
Jangan senang dulu. Lo belum benar-benar dapetin hati gue seutuhnya.
🍁
Perempuan itu berjalan sendirian di koridor sekolahnya. Dia melenggang kearah kelasnya. Sembari bersenandung ria dan memetikkan jarinya untuk mengikuti lirik yang dia nyanyikan.
*Nol dal mun dut han sul pun Melody
I ro ke nal ul li nun de Eh Eh
Ni hyang gi nun dal kom han Felony
No mu mip ji man sa rang he, YEAH
O du un ba mi, nal ga du gi jo ne
Ne gyo tul to na jima
A jik nal sa rang ha ni
Ne mam gwa gat dam yon
O nu run to na ji ma*
Arin terlalu asik menyenandungkan lagu Blackpink - Stay hingga dia tidak mendengar ada yang memanggilnya sedari tadi.
Gu chi no yo ya man ha nun,
i yu nun mut ji ma
Gu jo ne gyo te,
Stay With Me
"Selamat pagi, Bellany Arindy Fernando!" sapa seseorang dengan nada berteriak.
Arin terpaksa menyudahi acara menyanyikan lagu itu dan menengok ke empunya suara yang memanggilnya barusan.
Ck. ternyata dia. Gue kira Jisung NCT Dream yang manggil, ucap Arin dalam hati.
Arin pun berjalan lagi menuju kelasnya dan tidak mempedulikan teriakkan sih cowo yang ada di belakangnya itu. Mungkin Arin masih kesal dengan sikap cowo itu kepadanya kemarin.
Arin pun duduk dibangkunya dengan wajah yang sukar diartikan. Ceysta yang tadi sedang ngobrol dengan Salsa mengernyitkan dahi melihat wajah Arin.
"Why?" tanya Ceysta
"No problem."
"Really?" tanyannya lagi yang diberi anggukan oleh Arin.
"What happen?" tanya Salsa. "Are you okey?" lanjutnya khawatir.
"Yes. I am alright. Don't worry. I'm just tired,"
Beberapa menit kemudian bel pun berbunyi.
"Oke anak-anak sekiranya segitu saja dari bapak. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap kepala sekolah SMA Angkasa.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Setelah upacara hari senin selesai diadakan. Murid-murid SMA Angkasa diperkenankan memasuki kelasnya masing-masing.
Pak Toto selaku guru BK memasuki kelas XI IPA 4. Karena sekarang hari senin adalah jadwal mengajar beliau.
"Assalamualaikum," ucap Pak Toto
"Wa'alaikumsalam," jawab semuanya serempak.
Pak Toto memulai acara belajar-mengajar dengan berdoa terlebih dahulu.
"Oke semuanya sebelum kita memulai pembelajaran. Mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing. Berdoa dimulai"
Semua murid kelas XI IPA 4 kompak berdoa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.
"Berdoa selesai."
Selanjutnya Pak Toto memulai proses belajar-mengajarnya.
Sedangkan di kelas XI IPA 2
"Selamat pagi semuanya," sapa Bu Adira, guru Bahasa Indonesia.
"Selamat pagi juga, Bu Adira."
"Oke ketua kelas seperti biasa kamu mimpin doa, mari maju kedepan untuk memimpin doanya."
Ilham sebagai ketua kelas XI IPA 2 maju untuk memimpin doa.
"Mari teman-temanku semua. Sebelum kita memulai pembelajaran ini alangkah lebih baiknya kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa menurut kepercayaan dan agama masing-masing. Berdoa.. dimulai."
Semua murid XI IPA 2 pun berdoa serempak.
"Berdoa selesai," ucap Ilham.
"Oke Ilham terimakasih. Silahkan kamu duduk ke tempat kamu lagi," ucap Bu Adira
"Baik, Bu."
"Oke anak-anak. Mari kita lanjutkan tugas yang kemarin. Mari kalian buka buku paket halaman.." ucap Bu Adira menggantungkan ucapannya.
