After Being In Prison

After Being In Prison
Bab 7 : Balas Dendam



“Sebenarnya apa yang terjadi Bu Ustadzah? Kenapa suami Ibu bisa brutal seperti itu?" tanya bu Wati.


“Ceritanya panjang Bu. Intinya semenjak keluar dari penjara, suami saya jadi brutal dan tidak kenal belas kasihan. Selama suami saya pergi, saya diteror oleh orang Bu. Dia sering ke sini dan menggoda saya. Makanya saya jadi lebih sering ke rumah ibu mertua saya daripada di sini" jawab Salma.


Bu Wati merasa iba dengan cerita yang dituturkan oleh Salma, wanita paruh baya itu mengompresnya dengan air dingin, sesekali Salma merasakan nyeri pada luka-lukanya. Namun lagi-lagi ia berusaha untuk tabah dan pasrah menerima kehendak Ilahi.


***


Keesokan harinya Jono kembali dan meminta Salma berdandan yang cantik. Wanita itu mau tidak mau harus menuruti perintah suaminya. Jono menciumi wajah istrinya yang masih lebam. Pria itu memintanya untuk kembali berhubungan suami istri, Salma sempat menolak dengan alasan tubuh dan wajahnya masih sakit dan tidak mau melakukannya sebelum Jono betul-betul bertaubat kepada Allah.


“Salma, please, Abang minta maaf deh. Abang—" belum selesai Jono bicara, Salma langsung memotongnya.


“Alma nggak percaya lagi sama Bang Jono. Abang betul-betul kasar sama Alma. Sadar Bang! Kenapa sih Abang jadi seperti ini?" ujar Salma sambil menangis.


“Please Salma, Abang pingin punya anak dari rahim kamu. Abang lagi pengen niiiih. Abang minta maaf ya" ujar Jono sok memelas.


“Abang tau nggak sih sulitnya jadi Alma? Kalo Abang pergi Alma juga pergi ke rumah ibu. Alma nggak nyaman kalo harus ada di rumah terus. Sebab Alam sering dateng ke sini dan gangguin Alma Bang! apalagi Belum lama ini dia m*mp*rk*s* Alma!"


“Apa? Kurang ajar! Awas kamu Alam, tunggu pembalasanku!" Jono yang terkejut langsung ingin membalas dendam kepada saingannya itu.


“Abang! Abang mau ke mana? Jangan Bang demi Allah jangan! Jangan pernah memperpanjang masalah ini Bang, Alma mohon. Alma sudah merahasiakan hal ini ke hampir semua orang di pesantren. Jangan pernah Abang buka rahasia ini Bang, Alma mohon, hiks hiks" ujar Salma sambil menangis dan memegang tangan suaminya dengan erat.


“Tolong Bang jangan lakukan ini! Jangan Bang!" sambung Salma.


“Aaaah!" Jono mendorong istrinya hingga terjatuh ke lantai.


“Aaaah!"


“Ya Allah kenapa aku bisa keceplosan seperti ini? Astaghfirullahaladziiim! Ya Allah janganlah Engkau buat setan mengadu domba mereka ya Allah" do'a Salma lirih dalam hati.


Jono melakukan aktivitas paginya seperti biasa, ia memeras uang masyarakat kecil di pasar, pria itu memang sengaja menunggu malam hari untuk pembalasan dendamnya pada saingan barunya, Alam Firmansyah. Siangnya ia menuju ke terminal dan stasiun kereta api untuk mencopet orang-orang yang ada di sana. Dia dan ketiga temannya bisa mendapatkan banyak uang dalam waktu singkat. Malam harinya dia menemui mbah Argo.


“Jono! Apa lagi yang kau inginkan? Apa ilmu kebal yang kau terima dariku masih belum cukup untukmu?" tanya ki Argo


“Belum cukup Mbah, saya minta ilmu kebal yang lebih dari ini Mbah" jawabnya.


“Hahahahahahaha! Hahahahaha! Kenapa Jono? Kenapa? Apakah memang ada orang yang benar-benar membahayakan nyawamu?" tanya ki Argo.


“Betul Mbah... betul! Ada yang membahayakan nyawa saya Mbah"


“Hmmmm... siapa dia Jono? Berani sekali dia melawan ilmu kebalku!"


“Dia seorang ustadz dan termasuk tokoh di salah satu pondok pesantren di Jakarta Mbah. Namanya Alam Firmansyah, saya minta supaya Mbah Argo membuat hidupnya menderita Mbah. Karena dia sudah berani m*mp*rk*s* istri saya! Tolong saya Mbah! Tolong saya! Berikan kekuatan yang luar biasa pada tubuh saya"


“Hahahahahahahahaha! Itu saja?"


