
"Jangan pernah paksa gue untuk mencerita apapun yang udah gue kubur selama ini! Karena lo ga akan mengerti berapa susahnya gue untuk engga mengingat kejadian pahit itu."
—Bellany Arindy Fernando.
🍁
Ariel dan Arin maju ke depan dengan bergadengan tangan. Alamak! Mereka ini bikin jomblo-jomblo pada iri ya!
*Biasa sa cinta satu sa pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Jangan kau berulah sa trakan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Dan ini semua tentang hati
Jadi coba pikir kembali
Janji tra mungkin sa ingkari
Karna alasan tra kabari
Kasih ko begitu curiga
Berubah kini ko berbeda
Ikat sa kuat atas nama cinta
Sa tra suka paksa itu masalahnya
Biasa sa cinta satu sa pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Jangan kau berulah sa trakan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Biarkan cinta tumbuh sebisanya
Cinta dan resah itu pelengkapnya
Jang hanya datang dan tinggalkan lara
Sa tetap cinta walo tra bersuara
Biasa sa cinta satu sa pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Jangan kau berulah sa trakan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang*
Mereka berduet dengan sangat romantis. Dengan suara Ariel dan Arin dan lantunan gitar yang semakin mendukung performance mereka berdua.
Setelah selesai di akhiran lirik semuanya langsung bertepuk tangan dengan riuhnya. Dan semuanya sudah pasti menduga kalau Ariel dan Arin akan menang.
"Ayo beri tepukan tangan sekai lagi kepada teman kalian semua, Ariel dan Arin," ucap Miss Helen membuat murid-murid sontak riuh kembali dengan tepukan tangan dan suara-suara lainnya.
Sekarang giliran pengumumannya. Dari ke lima penampilan yang memukau tersebut hanya ada satu di antara mereka yang akan menang.
"Oke anak-anak, Miss akan mengumumkan siapa pemenang di antara ke lima kelompok tadi."
"Dengan tampilan yang sangat romantis dan lagu yang mendukung. SELAMAT UNTUK...," ucap Miss Helen menjeda kalimatnya.
"Ariel dan Arin menjadi pemenangnya!!! Ayo Ariel dan Arin silahkan maju," ucap Miss Helen selanjutnya seraya mempersilahkan Ariel dan Arin untuk maju mengambil hadiah.
"Thank you, Miss," ucap mereka berdua berbarengan.
🍁
Sedangkan di tempat yang berbeda-beda, CYRAL dengan sibuknya membalas chat satu sama lain. Dan pesan dari Ceysta masuk di room chat grup, CYRAL Squad.
Arin yang membaca percakapan bareng sahabatnya di grup itu mengernyit heran dan mengeleng tak mengerti dengan tingkah sahabatnya.
Arin pun mengambil jaketnya yang terletak tak jauh dari tempatnya duduk dan keluar dari tenda, bergegas menyusul Kevan dan Salsa di tempat yang sudah diberi tahu Ceysta tadi padanya.
Setelah sudah lengkap mereka pun langsung jalan, tentunya Kevan dan Ceysta di depan karena mereka berdualah yang tau tempatnya berada.
Sekitar 20 menit mereka berjalan dengan mengobrol dan menikmati hembusan angin tak terasa tempat yang di tunjukan oleh Kevan tidak mengecewakan.
Lihat? Tidak mengecewakan bukan? WOW! INDAH BANGET! jarang-jarang mereka menghabiskan waktu seperti itu dan menemukan tempat seindah itu.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih dua jam mereka bersama disana. Bercanda, ngobrol, bercerita dan menyalurkan semua yang ada di benak mereka.
Sekarang mereka sudah berada di tenda masing-masing. Liora yang sedari tadi melamunkan sesuatu akhirnya di tegur oleh Salsa.
"Lo ngapa dah dari tadi gue liatin bengong mulu?" tanya Salsa membuat Liora panik.
"Itu, hhmm--," ucap Liora terpotong.
