
Jangan pernah ngebahas tentang luka. Kalau engga mau terluka.
🍁
"Maafin gue, rin" lirihnya melihat Arin dari pagar dengan tatapan sendu.
Sungguh, dia benar-benar menyesal karena tadi telah membentak Arin di taman belakang sekolahnya.
Akhirnya Ariel membuka room chat Whatsapp The KALBU
"**** gini banget punya sohib," ucap Ariel sembari menggeleng membaca room chat dengan sahabat-sahabatnya.
Akhirnya Ariel berjalan menuju rumah Alief.
Tinn!!!
Ariel membunyikan klakson motornya setelah tiba dirumah Alief.
"**** cepet banget lo kayak kelinci," ucap Alief yang masih duduk di depan balkon pintu utama rumahnya.
"Ye kumis unta saelo, wkwk," balas Ariel sembari tertawa diikuti oleh Alief.
"Yaudah cepetan bukain nih gerbang. Satpam lo kemana sih?!" ucap Ariel tak sabar.
"Lah ***** iya. Masa gue yang buka? Oh iya Satpam gue lagi pulkam. Anaknya nikahan katanya," jelas Alief sembari menepuk jidat, lupa.
Alief berjalan menuju gerbang, menghampiri Ariel yang masih bertengker dimotornya.
"Widih bawa apaan lo," ucap Alief sembari melirik kantong plastik yang dibawa Ariel.
"Ini? Snack. Biasa ngemil bareng. Lagi juga besokan sabtu jadi free," balasnya.
"Yaudah entar main ps kuy!" ajak Alief kepada Ariel.
"Lo kira gue bakal nolak hah?" kata Ariel sembari menaiki satu alisnya.
"Yaudah gc masuk ke ruang tv aja, entar kita lumutan kalo disini" ajak Alief kepadanya.
"Kuy!" jawab Ariel antusias
Alief dan Ariel akhirnya duduk diruang televisi.
"Assalamualaikum," ucap Ariel lalu duduk di sofa ruang tamu.
"Wa'alaikumsalam," jawab seseorang dari dapur.
"Eh ada Ariel. Apa kabar kamu?" ucap Lista, mamanya Alief.
"Alhamdulillah, baik tante. Tante apa kabar juga?" tanya Ariel sembari salim kepada Lista yang sekarang sudah ada didekatnya.
"Alhamdulillah sehat. Kok tumben sendiri aja kesininya? Biasanya ngumpulnya rame-rame," ucap Lista.
"Ada yang belum nyampe, ma," sambung Alief.
"Dasar kamu ya! Gangguin mama aja!" ucap Lista kepada Alief seraya menarik kedua pipi Ariel dengan gemas.
"Lho apa salah aku sih ma? Serba salah aku tuh dimata mama," ucap Alief dengan nada sok sedih.
Tinn!!!!
Terdengar suara klakson motor dari arah pagar. Sudah tidak usah diragukan lagi kalo itu pasti sahabat dekatnya—Indra.
"Alief!! Alief!! Bukain pintunya dong, dedeq yang ganteng ini mau masuk," teriaknya kencang.
"Alief main yuuk!" teriaknya lagi.
"Alief yuuhuu!!" sambungnya lagi sembari membunyikan klakson.
"Haduh! Itu pasti sih Indra deh pasti," tebak Lista, tepat.
"Yaudah sana bukain gerbangnya, lif. Entar tetangga yang lagi hamil disebelah ngomel-ngomel ke kita lagi gegara Indra bunyiin klakson motornya terus-terusan," ucap Lista.
Alief pun bangkit dari duduknya menuju gerbang. Menyambut Indra yang masih menangkring diatas motornya sembari senyum-senyum tak waras.
"Assalamualaikum," ucap Indra kencang.
"Wa'alaikumsalam," jawab Lista langsung menjewer Indra.
"Adududuh! Tante! Tante! Kuping Indra sakit iiih," ucap Indra mengaduh karena jeweran Lista.
"Habis kamu itu bunyiin klakson kenceng-kenceng banget! Entar kalo sih ibu-ibu sebelah kesini mencak-mencak kan bahaya" jawab Lista.
Alief dan Ariel pun menahan tawa melihat Indra yang diomeli oleh Lista. Memang Lista ini sayang sekali dengan teman-temannya Alief, walaupun sifatnya seperti Indra sekalipun.
"Yaudah iya sih tante, abis pak satpamnya ga ada jadinya Indra ngelakson aja deh, ehehehe," ucap Indra sembari terkekeh diakhirannya.
"Yaudah gapapa. Tante mau ke kamar dulu ya. Nanti kalo mau apa-apa minta sama bibi aja, oke," ucap Lista yang diberi anggukan semuanya.
Beberapa saat kemudian Leon dan Kevan pun datang dengan masih memakai seragam.
