
“Baiklah Bu, apapun itu, semoga semua masalah Ibu cepat selesai. Yakinlah bahwa Tuhan akan selalu melindungi Ibu dan suami Ibu dimanapun kalian berada" ujar sopir taksi online itu mencoba menasehati dan memenangkan hati Salma.
“Amiiin, terima kasih atas do'anya Pak, do'a yang sama untuk Bapak"
“Amiiin, sebelumnya maaf Ibu kalau saya lancang, kalau saya boleh tau, usia kandungan Ibu sudah berapa bulan ya?"
“Alhamdulillah sudah jalan 6 bulan Pak"
“Masyaallah, sudah cukup besar ya. Kalau boleh saya sarankan, sebaiknya Ibu jaga kesehatan baik-baik, banyak istirahat dan jangan banyak fikiran Bu. Sebab itu sangat berbahaya untuk si janin dan Ibu juga. Dulu istri saya juga keguguran karena terlalu banyak fikiran Bu. Saya berdo'a semoga bayi Ibu lahir dalam keadaan sehat wal afiat dan Ibu juga mampu bertahan ketika melahirkan nanti"
“Amiiin, sekali lagi terima kasih Pak atas do'anya, semoga Allah segera menggantikan anak Bapak yang keguguran itu... mmmm... omong-omong, kita sudah sampai Pak, ini rumah sahabat saya, terima kasih atas tumpangan dan motivasi serta nasehat Bapak untuk saya. Ini ongkosnya Pak"
“Eh, mmmm... nggak usah Bu, nggak usah. Tadi kan saya sudah bilang, Ibu saya gratiskan karena Ibu sedang hamil. Tidak apa-apa Bu, tidak usah dibayar, silahkan lanjutkan aktivitasnya"
“Terima kasih Pak, Allah Yang akan membalas kebaikan Bapak. Sekali lagi terima kasih Pak"
“Sama-sama Bu... hati-hati di jalan Bu, jaga diri Ibu dan kandungan Ibu baik-baik"
“Insyaalah Pak... Insyaallah"
Salma segera berjalan ke arah gerbang rumah Delia dan Aldo. Ia menekan tombol bel. Bik Siti ART Delia melihat kamera yang dapat memperlihatkan keadaan luar rumahnya.
“Halo, ada yang bisa saya bantu? Ibu cari siapa ya?" tanya sang ART melalui sambungan telepon yang ada di perangkat bel itu.
“Halo? Maaf, ini dengan siapa ya?" Salma bertanya balik.
“Saya Siti ART nyonya Delia dan tuan Aldo, Ibu sendiri dengan siapa?"
“Saya Aidah Salma, sahabat karib Delia. Apa Delia dan Aldo ada di dalam?"
“Owh, Masyaallah. Ini Nyonya Salma yang katanya ustadzah itu?"
“Betul Bik... bisa saya berbicara dengan Delia?"
“Tentu saja bisa Nya... sebentar saya panggilkan dulu beliaunya. Nyonya! Nyonya!"
“Ada apa Bik?"
“Ada orang yang mencari Nyonya, dia mau bicara langsung dengan Nyonya"
“OH MY GOD! SALMA? AKHIRNYA LU DATENG JUGA?" pekik Delia yang terkejut dengan kehadiran sahabatnya.
“Ssst aduuuh jangan kenceng-kenceng napa ish. Emang dasar lu mah cempreng banget dari dulu, lu mau bikin gue budek apa gimana sih lu? Heran gue. Si Aldo lu kasih apaan sih bisa tidur nyenyak bareng lu? Dia bisa tidur nggak sih kalo lu terus di sampingnya? Heran gue, nggak budek apa dia tiap hari tidur ame lu?" protes Salma.
“Aslinya sih budek Sal, tapi guenya aje yang pura-pura biasa aja. Abis mau gimana lagi? Orang gue udah terlanjur klepek-klepek sama dia, yaaah karakter buruk dari istri harus tetep gue terima dengan lapang dada deh, wkwkwkwk" sahut Aldo yang wajahnya tidak nampak di kamera. hanya terlihat tangan kanannya saja yang sedang merangkul bahu istrinya.
“Iiiish Ayaaank! Aku malu tau" rengek Delia sambil mengerucutkan bibirnya dan menunduk malu.
“Eh, Aldo? Lu di sana juga?" tanya Salma.
“Yo'i. Eh btw lu dateng sendiri Salma?" tanya Aldo.
“Iya Al, gue sendirian"
Aldo menekan tombol untuk membuka pintu gerbang secara otomatis pada alat itu. Setelah pintu gerbang terbuka, Salma berjalan menuju halaman rumah, banyak orang yang sudah hadir lebih awal di sana, mungkin rekan-rekan kerja Aldo dan teman-teman Delia yang lain. Karena Salma adalah seorang introvert yang tentunya berbanding terbalik dengan Delia dan Aldo yang memiliki banyak teman. Terutama semua orang sudah tau kalau Delia itu terkenal dengan karakternya yang besar mulut.
