After I Left You

After I Left You
Harimau Liar



Di dekat kolam ikan koi terdapat sebuah pondok rumah yang terbuat dari kayu. Terlihat sangat bagus, pasti yang merawat nya sangat baik hingga bisa terlihat bagus walau hanya terbuat dari kayu.


Karena pondok itu cukup menarik bagi Sylphy. Ia penasaran dan langsung duduk di sana sambil menikmati angin yang datang menghembus tubuhnya.


Rasanya ia seperti sedang berada di pedesaan. Tidak, ia jadi teringat sesuatu mengenai 7 tahun lalu.


Tiba-tiba mata Sylphy terasa berat. Ia yang tidak tahan langsung memejamkan matanya setelah membaringkan tubuhnya di lantai pondok itu.


Padahal sudah hampir gelap. Namun ia malah tidur di sana dan bukannya masuk ke dalam.


.


.


.


.


.


.


Setelah Philips berkeliling di hutan cukup lama. Akhirnya ia bisa mendengar Isak tangis seorang wanita. Beberapa bodyguard yang mengikutinya langsung segera berpencar untuk menemukan asal suara tersebut.


Dan akhirnya mereka menemukan Sylphy yang sedang bersembunyi di pohon yang berlubang cukup besar.


Pohon ini sudah berada di hutan ini sangat lama. Bahkan lubangnya sudah ada sejak 12 tahun lalu. Lubang itu sengaja di buat oleh anak-anak untuk di buat sebagai tempat persembunyian atau tempat berkemah.


Sejujurnya. Tempat itu ada campur tangannya dengan Philips. Yah, dulu Philips dan beberapa teman masa kecilnya yang membuat lubang yang cukup besar itu.


Setelah Philips bisa melihat wajah Sylphy. Akhirnya hatinya bisa tenang dari rasa khawatir yang sejak tadi terus saja menyerangnya.


Philips segera memeluk Sylphy yang menangis. Perempuan itu menangis di pelukan Philips. Ia juga merasa tenang karena akhirnya dirinya bisa kembali pulang.


“Kenapa kau bisa di sini? ini hutan! apa kau tidak tahu kalau di sini bahaya? bagaimana jika kau bertemu harimau? serigala? ular? atau beruang?!!” marah Philips sambil memegang pundak Sylphy.


Walaupun ia marah, Tapi ia marah akibat dirinya khawatir dengan Sylphy.


Sylphy masih tidak bisa menjawab karena masih sibuk dengan seseguk kan tangisnya.


Philips mengendus. “Oke, kalau gitu kita pulang.” ajaknya.


Ia segera membantu Sylpy berdiri. Namun, kelihatan nya Sylphy tidak bisa berjalan.


“Enggak bisa jalan kah?” tanya Philips.


Sylphy langsung menjawabnya dengan gelengan lemas.


Philips diam sejak. Ia berfikir tentang bagaimana cara ia bisa membawa Sylphy keluar dari hutan.


“Oke.” Philips berjongkok di depan Sylphy. Ia segera memberi isyarat agar Sylphy naik di bokongnya. “Maaf, tapi cuman ini caranya bahwa kau keluar dari sini.” kata Philips.


Tanpa pikir dua kali Sylphy langsung mengikuti arahan yang Philips berikan. Setelahnya ia di gendong oleh Philips untuk keluar dari hutan.


“Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Philips lagi karena pertanyaan nya belum di jawab tadi.


Sylphy diam sejenak, lalu ia memberitahu semuanya, alasan kenapa ia masuk ke hutan dan alasan kenapa ia tidak bisa kembali ke Vila.


“Jadi karena anjing ya?” tanya Philips.


Sylphy manggut-manggut menjawab Philips walaupun Philips tidak bisa melihat anggukannya, tapi ia merasakannya.


Akhirnya mereka hanya diam saja menuruni jalanan gunung. Untungnya gunung itu tidak terlalu licin karena ada banyak rumput yang tumbuh menutupi jalan yang mereka gunakan.


Itu adalah bau darah segar. Karena bau itu, Philips langisng mengetikan langkahnya.


“Tuan muda, sepertinya ada hewan liar di sini.” ujar seorang pria yang tiba-tiba sudah berada di sebelah Philips. Pria itu adalah orang yang bisa di andalkan oleh Radeus, dia adalah Leocardo.


Philips manggut-manggut pelan. Selain dirinya, tentu saja ada lagi yang punya penciuman tajam. Termasuk Sylphy. Namun, Sylphy hanya diam saja. Ia tidak terlalu takut dengan darah walau merasa mual jika melihat darah.