"Lah lo berdua masih make seragam aja?" tanya Ariel
"Iye tadi gue abis nganterin Ceysta mampir ke minimarket dulu terus lo ngechat di grub ya gue auto kaga balik," jelas Kevan
"Lah kalo elo ngala engga ganti baju?" tanya Alief sekarang kepada Leon.
"Gue mah abis bantuin nenek nyebrang," balasnya santai.
"Hah serius?!" tanya yang lain
"Ya enggalah bego kali aja nemenin nenek-nenek lama banget," ucap Leon sembari memutar bola mata, malas.
"Lah terus lo abis ngapain?" tanya Indra
"Tadi gue abis ke Gramedia. Biasa cuci mata barang kali ada novel fantasi atau aksara gitu keluaran terbaru" jelasnya
"Pantesan," jawab Indra.
"Kuy main ps lah!" ajak Alief kepada sahabatnya.
"Kuy! Gue ama lo dulu ye!" balas Indra
"Siapa takut?! Nih gc ambil," balas Alief sembari menyerahkan stick ps kepada Indra.
"Lo make apa?" tanya Indra kepada Alief.
"Biasa jagoan gue," jawab Alief. Merekapun mulai bermain bola di ps yang dimiliki Alief.
"Weh menurut lo gue kejam ga sih?" tanya Ariel kepada sahabatnya
"Maksud lo?" tanya Indra masih fokus terhadap layar didepannya.
"Ya begitu. Tadi pas gue cabut ke taman belakangkan sih Arin ngikutin terus gue ngebentak dia," jawab Ariel sembari memerhatikan layar yang ada didepannya.
"Lah kok lo bego sih, ril?" jawab Kevan santai masih fokus memainkan benda pipih ditangannya itu.
"Gue mau cerita sama lo semua"l," ucap Leon kepada semuanya.
Alief dan Indra menengok sekilas tanda ingin mengetahuinya. Begitupun juga dengan Ariel dan Kevan.
"Cerita apaan lo? Tumbenan" jawab Indra
"Yaaa, yyaaa argh!" teriak Indra karena bolanya tidak memasuki gawang Alief
"Gue sama Arin itu aslinya temenan dari kecil," lanjut Leon membuat semuanya terkejut, terutama dengan Kevan yang tadi fokus menatap benda pipih ditangannya itu.
"Seriusan lo?" tanya Kevan memastikan
"Lo kira gue tukang ngibul?" jawab Leon.
"Kok bisa? Lo kok baru ngasih tahu kita sekarang sih?! Padahal kita sahabatan udah hampir mau enam tahun lho," sahut Alief tanpa menoleh.
"Yee. Gue juga aslinya mau ngasih tahu ke lo semua. Cuman Arin selalu ga izinin. Katanya biar ada yang mau deketin gue. Soalnya Arin tahu kalo gue ada fakta deket sama dia. Pasti cewe-cewe pada takut buat deketin gue," jelas Leon kepada yang lain.
"Oh gitu. Eeh Arin itu menurut lo gimana, yon?" tanya Indra sembari menoleh kepada Leon
"Arin ya? Dia itu...," ucap Leon menggantung membuat yang lain penasaran.
"Jujur ya. Dia itu baik, banget. Bawel. Judes sama orang baru. Ga terbuka buat nyeritain masalahnya ke orang banyak. Penyayang, tulus, cantik, rajin ibadah, ceria. Cuman sifat itu dia tutupin oleh sifat galak, dingin, jutek, dan datarnya dia," jelas Leon
"Kenapa dia nutupin itu semua?" tanya Ariel, kepo.
"Karena luka lalunya," jawab Leon sembari mengingat-ingat
"Luka? Arin pernah terluka?" tanya Ariel memastikan
"Pernah. Lukanya amat sakit. Sampai dia drop dan ga sekolah beberapa hari," jelas Leon
"Kok bisa? Emangnya kenapa?" tanya Ariel lagi.
"Lo harus dapetin itu dari Arin langsung. Dan gue harap jangan pernah ngebahas luka ini ke Arin. Kalo ga mau lo sendiri terluka," jawab Leon.
Ariel pun berpikir sejenak. Berpikir apa yang dimaksud Leon tadi. 'Luka?' luka apa yang ia maksud?
Luka? Luka apa? Maksud Leon apa? Luka yang seperti apa?, Ariel membatin.
"Tapi lo ga sukakan sama Arin?" tanya Indra memastikan.
"Dulu gue pernah punya rasa. Tapi sekarang rasa itu hilang sendirinya karena persahabatan gue mulai erat banget sama dia," balas Leon santai.
"Dan gue sekarang juga mulai tertarik sama seseorang," lanjutnya yang membuat teman-temannya menoleh, kepo.
"Siapa?" satu kata keluar dari mulut Kevan mewakili semuanya.
