
“Sylphy, jawab aku! apa benar-benar kamu yang membunuh kakekku?!!!” bentak Philips.
Sepertinya terlihat jelas bahwa dia tidak akan membiarkan Sylphy pergi darinya dengan mudah.
Karena sudah bingung dan terpojok. Akhirnya Sylphy hanya bisa mengisi tanpa suara saja.
Di dunia bebas ini, apa yang harus dia lakukan?
Ia sudah tidak punya rumah lagi. Keluarga satu-satunya yang ia punya sekarang sudah ikut dengan Agam. Sementara ia, ia sendirian di masalah yang rumit ini.
Flash Back 7 tahun lalu..
Setelah mengendarai sepeda untuk jarak yang lumayan jauh. Akhirnya Philips sampai di tempat yang ia katakan.
Sebuah danau yang bersih dan memiliki udara yang sangat menenangkan.
Ini adalah tempat yang sangat Sylphy suka. “Hiyaaahhh!! keren banget!” teriak Sylphy.
Philips tersenyum tipis. “Iya, 'kan?”
Sylphy manggut-manggut gembira dan antusias.
Mereka berjalan di rerumputan yang rimbun untuk beberapa saat setelah menaruh sepeda di tempat yang aman dari orang-orang jahat, seperti pencuri.
Mereka menemukan sebuah pohon rimbun yang tepat berada di samping danau. Karena itu adalah tempat satu-satunya yang menarik, akhirnya mereka berdua berteduh di sana.
Pohon besar itu adalah pohon Mangga. Karena melihat Mangga-Mangga yang sudah kuning dan besar-besar. Inisiatif nakal Philips akhirnya muncul.
Pria itu memanjat pohon Mangga tersebut, sementara Sylphy adalah orang yang menjaga sekitar.
Setelah mengumpulkan beberapa Mangga. Akhirnya Philips turun dengan rasa bangganya.
“Gimana? banyak gak?” Tanya Philips.
“Banyak banget malah.” Jawab Sylphy. “Btw, nggak papa nih?”
Biar bagaimanapun, mereka bisa di sebut sebagai maling karena telah mengambil mangga milik orang tanpa minta izin terlebih dahulu.
“Santai aja.” Philips mengelus kepala Sylphy lalu kemudian ia langsung memakan mangga yang barusan ia petik.
Karena Philips memakan nya. Jadinya Sylphy juga ikut memakannya.
Setelah kenyang. Barulah pemilik pohon mangga tersebut datang dan marah kepada mereka.
Namun, mereka tidak lari dari tanggung jawab. Mereka menghadapi laki-laki pemilik pohon mangga itu dengan berani dan menyelesaikan masalah mereka.
Setelah mengetahui kalau Philips adalah bagian dari keluarga Naumen. Akhirnya orang itu tidak jadi marah dan malah mengizinkan Philips untuk mengambil mangga itu kapan saja.
Hal aneh ini terjadi beberapa kali lagi ketika Sylphy dan Philips melakukan tindakan yang sama kepada pohon-pohon lainnya.
Beberapa hari kemudian..
Akhirnya Radeus kembali dari rumah sakit. Dan akhirnya, keputusan sudah bulat bahwa Philips dan Sylphy akan bertunangan.
Mereka berdua hanya bisa pasrah saja setelah melihat keadaan Radeus yang sangat parah. Dokter mengatakan bahwa nyawa Radeus hanya tinggal beberapa saat saja.
Hari ini adalah hari pertunangan mereka. Karena hanya tunangan, jadi Radeus memutuskan tidak mengundang siapapun ke acara tunangan tersebut. Namun, ia mewajibkan keluarganya untuk datang.
Keluarga Naumen bisa di hitung dengan jari.
Di sana ada Radeus, Reyga, Marcel, Yuiss (Istri Marcel), Philips, Sylphy dan Monica (teman masa kecil Philips).
Marcel sepertinya tidak menyetujui pertunangan mereka. Namun, karena ini untuk kakeknya, dia hanya bisa diam saja dan menyaksikan.
Setelah acara pertunangan. Semuanya kembali ke rumah masing-masing. Namun, tidak dengan Monica yang ingin menginap di Vila Radeus.
Karena mereka sudah saling mengenal sejak lama. Jadinya Radeus dengan senang hati menerima Monica untuk menginap di Vila tersebut.
Monica ramah, mudah di dekati. Namun, ketika dengan Sylphy. Itu 199 drajat berbeda.