“Iya Mbah"


“Baiklah"


Mbah Argo mulai membaca mantranya, dan setelahnya meluruskan telapak tangannya ke tubuh Jono. Dukun itu memberikan apa yang Jono minta.


“Mulai sekarang, kekuatanmu bertambah besar. Khususnya pada tengah malam, sekarang pergilah!"


***


Jono menyusun rencana bersama teman-temannya. Hingga akhirnya tibalah saatnya tengah malam.


“Dengerin gue baik-baik, ini pondok pesantren Al-Hikmah Putra, ustadz kurang ajar itu udah berani mencelakakan bini gue. Gue mau masuk ke dalem, kalian bertiga jaga-jaga di luar pondok. Kalo ada yang membahayakan, sikat aja mereka, oke?"


“Siap Boss! Tenang aja, kami udah ahli soal itu"


“Bagus, sekarang gue bakal masuk"


Jono masuk lewat pintu belakang, pria itu diam-diam langsung mencoba mencongkel pintu kamar pribadi Alam menggunakan linggis.


“Masuk aja, nggak perlu dicongkel segala" ujar Alam dingin.


“Lu mau minum Jhonny? Huh, sorry bro, ape yang lu fikiran? Nama baiklu tercoreng di sekolah dan di seluruh kota?" tanya Alam yang mulai mengejek Jono


“Ape yang lu lakuin ke Salma iblis?"


“Gue melakukan ape yang harusnye gue lakuin ke dia sejak awal, gue ade di sana untuknya, Aidah Salma dan gue, kami saling mengerti satu sama lain"


“Dia kagak kenal siapa lu sebenarnya"


“Jhonny, dia kenal gue dengan baik, dan ketika dia mencium gue, sama seperti dulu gue pernah cium dia, rasanya... Nikmat banget"


“Kurang ajar!!! Bug!" Jono menghajar Alam hingga 5 pukulan, sampai akhirnya Alampun menyerang balik.


“Aaaah! Jrosss!" Alam menikamkan sebilah pisau panjang berukuran kecil yang ada di tangan kanannya, pisau yang ia ambil dari Mbah Argo menembus bagian kiri perut Jono, tapi Jono hanya merasakan sedikit rasa sakit dan mengeluarkan darah segar, namun ia tidak mati, karena tanpa sepengetahuan Alam, ternyata Jono sudah meminum ramuan yang lebih kuat dari yang diminum Alam, ajaibnya lagi, Alam masih punya mata pisau lain yang keluar dari tangannya, lagi-lagi dia bisa melakukan itu karena ramuan yang diminumnya , Jono yang melihat tanda-tanda bahaya itu pun langsung sigap untuk menghindari serangan Alam, beberapa kali ia menghindar dari ayunan mata pisau itu dan sebisa mungkin menyerang balik mantan sahabatnya itu, pertarungan sengit pun tak terelakkan, mereka saling adu jotos demi memperebutkan wanita tercantik, shalehah, dan paling jenius di SMA 1 itu, darah demi darah berceceran di mana-mana, sampai akhirnya Alam dipukul mundur


“Haha... How does it feel Alam? Are you giving up already?" ejek Jono.


“Kurang ajar lu Jhonny! Selama ini gue udah melindungi lu di SMA, tapi sekarang... Gue nggak punya pilihan lain selain membunuh elu!" ujar Alam sambil merapatkan gigi-giginya.


“Wow! Really? Ya udah ayok bunuh gue kalo lu berani" jawab Jono dengan nada datar.


“Aaaah!" Alam yang marah kembali maju ke arah Jono dan menyerangnya.


Lagi-lagi adu jotos berlanjut, sampai akhirnya Alam benar-benar tidak berdaya. Jono yang lebih kuat memenangkan pertarungan sengit itu.


“Apa lu bener-bener mau bunuh gue?" tanya Alam yang sudah mulai melemah.


“Gue muak dengan perilaku lu Alam. Gue mencoba untuk meyakinkan lu bahwa Salma hanya mencintai gue. Dia nggak punya perasaan apa-apa ke lu, tapi lunya aje nyang kegeeran" jawab Jono.


“Lu udah ngambil dia dari gue. Dia mencintai gue" sahut Alam.


“Nggak... dia benci sama lu, lu adalah aib bagi dia. Hahah, kenape Lam? Lu nggak ikhlas kan gue nikah sama Salma? Apa yang bakal lu lakuin sekarang? Nangis?" ejek Jono.


“Kurang ajar!" sahut Alam yang makin memanas.


Bug!