After I Left You

After I Left You
Akhir Dari Flash Back



Setelah Sylphy sampai di rumahnya ia benar-benar tidak mendengar kabar mengenai keluarga Neuman lagi. Tapi sebenarnya ia bingung, kabar apa yang sebenarnya ia tunggu? untuk berfikir positif, ia lebih menyakini bahwa dirinya menunggu kabar dari Radeus.


Tapi nyatanya, ketika ia mendengar kabar kematian Radeus karena di bunuh, ia malah menganggap itu biasa saja. Entah apa yang saat itu ia pikirkan ketika melihat mayat pria tua yang di tikam dengan belati dan di lumuri cairan merah. Yang pasti ia hanya diam, tidak sedih dan tidak menangis. Ironis jika ia mengatakan bahwa dirinya ingin melihat Radeus lagi karena faktanya ia hanya menganggap semua ini sebagai pekerjaannya.


Entah sifat siapa yang ia warisi, tapi sepertinya ia memiliki sifat kejam. Ia tidak terlalu sering menangis, ia hanya akan menangis jika dirinya mencapai batasnya atau sedang terpojok dengan keadaan nya.


Tapi perkataan Monica yang mengatakan ‘Aku melakukan ini bukan untukmu, melainkan sebaliknya, aku melakukan ini untuk diriku.' entah apa maksud dari kata-kata itu. Tapi anehnya Sylphy terus memikirkan itu. Dan, mengenai tatapan Marcel waktu itu. Ia cukup khawatir kalau tidak terjadi apa-apa di belakangnya.


Seperti sebelumnya. Sylphy bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, ia tidak bekerja lagi di tempatnya yang dulu karena akhirnya dirinya di pecat akibat terlalu lama mengambil cuti. Sekarang Sylphy bekerja di bar karena gaji di sana cukup banyak dan ia hanya perlu melayani para tamu dengan baik(maksudnya nyajikan minuman, bukan pergi ke hotel dsb).


Ia bisa masuk bekerja di sana berkat teman lamanya. Mereka berteman lama hingga bisa di katakan keduanya menganggap satu sama lain seperti saudara. Namun, sayangnya temannya ini harus meninggal akibat penyakit kangker stadium akhir pada usianya yang masih 23 tahun.


Setiap hari, Sylphy bekerja. Ketika hari Minggu di bar libur, ia akan bekerja sebagai pembagi brosur di jalanan. Dan, di saat itulah yang bertemu dengan Philips saat ia membagikan brosur di jalan yang tidak jauh dari toko tempat ia bekerja.


Tapi, saat itu Sylphy sedang membagikan brosur dan ia juga berada di dekat seorang pria asing yang bahkan dirinya tidak kenal pria itu siapa. Pada saat itu, Philips salah mengira, laki-laki itu berfikir kalau keduanya saling mengenal dan sedang berkencan. Kebetulan pada saat Philips melihat mereka brosur terakhir Sylphy berikan kepada pria asing itu.


Karena itu, terjadi keributan yang cukup serius lalu akhirnya berhenti karena beberapa orang meleraikan mereka.


Sylphy meminta maaf terus menerus kepada pria yang Philips pukuli di pinggir jalan sementara Philips entah ke mana setelah pergi di hari itu.


Setelah itu keduanya tidak bertemu satu sama lain dan setelah 7 tahun barulah mereka bertemu kembali di cafe milik Yves tempat Sylphy bekerja.


Samar-samar suara laki-laki yang terdengar berat mengisi pendengaran Sylphy yang terasa berat. Suara itu semakin lama semakin jelas hingga akhirnya Sylphy terbangun karena suara itu.


“Sylphy!”


“Philips!!” teriak Sylphy refleks. Karena ia memimpikan Philips jadinya ia meneriakkan nama pria itu.


Laki-laki yang ada di depannya terlihat tidak senang. Siapapun bisa tahu itu ketika melihat kerutan di antara alisnya.


“Pa-paman..” Sylphy membuat cengir kuda untuk menghilangkan rasa canggung.


“Kenapa teriak? Philips? kamu bertemu dengannya?” Earl bagaikan mengintrogasi Sylphy saat itu.