"Udahlah engga usah banyak pikiran. Kita ke sini buat refreshing. Mending sekarang lo tidur, besok kita masih punya kegiatan yang harus kita lakuin," lanjut Salsa lalu merebahkan dirinya di samping Yasmine setelah menaruh handphonenya di tas ranselnya.
Liora terdiam sejenak. Benar juga kata Salsa. Ada baiknya ia tidur. Mungkin ia tadi hanya berhalusinasi saja makanya melihat sesuatu ketika mereka semua melihat bintang tadi.
Hmm, lagian mana ada sih? Mungkin gue salah liat. Ya mungkin salah liat. Itu ga mungkinkan dia? Tapi tadi tuh jelas banget. Masa iya gue salah liat? Gue yakin itu dia. Kalo iya.. apa tujuan dia kali ini?, ucap Liora dalam hati.
Tepat di tempat yang lain,
"Halo sayang, apakah kamu merindukan ku? tentunya pasti. Aku juga sangat merindukan mu. Sampai jumpat di pertemuan kita selanjutnya, baby," ucap seseorang di sana dengan seringainya.
Mungkin jika ada yang melihatnya seperti itu mungkin dia sudah di anggap gila, mungkin. Dan maksudnya apa? pertemuan? pertemuan seperti apa yang ia inginkan?
🍁
Sekarang anak-anak kelas XI SMA Angkasa sudah di kumpulkan di tempat yangkemarin dijadikan untuk api unggun.
"Oke semuanya, Bapak akan mengumumkan kelompok untuk permainan ini," ucap Pak Bima, guru matematika tersebut.
"Setiap kelompok berjumlah 6 orang. Semuanya di pilih secara acak dan tidak ada pilih-memilih!" lanjut Pak Bima tanpa penolakan.
"Liora IPA 2, Cindy Bahasa 3, Nara Bahasa 1, Arin IPA 2, Agnesily IPS 3, dan Asiska IPS 3. kalian sebagai kelompok pertama putri," lanjut Pak Bima.
Dan Pak Bima meneruskan kelompok yang lain sampai pada kelompok yang terakhir
"Kalian harus mencari 6 bendera yang sudah di letakan oleh panitia. 6 bendera itu berwarna merah, kuning, hijau, biru, ungu, dan orange. 3 kelompok pertama nilainya akan ditambahkan kedalam raportnya masing-masing," lanjut Pak Bima.
"PENCARIAN BENDERA DIMULAI!"
🍁
Kelompok Arin mulai mencari bendera-bendera yang sudah di sebaroleh anitia seperti yang di umumkan oleh Pak Bima tadi kepada mereka semua.
Kelompok di pencarkan menjadi 3. Liora sekelompok dengan Cindy. Sedangkan Nara berkelompok dengan Agnes. Sedangkan Arin berkelompok dengan Siska.
Mereka mulai berpencar dengan mencari bendera bagian mereka masing-masing.
Ditengah-tengah Siska tiba-tiba mengangkat teleponnya. Sontak ia langsung rada menjauh dari Arin supaya perempuan itu tidak mendengar percakapannya dengan si penelepon.
Selang beberapa menit setelah Siska menyudahi acara teleponannya mereka berdua menumukan bendera berwarna hijau. Bendera itu di ambil pertama oleh Siska.
Mereka pun berjalan kembali untuk menemukan bendera berwarna kuning yang di situ sudah ada beberapa oarang yang mungkin sebagai malaikat kematian dirinya, atau lebih tepatnya Arin.
10 menit kemudian mereka menemukan bendera berwarna kuning tersebut. Dan kini adalah giliran Arin itu mengambilnya. Tapi tempat itu terlalu ekstream untuk mengambil bendera berwarna kuning itu karena jurang yang ada dibawah sana cukup membuat Arin bergidik ngeri.
"Ayo rin cepet dong ambil tuh bendera!" ucap Siska, tak sabar.
"Iya-iya sabar. Ini jurangnya tajem banget," balasnya.
Arinpun mulai mengambil bendera berwarna kuning itu dengan hati-hati. Dan ketika Arin lengah tepat saat itu Siska mendorongnya supaya jatuh ke jurang.
