ANANTARINDY

ANANTARINDY
Dibonceng



..."Bahwa yang berharga, gabakal bisa di dapat untuk kedua kali."...


...☆anantarindy☆...


                                  


Dengan pikirannya masih berkelana dengan bayang-bayangan yang mungkin terjadi dan jujur itu membuat Arin bergidik.


"Yaudah cepetan naik, entar gue tinggal beneran nih." Ariel kembali menakut-nakuti Arin membuat gadis itu tersadar.


"Iya-iya sabar."


Setelah Arin naik kejok bagian belakang motornya, Ariel menyalakan motornya. Mereka menembus kota Bandung yang tidak terlalu padat itu.


*Callingan masuk ke hp ai*


Suara dering hp terdengar dari ponsel Arin dan jujur deringannya begitu lucu. Hal itu membuat Arin meratapi nasibnya, dia benar-benar lupa mengganti dering ponselnya.


Oh Tuhan apakah ini hari tersialnya?


"Rin, hp lo ya yang bunyi?"


"Iya, berhenti dulu." balas Arin membuat Ariel menepikan motornya.


Arin langsung menjawab panggil telepon, ternyata dari Vierra, kakaknya.


"Halo kak?" tanya Arin begitu sambungan terhubung.


"Halo dek, kamu pulang sama siapa?!" balas Vierra yang terdengar khawatir.


"Rin!! Woi jawab!!!" katanya diseberang sana dengan nada yang masih sama.


Arin pun memutar bola matanya kesal, "Ini aku pulang sama Ariel, tadi abisan aku nunggu angkutan umum ga lewat-lewat."


Terdengar suara hembusan napas di sana, menandakan ketenangan, "Oh yaudah kalo kayak gitu. Nanti kalo udah sampai rumah, bilang sama Ayah, kakak pulangnya agak malam, soalnya habis tambahan langsung kerja kelompok di rumah Rendy."


Arin pun hanya membalas dengan deheman di setiap perkatanya. "Yaudah kalo kayak gitu, hati-hati di jalan ya, bilangin kakak kalo kamu di apa-apain," kemudian Arin langsung menekan tanda merah di ponsel sebagai akhir percakapannya.


"Ril, ayo jalan lagi," kata Arin pada Ariel yang masih memainkan ponsel.


Dia pun menatap ku, "Lo udah teleponannya?"


Arin pun mengangguk, "iya udah ayo buruan keburu magrib."


Arin dan Ariel pun menaiki motor dan kembali menembus kota bandung yang ramai tersebut.


Di tengah perjalanan Ariel kembali berbicara, "Tadi kakak lo ngechat gue di Line."


Arin pun langsung melotot mendengar ucapannya "Hah? Kak Vierra bilang apa sama lo?" katanya agak kencang, mungkin supaya Ariel bisa lebih mendengar suaranya.


"Gausah teriak rin, gue denger kok lo ngomong apaan," kata Ariel yang membuat Arin malu.


"Oh iya, sorry deh kalo begitu, tadi Kak Vierra ngechat apaan sama lo?"


"Kata Kak Vierra, 'Awas aja ya lo macem-macemin adek gue atau nyulik adek gue' lagi juga siapa lagi yang mau nyulik lo, wkwkwk. Kakak lo geer banget, hahaha," balas Ariel sembari terkekeh di akhir kalimatnya.


Arin pun hanya tersenyum miring sebagai balasannya. Dan tak lama merekapun tiba dirumahnya Arin.


Jangan tanya kenapa Ariel tidak menanyakan detail tentang rumah Arin, karena sebelumnya dia sudah dua kali ke daerah sini.


"Rin, nanti jangan lupa ya, add gue di LINE," kata Ariel.


Arin pun hanya mengangguki ucapannya. Padahal tadi setelah dia teleponan sama Kak Vierra dia sudah addnya


"Makasih ya," ucap Arin pada Ariel, tulus. Habis itu Arin berlalu ingin memasuki halaman rumahnya. Tapi itu tertahan oleh suara Ariel.


"Rin, tunggu dulu deh," katanya sembari mencekat tangan Arin yang langsung ditepisny.


"Ada apa?" katanya sembari mengangkat alis.


 "Tadi, Kevan nyuruh gue nanya sama lo. Kata dia, 'Alvaro siapanya si Ceysta' dan apa lo tahu Alvaro tinggal dimana?" katanya yang membuat Arin menggeleng, tidak percaya.


"Kalo lo gamau kasih tahu juga gapapa kok, gue ga maksa," lanjutnya.


"Alvaro itu mantannya Ceysta, dia pernah selingkuh di belakangnya Ceysta, awalnya yang tahu duluan itu Yasmine dan Salsa. Tapi Karena kita pernah sepakat ga bakal pernah ada rahasia-rahasiaan di antara kita. Akhirnya Yasmine dan Salsa ngasih tahu gue dan Liora," Arin menjeda ucapannya sebentar.


