ANANTARINDY

ANANTARINDY
Gempar dan masalalu (part 23)



"Banyak orang yang tahu hanya dari katanya aja."


🍁


— Bellany Arindy Fernando POV


Aku dan sahabatku memasuki area kantin yang sudah terlihat senggang itu. Tidak ramai dan juga sepi. Maklum kita-kita baru keluar setelah bel sudah berdering sepuluh menit yang lalu


"Mau mesen apa?" tanya Yasmine kepada kita semua. Kita pun menengok kearahnya, seperti biasa kita menyampaikan apa yang ingin kita pesan.


Oh ya, btw disini kita setiap harinya tuker-tukeran. Kali ini yang traktir kita Yasmine. Kita udah ngelakuin giliran kayak gini dari kelas X ya supaya kita juga bisa hemat jajan, haha. Oke lanjut.


"Samain aja Siomay sama Es Jeruk semua," balasku.


Setelah Yasmine dan Salsa pergi untuk memesan makanan dan minuman kita dan pergi duduk di salah satu bangku kosong di kantin. Alih-alih mendapay kedamaian, aku malah dibuat kaget Oleh Ceysta.


"Ehh **** itu berita lo beneran?" tanyanya sembari menoel lenganku yang membuatku kaget karena tadi dia izin ke toilet sama kita-kita.


"Berita apaan, Sukinem?" balasku sembari menaiki satu alisku, bingung.


"Kaga usah pura-pura jadi amnesia deh ya Neng Arin. Satu penjuru sekolah juga udah tau kalo lo udah jadian sama Ariel," ucap Liora seraya memutar bola matanya, jengah. Menyela Ceysta.


"Lah!! Siapa yang ember dah?! Gue aja kaga kasih tahu lo-lo pada," jawabku kaget beradu kesal.


"Gue sih tahu dari grub chat anak-anak OSIS," jawab Liora sembari mengecek ponselnya.


"Siapa yang dah namanya?" tanyaku sembari mengernyitkan dahi. Kurang ajar, jika aku tahu siapapun itu akan aku gatak! ok aku cuma bercanda aja kok.


"Meyla anak kelas XI IPS 5," jawab Liora santai sembari menscroll pesan yang berada di grub chat OSIS tersebut.


"Meyla? Yang biang gosip seantero SMA Angkasa itu?" tanya Yasmine ikut menyambar sembari membawa nampan berisi makanan kita berlima.




Aku membelalakan matanya kaget dengan pesan-pesan yang ada di ponselnya Liora. WAH KURANG AJAR BANGET NIH ORANG!


"*****! Yang mana dah anaknya?" Tanyaku bingung bukan main tentang teman seangkatanku yang bernama Meyla itu


"Satu genk sama Siska. Entar kalo ada gue kasih tau dah," jawab Yasmine. Memang ya diantara kita berlima ini dialah yang selalu update tentang informasi-informasi.


"Btw lo jadian pas kapan? Terus dimana? Jam berapa? Ariel ngasih apa sama lo pas jedor lo?" Tanya Salsa beruntun kayak kereta api, tut tutt tutt, siapa hendak tur--, apasih? Gajelas banget, dasar aku.


"**** pelan-pelan ngapa nanyanya," balasku sembari melirik sinis ke arah Salsa.


"Eh yaudah sih, mangap ngapa mangap. Peach rin peach," balasnya sembari meletakkan kedua tangannya dikepala membentuk simbol dua jari.


"Pas hari Sabtu kemarin, di Dufan gue jadiannya, jam enaman didepan komedi puter sambil ngasih boneka sama buket coklat," jawabku santai dan ku lihat sahabatku kaget seraya membelalakan matanya.


"Coklatnya masih ada kaga? Gue mau dong..," tanya Salsa sembari menunjukan kepadaku puppy eyesnya. Ck! ekspresi ini ingin digatak ya?


Semuanya serempak memutar bola matanya, kesal. Yasmine menoyor kepala Salsa karena kedodolannya yang melebihi kapasitas tersebut. Thanks, mine udah ngewakilin aku, hahaha.


"Aduuuhhh, sakit ogeb!" katanya sembari mengaduh dan mengelus-ngelus ketiaknya. Lah ehhh?? Kok ketiak sih? Ralat-ralat jidat maksud aku. Jangan salahin aku suka typo terus ngomongnya, salahin Authornya aja oke! dia yang buat cerita ini soalnya :) .


"Udahlah kembali lagi aja ke topic. Dia mah kadang-kadang kepalanya emang harus dibenturin dulu biar nyambung," kata Ceysta yang diberi anggukan semua kecuali Salsa karena dia sedang mengerucutkan bibirnya, kesal dengan pernyataan Ceysta itu.


"Jadi itu lo yang jadian sama si Ariel itu true atau false sih?" Tanya Ceysta mengembalikan topic ke awal kembali, dasar kepo! [true : benar || false : salah]


"Beneran....," jawabku sekenanya dsn membuat sahabatku kaget. Oh ya, ini mereka sudah berapa kali kaget ya?


