After Being In Prison

After Being In Prison
Bab 11 : Perampokan Bank



“Saya menjarah pondok pesantrennya karena saya punya alasan Tadz. Asal Ustadz tau ya... dia ini kurang ajar Ustadz, belum lama ini dia berbuat tindakan tidak senonoh dengan istri saya!" tegas Jono


“Astaghfirullahaladzhiiim! Apa benar demikian Nak Alam?" tanya ustadz Basyir


“Betul Tadz, sekarang istri saya sedang hamil dan makhluk kurang ajar ini sangat yakin kalau anak yang ada di dalam perut istri saya adalah anaknya! Dasar orang yang tidak tau tata krama!" sahut Jono


Ustadz Basyir menjelaskan kepada mereka tentang adab dan tata krama. Dan beliau juga menjelaskan kepada Alam tentang adab seseorang ketika melihat orang yang dicintai telah menjadi milik orang lain. Beliau meminta supaya Alam tidak mengikuti langkah-langkah setan. Sesuai yang tertera dalam hadits riwayat imam Muslim :


“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air. Kemudian dia mengutus tentaranya (untuk menggoda umat manusia). Tentara yang lebih dekat dengannya adalah yang lebih dahsyat fitnahnya (godaannya). Salah satu mereka datang dan berkata, “Aku telah melakukan ini dan itu.” Lalu Iblis berkata, “Apa yang kamu lakukan masih belum ada apa-apanya.” Lalu yang lain datang dan berkata, “Aku tidak meninggalkan umat manusia sehingga aku membuat mereka berpisah dengan istrinya.” Lalu Iblis mendekatkan tentara itu kepadanya dan berkata, “Sebaik-baiknya tentara adalah kamu.”


Ustadz Basyir justru menawarkan putrinya yang masih gadis untuk dinikahi oleh Alam. Namun Alam tidak tertarik dengannya. Pemuda itu berlalu begitu saja tanpa pamit.


Sementara itu ustadz Basyir juga mewanti-wanti kepada Jono untuk menjaga istrinya dengan baik, pria tua itu juga memperingatkan pada Jono untuk tidak berlaku kasar pada istrinya.


“Baiklah saya rasa tinggal kamu Anak muda. Dengar Nak, kamu sudah punya istri, artinya kamu harus menjaga dia dengan baik. Cintailah istrimu melebihi cintamu kepada dirimu sendiri. Dan seimbangkan rasa kecintaanmu itu kepada istri dan juga ibumu yang paling utama. Mereka ini wanita Nak, dan sebagai seorang pria, kamu harus melindunginya dengan baik"


“Sebagaimana di dalam surat An-Nisa ayat 19 Allah berfirman :


“Hai orang-orang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata, dan bergaulah dengan mereka secara patut.


Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”


Dan disebutkan pula dalam hadits riwayat imam At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, bahwasanya Rasulullah bersabda :


“Orang yang imannya paling sempurna di antara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya.”


“Ustadz, sebaiknya Ustadz nggak usah ikut campur urusan rumah tangga saya! Saya ini orang miskin yang kehidupannya susah dan nggak punya pekerjaan karena saya tidak lulus SMA! Cari kerja itu susah Tadz, apalagi untuk orang seperti saya. Jadi sebaiknya Ustadz nggak usah banyak omong! Kalau saya mau menafkahi istri dan calon anak saya dengan uang yang tidak halal sekalipun, itu semua bukan urusan Ustadz! Permisi!"


“Ya Allah berikanlah hidayah pada pemuda ini ya Allah, Astaghfirullahaladziiim!" gumam ustadz Basyir.


***


Sesampainya di rumah, Jono memberikan uang hasil perampokannya semalam kepada Salma. Salma heran dari mana Jono bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Tetapi Jono tetap bersikeras untuk mengatakan bahwa uang yang dia dapatkan itu adalah uang halal.


“Sebenarnya kamu itu kerja apa sih Bang? Kamu masih jadi pengedar narkoba?"


Plak!