"Aslinya gue mau ngasih tahu Ceysta, tapi semuanya terlambat. Waktu itu Ceysta udah liat dengan matanya sendiri bahwa Alvaro pegangan tangan sama cewe lain di Mall. Dan waktu itu kita juga sempet marahan gegara kita-kita ga ngasih tahu dia soal Alvaro, padahal kita tahu yang sebenarnya," kata Arin sembari menerawang beberapa tahun yang lalu.


"Dan akhirnya Alvaro sama Ceysta putus, itu kejadian pas waktu kelas 8. Kelas 9 Alvaro pindah, entah kemana gue sama yang lain juga ga mau nyari tahu, jadi lo udah cukup jelaskan? Soal dia tinggal dimana.. Sorry, gue juga gatahu itu," ucap Arin panjang lebar.


"Oh yaudah gue pulang ya Rin, sampai ketemu besok! Bye!" katanya yang langsung di beri anggukan dengan Arin, habis itu dia melenggangkan kakinya.


🍁


Arinpun langsung menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Selesai mandi dan memakai baju, Arinpun mengecek beberapa album. Album yang di dalamnya ada foto dirinya dan foto orang yang paling dia sayangi, orang yang mungkin sedang tersenyum di atas sana.


Setelah cukup ku pandangi foto yang ada disana. Aku pun bergegas untuk membantu Bik Minah untuk menyiapkan makan malam.


"Hai bi," sapanya kepada wanita paruh baya itu.


"Iya non," jawabnya lembut. Dialah yang selalu mendengar keluh kesahnya Arin beberapa tahun ini setelah ditinggal Almarhum bundanya.


"Sini bik, Indy bantuin mindahin ke meja makan," kata Arin yang tidak di tolak oleh Bik Minah, wajar. Karena ini sudah menjadi kebiasaannya.


Biasanya jika jam-jam segini mereka bergumul biasanya Vierra ikut juga, namun saat ini dia sudah sibuk karena kegiatan XII yang padat.


"Non kok tumben pulangnya lebih sorean? Habis dari rumah teman dulu ya?" kata Bi Minah sembari meletakan masakan ke dalam piring.


Arin yang baru saja memindahkan makanan ke meja membalasnya dengan lembut dan halus. Ya gini-gini juga dia masih bisa sopan dengan orang yang lebih tua darinya.


"Engga kok bik, tadi Kak Vierra cuma lupa bilang aja kalo ada kelas tambahan. Jadinya aku nungguin dia, eeh udah satu jam aku nungguin dia, dia baru chat aku kalo aku disuruh pulang duluan, hehehe. Terus ada temen aku yang anterin aku pulang ke rumah," ucap Arin sembari mengulum senyum pada wanita paruh baya itu. Senyuman yang jarang aku tampakkan.


"Temen? Temen non siapa yang bawa motor? Temen non kan pasti di jemput mobil semuakan? Paling yang engga cuma Non Yasmine saja.. Itu juga karena Non Yasmine selalu bareng den kembar atau engga dia bawa motor sendiri," balasnya dengan nada menginterogasi Arin.


"Eh iya, itu temen cowo ku bi.. Tapi bibi jangan bilang-bilang ayah ya?" katanya sembari tersenyum dan menggabungkan kedua tangannya di depan dada, seperti memohon.


Bibi pun tersenyum, "Non udah besar juga ya," katanya sembari mengusap puncak kepala Arin. Tersirat banyak makna di ucapannya.


Bel rumah berbunyi, menandakan jika ada seseorang di luar sana.


"Biar aku saja yang bukain pintunya bik." ucap Arin sembari berjalan menuju pintu utama.


Setibanya di luar dan melihat siapa yang datang, Arin pun langsung memeluk dan mencium punggung tangan orang itu.


Fernando pun membalas pelukkannya serya masuk sembari mengucapkan salam, "Assalamualaikum, Halo Indy sayangku," ucapnya sembari mengusap puncak kepala Arin.


Arin pun tersenyum sembari melepas pelukannya pada sang ayah, "Wa'alaikumsalam, yaah."


"Ayo kita masuk, bibi masak apa?," tanya Fernando sembari merangkul Arin.


"Wah, enak banget tuh, jadi gasabar buat makanan," kata Fernando sembari mengusap puncak kepala Arin (lagi).


"Ayah..," panggil Arin padanya


"Ada apa, Indy?" balasnya.


"Tadi Kak Vierra bilang sama aku, katanya dia bakal pulang agak malam, karena kerja kelompok dulu di rumah Bang Rendy," ucap Arin.


"Oh begitu, ya sudah, ayah ke kamar dulu ya, habis itu kita makan," katanya yang dibalas Arin dengan anggukan.


Arin pun menunggu Ayah da Vierra. Tak lama dia menunggu, terdengar bunyi bel lagi. Yang dia duga itu adalah Vierra yang baru pulang.


