After I Left You

After I Left You
Lihat Pertandingan Basket



Setelah menyeret tong sampah yang cukup besar mengitari mansion. Akhirnya Sylphy sampai di area pembuangan sampah yaitu di belakang mansion.


Sylphy langsung menuang kan sampah itu ke lobang sampah lalu hendak pergi dari sana dengan segera.


Namun, tiba-tiba saja ada seseorang yang muncul di belakangnya dan langsung menutup mulut dan hidungnya dengan kain yang sudah di beri obat bius.


Karena itu, Sylphy jadi tidak sadarkan diri untuk beberapa jam dan berakhir di tempat yang tidak ia kenali lalu berjumpa dengan orang yang ada di dalam foto yang Philips tunjukkan kepada Noah dan orang itu meminta dirinya untuk di panggil ayah dan Sylphy tinggal di sana.


Tanpa pikir panjang tentu ia lagusung menerima tawaran darinya.


Tentu ia tidak implusif, ia sudah memikirkan apa yang orang itu-Edgar katakan dengan sangat matang.


Ia sudah yakin bahwa Edgar ayahnya karena memang mata mereka sama dan ia juga melihat bahwa Edgar ada kemiripan dengan dirinya.


Ia tidak menolak tawaran dari Edgar karena Edgar yang kemungkinan bisa ia jadikan batu loncatan untuk melarikan diri dari Philips.


Jujur, sejak awal Sylphy memang tidak ingin bertemu dengan Philips lagi. Maka dari itu, ia hanya bertahan karena dirinya ingin membantu Philips pilih dari ingatannya lalu setelah itu barulah dirinya menyusun rencana untuk kabur dari pria itu.


Sekarang..


Edgar menyeringai. “Oh? kenapa kau tidak menolaknya?” tanya Edgar.


Sylphy mengerjapkan matanya. ‘Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya?..’ batin Sylphy. Ia kembali melihat wajah Edgar setelah tadi berpaling darinya beberapa saat. “Mm.. A-Anu.. enghh..”


Pat


Tangan Edgar sukses mendarat di kepala Sylphy.


“Lupakan, aku juga tidak akan menerima penolakan darimu.” Ujar Edgar datar. “Sudah lama aku ingin mengambil mu dari ibumu, tapi dia tidak mengizinkanku untuk itu bahkan hanya untuk bertemu denganmu saja sangat-sangat di larang nya. Aku pernah mencoba untuk menemui mu saat kau bersekolah di bangku sekolah dasar dulu, tapi sayangnya kau malah lari dariku karena kau tidak mengenaliku.”


Sylphy langsung teringat adegan ketika ia masih berada di kelas tiga sekolah dasar. “Tu-tunggi, jadi paman yang waktu itu sebenarnya adalah kamu? w-what?” Sylphy hampir tidak bisa mempercayai perkataan nya.


“Yah, kau lari dariku dan terus berteriak kalau aku ingin menculik mu.”


“Tentu saja itu wajar karena..” perkataan Sylphy terhenti. Sejujurnya ia merasa sangat tidak nyaman kalau harus berkata kamu untuk berbicara dengan Edgar.


Kalau dia berkata kau itu pasti sangat tidak sopan dan kalau dia berkata anda itu benar-benar bukan sifatnya, dia juga tidak mau mengatakan itu karena itu memang benar-benar tidak cocok untuk suasana ini sementara kau ia berkata Edgar itu lebih tidak sopan.


Apa harus ia menyebutnya Ayah? tapi itu terdengar konyol baginya.


Edgar menaikkan alisnya. “Ada apa?”


“Aku hanay bingung. Aku harus bilang kau, kamu, anda, Edgar atau..” Sylphy melihat ke arah Edgar. “..Ayah?”


Edgar terpaku dengan Sylphy. Matanya membelalak dan bercahaya karena matahari yang masuk ke ruangan itu.


“Ada apa?” tanya Sylphy. Ia memegang tangan Edgar untuk memastikan tidak terjadi sesuatu kepada pria itu karena pria itu sudah terdiam menatap dirinya beberapa saat.


Edgar tersadar dari lamunannya. “Ah, bukan sesuatu yang penting.” jawabnya. Ia menarik tangannya dari Sylphy dan kemudian berbalik berencana pergi meninggalkan Sylphy. Tapi, setelah melangkah hampir sampai ke pintu keluar. Ia berhenti dan berkata. “Aku akan menantikan di saat kau akan memanggilku Ayah untuk pengganti kata kau, kamu dan Edgar~” dia tersenyum lalu membuka pintu dan keluar.


