After Rain

After Rain
Episode 14 : Sesuatu Yang Disembunyikan



Klentingan alat makan saling beradu, tiga orang manusia terlihat sedang menikmati waktu makan mereka. Kebersamaan yang jarang mereka rasakan karena kesibukan tugas kenegaraan mereka masing-masing.


Wanita itu sesekali melirik pria muda di depannya, sesekali tersenyum sambil menyuapkan sepotong daging ke mulut sendiri.


“Yang Mulia Ratu… berhentilah memperthatikan saya seperti itu,” kata pria muda itu sambil fokus memotong daging dipiringnya.


“Ckkk… ckkk… lihatlah, anakku sudah dewasa. Dia akan menikah besok. Apakah ada sesuatu yang kau inginkan?” Tanya wanita itu.


Seorang pria yang terlihat lebih berumur menanggapi perkataan wanita itu, “apakah kau siap, Pangeran El Nath?” Tanya pria ini.


“Aku masih penasaran kenapa kalian memilih Callista sebagai pasanganku dari sekian ribu gadis di Magellan?” Tanya El Nath, menatap kedua orang itu bergantian.


“Kupikir saat kau telah menggantikanku sebagai Raja, kau bisa menghapuskan tradisi perjodohan ini,” jawab Raja Fomalhaut yang tak lain adalah ayahnya.


Sambil kembali fokus pada kegiatannya memotong daging steak, “itu tidak bisa. Aku tak berniat mengubahnya. Melihat masa lalu, seorang Pangeran yang bukan garis keturunan raja langsung diberi kebebasan dalam pernikahan, ia menikah dengan seorang janda.”


Ratu menghentikan kegiatannya memotong daging seketika saat mendengar kata janda. “El Nath, katakanlah seseorang yang sudah pernah menikah, itu lebih halus daripada janda. Kau paham?!” seru Ratu.


“Ah… maaf. Itulah yang menjadi alasanku kenapa aku menyetujui tradisi atau pernikahan yang di atur oleh keluarga kerajaan. Untuk menghindari Putra Mahkota atau pangeran dari garis keturunan raja menikah dengan wanita yang sudah pernah menikah sebelumnya.” Jelas El Nath dengan mantap mengemukakan pandangannya.


Raja Fomalhaut tersenyum, terlihat bangga pada putranya, “jadi? Apakah tak ada wanita yang kau sukai selama ini?” Tanya Raja Fomalhaut.


“Tidak. Jika aku menyukainya dan tidak sesuai dengan kriteria kerajaan. Aku hanya akan menyakitinya. Jadi lebih baik menekan perasaan.” Jawabnya tegas.


Ratu Rose menambahkan, “kau bisa menjadikannya selirmu.”


Pangeran El Nath terkejut tapi tak seberapa karena ia bisa menguasainya, dia merasa lucu dengan jawaban spontan ibunya. Mungkin karena ayahnya selama ini hanya memiliki satu istri dan baguslah mereka sudah saling menyukai saat mereka tahu pada akhirnya harus tunduk pada aturan pernikahan kerajaan.


“Mama… tidak ada wanita yang mau dijadikan yang kesekian.” Jawab El Nath.


“Siapa bilang? Akan selalu ada wanita yang mau dijadikan kesekian, apalagi dengan fasilitas kerajaan walaupun hanya sebagai selir.” Kata Ratu Rose.


Pangeran El Nath tertawa, ibunya tetap tak mau kalah. Ayahnya terlihat mendengarkan mereka beradu pendapat.


“Menjaga citra raja memang sangat penting, tapi El Nath jika suatu saat ada pilihan kau ingin memiliki wanita simpanan atau menjadikannya selir. Pilihlah pilihan kedua, tapi pastikan dia bukan wanita yang akan menciderai keturunan sahmu,” akhirnya ayahnya bersuara.