"OPPSS, sorry ga sengaja ke dorong," ucapnya seraya melihat ke arah bawah dan dilihatnya Arin yang terbentur batu dan mengeluarkan darah di dahinya.
Siska mengambil ponselnya, "Lakukan tugas kalian dengan rapih."
Tanpa Siska sadari ada seseorang yang mengepalkan tangannya diam-diam. "Lo harus dapet balasan untuk tindakkan lo, Asiska."
🍁
Arinpun mengerjabkan matanya perlahan-lahan. Pening dikepalanya membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas. Sudah jelas, tadi ia terbentur batu saat dirinya jatuh ke dalam jurang ini.
Ketika matanya sudah bisa normal kembali. Betapa kagetnya dia ketika mendapati dirinya berada di tengah-tengah hutan lebat? tadi ia tidak disini. Ia ingat itu.
Dia melihat jam di tangannya. Sudah menunjukan pukul 4 sore. Ia pun bangkit untuk keluar dari sini. Tapi bagaimana caranya? Ia tidak tahu harus bagaimana sekarang.
Arin menangis sekarang. Ia tidak tahu dimana dirinya berada. Ditengah hutan lebat sendirian. Benar-benar sendirian. Ia tersesat.
OH AYOLAH! Siapa sih yang mau berada di dalam hutan lebat? banyak binatang buas pula. Sendirian lagi.
"T-T-TOOLOONGG!!" ucapnya dengan serak akibat menangis tadi
"Siapapun. P-please help me!" lanjutnya dengan suara serak.
SREKK SREEKK
"S-ssiapa?" tanyanya pada sumber suara yang terdapat dari arah belakangnya. Sumpah demi apapun ia taku sekali sekarang. Jantungnya berpaju dengan cepat.
Lalu tidak lama muncul 2 orang dengan memakai topeng. Seketika membuat Arin mundur dengan cepat. Seketika ia pucat pasi.
Bagaimana ia tidak pucat kalau orang-orang itu membawa pisau yang tentu diperuntukan untuk dirinya.
"Bunda, bunda.. tolongin Indy, Indy takut banget. Tolong kirimin siapapun untuk membantu Indy sekarang. Please, bunda.. Indy takut banget sekarang," ucapnya di dalam hati. Ia pun kembali menangis.
Persetan untuk semua yang terjadi sekarang padanya. Ia sangat panik! panik sekali!
"Kalian ini siapa? siapa yang menyuruh kalian melakukan ini? saya punya salah apa sama kalian?" tanya Arin dengan suara yang ia buat sebisa mungkin supaya tidak bergetar.
Selang beberapa menit kemudian 2 orang itu semakin nekat untuk menyentuh Arin dengan pisau mulu yang ada ditangan mereka.
Kejadian semakin menegang. Dan saat itu juga, Ariel datang menyelamatkan Arin. Etahlah dari mana Ariel tau keberadaannya ia tidak peduli yang ia pedulikan sekarang adalah lari dan menjauh dari sini bersama Ariel tentunya.
"Kalian siapa?" ucap Ariel dengan suara dingin. Suara yang tidak pernah di dengar oleh Arin.
Tanpa menjawa pertanyaan Ariel 2 orang tersebut langsung menyerang Ariel. Tapi Ariel kalah telak karena salah satu dari mereka berhasil menancapkan pisau ke perut Ariel. Membuatnya membeku seketika.
Ke-2 orang itu lalu pergi dengan tergesa-gesa setelah menancapkan pisau ke perut Ariel.
Arin lalu menghampiri Ariel yang hendak ambruk itu. lalu mendekapnya ke dalam pelukan hangatnya. Seketika itu juga Arin menangis sejadi-jadinya.
"Syuut, jangan nangis..," ucap Ariel seraya mengusap jejak air mata Arin.
Tapi itu tidak bisa dilakukan oleh Arin. Bagaiman mungkin ia bisa seperti itu? ketika melihat orang yang di sayangnya berdarah seperti itu?
