
“Tenang Pak, Bu... tenang... bukan begini caranya mengatasi masalah... begini Pak Jono dan Bu Salma... saran saya, intinya Anda berdua jangan sampai saling menuduh yang tidak-tidak. Tetaplah berfikir positif dan sebisa mungkin hindari fikiran negatif... ketahuilah bahwa pemicu KDRT yang utama adalah fikiran negatif. Nah Anda harus bisa menghilangkan itu semua sehingga hubungan rumah tangga Anda bisa kembali harmonis"
“Cobalah setelah Anda pulang dari sini, mulailah hubungan rumah tangga dengan harmonis dengan hal-hal sederhana, misalnya seperti berdansa berdua atau melakukan pilow talk. Saya jamin insyaallah ini akan berhasil"
***
Dalam perjalanan pulang, Jono dan Salma menjalin hubungan yang lebih romantis dari sebelumnya, Jono beberapa kali menciumi tangan Salma. Dan jelas saja itu membuat Salma tersenyum bahagia.
“Malam ini... kita akan berdansa Sayang. Kita perbaiki hubungan kita" ujar Jono sambil tersenyum.
“Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah mengembalikan suamiku"
“Hahahahaha... gue harus pergi lagi ke mbah Argo untuk menundukkan bini gue yang tolol ini"
“Bang... ini kan bukan jalan pulang ke rumah, kamu mau bawa aku ke mana sih Bang?"
“Mmmm... malam ini kamu mau ke mana Sayang? Restoran? Taman? Mall?"
“Aku... aku mau pulang aja Bang, aku capek mau istirahat"
“Setidaknya makanlah dulu Sayang, itung-itung untuk memperbaiki hubungan kita, hm?"
“Terserah Abang aja deh, Alma sih nurut aja Bang"
“Cup, makasih Sayang, buka cadar kamu dong Baby... Abang mau liat wajah kamu yang manis itu. Nanti malam kita lakukan lagi ya Sayang? Boleh kan?" ujar Jono yang sebelumnya mengecup dahi istrinya.
“Sebetulnya aku capek sih Bang, tapi demi memuaskan keinginan kamu... nggak apa-apa, insyaallah aku mau melakukannya lagi" jawab Salma sambil membuka cadarnya.
“Bagus!"
***
Jono mengajak Salma ke salah satu restoran mewah di Jakarta Selatan, Amuz Gourmet. Entah uang dari mana orang seperti dia bisa mengajak istrinya ke restoran mewah, namun karena Salma tidak mau lagi membuat masalah, akhirnya wanita itu lebih memilih untuk diam.
“Selamat malam Tuan, mau pesan apa?" tanya sang pelayan yang baru saja datang dari kejauhan.
“Hokkaido Scallop, kamu Sayang?" ujar Jono yang kemudian bertanya kepada istrinya.
“Pistachio" jawab Salma.
“Minumnya?" tanya pelayan itu lagi.
“Lemon Tea... kamu apa Sayang?"
“Alma sama kayak Abang aja deh Bang"
“Okay... 2 lemon tea ya Mas"
“Baik, silahkan ditunggu pesanannya ya Tuan"
Dari kejauhan Jono melihat seorang pria berkacamata hitam bersama wanita yang kini telah menjadi istrinya.
“Jono?" sahut Alyssa terkejut.
“Apa yang dia lakukan di sini? Bukannya dia orang gembel? Kenapa dia bisa ngajak istrinya makan di restoran mewah seperti ini? Pasti ada yang nggak beres ini" ujar Alex
“Eh Mas, Mas! Mau ke mana? Hah? Mau ke mana Mas? Kamu sadar dong, ini kan tempat umum. Nggak baik kalo kamu ribut di sini apalagi kalau masalahnya sepele seperti ini. Aly mohon kamu tenang ya Sayang" Alyssa menghalangi suaminya untuk melangkah, menarik tangannya untuk kembali ke kursi makannya.