Perkataan ayahnya ada benarnya pikirnya namun yang tidak sesuai adalah bagaimana menemukan wanita yang terima dijadikan selir yang tak tergiur oleh tahkta. Belum lagi Callista dan keluarganya, sekali mereka mendengar El Nath memiliki wanita lain selain putri mereka disisinya, mereka tidak akan tinggal diam. Yang di rugikan sudah pasti pihak wanita tersebut. Callista memiliki ambisi dan sifat tidak mau di duakan dalam segala hal.


“Kenapa dia tidak diijinkan pulang bersamaku?” Tanya Pangeran El Nath, tatapannya seakan mengabsen seluruh pasang mata yang ada diruang makan ini.


Raja Fomalhaut lega mendengarnya, “baiklah Phill kau boleh pergi,” kata Raja Fomalhaut.


Ratu Rose mencoba mencairkan suasana melihat Pangeran El Nath menyelidik menuntut jawaban, “aku akan membawa Polaris untuk bertemu dengan Callista,” kata Ratu Rose sambil tersenyum senang.


Polaris putri satu-satunya yang terpaksa harus berada jauh dengan mereka, mengajari Polaris hidup mandiri seolah suatu kewajiban bagi mereka selaku orang tuanya. Karena bagi Putri Kerajaan setelah mereka menikah, mereka akan hidup dengan suami mereka dan tidak hidup di istana meskipun begitu gelar kebangsawanannya tak akan pernah dihapus kecuali sebab suatu hal.


***


“Quila, apa kau sudah bersama Tuan Sirius?” Tanya Pangeran Regulus lewat sambungan telepon.


“Ah.. iya, kami sedang menuju hotel,” jawab Quila.


“Baguslah, sampaikan padanya besok aku akan mengirimkan beberapa pengawal untuk menjemputnya,” kata Pangeran Regulus.


“Baiklah, akan aku sampaikan ayah,” jawab Quila.


Pangeran Regulus menutup teleponnya, Quila sedang bersama Sirius sekarang tapi Polaris, keponakannya ternyata memiliki hubungan dengan Sirius. Untuk alasan yang sama kini targetnya tidak hanya keponakan laki-lakinya tapi juga keponakan perempuannya.


Akan berbahaya jika saudaranya mengetahui bahwa Sirius adalah seorang pangeran anak langsung dari Ratu Soraya. Saudaranya akan mengincarnya untuk Polaris berarti yang harus dia lakukan sekarang adalah mengubah arah target utamanya. Dia tak menyangka jika keponakan perempuannya akan membuat posisinya kembali terancam.


“Pangeran Regulus, Putri Polaris sudah tiba di Magellan. Saat ini sedang dalam perjalanan ke istana bersama beberapa pengawal,” lapor Andrew.


“Pastikan untuk mengawasi Polaris dan Sirius, langsung laporkan padaku jika mereka bertemu.”


“Baik, Yang Mulia.” Kata Andrew.


Kembali ia menginjakkan kaki di Magellan, saudaranya sudah mencarinya sesaat setelah mereka memenangkan peperangan dengan Endora.


Kembali untuk bertemu dengan keponakan laki-lakinya yang seharusnya kemarin sudah dia lenyapkan. Bukan masalah besar ia harus mengubah rencananya, membiarkan pernikahan kerajaan terselenggara sementara dia fokus pada menyingkirkan Putri Polaris dan membuatnya akan naik urutan menjadi pewaris ketiga.


“Pangeran Regulus, Raja sudah menunggu anda di ruangannya bersama dengan Putra Mahkota El Nath,” kata Andrew.


“Jadi? Mereka semua sudah berkumpul?” gumamnya. Hal selanjutnya yang akan mereka lakukan adalah makan malam bersama keluarga kerajaan dengan keluarga calon Putri Mahkota di istana kediaman Raja dan Ratu. Akhirnya mereka memilih untuk memperkenalkan Polaris kepada publik setelah beberapa lama menyembunyikannya. Dan dalam beberapa hari lagi mereka akan kehilangannya.