After I Left You

After I Left You
Confess Yang Tidak Di Jawab



Setelah beberapa saat akhirnya mereka berhasil melewati perbatasan.


Philips segera membawa Sylphy kembali ke Vila karena ia berencana akan menghubungi dokter untuk datang ke Vila kakeknya.


Kemudian. Ia mengatakan kepada kakeknya bahwa Leo sedang ada di hutan dengan beberapa orang lainnya.


Ketika Philips meninggalkan Leo. Ia tidak sengaja melihat dua harimau yang berlari sangat kencang ke arah tempat Leo dan teman-temannya. Sejak itu, Philips terus berdoa untuk keselamatan Leo dan teman-temannya.


Radeus yang mendengar cerita dari cucunya langsung menggerakkan beberapa orang agar membantu Leocardo dan beberapa lainnya.


Lalu, Sylphy langsung di rawat di kamarnya karena demamnya yang sangat tinggi. Jika saja telat beberapa menit, mungkin ia sudah menjadi sesuatu karena demamnya yang sudah melewati batas.


...***...


Beberapa hari berlalu. Akhirnya keadaan Sylphy membaik karena ia banyak istirahat.


Philips juga terkena demam. Namun ia hanya mengonsumsi obat saja dan laki-laki itu juga sudah sembuh sekarang.


Sementara Leo dan beberapa rekannya. Mereka di nyatakan meninggal akibat bertarung dengan Harimau liar yang ada di sana.


Harimau nya bukan hanya ada lima atau enam. Tapi ada belasan bahkan mungkin bisa di bilang ada 20 ekor harimau.


Akibatnya, banyak yang mati di hutan itu akibat di cabik-cabik oleh harimau.


Salah satu orang yang paling parah di cabik adalah Jeffrey, pria berusia 34 tahun ini menjadi korban cabikan harimau. Perut dan bagian dadanya di cabik oleh harimau. Saat bala bantuan membantunya mereka melihat bahwa perut Jeffrey terlihat bolong, usus nya yang terlihat dan darahnya yang berceceran kemana-mana.


Bukan hanya baguna dada dan perut saja, tapi kaki dan tangannya juga di gigit sementara wajahnya sudah hampir tidak terlihat akibat cabikkan harimau yang begitu ganas.


Kejadian ini benar-benar tidak terduga.


Sylphy tidak mengetahui hal ini karena Philips yang tidak ingin membuat Sylphy khawatir.


-Beberapa hari kemudian..


Akhirnya hanya tinggal 1hari lagi untuk Sylphy tinggal di Vila Radeus. Ia menghabiskan waktunya beberapa hari ini untuk menghibur Radeus agar orang tua itu tidak akan terlalu sedih ketika ia pergi dari sana besok.


“Kamu akan kembali besok sore 'kan?” tanya Philips yang secara di sengaja datang kepada Sylphy.


Sylphy menggeleng. “Aku akan pulang siang dari sini.” jawabnya.


Philips yang mendengar itu jadi cemberut. Tapi, kemudian ia tersenyum ramah kepada Sylphy. “Jane, ayo beli es krim untuk kita!” ajaknya.


Sylphy merasa bahwa ide Philips tidak terlalu buruk. Toh, ia juga sedang kehausan saat ini.


Tanpa banyak bicara lagi Philips segera mengajak Sylphy ke warung terdekat untuk membeli es krim. Dan warung terdekat itu hanya ada di dekat danau tempat biasanya mereka duduk-duduk.


Setelah membeli es mereka langsung pulang, tidak lagi mampir ke danau itu.


“Oh ya, keadaan Leo bagaimana?” sejak kemarin Sylphy sangat penasaran dengan hal ini.


Ia ingin bertanya kepada seseorang. Tapi setelah di pikir-pikir yang ada di sana hanya dirinya, Philips, Leo dan beberapa orang lainnya lagi.


Orang yang ada di Vila tidak ada hubungan dengan kejadian beberapa hari lalu. Mangkanya Sylphy tidak bertanya kepada mereka.


“Aku tidak tahu, terakhir kali aku lihat dia pergi ke kota, katanya dia mau kembali ke rumahnya.” jawab Philips.