"Oh iya anak-anak kemarin kita sampai halaman berapa ya? Ibu kok lupa ya?" tanya Bu Adira membuat murid XI IPA 2 berdecak.
"Halaman 102, Bu," jawab Ilham
"Nah iya! Terima kasih, Ilham."
"Oke semuanya, mari kalian buka halaman 102! Ayo coba dibaca, oleh..."l,"
"Yasmine, coba bacakan," lanjut Bu Adira.
Yasmine yang merasa dirinya tertugasi segera membaca apa yang diperintahkan oleh Bu Adira.
"Bagus, Yasmine. Nah kalian semua ada yang paham dari makna cerita yang tadi Yasmine bacakan? coba kalo ada yang tahu silahkan angkat tangan."
"Saya, Bu"
"Oh oke. Coba kamu katakan apa yang kamu ketahui makna dari cerita yang Yasmine bacakan."
Arin pun menceritakan tentang makna cerita yang tadi diceritakan oleh Yasmine.
"Jika kita memang benar-benar menyayangi seseorang, mencintainya, menghormatinya, menghargainya, maka sebisa mungkin kita tidak boleh mennyakiti hatinya dan jangan sampai kita menyesal dengan apa yang pernah kita perbuat dengannya. Jangan seperti cowok yang ada dalam cerita tersebut. Ketika dia sudah bosan dengan sih cewek yang itu dia pergi meninggalkannya dan akhirnya dia menyesal karena apa yang telah dia perbuat karena tidak ada disaat sih cewek sangat membutuhkan dukungannya untuk terus melawan penyakitnya dan melanjutkan hidupnya."
Semuanya ternganga termasuk Bu Adira karena ucapan Arin barusan. Ya bukan karena apa-apa. masalahnya Arin jarang sekali berbicara panjang lebar seperti itu. Walau dia bawel, dia juga termasuk cewek yang tergolong irit berbicara dan malas membalas pengajuan disetiap jam pelajaran terlebih lagi, Arin termasuk cewek yang tergolong dingin.
"Oke semua boleh kasih tepuk tangan buat, Arin."
PROK PROK PROK
"Wah hebat kamu, Arin. Ibu saja sampai ternganga tadi mendengar balasan kamu! oke semuanya kembali lagi kepelajaran. Oke sampai disini ada yang mau ditanyakan? jika tidak, tolong kalian kerjakan halaman yang ada dibaliknya."
sedangkan di kelas XI IPA 4
"Masa muda kalian itu masih sangat panjang! jadi jangan karena hanya kalian putus cinta, stress karena memikirkan ujian, terbebani oleh masalah yang ada dikeluarga kalian. Kalian harus bunuh diri, self harm, mengurung diri, memakai narkoba, ikut balapan, ke diskotik. Coba bayangkan! jika semua anak muda seperti kalian seperti itu. Mau jadi apa negeri kita? porak-poranda oleh generasinya? tidak bukan?"
"Indonesia sekarang memang krisis sopan-santun. padahal Indonesia dulu terkenal oleh 5S. Ada yang tahu apa 5S itu? Coba ayo angkat tangan kalo emang tahu." lanjut Pak Toto.
Ariel mengangkat tangannya, "5S itu, Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun, Pak."
Pak Toto mengangguk tanda membenarkan ucapan Ariel.
"Coba kamu jelaskan makna dari setiap makna 'S' yang tadi kamu sebutkan."
"Pertama Senyum, ketika kita sedang berpapas-papasan dengan seseorang hendaknya kita tersenyum, senyum juga termasuk ibadah loh karena kita juga bisa menularkan senyuman kita ke orang lain. Tersenyumlah, walau hati mu sedang bersedih."
"Kedua Salam, dimanapun kita, ketika hendak pergi atau masuk dari rumah atau suatu tempat kita harus menyalami salah satu orang yang ada dirumah kita untuk meminta izin, salam disini maksudnya adalah mencium tangan orang yang lebih tua dari kita, makanya kita selalu disuruh salim kalo main kerumah teman kita oleh orang tua kita itu karena budaya ini."