Sejak pertemuan pertama mereka. Sylphy sudah bisa melihat tatapan tidak suka dari Monica. Namun, orang itu hebat menyembunyikan ekspresi dan emosinya sampai-sampai tidak ada yang bisa menyadari itu. Kecuali Sylphy.
“Selamat menikmati teh anda nona.” Ujar maid setelah menyeduh dan menyajikan teh untuk Monica.
“Oke, Terima kasih.” Jawab Monica seraya tersenyum ramah.
Semua nya suka dengan Monica. Bahkan orang yang tidak pernah berbicara dengannya sebelumnya bisa sangat menyukainya. Dia bagaikan idol yang terkenal di seluruh dunia.
Dan saat ini, Sylphy sedang duduk bersama dengan orang yang bagaikan idol itu.
“Jangan sewaspada itu.” Ucapannya terhenti ketika ia meminum tehnya. “Aku tahu kau menyadari kalau aku tidak menyukaimu, tapi mohon jangan perlihatkan sangat jelas kalau kau membenciku.”
Perkataan Monica benar. Hanya dengan sekilas saja sudah bisa di ketahui bahwa Sylphy membenci Monica. Matanya adalah pertanda bahwa ia membenci seseorang.
Ia akan menatap orang yang dirinya benci sangat lama. Orang yang ia tatap tentunya akan berpikir bahwa Sylphy mengaguminya. Tapi nyatanya salah, itu adalah tatapan kebencian dari Sylphy.
Sylphy tersentak. “Ah, maaf.” Ujarnya. Kemudian, ia memalingkan pandangannya. ‘Apa seterlihat itu?..’ batin Sylphy.
“Enggak.”
Sylphy melihat ke arah Monica. “Ya?”
“Aura kebencian mu untuk ku gak terlalu kelihatan.”
Seketika Sylphy membelalak. “Ba-Bagaimana kau bisa tahu apa yang aku pikirkan?!”
Monica tersenyum. “Karena aku Esper.” Jawabnya. Sylphy melihat ke arahnya dengan tatapan bingung. “Pfft hahaha bercanda-bercanda!” ujar Monica sambil tertawa terbahak-bahak.
Kemudian. Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar melangkah ke arah mereka. “Cara mu bercanda masih sama seperti dulu ya...” suara yang terasa familiar membuat Sylphy terpaku kepada orang yang datang itu. “....Monic.”
Orang itu adalah Philips. Satu-satunya Philips Ken Naumen.
Monica semakin tertawa terbahak-bahak. “Hahaha, habisnya ini lucu banget! bisa-bisanya dia hampir percaya hahaha.”
Philips ikut tertawa pelan. Di saat mereka tertawa. Di sisi lain hanya Sylphy lah yang diam dan memperhatikan.
Ia merasa bahwa hal itu sama sekali tidak lucu karena Monica mengatakannya dengan wajah serius. Di tambah lagi, tidak mungkin dia akan berbicara seperti itu jika dia memang benar-benar bukan Esper. Tapi, karena sudah berlalu. Jadi Sylphy memutuskan untuk diam saja.
Namun, dia masih tetap hati-hati dan waspada kepada setiap pergerakkan yang Monica ciptakan.
Bisa sangat berbahaya jika Monica benar-benar adalah Esper.
Kekuatan Esper hanya di gambarkan di dalam cerita-cerita fiksi saja. Namun, baru-baru ini seseorang asal Jepang di katakan adalah Esper yang bisa membaca pikiran orang lain.
Dengan kata lain, dia adalah manusia tidak biasa dan bagian dari cerita fiksi.
Dengan kemampuannya yang seperti itu. orang-orang menjauhinya dan mengatakan bahwa dia aneh dan terkutuk. Tapi sejujurnya, itu adalah kekuatan yang langkah dan tidak mungkin orang terkutuk dan aneh akan memiliki kekuatan itu. Orang yang memiliki kekuatan itu, adalah orang yang di berkati tuhan. Itulah pandangan Sylphy kepada Esper yang di bicarakan di berita akhir-akhir ini.
Bukan hanya di Jepang. Ternyata di Filipina seorang anak berusia 9 tahun juga di katakan adalah Esper.
Setelah mereka menemukan Esper. Para ilmuan memburuh mereka agar mereka bisa di teliti lebih lanjut dan akhirnya Esper tidak akan terlihat lagi jika mereka menangkap para Esper.