After I Left You

After I Left You
Siapa Yang Mereka Gosipkan?



Mekar tidak akan ada semalaman karena, semuanya akan layu lalu sirna pada saatnya.


Earl Moriarty.


Moriarty adalah nama keluarga yang di hormati di as. Keluarga ini banyak berjasa kepada warga-warga sipil atau apapun.


Siapapun yang terlahir di keluarga Moriarty maka di berkati dengan darah biru (maksudnya darah terhormat) dan Sylphy juga bagian dari keluarga Moriarty karena ayahnya, Edgar Alexander adalah Edgar Alexander Moriarty.


Mata dari keluarga Moriarty sangat langkah. Mata mereka berwarna biru lautan terdalam. Mungkin jika di lihat sekilas mata mereka terlihat seperti warna hitam. Namun, mata mereka benar-benar berwarna biru laut dalam.


Keluarga Moriarty memiliki kisah yang panjang. Edgar dan Earl adalah keturunan ke-6 dari keluarga itu.


Semuanya di miliki oleh keluarga Moriarty. Kecuali, cinta.


Cinta adalah misterius. Walaupun keluarga Moriarty sangat terhormat, namun keluarga ini tidak pernah berhasil dalam hubungan asmara sejak generasi kedua.


Banyak yang mengaitkan masalah ini dengan kata kutukan.


Tapi keluarga Moriarty tidak peduli jika mereka selalu gagal dalam hubungan asmara. Karena, keluarga ini lebih memprioritaskan harta dan takhta.


Setelah sampai di mansion, Sylphy segera masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian lalu turun kembali untuk mengobrol dengan Earl.


“Ngomong-ngomong.. bukannya Edgar seharusnya ada di rumah?” tanya Earl setelah melihat Sylphy yang berjalan ke arahnya dengan gaun biru muda dan rambut yang di kuncir kuda.


Sylphy manggut-manggut menjawab Earl.


“Lalu, di mana dia?” tanya Earl lagi.


“Mmh..” Sylphy menggeleng. “Aku kan baru pulang, tidak mungkin aku bisa tahu di mana ayah.” jawabnya jujur.


Earl baru ingat bahwa Sylphy baru berada di rumah itu juga. Kemudian ia menghela nafas pelan lalu duduk di sofa.


Sylphy juga duduk di sana sambil memperhatikan wajah Earl.


Setiap kali ia menatap wajah pria itu. Ia selalu merasakan ada yang salah dari pria itu. Seperti, dia terlalu banyak menyembunyikan sesuatu di benaknya. tapi ini hanya pikiran saja, jadi Sylphy tidak pernah menanyai tentang apa yang Earl selalu pikirkan.


“Ekhem.. uncle, apa kamu kenal dengan Eva?” tanya Sylphy setelah mengingat kalau dirinya bertemu dengan Eva hari ini. “Tau gak sih? aku merasa sepertinya kalian cukup mirip, mmh..” gumamnya sambil memainkan jari-jarinya.


Earl yang mendengar itu langsung menaikkan salah satu ujung bibirnya. “Ehh~ tidak mungkin~ bagaimana bisa wajahku mirip dengan wajah anak selebriti terkenal.”


Sylphy berfikir lagi. Benar tidak mungkin Earl ada hubungan dengan ibunya Eva karena mereka bahkan tidak pernah bertemu, mungkin.


“Mmh.. tapi kalian terlihat sama.” gumam Sylphy.


Selang beberapa saat. Maid datang ke mereka sambil membawa beberapa camilan dan teh di atas nampan.


Maid itu meletakkan apa yang ia bawa di atas meja dengan sangat sopan.


“Makasih.” ujar Sylphy, ia langsung mengambil teh miliknya setelah maid itu meletakkannya di atas meja.


“Sama-sama.” jawab maid.


Setelah itu. Wanita itu pergi dari sana meninggalkan Earl dan Sylphy lagi.


Earl menatap wajah Sylphy untuk beberapa saat ketika perempuan itu menyeruput teh. Ia ingin bertanya, tapi ia tahu untuk mengucapkan pertanyaannya.