Sementara Sylphy terdiam.


2 bulan terlalu begitu saja. Semua yang tidak pernah terbayangkan oleh Sylphy kini terjadi selama 2 bulan dan mungkin akan sampai selamanya terjadi untuk di masa depan.


Setelah ia berada di mansion milik Edgar yang besar dan mewah itu selama 2 Minggu. Ia langsung memutuskan untuk berkuliah di UT karena ia tidak sempat kuliah di masa lalu akibat harus menanggung biaya ibu dan adiknya.


Ia masuk ke jurusan manajemen bisnis dan pelajar S1 sekarang.


Di jurusan manapun di S1, hanya dirinya lah yang paling tua. Ini bukan masalah bagi Sylphy karena yang penting ia bisa sekolah.


Ada beberapa manusia yang menjadi teman Sylphy.


Ketika Sylphy ada jadwal kuliah, ia akan di antar oleh supir yang kini adalah supir pribadinya yang di tugaskan dan di pilih lagusung oleh Edgar untuk dirinya.


Sementara itu. Sudah 2 bulan berlalu dan Philips tidak terdengar lagi, bagaikan di telan oleh bumi dan terkubur di tanah terdalam.


Setelah Philips mengetahui bahwa Sylphy di culik oleh Edgar. Ia hanya bisa diam dan menyaksikan saja teater nyata Sylphy yang sedang berlangsung hingga sekarang.


Dan di belakang itu. Ia kini sedang menghindari Edgar karena pria itu pasti sudah sangat kesal dengannya akibat telah menjadikan anaknya sebagai pembantu di mansion pribadi nya.


Sementara sikap Sylphy. Dia benar-benar berubah sekarang, entah itu karena dirinya sendiri atau karena lingkungannya. Tapi, dia benar-benar berubah.


(Toilet perempuan)


“Mau liat basket? kebetulan senior kampus dari beberapa jurusan mau tanding basket sebentar lagi..” tanya Bella, teman Sylphy.


Bella bertanya kepada Sylphy yang sedang mencuci tangan di wastafel setelah selesai menggunakan toilet beberapa saat lalu.


“Hm, oke.” jawab Sylphy.


Bella tersenyum dan akhirnya mereka keluar dari kamar mandi menuju lapangan basket yang ada di belakang area kampus.


-Semangat gerr!! demi geng kita, semangat dan menang, go go go!!!


-Gery bayi ku~ semangat!


-Ayo ger, pasti bisa!!!


-Semangat~!♡


Support dari para gadis 65% tertuju kepada laki-laki yang mereka panggil Gery.


Laki-laki itu kini sedang berada di tengah lapangan dengan beberapa pria lainnya yang juga bertanding basket.


“Wih keren banget! Gery selalu jadi top whehe.” Puji Bella kepada sang idolanya. Sejak pandangan pertamanya kepada Gery, dia langsung mengidolakan laki-laki tampan yang memiliki lekuk tubuh hot itu.


Sylphy melihat ke arah Gery yang sedang mengelak sambil membawa bola berwarna orange di tengah lapangan.


“Syl Syl! pokoknya hari ini aku harus bisa dapetin nomor Gery!!” Bella langsung mengguncang tubuh Sylphy. Ini sudah biasa bagi Sylphy karena setiap kali Bella melihat Gery, pasti dia akan langsung bersemangat 180°.


(Selesai permainan basket)


Tim yang Gery masuki lagi-lagi memenangkan pertandingan.


Dan, setelah Gery keluar dari lapangan. Semuanya langsung menghampiri pria itu, salah satunya adalah Bella dan Sylphy yang di tarik secara paksa oleh Bella.


Karena keadaan yang sangat padat dan umpel-umpelan. Akhirnya Sylphy tercepit di antara orang-orang yang berusaha mendekati Gery.


Lalu akhirnya, ia terjatuh ke tanah akibat sudah tidak bisa bertahan lagi dengan keadaannya.


“Adudududuududuhh.. sakit banget.” gumam Sylphy sambil mengusap tangannya yang kotor.


“It's okay?” tangan yang putih dan ramping terulur ke arahnya.


Semuanya memusatkan perhatian kepada mereka berdua.


“KYAAAAAA GERYYY!!!” teriak semuanya salah satunya adalah Bella ketika melihat Gery yang sedang membungkuk dengan uluran tangannya yang ia berikan ke arah Sylphy yang duduk di atas tanah.


Pemandangan yang sungguh tidak terduga bagi mereka.