"Jangan nangis dong.. nanti aku juga ikut sedih nih," lanjutnya, Tapi Arin tetap diam. Ia tidak bisa untuk tidak nangis.
Ketika Ariel akan mengusap kembali air mata Arin ia tidak mampu lalu jatuh tak sadarkan diri membuat Arin luruh dan menangis sejadi-jadinya.
"Bunda.. kirim seseorang untuk menolong Ariel..," ucapnya seraya mendongakan kepalanya.
Beberapa menit kemudia Kevan dan Indra tergesa-gesa datang dan akhirnya menemukan Arin dan sahabat mereka berdua, Ariel.
Namun betapa kagetnya mereka berdua ketika melihat pisau masih menusuk di perutnya Ariel. Bagaimana mungkin bisa? Apakah ini percobaan pembunuhan? INI SIH NAMANYA GILA! pikir mereka saat melihat kondiri Ariel dan Arin.
"Ayo, Ndra gotong Ariel bareng-bareng," ucap Kevan terlepas dari rasa shocknya.
Setelah itu mereka berdua di larikan ke rumah sakit.
Arin mendapat 2 jahitan di dahinya. Mungkin itu tidak akan berbekar karena dekat dengan rambut. Kalo berbekaspun ia bisa menutupinya dengan rambut panjang miliknya.
Sedangkan Ariel? Ia sempat kehabisan banyak darah dan mendapatkan 8 jahitan di perutnya. Ia terluka cukup parah. Tapi dokter menyatakan kalau Ariel akan koma, tapi untuk beberapa hari saja karena terlepas dari masa operasinya tadi.
Dokter memperbolehkan untuk beberapa menjenguk Ariel dan tidak diperbolehkan berisik!
Arin masuk lalu duduk seraya memegangi tangan Ariel. "Cepat sembuh sayangku," ucapnya lalu mengecup dahi Ariel lama sembari tetap menggenggam tangannya kekasihnya itu dengan erat.
Di luar ruangan, Ibunda Ariel sangat terpukul mendengar kabar menyakitkan itu. Ia luruh saat mendengar kabar itu lalu bergegas menuju rumah sakit sesegera mungkin.
🍁
Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!
Hmm, kira-kira kelanjutan cerita ini apa ya? Aduh jadi penasaran banget dehhh!! Ga sabar nunggu kelanjutannya.
Makanya jangan lupa follow aku, comment, like dan ikutin terus setiap partnya!
Btw, coba dong comment kalian ini antusias banget ga sih sama Kisah Ariel dan Arin ini.. Kalo iyaaaa, coba dong commentnyaaaa!!🌴
Jangan lupa follow instagram aku :
@andinildrr
Jangan lupa follow akun khusus story aku untuk mendapat notifikasi tentang informasi cerita-cerita aku dan keseruan lainnya di akun :
@storyof.ldrr
Suka quotes-quotes gitu? Yang galau-galau? Atau motivasi? Atau kamu yang lagi broken heart? Yaudah mampir atuh ke akun :
@naoumyquotes
Mau cari barang-barang kpop? baju? dan lain-lain? Tapi gatau harga yang murah dimana? Tenang, nih aku punya referensi akun jualan terbaik :
@travies0.olshop
Suka sama pemandangan? Tempat-tempat yang bikin seger mata? Dan sesuatu yang berbau aesthetic gitu? Yaudah skuylah cek aja ke akun :
@jaelaestetico
Mau kepoin tentang CYRAL? Dan nanya-nanya tentang mereka? Jangan lupa follow!! :
@arindybf_
@cystanindy_
@yasminefndi_
@lioratasyarf
@biancasalsa
Kalian juga mau kepoin tentang The KALBU ? Tenang, follow aja nih akun mereka!! :
@arielananta_
@kevanap19
@aliefnevandra
@indraaye
@leonzaa_
Sampai berjumpa di part 31 semuanya! Sampai Jumpa lagi!🐝
Te amo for you, All😘💖.
(Aku mencintaimu untuk kamu, semua😘💖).