Aku pun berjalan menuju pintu utama


"Assalamualaikum," katanya dengan wajah letih. Arin pun mencium punggung tangannya.


"Wa'alaikumsalam, udah setengah 7 malam kak. Malam banget pulangnya." katanya sembari membuka pintu untuknya.


"Iya rin, tugasnya banyak banget, mana tadi kakak masih kurang ngerti sama materi yang dikasih," balas Vierra seraya mengusap wajahnya.


"Yaudah mandi dulu gih, abis itu makan malam sama aku dan ayah," Ucap Arin sembari mendorongnya menuju tangga


"Iya adik ku yang baweeell," ucapnya dengan nada menjengkelkan ditelinga Arin.


Beberapa saat kemudian, mereka semua sudah berkumpul di meja makan.


"Tugas kamu banyak sekali ya, Vera. Sampai pulang larut malam seperti ini," ucap ayah sembari mengambil lauk dan dimasukkan ke dalam piring nya.


"Iya yah, maaf aku pulang agak malam. Habisnya guru udah ngasih tugas banyak, padahal baru juga liburan," jawab Vierra dengan nada letih.


"Ya sudah, asalkan kamu juga jaga kesehatan kamu terus, dan jangan lupa terus pulang bareng Indy," ucap Fernando sembari menyuapkan nasi ke mulutnya


"Oh iya, maaf yah.. Tapi untuk hari senin sampai kamis, aku enggak bisa pulang dulu bareng Arin.. Soalnya ada jadwal pelajaran tambahan," ucap Vierra kepada ayah


"Oh, ya sudah. Arin nanti kamu di jemput saja ya, dengan Pak Mono" ucap Fernando sembari menatap Arin yang membalas dengan anggukan.


🍃


Setelah selesai makan, Arin pun pergi ke kamarnya, untuk menyiapkan tugas dan mengerjakan pr.


Besok adalah jadwal pelajaran Biologi, Bahasa Inggris, dan Olahraga.


Setelah menyiapkan itu semua dan sudah menyelesaikan tugasnya lebih dahulu, Arin pun mengambil ponselnya yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya.


Arin pun menyalakan ponselnya, ada banyak motif disana. Dia pun hanya mengescrool kebawah. Dari DM, like dari instagramnya, chat grub.


Dan akhirnya Arin membuka aplikasi LINE. Terdapat banyak notif di sana. Tapi ada satu yang mencuri mata ku, Arielananta massage


Halo singa dingin. Udah


tidur belum? Udah makan?


Udah nyiapin tugas? Udah


belajar kah buat besok?


  Arielananta.


Bawel lo, berisik! tau ga sih?!           


Send.


Beberapa saat kemudian, Arielpun membaca pesannya.


Arielananta. is typing...


Ih galak banget sih kamu, Akunya kan makin sayang


jadinya 😚


Arielananta.


Arin mengernyitkan jidatnya, antara geli dan jijik karena Ariel mengechatnya dengan emoticon seperti itu.


Sayang? Lo sayang ke Mbak Lilis ya wkwk?


                           Send.


Ih enggak, lo mah resek. Gue kan sayangnya cuma


sama Bellany Arindy Fernando ajaaaaaa~~~~


 Arielananta.


Wkwkwk, gue kira lo sayangnya sama Mbak Lilis, udah yep gue ngantuk, bye.


                                                        Send.


Good night, Singa Dingin ya Ariel. Bobok yang nyenyak


ya, mimpiin gue jangan lupa, Baca doa juga, biar makin


indah mimpiin aku nya, Meet bobok, Arin❤.


   Arielananta


Aku pun membacanya dan mengetik 'GN juga' dan mengoffkan wifi  dan menaruh ponselnya ke atas nakas kembali.


"Haruskah aku membuka hati ku lagi? Mungkin iya? Mungkin tidak. Tapi sepertinya Ariel itu baik," ucap Arin dalam hati, kemudian Arin pun mengingat tentang kata-kata quote yang pernah ia baca.


Kadang lo harus tahu tentang sesuatu bahwa sesuatu yang berharga, gabakal bisa di dapat untuk kedua kalinya.


Kalo memang Ariel itu yang terbaik, Arin pun akan berusaha untuk mencoba membuka hatinya kembali.


[TBC]


HALO, GIMANA CERITANYA?


Semoga kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tunggu kelanjutannya dipart 7 ya! see you. Jangan lupa likenya ya sebagai bentuk dukungan untuk cerita ini~


Jangan lupa follow : @andinildrrn dan @storyof.ldrr [check visualisasi ANANTARINDY]


follow juga akun rp, untuk liat visual dan keseharian anak-anak AR!♡ : @anantarindy


subscribe youtube : [senja nidy] untuk ngeliat trailer 1 dari cerita ANANTARINDY!


Te amo for you all😘💖.