Semua orang yang ada di sana mulai menggunjing Salma, banyak pertanyaan yang terlintas dalam benak mereka. Wanita cantik yang masih terbilang muda, bagaimana bisa dia hamil tanpa membawa suaminya.
“Eh Guys, cewek itu siapa sih?" tanya salah satu wanita muda yang ada di sekitar halaman rumah Delia.
“Yang mana Jeng?" tanya salah satunya lagi.
“Itu... wanita bercadar yang lagi bunting itu. Mana dateng-dateng nggak nyapa kita lagi, Sombong amat sih dia" bisik wanita itu.
“Iya juga ya... siapa dia ya? Dan kalo dia bunting... mana suaminya?"
“Jangan-jangan suaminya selingkuh kali Jeng, wkwkwkwk"
“Ya Allah, murah sekali lidah mereka ini, yang seharusnya bukan menjadi urusan mereka, mereka bicarakan sedemikian rupa. Dan bahkan mereka menggunjing suamiku. Ya Allah, berikanlah hamba kesabaran, dan berikanlah mereka juga kesadaran, buatlah mereka sadar bahwa menggunjing orang itu sebenarnya tidak baik. Ya Allah kuatkanlah hatiku" do'a Salma lirih dalam hati.
Tanpa memperdulikan siapapun yang ada di halaman rumah Delia, Salma langsung masuk melalui pintu utama dan langsung disambut oleh dua sejoli Aldo dan Delia yang sudah menjalin hubungan rumah tangga selama 5 tahun itu.
“Assalamu Alaykum, Delia, Aldo. Selamat memperingati hari ulang tahun anak kalian ya. Semoga Bradley panjang umur dan sehat selalu, serta berbakti kepada kedua orang tuanya" do'a Salma.
“Wa Alaykum Salam Beeeb. Amiiin! Uuuuh, makin unyuk-unyuk aja mukanya. Kangen banget deh. Lu apa kabar Sayang? Gimana kondisi calon babylu? Sehat kan?" pekik Delia histeris sambil berhambur memeluk sahabatnya itu dan melakukan cipika cipiki setelah Salma membuka cadarnya.
“Alhamdulillah sehat Del berkat do'a kalian. Alhamdulillah sekarang usia kandungan gue udah masuk enam bulan"
“Waaah 3 bulan lagi mbrojol dong? Bradley bakal punya adek nih kayanya"
“Insyaallah Del. Ini kan masih bulan Desember, jadi perkiraan bayi gue bakal lahir bulan Maret 2029"
“Waaah selamat menunggu ya Sal, gue juga nggak sabar pengen liat Jhonny Junior, wkwkwkwk"
“Salma, suamilu mana?" tanya Aldo
“Owh, mmmm... suami gue... dia... mmmm... dia lembur Al, dia minta maaf nggak bisa hadir di acara ini. Karena temennya dia yang biasa shift malam lagi sakit. Jadi dia terpaksa lembur sampe' malem ini"
“Wah hebat ya suamilu. Gue salut banget, walaupun hanya sebagai seorang tukang parkir, tapi gue salut sama dia karena dia tipe pekerja keras. Beruntung banget lu punya suami kayak dia"
“Makasih Al, begitulah, Alhamdulillah"
“Ya Allah, maafkan hamba karena hamba sudah berbohong kepada mereka, padahal hamba sendiri sekarang tidak tau di mana keberadaan suami hamba ya Allah. Kuatkanlah hatiku, dan lindungilah suamiku dimanapun dia berada" gumam Salma dalam hati.
Seketika linangan air mata kembali membasahi pipinya, otomatis Aldo dan Delia pun menjadi bertanya-tanya. Gerangan apa yang terjadi sehingga membuat Salma menangis secara tiba-tiba seperti ini?
“Salma?"
“Salma?"
“Beb, are you okay? Kenapa lu nangis?" tanya Delia mulai kebingungan dengan sikap sahabatnya itu.
“Oh, mmmm... nggak apa-apa kok Beb, gue cuma kangen sama orang tua gue aja. Andaikan mereka masih hidup dan melihat gue dan bang Jono bahagia seperti sekarang ini. Gue juga inget dulu waktu gue ulang tahun, pagi-pagi buta orang tua gue yang memberikan surprise buat gue. Mereka selalu inget kapan ulang tahun gue" jawab Salma berbohong.
“Gue yakin pasti ada yang disembunyikan sama Salma nih. Semenjak dia berumah tangga, gue liat gelagatnya aneh banget. Tapi sebenarnya dia ada masalah apa ya?"