
Gery membawa Sylphy ke luar bar, dengan rasa heran dan bingung Sylphy hanya diam saja di sebelah Gery.
“Sama siapa ke sini?”
Sylphy hendak menjawab nya. Namun, ia tertegun ketika melihat Bella yang tiba-tiba sudah berada di belakang Gery.
“Syl, kamu baik-baik saja?”
Bella lari ke Sylphy setelah mata mereka bertemu beberapa menit. Sylphy sangat yakin, sejak tadi pasti Bella sudah ada di sana memperhatikan mereka berdua, namun entah apa yang membuat Bella tidak langsung datang ke sana.
Gery memutar matanya untuk melihat Bella yang berjalan dengan ekspresi khawatir ke arah Sylphy.
Malam terasa dingin ketika bulan tampak bersinar redup. Cahaya di bar tidak terlalu terang dan tidak ada banyak orang di luar karena semua orang sudah berada di dalam.
Di luar hanya ada Bella, Sylphy dan Gery saja.
“Mnhh yah, aku baik-baik saja.”
Sylphy tidak ingin kalau Bella khawatir dengannya, walau Bella terkadang mengesalkan. Namun, hanya Bella lah teman terbaiknya sejauh ini ketika ia masuk ke kuliah.
Sementara Gery merasa tidak asing dengan wajah Bella. Namun, ia hanya diam saja karena menurutnya hal yang ada di pikirannya tidak penting untuk di bicarakan saat ini.
Tiba-tiba beberapa lelaki datang dengan wajah menyeramkan. Sementara laki-laki yang di duga adalah pemimpin mereka memicingkan matanya saat melihat Gery.
Bella membelalak, begitu juga dengan Sylphy. Keduanya memiliki firasat buruk tentang apa yang akan terjadi.
“Hei kalian! serahkan perempuan j4lang itu!” ujar sangat pemimpin sambil menunjuk ke arah Sylphy.
Wajah Sylphy tiba-tiba berubah menjadi dingin. Tatapannya menjadi sangat tajam ketika ia melihat laki-laki yang menunjuk ke arahnya.
Ap-apa yang j4lang ini pikirkan? kenapa dia berani-beraninya menatapku seperti itu!
Saat Sylphy akan melakukan kakinya. Suasana buyar saat tawa meremehkan Gery berdengung di telinga mereka semua.
“Hahaha apa yang kamu katakan? j4lang? apa kamu yakin tidak ingin mencabut perkataan mu?”
Di detik itu juga, setelah suara tawa Gery merendah. Mata Gery mengkilap ganas saat menatap pemimpin tersebut.
Laki-laki itu begidik. Ia merasa seakan ia akan di cabik-cabik kalau dirinya hanya bergerak sedikit saja dari tempatnya.
“Aku kasih kamu dua pilihan, menarik kembali perkataan mu dan meminta maaf. Atau, kamu mau babak belur hingga tidak bisa bangun, mnh?”
“Ti-tidak mungkin aku meminta maaf padanya!” jawab lelaki itu lantang.
Lelaki itu memelototi matanya saat ia menatap Gery dan berusaha menampakkan dirinya yang tegas dan menyeramkan. Namun, ia tidak menyadari bahwa getaran tubuhnya yang ketakutan bisa di lihat oleh semua orang.
Beberapa antek-antek nya bahkan hampir tertawa saat melihat kakinya yang gemetar ketakutan ketika mata Gery menatapnya sangat tajam.
“Aku beri kesempatan sekali lagi---”
“Sudahlah lupakan, aku akan mengambil tas lalu pulang. Ini sudah larut, pasti akan ramai orang yang akan ke sini kalau aku pulang lebih lama lagi.” timpal Sylphy.
Yang di maksud Sylphy dengan akan banyak orang yang datang, yang dia maksud adalah bawahan ayahnya. Ia datang ke sana atas izin Edgar dan setelah setuju pada Edgar kalau ia akan kembali sebelum jam 10 malam. Kalau ia belum kembali di jam 10, Edgar mengatakan kalau dia akan menyuruh bawahannya untuk menjemput Sylphy.