"Saya capek pak." kata Ariel. "Yasudah tidak usah dilanjutkan jika kamu capek."
"Jangan atuh pak. Saya minum dulu ya."
Arielpun mengambil botol air putih dari kolong mejanya kemudia dia menenggaknya hingga sisa setengah.
"Kamu capek atau haus, riel?" tanya Pak Toto, heran. "Dua-duanya pak. Yasudah saya lanjutkan lagi ya."
"Ketiga Sapa, ketika kita ingin pergi atau memasuki suatu tempat atau bertemu dengan teman, kerabat, saudara, dan shabat kita hendaknya kita memberi salam, seperti mengucap Assalamualaikum atau mengucapkan selamat siang, sore, malam, atau pagi sesuai dengan waktu."
"Keempat Sopan, ketika kita melewati seseorang yang lebih tua atau berjalan didepan orang lain, entah dia lebih tua atau lebih muda dari kita hendaknya kita bilang 'permisi' untuk menghormati orang tersebut, tapi, alih-alih kita mengucapkan kata 'permisi' sekarang ada kata yang lebih senonoh yaitu 'awas! minggir kek! geser woi mau lewat nih!' padahal dia sedang berbicara dengan orang yang lebih tua darinya.
"Terahir Santun, ketika ada orang yang lebih tua dari kita, hendaknya kita menghormati dan menghargainya walau.. kita tidak mengenalnya."
"Waduhh!! jelas sekali ya ucapan dari Ariel! Beri tepukan untuk Ariel."
PROK PROK PROK
Tepat setelah semuanya bertepuk tangan, Bel pun berbunyi.
KRING!!!!! BEL ISTIRAHAT TELAH BERBUNYI, DIPERSILAHKAN PARA MURID DAN GURU BERISTIRAHAT DAN BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA DAN SESUAI JENISNYA, TERIMA KASIH
"Oke anak-anak, karena sudah bel bapak pamit terlebih dahulu, silahkan jika ada yang mau beristirahat, makan, sholat dhuha, ke perpus atau pacaran eeh. Yowes bapak ke kantor yo. Assalamualaikum."
🍁
"Helo, baby!" sapa Ceysta kepada Kevan.
"Halo, ayy."
"Tumben lu bertiga doang yang dua kemana?" tanya Indra.
"Masih macul disawah," canda Ceysta yang membuat semuanya menoleh.
"Ga. Mereka masih ada rapat OSIS. Merekakan OSIS," jawab Yasmine.
"Wah gilaseh! Kalian semua lagi pada ngomongin kita berdua, lagi kangen ya sama kita?" ucap Salsa mampu membuat semuanya tersedak dan terlonjak kaget.
"Njir lu seneng banget sih bikin orang jantungan!" ucap Ceysta ingin menoyor Salsa namun ditahan oleh Liora.
"Lo semua ribet banget sih! Ini kantin bukan tempat buat berantem! Gue jadi ga mood makan kan," ucap Arin lalu keluar dari kantin menuju taman belakang sekolah.
"Eh itu sih Arin lagi PMS?" tanya Indra yang diberi angkatan bahu.
"Ver, adik lo lagi PMS ya?" tanya Shasa kepada Vera yang diberi gelengan olehnya.
"Riel coba lu kejar di-," ucap Vierra terpotong karena Ariel sudah beranjak dari tadi.
🍁
"Arin!" panggil seseorang dari arah belakangnya.
Arin pun menoleh tanpa minat karena ia kenal betul suara yang memanggilnya.
"Rin, lo masih marah sama gue?" tanya seseorang dan Arin masih tidak bergeming.
"Rin, maaf ya kemarin gue ngebentak lo" mohon seseoramg dari suara yang sama dan Arinpun tetap diam.
"Rin.." panggil seseorang dengan suara yang lebih lembut lagi.