"HAH?!!!!" Kata mereka serempak membuatku terkejut dan sedikit terlonjak itu. Membuat beberapa murid di kantin menoleh ke arah meja kami.


"Bacot!" ucapku mendesis kepada ke-empat sahabatku yang super duper bacot yang tidak dikondisikan tersebut.


"Bukannya lo belum bisa move on dari sih mpphhh," ucapan Salsa terpotong dan aku melihat Yasmine membekap mulutnya.


Aku tahu omongan Salsa mau kearah apa dan jujur itu membuat nafsu makanku hilang. Ah dasar Salsa nyebelin! bisa-bisa kejadian bertahun-tahun lalu itu ia ingat kembali. Aish.


Segeralah aku menyedot es jeruk ku yang dipesan oleh Yasmine tadi menggunakan sedotan berwarna hijau yang sudah nangkring di dalam es jerukku itu..


"Eh gue duluan ya! Gue lupa belum nyelesain tugasnya Bu Adira. Bye!!!" ucapku sembari melambaikan tangan ke arah mereka lalu berbalik menuju pintu keluar.


Aku masih bisa mendengar Yasmine dan Ceysta memarahi Salsa. Dan sebelum aku beranjak, aku sempat melihat Liora yang mengernyit dan melihatku dengan tatapan yang sukar untukku artikan itu. [sukar : susah]


Bonus percakapan Yasmine dan Ceysta yang kesal :


"Lo mah ogeb banget!" ucap Yasmine, jengah dengan kebodohan sahabatnya itu. Dia tidak habis pikir kenapa sahabatnya yang satu ini tidak bisa mengontrol ucapannya.


"Lah apa salah gue dah?" tanya Salsa sembari menunjukan ekspresi tanpa dosa yang minta dibuang ke Sungai Nil.


"Lo tuh nyinggung soal sih itu dodol! Lo taukan susahnya Arin ngelupain tuh cowok berengsek?" lanjut Ceysta yang ikut-ikutan kesal dengan Salsa yang susah banget untuk ngerem ucapannya tersebut.


"Oh iya! Aduh Salsa bego banget!" ucap Salsa sembari menabok mulutnya sendiri sembari memarahi mulutnya sendiri.


Liora, Yasmine, dan Ceysta yang melihat adegan sahabatnya itu hanya menggelengkan kepalanya, heran. Heran kenapa mereka mampu bersahabat dengan manusia seperti Salsa itu.


🍁


Bel masuk pun berbunyi dan saat itu juga tugas yang diberikan oleh Bu Adira sudah aku selesaikan. Sebenarnya tadi pagi aku berniat melanjutkannya karena semalam tidak bisa menyelesaikan tugas itu, taoi berhubung aku lupa, ya aku selesaikan tugas itu di sekolah.


Ku lihat keempat sahabatku memasuki kelas dengan wajah yang sukar untukku artikan. Oh Ayolah aku cukup bosan melihat eskpresi mereka semua seperti ini.


Aku melihat wajah Liora yang menaiki satu alisnya dengan muka dingin khasnya sembari melipat tangannya di depan dadanya.


Selanjutnya aku melihat wajah Ceysta yang terlihat khawatir, mungkin. Karena ku lihat dia mengernyitkan dahinya.


Dan kemudian ku melihat Yasmine dia menatapku dengan tatapan galak khasnya aku yakin dia akan memarahiku akibat mengingat tentang—ah sudahlah.


Dan terakhir aku melihat muka Salsa yang sudah memelas seperti ingin menangis. Aku tau pasti dia sudah sadar akan omongannya tadi.


Mereka berempat menghampiriku dengan wajah yang masih sama dengan tadi. Aku pun kembali berpura-pura membaca novel yang ada dilaci mejaku.


Aku ingin memberi tahu, Bu Adira selalu telat lima belas menit dari jadwalnya mengajar dan kita semua sudah hafal betul akan keterlambatan guru itu.


Seperti biasa Lioralah yang selalu mengambil bangku dari mejanya yang terdapat dibelakang Ceysta lalu menyeretnya disamping Ceysta.


Aku tetap fokus membaca sebuah novel alurnya tidak jelas aku belum menangkapnya karena suara Yasmine mengganggu konsentrasi membacaku.


Aku melirik sekilas kearahnya dengan tatapan dinginku dengan acuh tak acuh. Yang membuat Yasmine mendengus karena ulahku.


"Ariiinnnnnn!!!" ucap Salsa menyebut namaku membuatku mendongak kearahnya dengan menaiki satu alisku.


"Maafin Salsa yaaa! Iya deh iyaaa, Salsa tau Salsa tadi keceplosan ngomong gitu sama Arin. Tapi itu engga sengaja! Suer dehhh!" ucapnya dengan menunjukkan dua jarinya kepadaku.