"Salsa," jawabnya
"Hah?! Serius lo suka sama Salsa?" tanya Alief kaget.
"Iya. Abis dia anaknya lucu, gemes gue. Hahaha," jawabnya.
"Gemes gimana?" tanya Kevan
"Ya gitu. Gemesin apalagi kalo lagi cemberut pen gue cubit pipi chubbynya wkwk," jawab Leon
"Terus dia itu baik. Suka nolong orang. Terus.. Waktu pas upacara waktu ada yang sakit dia langsung dengan sigap nganterin anak itu ke UKS," jelasnya lagi.
"Eh tapi bukannya ketua PMR Rissa ya?" tanya Kevan
"Emang iya. Salsa itu wakilnya," jelas Leon.
"Ya lo harus coba ngebaikin dia lagi," jawab Leon sembari menyender ke sofa.
"Argh! Ke bobolan gue ****!" seru Indra frustrasi karena gawangnya kemasukan oleh Alief.
"Lagian lo ga fokus banget mainnya," kata Alief kepada Indra.
"Haus gue **** tadi teriak-teriak manggilin nama lo," jelasnya.
"Yaudah gue ambilin minum ye," jawab Alief.
"Woi gantiin gue nih," ucap Alief masih fokus sama layar besar didepannya.
"Sini gue gantiin," jawab Kevan langsung mengambil ahli stick ps dari tangannya Alief.
Alief pun berjalan menuju dapur, beberapa saat kemudian dia kembali sembari membawa nampan berisi teko dan lima gelas.
"Nih minum dulu yang haus," ucapnya sembari menaruh nampan itu keatas meja lalu dia duduk di sofa
"Gue bingung **** harus deketin Yasmine kayak gimana. Bang Angkasa galak banget," ucap Alief, bingung.
"Lah? Tapi lo sama Bang Anggara dikasih jalurkan?" tanya Ariel kepadanya yang diberi anggukan oleh Alief.
"Iya. Tapi ga dibolehin pacaran," jawab Alief, lesu.
"Iyalah. Yasminekan anak cewe sendiri. Kesayangan tuh dua abangnya. Jadi wajarlah," jawab Leon sembari memperhatikan layar didepannya.
"Iya juga sih," jawab Alief.
"Yang penting lo gaboleh nyerah gitu aja buat deketin Yasmine. Setahu gue dia itu gaak banget sama cowo," ucap Ariel.
"Tahu dari gue aja belagu," ucap Kevan masih fokus dengan layar didepannya.
"Ck. Ribet lo, ***," ucap Ariel malas.
"Lip, gue nginep sini ye? Besokkan sabtu yayaya?" rayu Indra kepada Alief
"Serah lo. Asal lo izin dulu sama bo-nyok lo," jawab Alief yang sahuti girang oleh Indra (bonyok\=bokap&nyokap\=bapak/ayah&mama/ibu).
"Asiikk dibolehin," seru Indra girang.
"Nginep rame-rame ajalah," usul Kevan
"Nah setuju banget!!" lanjut Leon
"Apalagi gue," ucap Ariel.
"Ck. Seterah lo padalah," ucap Alief pasrah karena kamarnya akan diobrak-abrik nanti malam.
🍁
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"Huaam," Leon menguap. "Gue ngantuk. Gue tidur duluan ya" ucapnya lalu berjalan menuju sofa kamar Alief.
"Lah ga begadang nih kita?" tanya Indra.
"Lah kalo lo semua mau begadang, begadang aja. Gue mah ngantuk," jawab Leon.
"Yaudahlah serah lo, yon. Weh nyalain tv dah. Gue pengen nonton fast & furious," ucap Kevan sembari menyari remote.
"Nih remotenya," ucap Alief seraya menjulurkan remotenya.
"Emang ada? Fast & Furious yang ke berapa?" tanya Ariel.
"Yang ke-tujuh," jawab Kevan.
"Weh ril cemilan yang lo bawa tadi kemana?" tanya Alief.
"Lah. Gue taro ruang televisi rumah lo tadi," jawab Ariel.
"Oh yaudah. Gue kebawah bentar ngambil cemilannya," ucap Alief sambil beranjak.
"Lip, ikuttt dong," rengek Indra seraya bangkit dari duduknya.
"Yaudah ayo," jawabnya yang diikuti oleh Indra.
Kevan dan Ariel menikmati film Fast & Furious, sedangkan Leon? Wah! Mungkin dia sudah nyenyak dan sudah berada dialam mimpi.
Tepat saat iklan. Alief dan Indra pun memasuki kamar.
"Yah! Lo berdua sih pake masuk segala. Jadi iklan tuh," kata Ariel sembari menengok kearah pintu kamar Alief.
"Yoi. Padahal lagi part seru tuh si Dom lagi kejar-kejaran," sambung Kevan.
