
Selama hubungan antara Endora dan Magellan bergejolak, Raja Fomalhaut berkantor di pangkalan militer Alua, perbatasan kedua negara. Setelah kemenangan semu atas Endora, negara langsung berkoordinasi dengan menteri luar negeri dan menteri pertahanan untuk melakukan perjanjian damai. Raja Fomalhaut pun siap jika harus membagi hasil dari pertambangan minyak yang berada di Alua.
Pasca ibu kota Endora dibuat kalang kabut, hal yang diinginkan oleh Raja Fomalhaut adalah pernyataan damai dari negara Endora. Tak ada yang lebih penting selain membuat keadaan kondusif kembali, mengingat akan ada hari besar bagi Magellan beberapa hari lagi. Pihak istana tak ingin membuat opini publik, melangsungkan upacara pernikahan Putra Mahkota ditengah perang yang berkecamuk.
Ini seperti menunggu detik-detik langkah yang akan diambil musuh dalam selimut, alasan adiknya membuat stragtegi ini sungguh patut ia puji. Didepan ia mengambil hati para petinggi kerjaan, disisi lain inilah kesempatan ia keluar dari Magellan tanpa dicurigai selain ada urusan karena peperangan dan cuti setelah mekukan misinya di Endora berhasil dan tak terlacak. Entah sejak kapan adiknya memiliki ambisi untuk meggulingkan pemerintahannya, melakukan kudeta diam-diam tanpa diketahui oleh petinggi lain, bersama dukungan para bangsawan yang kuat disisinya.
Selama ini sebagai Raja, ia selalu diam, berharap adiknya akan berubah dan kembali kejalan yang seharusnya. Tapi sepertinya ia, sebagai Raja negeri ini harus turun tangan mengamankan keluarga kecilnya setelah ia tahu kenyataan 25 tahun lalu bahwa dalang dibalik kematian putra pertamanya adalah adiknya sendiri, Pangeran Regulus.
Anaknya, Pangeran Alpheratz harus meregang nyawa akibat cacar yang sengaja disuntikkan pada tubuh kecilnya. Sebagai Raja, ia sangat murka tapi dia juga tak bisa menumbangkan adiknya, pengaruhnya sebagai Pangeran kedua yang dielu-elukan sangat kuat di kalangan bangsawan dan konglomerat. Bukan hal yang sulit jika mereka semua bersatu untuk mebalikkan fakta untuk menggulingkan tahtanya.
Satu-satunya cara yang bisa dia lakukan untuk menjamin keluarganya tetap hidup adalah dengan menyembunyikan keberadaan pewarisnya hingga saatnya tiba. Tapi sejak Pangeran El Nath bertolak ke negara Heiress untuk mengunjungi adik perempuanya, Polaris, hatinya serasa tak tenang. Seperti sesuatu akan terjadi. Dan benar saja, pengawal yang mengawal Putra Mahkota melaporkan jika Pangeran El Nath bertemu dengan Putra Mahkota di kapal pesiar Blue Shaphire di negara Heiress. Dan menurut mata-mata yang ia utus secara pribadi, adiknya juga bertemu dengan Selir Selena.
Bukan sesuatu yang baik mengingat Selir Selena dapat bertahan dalam anggota kerajaan Heiress berkat putranya yang lahir lebih dahulu daripada putra Ratu Soraya dan menjadikannya sebagai Putra Mahkota, pewaris negara Heiress.
Pikiran Raja Fomalhaut semakin kalut, adiknya bertindak sampai ke negara Heiress dan kemungkinan menjalin kerjasama rahasia dengan Selir Selena. Sampai Phillip yang sedari tadi menghadap ke hadapannya tak didengarnya. Raja Fomalhaut tersentak kaget ketika Phillip memanggilnya sedikit keras. Sambil mengusap wajahnya dengan tangannya dan membiarkan matanya terpejam sejenak, ia mendengarkan laporan apa yang akan disampaikan oleh Phillip kali ini.
Phillip duduk dikursi yang terletak tepat didepan meja kerjanya, berbicara saat Raja Fomalhaut mulai focus kembali, “Yang Mulia, Pangeran Regulus menemui seseorang bernama Sirius Windsor.” Katanya sedikit menjeda kalimatnya saat ia yakin Raja Fomalhaut tak teralihkan, “.. Selir Selena sebagai perantara pertemuan mereka, masih belum diketahui apa yang mereka bahas. Tapi menurut informasi sementara, Sirius Windsor adalah seorang pengusaha dibidang teknologi dan kebetulan negara Magellan dan negara Heiress membangun kerjasama dibidang teknologi," jelas Phillip.