Mereka berjalan bersama karena sepeda milik Anna rusak akibat di bawa ke hutan oleh Philips beberapa hari lalu dan belum sempat di benarkan hingga sekarang.


Lama kelamaan Sylphy merasa panas akibat sorotan matahari yang langsung menyorot ke kepalanya.


Ia tidak tahan lagi hingga akhirnya mengajak Philips untuk berteduh sejenak di bawah pohon. Kebetulan mereka menemukan pohon yang sangat besar ketika mereka hampir samai di Vila.


Mereka duduk sambil memakan es krim masing-masing. Tidak ada yang membuka pembicaraan awal di keheningan itu.


Tapi, kemudian tiba-tiba saja Sylphy berteriak.


“AAAAAHHHH!!!” teriak Sylphy sekencang-kencangnya.


Philips yang kaget dengan suara teriakan Sylphy segera melihat ke arah perempuan itu.


“Ada apa? kenapa?” taya Philips dengan wajah paniknya.


“AAAAAHHHH!!!” Sylphy berteriak lebih kenang dari sebelumnya.


Perempuan itu segera bangkit dari akar pohon yang ia duduki lalu melompat-lompat salah ia sedang bahagia. Nyatanya, ia berusaha membuat sesuatu jatuh dari dirinya.


Philips akhirnya sadar kenapa Sylphy loncat-loncat.


“Siyu tenang oke tenang, sini aku bantu lihat apa yang menempel di belakang baju kamu.” ia segera meraih Sylphy dan mengecek bagian belakang Sylphy.


Ternyata tidak ada sesuatu yang menegangkan selain cuman daun kering yang jatuh dari atas pohon.


“Astaga.. kamu ngagetin aja, aku kira apa lho tadi.” Philips merasa lega karena yang menempel hanya daun saja. “Kenapa teriak sehisteris itu sih?”


“Hehehe refleks, tadi aku pikir dia ulat karena bergerak gitu di leher aku.” jawab Sylphy jujur sambil cengengesan. Sejujurnya ia merasa sangat malu karena berteriak sekencang itu di depan Philips.


Keduanya terdiam seketika. Tidak ada lagi yang mereka katakan hingga akhirnya.


“Jane, apa kamu benar-benar tidak suka denganku?” pertanyaan ini seharusnya tidak pernah Sylphy dengar dari Philips, tapi nyatanya sekarang ia mendengarnya.


Sylphy tidak menjawab. Ia hanya diam sambil memainkan jari-jarinya dan menundukkan kepalanya.


“Kamu yakin tidak punya sedikitpun rasa suka gitu ke aku?”


Sejujurnya. Sylphy tidak bisa pungkiri bahwa dirinya tidak menyukai Philips. Tapi, ia tidak bisa mengatakan itu karena dirinya yang tidak di perbolehkan.


Sejak awal. Di sana perjanjian hubungan mereka hanya sebatas tunangan sementara saja walau mereka memang benar-benar bertunangan. Tapi itu hanya rekayasa yang di buat untuk mengelabuhi Radeus.


Philips hendak meraih Sylphy. Tapi dengan cepat Sylphy menghindar. Di situ Philips tahu bahwa Sylphy tidak menyukainya. Tapi tentu dia salah kalau berfikir begitu.


“Oke lah, ayo pulang.” Philips menyerah. Ia berjalan meninggalkan Sylphy lebih dulu.


Sedangkan Sylphy masih diam di tempatnya. Ia memandang bokong Philips yang perlahan mengecil dan menjauh darinya.


Ketika ia mengangkat tangannya dan mencoba ingin menyebut nama Philips. Ia merasa ragu jadinya ia urungkan saja niatnya dan berjalan agak jauh dari jarak Philips.


Selama perjalanan Philips terus berfikir mengenai dirinya. Apa yang tidak sempurna darinya hingga Sylphy tidak suka dengannya. Seribu kali pun ia bertanya, tidak ada satupun jawaban yang keluar. Faktanya, ia hanya bertanya kepada diri nya sendiri saja.


Setelah sampai di vila mereka menjadi canggung. Philips langsung masuk ke kamar sementara Sylphy menemui Radeus karena waktu bersama mereka hanya tinggal hitung jam saja.