“Kurang ajar kamu! Jangan sembarangan ngomong kamu ya! Heh dengar Salma, saya ini kerja susah payah banting tulang untuk siapa kamu fikir? Hah? UNTUK SIAPA KALAU BUKAN UNTUK KAMU DAN CALON ANAK KITA? Dasar bodoh kamu! Udah sekarang mana makanannya? Saya laper ini"


“Apa? Habis? Terus uang yang kemarin saya kasih ke mana?"


“Ya Allah Baaang... itu uang dari mana Bang? Alma nggak mau pakai uang dari hasil yang nggak jelas asalnya dari mana. Dosa besar Bang kalo kita pakai uang haram untuk kebutuhan kita sehari-hari. Alma nggak mau pake' uang itu Bang! Alma takut terjerumus ke dalam dosa. Tobat Bang! Sampai kapan Abang akan begini?"


“Hey Salma, dengar ya, saya bosan mendengarkan ocehan kamu! Kamu itu sama membosankannya dengan ustadz Basyir sialan itu. Buat saya omongan kalian tidak ada gunanya! Sekarang terserah kamu mau kamu gunakan uang itu atau nggak, yang penting setiap saya pulang kamu harus menyediakan makanan untuk saya! Faham kamu? Dasar istri nggak becus!"


***


Jono kembali menyusun rencana perampokan bersama teman-temannya, dan kali ini yang mereka targetkan adalah bank.


“Oke, sekarang kita bakal melakukan aksi yang lebih besar dari kemarin. Gue sengaja melakukannya di siang hari karena gue punya rencana" ujar Jono menerangkan.


“Aksi yang lebih besar? Rencana? Rencana apa Boss?" tanya Bobby


“Dengar baik-baik, Kita bakal merampok Bank. Perampokan kotak amal kemaren nggak begitu memuaskan. Gue yakin, hari ini kita akan mendapatkan uang yang lebih banyak dari kemaren"


“Terus, bagaimana caranya supaya orang-orang nggak curiga sama kita Boss?" tanya Adam


“Gampang! Gue udah tau caranya. Nanti gue bakal masuk ke bank dan berpura-pura menjadi orang buta, kalian bertiga nyusul gue masuk, dan takut-takuti aja mereka dengan senjata kalian, ambil semua uangnya dan sisanya nanti biar gue yang selesaikan pekerjaan kita"


“Siap Boss!"


“Bagus! Let's do it!"


Bobby membawa mobil ke Bank nomor 1 Indonesia. Sesampainya di sana, sesuai dengan rencana, Jono masuk terlebih dahulu dengan menyamar sebagai orang buta, ia mengatakan kepada pegawai bank bahwa ia ingin membuka rekening bank. Pegawai bank tersebut tidak curiga sama sekali, sampai akhirnya CS Jono menyusul masuk dan mulai menakut-nakuti semua orang yang ada di sana, bahkan mereka sempat menyenggol tubuh Jono, Jono berpura-pura ingin jatuh dan ditolong oleh pegawai bank yang ada di depannya. Semua orang mulai panik ketakutan.


“PERHATIAN SEMUANYA! HARAP DIAM DI TEMPAT! INI ADALAH PERAMPOKAN BANK! JANGAN ADA YANG BERANI LAPOR POLISI! KALAU TIDAK, KALIAN SEMUA AKAN KAMI BUNUH!" pekik Bobby


“RÁPIDO! LET'S MOVE! MOVE! MOVE!" lanjutnya memberikan instruksi kepada kawanannya.


“HAI PEGAWAI BANK! CEPAT SERAHKAN SEMUA UANG YANG ADA DI SINI!" titah Bobby


“CEPAT SERAHKAN ATAU SAYA TEMBAK KAMU!" sambungnya sambil menodongkan shotgun kepada pegawai bank


“CEPAAAT!" pekiknya lagi. Bobby memukul pegawai bank itu dengan shotgunnya hingga terjatuh. Mereka bertiga pun mulai menjarah semua uang yang ada di sana dan bergegas keluar.


“Udah, cukup! Let's go!" titah Bobby.