
Saat salah satu dari siang atau malam tidak akan pernah muncul lagi. Apa yang bisa kau lakukan tanpa malam yang sunyi dan menenangkan? apa bisa bisa kau lakukan tanpa siang yang cerah dan ramai?
Keduanya sangat di butuhkan di alam ini.
Keduanya adalah hak terpenting bagi semua orang.
Ketika bintang bersinar di langit yang gelap. Ia adalah satu-satunya titik cahaya yang indah. Walau ia hanya terlihat seperti butiran pasir. Namun, ia sangat indah ketika berkelap-kelip.
Saat Sylphy masih kecil. Akan ada datang seorang temannya yang akan mengajaknya bermain setiap saat.
Ketika mereka bermain, mereka akan melupakan waktu mereka.
Mereka lebih sering bermain saat malam hari. Karena hanya saat malam lah bintang bisa di lihat.
Tempat favorit yang biasanya mereka datangi adalah taman yang berada di dekat apartemen lama Sylphy yang ada di London.
Saat itu, ayahnya yaitu Agam memiliki bisnis di sana. Hubungan keluarga mereka masih sangat damai dan harmonis. Dan di situlah titik bahagia dan terang yang paling membekas di benak Sylphy, di situ juga ia bertemu dengan temannya yang berharga itu.
Sudah lama sejak hari itu, Sylphy hampir saja melupakan titik terindahnya karena frustasi dengan keadaan nya sekarang.
Sudah tidak ada lagi yang Sylphy harapkan di dunia ini. Ia tidak memiliki keyakinan bahwa di masa depan keadaan bisa membaik.
Hari ini akhir pekan. Akhirnya Philips memiliki cuti setelah bekerja sepanjang Minggu.
Sebagai pemegang perusahaan besar, dia tentunya harus kompeten dan mengawasi setiap karyawan nya setiap saat. Ia juga harus bertemu dengan klien yang akan bekerja sama dengan perusahaan. Akibat itulah ia menjadi sangat sibuk setiap saat.
“Silahkan tuan.”
Noah meletakkan teh hangat yang baru ia buat di atas meja yang berada di depan Philips.
Philips manggut-manggut pelan.
“Kalau begitu saya permisi...”
“Tunggu sebentar, aku ingin bicara.” potong Philips sebelum Noah menyelesaikan kata-katanya.
Noah manggut-manggut lalu duduk di sofa yang bersebrangan dengan Philips.
“Apa kau sedang sibuk?” tanya Philips.
“Tidak.” jawab Noah.
Philips menyeringai. “Bagus.” katanya. “Aku punya pekerjaan untukmu. Tenang, aku akan membayar untuk ini.” sambung nya bicara.
Noah melihat ke arah Philips bingung. “Apa itu?”
“Ini sangat mudah.” kata Philips. Ia mengambil amplop coklat lalu mengeluarkan selembar kertas foto. “Aku ingin kau menyelidiki latar belakang orang ini dan.. selidiki apa hubungannya dengan Sylphy.” ia meletakkan foto itu di atas meja.
Noah yang penasaran langsung mengambilnya. Ia melihat foto itu sejenak lalu kemudian ia terkejut. “A-apa?! apa anda serius tuan? di-dia..”
Philips menghela nafas. “Yahhh.. dia adalah orang yang hebat. Tapi, aku memiliki firasat kalau dia memiliki suatu hubungan dengan Sylphy.”
Noah memaksakan dirinya untuk senyum. “Tak mungkin..”
Tentu saja ia menganggap itu tidak mungkin karena memang tidak mungkin. Setahunya orang yang ada di foto itu sangat sibuk bahkan untuk menemui orang seperti Philips atau Reyga pun mungkin sangat susah.
“Oh ya, maksud anda hubungan apa ya?” tanya Noah setelah menyadarinya.
Philips mengangkat bahu. “Mana ku tau, mangkanya aku nyuruh kau buat selidiki dia.” Jawab Philips.
Noah diam sejak. Kemudian wajah kahwatir muncul secara alami di dirinya. “Aku tak yakin kalau aku bisa menyelidiki orang ini. Biar bagaimanapun, dia sangat hebat, pasti dia memiliki pelindung untuk mengamankan latar belakang dan apa saja yang pernah ia lakukan di masa lalu.”
