam hati.
Kulen itu adalah nama motornya Rafi. Kulen itu adalah motor ninjanya yang berwarna kuning. Siapa sangka? Seorang Rafi yang ganteng dan most wanted boy SMA Angkasa begitu konyol menamai motornya sendiri.
"Widih udah nangkring ae nih bocah!" ucap seseorang dari belakang Arin. Arin pun menengok kearah suara tersebut. Ternyata dugaannya benar. Suara itu milik Rafi.
"Yoii dong!! Gc, Raf. Gue udah pengen rebahan nih," ucap Arin sembari menggoyang-goyangkan tangan Rafi.
Rafi berdecak malas sekaligus kesal. Ya beginilah Arin jika sudah bersama dengan orang-orang terdekatnya. Sifat asli memang tidak bisa ditutupi.
"Iya bawel," balas Rafi sembari memutar bola matanya.
"Eh, Raf. Kok lo tumben enggak bawa sih Kulen? Kok malah bawa sih Jaja?" tanya Arin. Kalian pasti tahulah Jaja itu siapa. Jaja itu nama motor maticnya Rafi.
"Kulen lagi gue service. Ya hitung-hitung sekalian make sih Jaja lagi aja sih," balasnya sembari menyerahkan helm kearah Arin.
"Oh begitu," jawab Arin sembari mengangguk-angguk, paham.
🍁
Mereka masih dalam perjalanan menuju rumah Arin. Sedari tadi Rafi dan Arin selalu bercanda pada saat di lampu merah.
Mungkin jika ada orang lain yang melihat tingkah mereka. Mungkin salah seorang diantaranya akan mengira jika mereka adalah sepasang kekasih.
"Dy, warga sekolah belum banyak yang tahu kalau kita ini sepupuan. Terus nanti kalau sih Ariel yang ketua basket itu cemburu sama gue dan gue dianggap pelakor gimanaa??" Rafi bertanya kepada Arin.
Mereka sedang berhenti dilampu merah yang sudah mulai mendekati area kompleks rumah Arin.
"Ya biarin ajalah. Mau dia cemburu atau engga gue mah engga peduli," balas Arin santai yang membuat Rafi tertawa.
"Alah sok-sokan biarin aja. Entar mah kalo dia pergi juga bakalan nangis. Jangan kayak gitu, dy. Laki-laki juga punya perasaan," ujar Rafi seperti penasehat profesional.
"Hilih. Eh tapi gue denger gosip emang lo suka ya sama Lalista anak XI Bahasa 2?" tanya Arin yang membuat Rafi menoleh ke kaca spion.
"Halah tuh gosip kok bener ya?" balas Rafi.
"Hah?!?! Serius lo suka sama Lalista Raf??" ucap Arin dengan sangat antusias hingga membuat orang-orang disebelah mereka, menengok heran kearahnya.
Arin pun meringis setelah menyadari perbuatannya karena sudah teriak tadi. "Maaf pak dan bu, tadi saya teriak-teriak, hehehe."
"Lo mah ogeb!" kata Rafi sembari menoyor helm Arin yang membuatnya memekik.
"Sakit, Sarap!" balas Arin seraya mencebikan bibirnya.
"Ya Allah, dy. Nama gue Rafi bukan Sarap! Lo mah sama aja kayak Bang Gerald ih!!!" balas Rafi yang membuat Arin tertawa. Sekarang gantian Rafi yang ngambek.
"Jalan woi!! Udah ijo lampunya!!" kata Arin sembari menepuk-nepuk pundak sepupunya tersebut.
"Iya sabar!!! Bawel banget sih!!!" ucapnya.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda karena lampu merah tadi dengan canda dan tawa.
Tanpa mereka sadari tadi...
Apa gue udah ga bisa lagi dapet maaf dari lo? Kenapa sekarang lo malah semakin menjauh dari gue? Terlalu besarkah kesalahan gue sampai lo sejauh ini? Sampai lo nyakitin hati ini? Sampai ngebuat hati ini menggali luka lamanya? Kalau seperti ini. Hati gue udah ga kuat. Hati ini juga lelah. Letih. Pecuma! Gue berjuang tapi lo malah asik-asikan sama orang lain tanpa peduliin rasa sakit yang gue tanggung saat lo bisa tertawa sama yang lain sedangkan sama gue lo selalu dingin, lirih seseorang yang melihat interaksi Arin dan Rafi diparkiran dengan jarak antara parkiran dan koridor SMA Angkasa.
🍁
Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!
Widiih Arin udah mulai nunjukin kode-kodean nih, ohok-ohok. Lama-lama jadi semakin penasaran mereka ini kelanjutannya gimana ya?
Makanya jangan lupa follow aku, comment, like dan ikutin terus setiap partnya!
Btw, coba dong comment kalian ini antusias banget ga sih sama Kisah Ariel dan Arin ini.. Kalo iyaaaa, coba dong commentnyaaaa!!🌴
Jangan lupa follow instagram aku
@andinildrr
Jangan lupa follow akun personal untuk mendapat notifikasi tentang cerita-cerita aku di:
@storyof.ldrr_
Suka quotes-quotes gitu? kata-kata galau? motivasi? mampir atuh ke akun:
@naoumyquotes
Mau kepoin tentang CYRAL? Dan nanya-nanya tentang mereka? Jangan lupa follow!! :
@arindybf_
@cystanindy_
@yasminefndi_
@lioratasyarf
@biancasalsa
Kalian juga mau kepoin tentang THE KALBU? Tenang, follow aja nih akun mereka!! :
@arielananta_
@kevanap19
@aliefnevandra
@indraaye
@leonzaa_
Sampai berjumpa di part 19 semuanya! Sampai Jumpa lagi!🐝 Jangan lupa untuk baca, 'Danger Girls!' OKEE!!
te amo for you all!💖