"Ye lo berdua. Kalo gamau iklan nyetelnya kaset jangan nonton tv," balas Alief, malas.
Indra membawa nampan yang berisi minuman dan lima gelas. Sedangkan Alief membawa kantong yang tadi siang dibawa oleh Ariel.
Alief meletakkan kantong yang berisi snack dilantai. Sedangkan Indra menaruh nampan yamg berisi minuman diatas meja.
"Syut!! bacot mulu lo pada, kayak mau debat capres," ucap Indra, jengah.
"Tuh liat filmnya dah mulai," lanjutnya.
Indra duduk disebelah Kevan sambil mengambil snack yang ada dikantong plastik didekat meja.
"Eeh ajigileee!! Itu sih Dom jago bener bawa mobilnya," seru Kevan yang disetujui semuanya.
"Eh kok sih Hobbs bisa masuk rumah sakit?" tanya Indra karena sudah sampai dimana part Hobbs terbaring diatas kasur rumah sakit.
"Lah lo belum nonton ya?" tanya Ariel yang diberi anggukan oleh Indra.
"Itu gegara berantem sama musuhnya sih Dom, sih siapa tuh Owen Shaw," jawab Kevan.
"Ooh begitu," jawab balas Indra sembari memasukan snack kedalam mulutnya.
Merekapun larut dalam film itu. Hingga dimana part yang ditunggu-tunggu.
"Argh!!! Dom!!!" seru Indra histeris hingga membuat Leon terbangun.
"Lo nonton berisik banget sih! Gondok gue," ucap Leon lalu memukul Indra dengan bantal yang tadi ada diatas perutnya.
"Sakit ogeb!" balas Indra. Semuanya tertawa melihat Indra dan Leon berantem.
"Eeh itu kira-kira Domnya mati engga ya?" tanya Indra, karena dia baru pertama menonton fast & furious 7.
"Engga deh kayaknya," jawab Alief.
"Tapi itu liat dong ketiban batu-batu. Abis jatoh gitu. Terus itu mobilnya keren ye ga meledak gitu," tanya Indra kebingungan.
"Kan udah itu mobil udah dimodif sama dianya biar ga meledak waktu kecelakaan," jawab Kevan ngasal tapi masuk diakal.
"Eh itu Letty nyamperin sih Dom dong!!" seru Indra.
"Eh Letty emang ilang ingatan ya? Kok disitu dia ngomong dia udah inget semuanya?" tanya Indra lagi.
"Lo nonton banyak nanyanya banget sih! Gondok gue ngeliatnya," balas Leon.
"Ck" Indra berdecak.
"Hulululululu!!!" Seru Indra girang sambil tepuk tangan seperti anak kecil.
"Liat woi! Liat! Itu sih Dom bangun lagi!! Asyik Dom ga jadi is dead!!" lanjutnya yang diberi gelengan semuanya.
"Udah kuy tidur gue udah ngantuk!" seru Kevan sembari menguap.
"Sama gue juga," lanjutnya.
Leon kembari tiduran disofa diikuti oleh Kevan. Alief, Ariel, dan Indra tiduran di kasur.
Ya Allah.. Ariel mau deh mimpiin Arin. Mimpi ngeliat dia ketawa lepas ga banyak jutek.. Ariel mau ngeliat itu di dalam mimpi Ariel, ucap Ariel dalam hati lalu menarik selimut seraya memejamkan matanya.
🍁
Hai guys! Gimana ceritanya? Seru ga? Coba comment yaa!!! Jangan lupa klik suka juga!!! Follow aku untuk terus ikutin kisah Arin dan Ariel ya!
Kira-kira kelanjutan dari part ini gimana ya? Apa nanti Ariel bakal tetap labil karena masih terbayang masalalunya? Dan Arin akan kembali kepada sikap dinginnya lagi? Jadi penasaran deh..
Makanya jangan lupa, follow aku dan ikutin terus setiap partnya!
***Jangan lupa follow instagram aku**:
@andinildrr*
***Jangan lupa follow akun personal untuk mendapat notifikasi tentang cerita-cerita aku di**:
@storyof.ldrr*_
***Suka quotes-quotes gitu? kata-kata galau? motivasi? mampir atuh ke akun**:
@naoumyquotes*
***Mau kepoin tentang CYRAL? Dan nanya-nanya tentang mereka? Jangan lupa follow**!! :
@arindybf_
@cystanindy_
@yasminefndi_
@lioratasyarf
@biancasalsa*
***Kalian juga mau kepoin tentang THE KALBU? Tenang, follow aja nih akun mereka**!! :
@arielananta_
@kevanap19
@aliefnevandra
@indraaye
@leonzaa*_
Sampai berjumpa di part 14 semuanya! See you later!
— t h a n k y o u ! ✨