“Kita harus berhati-hati, jangan lengah dengan sekitar.” Pesan Philips. Kemudian ia melanjutkan langkahnya untuk menuju ke pintu keluar hutan.


Srak Srak Srak


Sesuatu perintah Philips. Semua bodyguard yang mengikutinya dari belakang dan samping berjaga-jaga. Leocardo menjadi pemimpin mereka karena pria ini yang lebih kuat dari semuanya yang ada di sana.


Sepertinya mereka melangkah ke arah yang salah karena lama kelamaan bau darah semakin jelas.


“Leo, sepertinya di depan akan ada hewan buas. Apa kita tunggu di sini dan minta bantuan saja?” tanya Philips.


Leo berfikir. Pasti akan lama jika menunggu bantuan datang ke sini mengingat di sini hujan dan licin. Kemudian, di sini tidak ada jaringan. Bagaimana caranya menghubungi orang luar? sementara keadaan Sylphy seperti nya tidak baik. Terlihat jelas bahwa perempuan itu sedang demam saat ini.


“Kalau ada yang bahaya, aku akan melawan dan kalian bisa pergi meninggalkanku. Sepertinya keadaan dia semakin buruk, jadi lebih baik segera bawa dia ke rumah sakit.” ujar Leo.


Pilihannya untuk membawa senjatanya ternyata tidak salah. Sejujurnya Leo sering mendengar gosip mengenai hutan ini. Katanya banyak hewan buas di sini. Namun, tidak ada hewan yang pernah masuk ke pemukiman warga.


Katanya, di perbatasan tiang yang terletak antara batas gunung dan pemukiman. Di sana di letakkan sebuah jimat yang membuat hewan tidak bisa memasuki kawasan manusia. Tapi ini hanya rumor. Namun, setelah di perhatikan, sepertinya itu ada benarnya.


Beberapa saat kemudian. Tercium aroma darah yang semakin kuat. Leo dan Philips bisa menebak bahwa bau darah ini adalah darah hewan.


“Goaargghhh!!! gooooaarghhhh!!!!” suara raungan terdengar tiba-tiba, membuat mereka semua panik seketika.


Philips langsung membelalak ketika Leo membuka semak-semak dan melihat harimau yang sedang mencabik-cabik hewan di atas tanah.


Karena panik. Mereka semua mundur untuk berjaga-jaga jika harimau ingin menyerang mereka.


“Tuan sesuai dugaan.” kata Leo. “Aku akan menangani ini. Kalian bisa lekas pergi dari sini, aku mohon cepat-cepat lah keluar dari kawasan hutan karena sepertinya hewan ini telah memanggil teman-temannya.” ujar Leo.


Ia tahu itu karena raungan harimau tadi berhasil membuat raungan dari sisi lain terdengar. Kemungkinan dalam waktu dekat akan ada harimau lain yang akan datang ke sana.


Philips manggut-manggut. “Oke, tolong hati-hati.”


“Tenang saja~” jawab Leo. “Kalian juga bisa pergi dari sini.” ujarnya kepada teman-temannya yang lainnya.


Mereka diam sesat. Kemudian, seseorang dari mereka berteriak. “Tidak! aku tidak akan pergi! bukannya kita sudah bilang akan melakukan tugas bersamaan?! aku tidak akan pergi! aku akan bantu Leo!!”


Leo tersentak. “Ta..tapi..”


“Kami akan membantu, tidak ada penolakan yang ku terima.” sahut salah satunya lagi.


Dengan itu. Mereka semua berseru bahwa akan membantu Leo. Dan kemudian Philips pun mulai melangkah pergi meninggalkan mereka.


“Goarrrgggghhhh!!” tiba-tiba harimau itu ingin berlari ke arah Philips dan menyerangnya. Namun, Leo yang menyadarinya tidak membiarkan hal itu terjadi.


Dor


Pistol yang Leo bawa untuk berjaga-jaga akhirnya berguna. Ia menembak tepat di kaki harimau itu. Tembakan nya meleset karena ia ingin menembak kepalanya.


“PHILIPS! CEPAT PERGI DARI SINI!!!” teriak Leo sambil berusaha terus menyerang harimau dengan menembaknya.


Philips mengikuti arahan dari Leo. Ia segera kabur dari sana sambil menggendong Sylphy di belakangnya.


Saat Philips berlari. Yang ia pikirkan hanyalah semoga kalian selamat (maksudnya Leo n friend).