“Tidak, tidak! aku sudah tidak bertemu dengannya selama berbulan-bulan, mana mungkin aku bertemu dengannya!” Jawab Sylphy cepat dengan nada penuh semangat yang membakar.


“Mungkin saja.”


“Ha?”


“Lupakan.” jawab Earl.


Setelah mendapatkan kesadaran sepenuhnya, akhirnya Sylphy terkejut ketika mendapatkan dirinya yang tidur di pondok kayu yang ia bahkan lupa entah di mana letak pondok ini.


“Kenapa kamu bisa di sini?” tanya Earl lagi.


“Aku tadi mencoba untuk jalan-jalan, lalu aku menemukan kolam itu dan tidak sengaja menemukan pondok ini dan yahh.. setelahnya aku tidur di sini.” jawab Sylphy. Ia merasa bahwa dirinya ceroboh karena bisa tidur nyenyak di pondok seperti itu.


“Oh,.. sudahlah, kalau begitu ayo masuk.” Earl segera mengulurkan tangannya ke arah Sylphy, lalu Sylphy tanpa ragu mengambil tangan pamannya. “Oh ehemm.. ngomong-ngomong tempat ini tidak boleh di datangi oleh orang-orang, jadi lain kali jangan datang ke sini atau Edgar akan marah.”


Sylphy hanya mengangguk saja. Lalu mereka pun masuk ke dalam rumah.


Edgar tidak terlihat di sana. Lalu tiba-tiba Sylphy mengingat obrolan para maid yang tadi ia tidak sengaja dengar.


“Emm.. paman, tadi aku dengar beberapa maid bilang “Penyakitnya kumat di saat-saat seperti ini”...maksud nya apa, ya?” Sylphy mencoba memberanikan dirinya untuk menanyakan hal ini kepada Earl, ironis jika ia mengatakan kalau ia tidak penasaran dengan perkataan maid-maid tadi.


Earl melihat ke arahnya, Sylphy bisa melihat dengan jelas kalau Earl memasang wajah terkejut.


“Ada apa?” tanya Sylphy sekali lagi untuk memastikan keadaan Earl karena sepertinya ia benar-benar kaget.


Earl tersadar kalau ia membuat ekspresi berlebihan. “Ekhem, bukan apa-apa.” jawab Earl. “Kalau kamu bertanya tentang siapa yang mereka maksud kan, aku tidak tahu, coba kamu tanya saja ke mereka yang berbicara tadi.” kemudian ia memutar badannya dan berjalan ke arah pintu utama. “Aku pulang.” pamitnya.


Sylphy benar-benar yakin kalau Earl menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi yang lebih menyakinkan, ia tidak tahu apa yang Earl coba sembunyikan dari dirinya.


Apa yang sebenarnya terjadi? siapa yang sakit? tadi perempuan itu mengusir mereka dan karena itu aku tidak bisa tahu lebih lengkap, sedangkan Earl, dia malah kabur dan menyuruhku untuk bertanya kepada mereka. Faktanya dia menyuruhku bertanya ke mereka karena aku tidak akan bertanya kepada mereka.


Karena tidak bisa menemukan jawabannya, jadinya Sylphy kembali ke kamarnya untuk mandi dan segera makan malam lalu tidur karena besok ia memiliki jadwal kuliah. Ia juga penasaran dengan Gery yang tiba-tiba menghilang.


Setelah selesai makan malam, Sylphy mengingat kalau ia punya beberapa tugas rumah, masih ada waktu 3 jam sebelum waktunya tidur. Karena itu, Sylphy mengerjakan tugasnya dan setelah selesai ia menonton serial drama Korea yang baru-baru ini menjadi tontonan film favorit nya.


Tinnng


Pesan masuk ketika Sylphy sedang memainkan ponselnya sambil berbaring di kasur dan menonton Vidio.


[Sylphy, tadi aku bertemu dengan Gery! aku melihat dia bernyanyi! dia sangat keren dan bahkan dia mengenaliku kyaaa!!]


Yah, pesan Fangirl Gery lagi, tidak lain orang itu adalah Bella yang sangat terobsesi kepada ketampanan Gery.


Sylphy yang bosan hanya menjawabnya oh saja, lalu setelahnya ia mematikan datanya dan segera menutupi tubuhnya dengan selimut lalu tidur.