"Masalahnya dimana, *****?" tanyaku bingung. Sebenarnya tadi aku ke kelas sebagian besar memang untuk mengerjakan tugas Bu Adira belum aku selesaikan tersebut.


"Jadi Arin engga marah nih sama Salsa?" tanyanya lagi yang ku beri gelengan.


"Lah terus kenapa lo balik duluan?" kata Yasmine menatap malas kearah ku. Sungguh aku benci jika dia menatapku begitu! Ingin rasanya aku menampol jantungnya!


"Lah emang kalian pada kaga denger apa? Gue tadi ke kelas mau ngerjain tugasnya Bu Adira!" ucapku sembari memperlihatkan kepada mereka buku Bahasa Indonesia yang terletak diatas mejaku itu.


"Gue kira dia boong, ****," ucap Ceysta menyeletuk yang diberi tawaan kecil oleh kami, memang dialah yang sering mencairkan suasana tegang di antara kita setelah Salsa.


"Emang semalem lo belum ngerjain kok baru sekarang? Tumben banget ngerjain tugas di sekolah," tanya Liora yang sedari tadi diam yang akhirnya membuka suara juga.


"Udah sih cuma sepuluh doang eh guenya ke buru ngantuk. Niatnya mau gue kerjain subuh tadi eh guenya lupa ngerjain. Alhasil gue lanjutinnya sekarang," ucapku seraya menandai novel yang tadi ku baca dengan pembatasnya dan meletakkannya diatas meja.


Tidak lama dari itu Bu Adira masuk. "Assalamualaikum anak-anak," ucap Bu Adira seraya masuk ke dalam kelas XI IPA 2.


"Wa'alaikumsalam, Bu," ucap kami serempak.


Dan pelajaran terakhir kelasku dihabiskan dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Guru itu, aku sebenarnya bosan sekali mendengarkan soalnya Bu Adira selalu mengulangi cerita yang sama dan aku sampai hafal akan cerita tersebut.


Aku bosan sekali mendengar ucapan Bu Adira yang selalu diulang-ulang. Tapi Yasudahlah tak apa asalkan dia tidak memberi kelas ini tugas yang banyak.


🍁


**OH IYA! HAPPY NEW YEAR FOR MY LOYAL READERS! 💖 Semoga di tahun ini kita bisa mencapai ke inginan kita. Jangan bosen oke sama cerita aku ini! Tungguin terus oke updatean dan keseruan ANANTARINDY di setiap partnya!


Jangan lupa berdoa! Karena usaha tanpa doa adalah hal bodoh.


Jangan lupa berusaha lebih giat lagi! Ingat! Berdoa tanpa usaha adalah hal percuma.


Tetap semangat! Jangan pantang menyerah! Karena manusia yang kuat terlahir dari seseorang yang tahan banting!


Love you more, all!!! 😳😘✨**


🍁


Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!


Hedoonnnnn, bangaauu. Kira-kira siapa ya yang bakal sih Salsa emberin kalo engga di tahan sama Yasmine? Eh iya kalian punya ga sih guru kayak Bu Adira yang kalo cerita itu di ulang mulu sampai kalian hafal? Dan kira-kira, masalalu apa yang Arin tutupin? Jadi penasaran deh..


Makanya jangan lupa follow aku, comment, like dan ikutin terus setiap partnya!


Btw, coba dong comment kalian ini antusias banget ga sih sama Kisah Ariel dan Arin ini.. Kalo iyaaaa, coba dong commentnyaaaa!!🌴


Jangan lupa follow instagram aku :


@andinildrr


Jangan lupa follow akun khusus story aku untuk mendapat notifikasi tentang informasi cerita-cerita aku dan keseruan lainnya di akun :


@storyof.ldrr


Suka quotes-quotes gitu? Yang galau-galau? Atau motivasi? Atau kamu yang lagi broken heart? Yaudah mampir atuh ke akun :


@naoumyquotes


Suka sama pemandangan? Tempat-tempat yang bikin seger mata? Dan sesuatu yang berbau aesthetic gitu? Yaudah skuylah cek aja ke akun :


@jaelaestetico


Mau kepoin tentang CYRAL? Dan nanya-nanya tentang mereka? Jangan lupa follow!! :


@arindybf_


@cystanindy_


@yasminefndi_


@lioratasyarf


@biancasalsa


Kalian juga mau kepoin tentang THE KALBU? Tenang, follow aja nih akun mereka!! :


@arielananta_


@kevanap19


@aliefnevandra


@indraaye


@leonzaa_


Sampai berjumpa di part 24 semuanya! Sampai Jumpa lagi!🐝 Jangan lupa untuk baca, 'Danger Girls!' OKEE!!


Te amo for you, All😘💖.


(Aku mencintaimu untuk kami, semua😘💖).


Bonus pict:


couple’s ANANTARINDY🙆🏻 :


[Ariel & Arin]



[Kevan & Ceysta]