"Jangan tanya gue masih marah sama lo atau engga, riel. Seharusnya lo bisa mikir sendiri."
"Udahlah sana! Entar pacar lo cemburu gue deket-deket sama lo!" lanjutnya.
"Rin. Dengerin gue. Siska itu bukan pacar gue! Dia itu cumang fans gue doang!" ucap Ariel frustasi.
"Ahmasa? Kok kemarin bisa makan bareng terus deket-deketan pula."
"Jadi.. Lo cemburu?" tanya Ariel
"Cemburu? Gabakal ada dikamus hidup gue."
"Yaudah terserah deh. Yang penting lo maafin gue kan?" tanyanya yang diberi angkatan bahu oleh Arin.
"Gue gatau. Udah ya gue mau kekelas dulu."
🍁
Arin sedang menunggu bus dihalte. Dia cukup bosan karena dirinya sendirian yang menunggu bus tersebut.
Jam padahal sudah menunjukan pukul empat sore. Tapi dari tadi tidak ada bus yang berniat mengantarnya pulang.
Tiba-tiba saja Arin mulai was-was. Dia was-was karena ada dua orang preman jelek yang sedang mendekat kearahnya.
"Neng cakep sendirian aja," goda salah satu preman yang melihat Arin sedang duduk sendiri dihalte bus.
"Apaan sih. Udah tua bukannya inget umur." balas Arin ketus.
"Aduh sih neng, judes banget. Ikut abang yuk mau enggak?" tanya preman yang satunya lagi.
Arin sangat benci situasi ini. Dimana dia harus mengalami hal pait seperti ini. Ingin sekali rasanya ia ngacir sekarang juga karena tidak tahan dengan preman jelek ini, pikirnya.
"Ogah banget saya ikut sama anda." balasnya lebih ketus.
"Oh gamau ikut? Kalo gitu serahin semua barang-barang lo!" ancam salah-satu preman yang tadi menggoda Arin sembari menodongkan pisau kearahnya.
Arin panik tapi dia mencoba untuk tidak panik. Dia dalam situasi yang mencekam. Dia bingung, kalau dilari dia ditusuk dan barang-barangnya tetap diambil. Sedangkan jika ia menyerahkan tetap saja dia juga akan ditusuk supaya tidak melaporkan preman-preman jelek ini, pikir Arin frustasi.
"Pergi sekarang juga!" seru seseorang dari arah belakang kedua preman tersebut.
"Pahlawan kesiangan dateng." balas salah-satu preman
"Bocah ingusan aja belagu, hahaha," lanjut preman yang tadi sempat menggoda Arin.
"Alah banyak bacot!" ucapnya lalu menyerang salah satu preman.
"Riel! Hati-hati salahsatu diantaranya ada yang bawa pisau," ucap Arin khawatir.
"Tenang aja." balas Ariel santai.
Arielpun mulai melawan kedua preman tersebut. Karena mulai kewalahan dengan gaya berantem Ariel. Salah satu preman mulai mengeluarkan sebilah pisau dari dalam saku jaketnya.
"Beraninya pake senjata," umpat Ariel.
Arin yang khawatir takut terjadi apa-apa oleh Ariel karena pertarungan yang tidak seimbang itu kini mulai berteriak memanggil bala bantuan.
"Tolong! Tolong! Ada penodong! Toloongg!!" teriak Arin sekencang mungkin.
Ada beberapa masyarakat didekat situ mendengar suara Arin. Merekapun akhirnya keluar dari dalam rumahnya.
Kedua preman itu mulai panik karena para warga sudah ada yang keluar. Mereka akhirnya menyudahi pertarungan tersebut dan langsung kabur dari sana.
"Ada penodong beneran neng? Kemana orangnya?" tanya salah satu warga.
"Itu pak sudah pergi naik motor," ucap Arin sembari menunjuk kearah motor yang sudah pergi itu.
"Oalah, yasudah lain kali hati-hati ya." ucap warga yang lain.