“Huffft... kalau ini bukan tempat umum aku pasti udah menghajar dia Sa"
***
Pesanan Jono dan Salma datang, mereka mulai menyantap hidangan di depan mata mereka, malam ini mereka sangat menikmati momen-momen indah itu. Alunan musik klasik yang merdu menemani acara makan malam mereka. Mereka mulai saling suap dan sesekali bercanda melemparkan makanan pada masing-masing wajah mereka. Mereka sudah bisa tertawa lepas dan sesuai dengan janjinya, Jono mengajak Salma berdansa.
Usai makan malam, Jono meminta izin kepada istrinya untuk melamar pekerjaan di restoran itu sebagai salah satu pelayannya. Salma mengizinkan, namun hasilnya nihil... tak ada lowongan kerja untuk Jono kecuali... ada satu lowongan di hotel Amuz Gourmet sebagai resepsionis.
“Bagaimana Sayang? Kamu setuju kan aku jadi resepsionis di hotel restoran ini?"
“Bang Jono mau kerja jadi resepsionis? Nggak apa-apa deh... tapi bagaimana kalau dia... Astaghfirullah, Astagfirullah, Astaghfirullah... aku nggak boleh berburuk sangka. Yang penting dia dapat pekerjaan yang halal aku udah senang banget, toh resepsionis gajinya juga lumayan" gumam Salma dalam hati.
“Sayang? Salma? Kok kamu bengong sih? Jadi gimana? Kamu setuju kan?"
“I... iya Bang, Alma setuju, Alhamdulillah akhirnya sekarang kamu mendapatkan pekerjaan yang layak dan rezeki yang halal dan barakah. Alma bersyukur Bang, cup, makasih ya kamu udah mau berubah" ujar Salma sambil mengecup singkat wajah suaminya.
“Hehehehehe... pasti di hotel sini banyak cewek cantiknya nih... jadi kalo gue bosen sama Salma, gue bisa cari yang lain, hahahahaha... mau aje lu Salma gue begok'in... hahahahaha, emang dasar istri toloool... mau aje dikadalin" gumam Jono dalam hati.
Usai makan malam mereka melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Di dalam perjalanan, mereka kembali bercanda ria, setidaknya malam ini Salma bisa tertawa lepas.
Sesampainya di rumah mereka, mereka langsung melakukan olahraga malam sekali lagi.
“Sayang, ayo kita lakukan lagi, kamu nggak lupa kan?"
“Iiih Abang mah fikirannya ke sana terus... iya Alma inget Bang"
Jono pun merasa senang dan mulai membuka hijab dan habaya yang dikenakan oleh Salma, hingga tak ada sehelai kainpun yang menempel pada tubuhnya. Jono mulai tegang melihat keadaan istrinya, ia pun langsung menyantap jasad yang nampak jelas, bening di depan matanya. Mereka melakukan pergumulan yang cukup seru malam itu, sampai akhirnya membumbung ke alam mimpi.
***
Keesokan harinya Salma mengajar seperti biasa, sementara itu Jono memulai hari pertama kerjanya di hotel Amuz Gourmet.
“Ayo Sayang, Abang antar kamu ke pondok pesantren"
“Iya Bang, Alhamdulillah Alma bersyukur akhirnya kamu mendapatkan pekerjaan yang halal ya Bang"
“Iya" ujar Jono sambil tertawa kecil.
“Alhamdulillah ya Allah, akhirnya suamiku berangsur-angsur berubah. Semoga dia kembali seperti semula ya Allah, demi Engkau yang nyawaku berada di tangan-Mu, ini adalah hari yang paling menyenangkan sepanjang pernikahanku dengan bang Jono" gumam Salma dalam hati.
Jono mengantar istrinya ke pondok pesantren Al-Hikmah Putri, sebelumnya ia mewanti-wanti agar tidak lagi berhubungan dengan Alam Firmansyah, dan sebagai istri shalihah Salma pasti menaati perintah suaminya. Salma mencium punggung tangan suaminya dan bergegas masuk ke gerbang pondok.
Sementara itu Jono melanjutkan perjalanannya ke hotel Amuz Gourmet, bayangan akan wanita-wanita malam menghantui dirinya, sepanjang perjalanan ia tersenyum sendiri seperti orang gila. Sesampainya di Amuz Gourmet, ia membenahi rambutnya dan menggunakan parfum yang sekiranya aromanya sangat mengganggu para wanita malam itu.