Raja Fomalhaut tampak berpikir, “seharusnya laki-laki yang bernama Sirius Windsor ini cukup penting bagi Pangeran Regulus sampai dia sendiri harus terbang dari negara Endora ke negara Heiress.
Phillip, selidiki lebih jauh tentang Sirius dan perusahaan-perusahaan yang berada pada tanggung jawabnya.” Kata Raja Fomalhaut. Jari kirinya ia ketukkan beberapa kali di atas meja, tanda ia sedang memikirkan langkah selanjutnya. “Dan, apakah Pangeran Regulus sempat bertemu dengan Polaris?” Tanya Raja Fomalhaut.
“Tentu, saya kira itulah salah satu tujuannya selain bertemu dengan Selir Selena. Dan menurut pengawal Pangeran El Nath, Tuan Putri Polaris secara pribadi meminta Allen menjadi pengawal pribadinya.”
“Siswa tingkat akhir di Universitas Nasional Megellan, sempat cuti satu tahun untuk mengikuti pendidikan militer,” tambah Phillip.
“Hmmm… kalau begitu, kau urus kepindahannya dari universitasnya saat ini ke universitas yang sama dengan Polaris. Dan urus tempat tinggalnya, usahakan agar satu apartemen dengan Polaris atau setidaknya dekat dengan Polaris.” Kata Raja Fomalhaut.
Phillip tampak bersemangat, “Siap Yang Mulia. Dan kebetulan jurusan Allen adalah Teknik Informatika dan aktif dalam forum perkembangan teknologi. Akan mudah menyelidiki Sirius Windsor dengan menempatkan Allen sebagai pekerja magang diperusahaannya.” Phillip sudah memikirkan strategi pengintaiannya, ini adalah cara halus yang tepat.
“Cari tahu juga kehidupan pribadi Sirius Windsor, Phillip. Harus detail, karena aku harus tahu kenapa Pangeran Regulus sangat tertarik pada anak itu dan kenapa permintaan pertunangan dari keluarga sebagus Messier harus ditangguhkan permintaannya.” Perintah Raja Fomalhaut. Ia begitu penasaran.
“Saya pastikan akan secepatnya saya laporkan. Saya permisi Yang Mulia.” Kata Phillip kemudian meninggalkan kantor Raja Fomalhaut.
Sepertinya ia tahu kenapa Pangeran El Nath tak kunjung kembali ke Magellan, karena ia takut keberadaan Polaris dalam bahaya. Sebelum mendapat kabar Pangeran Regulus kembali ke Magellan, selama itupula Pangeran El Nath akan tetap disamping Polaris.
Kini Raja Fomalhaut rasanya benar-benar lelah, menjadi raja tak semudah seperti apa yang dia bayangkan, apalagi system pemeritahan yang dianut adalah system Monarki Absolut. Kepalanya terasa sangat pening, besok ia harus menyambut Raja Saga dari Endora di istana untuk kesepakatan, hari ini ia ingat, belum menghubungi kedua anaknya. Sepertinya istrinya benar, ia sudah harus memikirkan kandidat tunangan putrinya, Polaris.
Ia ingat memilih Putra Mahkota dari Heiress sebagai kandidat, karena statusnya adalah pangeran, tapi ia urungkan karena Pangeran Geralld bukan anak yang dilahirkan oleh Ratu Soraya. Walaupun Pangeran Geralld adalah calon raja selanjutnya tapi bukan tidak mungkin putra Ratu Soraya tiba-tiba muncul dan terjadi perebutan tahta. Sebagai Raja dan seorang ayah, ia tak mau jika putrinya berada diantara pertikaian saudara.
Ratu Rose akan jeli dalam mencari calon bagi putrinya, sepertinya ia akan mencari keberadaan pangeran dari Heiress yang misterius seperti rencananya sejak awal. Atau mungkin pertemuan Pangeran Regulus ada hubungannya dengan pangeran kedua negara Heiress.
Segala kemungkinan yang ia buat ini benar-benar membuatnya pusing. Jika benar begitu, berarti putri terakhir Pangeran Regulus akan menjadi tunangan pangeran dari Heiress yang misterius. Jika benar, harusnya Pangeran Regulus menemui pangeran misterius itu daripada bertemu dengan presiden direktur perusahaan teknologi orange.
Sebuah dugaan terlintas dipikirannya, “apa jangan-jangan Sirius adalah orang itu,” gumamnya. Semua pertanyaan dan kegelisahaannya akan terjawab saat Phillip menyelesaikan tugasnya, hiburnya pada diri sendiri. Kini Raja Fomalhaut tak bisa untuk menghentikan tangan kanannya memijat dahinya yang pening. Ia butuh istirahat lebih, pikirnya.