Earl terkejut. Matanya melebar karena Sylphy bisa tahu bahwa ia ingin menanyakan sesuatu kepadanya. Tapi, ia langsung mengelak dan langsung mengontrol ekspresi nya. “Tidak ada.” jawabnya cuek. Ia kembali meminum tehnya.


Sylphy diam sejak sambil berpikir apa yang sebenarnya yang ingin orang ini tanyakan.


Akhirnya Sylphy dan Earl selesai dengan acara minum teh mereka. Karena tiba-tiba Mikhael menelpon Earl, jadinya pria itu langsung pergi dari sana tanpa bertemu dengan Edgar atau bertanya kepada Sylphy tentang apa yang ingin dirinya tanyakan.


Terkadang, tidak semuanya bisa manusia ceritakan atau tanyakan.


Tap Tap Tap


Sylphy kini sedang berjalan ke halaman depan mansion nya. Sejak ia datang ke mansion ini, dirinya belum pernah berkeliling-keliling di rumah yang besar ini.


Bahkan, ia tidak tahu kamar ayahnya ada di mana dan kamar siapa saja yang ada di sana.


Hari ini ia keluar ke halaman karena ia merasa bosan dan kebetulan hari ini tidak banyak yang berjaga akibat akhir pekan, mungkin banyak yang sedang berlibur.


Sangat berbeda dengan mansion milik Philips. Di mansion Philips setiap harinya ramai pekerja, tidak peduli malam, pagi, siang, sore, ataupun subuh.


Mungkin itu karena perjanjian kontrak mereka sebagai pekerja Philips.


“Kasihan sekali. Aku tidak tahu kalau penyakitan akan kumat di saat-saat seperti ini.”


“Tapi itu lebih bagus daripada dia sakit di hari biasa. Biar bagaimanapun tuan Edgar selalu sibuk dengan pekerjaannya.”


Sylphy tidak sengaja mendengar beberapa wanita pekerja yang sedang bergosip di dekat semak-semak.


Keduanya sedang memegang gunting taman, mereka bekerja sambil bergosip di sana.


Tapi, yang membuat Sylphy bingung. Siapa yang sakit dan apa hubungannya dengan Edgar.


‘Apa ada sesuatu yang ayah sembunyikan dariku? Tunggu, benar! aku sama sekali tidak tahu apa-apa di sini! aku berada di sini hanya makan dan tidur saja, aku tidak pernah berbicara banyak kepada Edgar dan tidak terlalu sering bertemu dengannya. Tapi, dia kan selalu sibuk di kantornya.’ pikir Sylphy. Wajahnya memucat ketika mengingat bahwa dirinya tidak tahu apa-apa tentang mansion yang ia tinggali.


“Ehem.. semoga dia baik-baik saja dan tidak ada masalah yang serius seperti kemarin.”


Sylphy akhirnya membulatkan tekad. Ia akan melangkah menghampiri mereka untuk bertanya siapa yang sebenarnya mereka bicarakan sejak tadi.


“Apa yang kalian lakukan? kerja!”


Baru ingin melangkah. Tiba-tiba seorang wanita datang di sana dan langsung memarahi dua orang pekerja tadi.


Sylphy mengenal orang itu. Dia adalah kepala pelayan keluaran Moriarty, Sissa.


Kedua orang itu kaget. Mereka segera kembali merapikan pohon bonsai yang tertanam di halaman.


“Tsk.” Sylphy berbalik dan pergi dari sana.


Ternyata sejak tadi Sissa menyadari bahwa Sylphy ada di sana. Setelah Sylphy pergi ia langsung memarahi dua pekerja itu.


“Jika kalian berani bergosip sembarangan lagi. Aku tidak yakin bahwa lidah kalian akan selamat lain kali.” Ancam Sissa dengan wajah nya yang terlihat menyeramkan dan garang.


Sissa di kenal sebagai wanita yang paling tegas di sana. Banyak pekerja di sana yang takut ketika melihatnya. Tapi, banyak juga yang ingin berbicara dengannya. Namun, dia bukan tipe orang yang suka berteman.


Sylphy tidak kembali ke kamarnya. Ia pergi ke halaman samping mansion karena di sana ada kolam ikan koi.