“Bagaimana jika bisa.” Sahut seorang wanita yang tiba-tiba berada di depan pintu ruangan.
Philips dan Noah langsung melihat ke arahnya.
“Mcgee? kenapa kau di sini?” tanya Philips.
Wanita itu segar masuk setelah mengunci pintu. “Kalian mengobrol kan hal yang penting tapi tak mengunci pintu. Kilauan benar-benar ceroboh!” gerutunya kesal. Kemudian ia duduk di sebuah Noah.
“Aku menyuruhmu untuk mengawasi Aquila, kenapa kau malah berada di sini?”
Mcgee menyeringai, ia menyandarkan bahunya di sofa dan menumpuk kedua pahanya seperti posisi duduk seorang raja. “Kau pikir aku ini ibunya atau apa hah? aku juga butuh istirahat!” jawab Mcgee dengan suara lantang. “Lupakan itu, soal kalian ingin menyelidiki orang itu, aku tahu beberapa informasi yang kalian butuh kan.”
“Sungguh?” tanya Noah dan Philips bersamaan.
Mcgee tersenyum. “Tentu saja! gini-gini aku sudah punya banyak pengalaman, jadi kalau masalah ini mana mungkin aku tak tahu!” jawabnya antusias.
Noah dan Philips merasa bahwa dia sedang menyombongkan dirinya sekarang.
“Jadi.. apa yang ingin kalian tahu dariku tentang orang ini?”
Noah melihat ke arahnya. “Apa kau benar-benar bisa? dia bukan orang sembarang, dia tak seperti yang kau pikirkan.” Noah merasa kahwatir.
Wanita itu tersenyum. Ia langsung mencubit pipi Noah hingga menjadi merah. “Kau sangat imut, aku ingin kau!!” ujarnya ceria dan antusias. Tapi, kemudian wajahnya menjadi serius kembali. “Aku akan memberikan info yang akurat, tapi aku tak tahu apakah ini benar-benar atau tidak.”
Philips berdecih. “Sudah sudah! aku yakin wanita gila ini Thai tentang orang itu.” Ujar Philips. “Karena dia pernah bekerja menjadi tangan kanan pria ini sebelum ia di campakkan, right?” sambung Philips.
Noah yang mendengar itu membelalak. Ia langsung melihat ke wajah Mcgee, walau wajahnya datar, namun terlihat ia cukup sedih setelah mendengar kata-kata menusuk Philips. ‘Di campakkan? apakah memang benar-benar terjadi..’ pikir Noah.
“Jadi, karena kau pernah bekerja dengan nya.. aku ingin tahu beberapa informasi tentangnya darimu.”
Keadaan menjadi serius. Tidak ada yang menunjukkan senyum lagi di sana.
Mcgee adalah wanita yang bekerja untuk Philips. Ia di tugasnya menjadi bodyguard pribadi Philips karena kekuatan bertarung yang wanita itu miliki melebihi pegulat atau pengguna bela diri pria pada umumnya.
Dia dulunya pernah bekerja di sebuah perusahaan, ia bekerja untuk CEO sebagai sekertaris CEO itu. Namun, karena fitnah yang tidak bermutu, akhirnya dia di campakkan keluar dari perusaan itu.
Di saat itulah, Philips datang kepadanya dengan uluran tangannya. Saat itu Philips membantunya hidup dan sebagai balas Budi Mcgee, ia memutuskan untuk menjadi pengawal Philips untuk seumur hidupnya.
Noah adalah pria muda yang baru lulus dari universitas ternama di negara ini.
Namun, ketika ia menjadi mahasiswa karena beasiswa, di situlah ia mulai menjadi korban bully.
Karena ia memiliki cita-cita menjadi hacker hebat. Jadinya ia mulai terus mengenal segala macam yang hacker kerjakan.
Ia bisa mengenal Philips dan menjadi sekertaris Philips karena ia yang melamar di perusahaan Philips.
Awalnya Philips meremehkannya. Namun, setelah Philips mengetahui bahwa ia adalah hacker, jadinya ia tidak ingin menyia-nyiakan kegeniusan anak itu dan memperkerjakan nya sebagai sekertarisnya.