"Iya pak, bu. Terimakasih maaf merepotkan," balas Arin yang diberi anggukan dan senyuman oleh warga yang tadi hendak menolongnya.
Warga pun akhirnya pergi dari tempat Arin dan Ariel berdiri menuju rumahnya kembali.
"Makasih ya udah nolongin gue," ucap Arin kepada Ariel.
"Wkwkwk. Iya sama-sama. Thanks juga udah mau teriak tadi."
"Kok lo belum pulang sih?" tanya Arin kepadanya.
"Iya soalnya tadi gue nungguin lo pulang dulu. Gue ngamatin dari sana. Terus gue khawatir ngeliat lo kayak mau diapa-apain gitu sama preman," ucap Ariel sembari menunjuk tempat dimana ia mengawasi Arin.
"Supir lo.. Belum ngejemput atau gimana?" tanya Ariel sembari menaiki satu alisnya.
Arin menghela napas, "Kata Ayah gue, ayah belum nemuin buat yang jadi supir buat gue. Aslinya waktu itu maunya sih Pak Mono. Tapi gabisa soalnya Pak Mono juga harus ngejaga rumah sama nganter dan ngejemput ayah gue."
"Oh begitu, yaudahlah ayo cepet pulang! Udah mau malam." ajak Ariel.
"Oh oke."
Akhirnya Ariel melajukan motornya menembus kota Bandung menuju perumahan tempat Arin.
"Turun gih udah nyampe juga. Betah banget diboncengin cowo ganteng kayak gue." ucap Ariel terlalu geer.
"Idih geer banget sih lo."
"Serah neng ajalah abang mah apa atuh." ucapnya sembari sok sedih.
Arinpun hendak berjalan menuju pagar rumahnya. Tapi, pergerakannya ditahan oleh Ariel.
"Rin, maafin gue yang kemarin ya?" ucapnya dengan nada memohon.
"Udah gue maafin kali."
Setelah mengucapkan empat kata tersebut. Arin masuk menuju rumahnya. Tapi sebelumnya ia juga mendengar Ariel berkata 'Yes!!!'
🍁
Arin sekarang sedang mengerjakan Pr Kimia dari Bu Mitha. Tapi, fokusnya hilang karena dari tadi handphonenya selalu menggodanya karena berbunyi terus.
"Tinggal satu nomer lagi, sabar-sabar." ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
Arin pun dengan cepat menyelesaikan pr itu kemudian dia langsung merapikan buku untuk jadwal esok.
"Siapa sih? Dari tadi ganggu gue." ucapnya sembari meraih handphonenya dan mulai melihat notif. Ada yang dari cowok, dari teamnya, dan dari Ariel. Chat itu yang membuat Arin kepo dan langsung membukanya.
Setelah puas bermain-main dengan benda pipih tersebut.
Arinpun mematikan koneksi wifinya. Dia pun lalu beranjak menuju ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka.
🍁
Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!
Wah guys, ternyata Arin ga marah nih, awokwok, terus kalo gitu yang nungguin part Arin bakal kecewa berat sama Ariel mana hayoo? Pasti kalian penasaran kan??!!
Makanya jangan lupa follow aku, comment, like dan ikutin terus setiap partnya!
Jangan lupa follow instagram aku
@andinildrr
Jangan lupa follow akun personal untuk mendapat notifikasi tentang cerita-cerita aku di:
@storyof.ldrr_
Suka quotes-quotes gitu? kata-kata galau? motivasi? mampir atuh ke akun:
@naoumyquotes
Mau kepoin tentang CYRAL? Dan nanya-nanya tentang mereka? Jangan lupa follow!! :
@arindybf_
@cystanindy_
@yasminefndi_
@lioratasyarf
@biancasalsa
Kalian juga mau kepoin tentang THE KALBU? Tenang, follow aja nih akun mereka!! :
@arielananta_
@kevanap19
@aliefnevandra
@indraaye
@leonzaa_
Sampai berjumpa di part 15 semuanya! See yo