After Being In Prison

After Being In Prison
Bab 20 : Godaan Wanita Malam



Jono mengantar istrinya ke pondok pesantren Al-Hikmah Putri, sebelumnya ia mewanti-wanti agar tidak lagi berhubungan dengan Alam Firmansyah, dan sebagai istri shalihah Salma pasti menaati perintah suaminya. Salma mencium punggung tangan suaminya dan bergegas masuk ke gerbang pondok.


Sementara itu Jono melanjutkan perjalanannya ke hotel Amuz Gourmet, bayangan akan wanita-wanita malam menghantui dirinya, sepanjang perjalanan ia tersenyum sendiri seperti orang gila. Sesampainya di Amuz Gourmet, ia membenahi rambutnya dan menggunakan parfum yang sekiranya aromanya sangat mengganggu para wanita malam itu.


Pemilik Amuz Gourmet pun mempersilahkan Jono masuk, pria itu mengenalkan lingkungan hotel pada Jono, setelah selesai... Jono mendapatkan 2 tamu pertama... dan salah satu dari mereka adalah wanita muda seksi yang sangat cantik dan menggoda iman Jono.


“Duhai... Astaga... dari manakah Kau menurunkan malaikat secantik ini Tuhan? Dia bahkan jauh lebih cantik dan lebih muda dari Salma" gumam Jono dalam hati.


“Pak resepsionis, kami datang dari rumah bordil di seberang sana, dan aku ingin memesan kamar VIP di hotel ini. Apa masih ada kamar VIP yang kosong di sini?" tanya seorang pria berusia sekitar 60 tahunan.


Jono tidak mampu menjawab, mulutnya menganga dan lidahnya kelu untuk bicara, dia tak menyangka ada wanita secantik orang yang kini ada di depan matanya.


“Pak resepsionis... Pak?" Diego mulai mengecek kondisi Jono.


“Owh, mmmm... iya Pak, kenapa? Kenapa?" tanya Jono yang mulai gugup.


“Kau tidak dengar apa yang kukatakan tadi? Aku mau pesan 1 kamar VIP!" tegas Diego.


“Owh, mmmm... baik Tuan, baik... di mana kamar VIPnya Pak?" ujar Jono yang kemudian bertanya pada bossnya tentang lokasi kamar yang dimaksud.


“Di lantai 4 kamar paling pojok kanan dan kiri" jawab pak Abraham si pemilik Amuz Gourmet.


“Baik terima kasih Pak. Mari saya antar Tuan, oh iya... nama Anda siapa?" tanya Jono.


“Aku Diego Di Marco, salah satu mucikari ternama di sekitar sini, dan ini salah satu wanita panggilanku, Yasmin Helena" jawab pria berumur itu.


“Ooooh... jadi namanya Yasmin? Namanya sesuai dengan wajahnya, cantik banget" gumam Jono dalam hati.


Yasmin Helena


👇👇👇



“Hai anak muda! Kenapa kau melamun? Apa yang kau lihat?" tanya Diego yang mulai marah.


“Owh, mmmm... tidak Tuan, tidak... ayo silahkan saya antar Anda ke kamar VIPnya" jawab Jono gugup.


Jono, Diego, dan Yasmin menaiki lift untuk menuju ke lantai dua hotel Amuz Gourmet, Diego yang mulai tidak suka dengan gelgat Jono yang terkesan selalu memperhatikan tubuh langsing Yasmin langsung mempererat pelukannya pada Yasmin. Sementara itu di satu sisi, Yasmin tergoda dengan aroma parfum yang dipakai oleh Jono. Tanpa sepengetahuan Diego, Yasmin mulai meremas bokong Jono.


Jono pun terkejut dengan spontanitas yang dilakukan oleh gadis itu, ia menoleh ke arah gadis itu yang seketika melempar senyum manisnya yang menggoda iman Jono. Seketika itu pula jantung Jono berdegup dengan kencang dan sangat cepat. Untungnya Diego tidak curiga sama sekali.


Sesampainya di kamar VIP, mereka masuk ke dalam sana. Jono mencuri dengar dari balik pintu, obrolan mereka sangat romantis sekali, frontal, dan sangat menggoda iman Jono. Nafsunya untuk menggantikan posisi pria itu pun menghinggapi hatinya.


“Duh, kenapa sih baru sekarang gue ketemu cewek secantik dia, kenapa nggak dari dulu gitu. Tapi Salma... Aaaah, sial! Masih ada Salma yang harus gue jaga, terutama dari si penjahat kelamin gila itu. Kalo dia punya anak nanti, bagaimana gue bisa mendapatkan Yasmin? Bagaimanapun juga gue kagak bisa membunuh laki-laki tua itu. Nggak nggak nggak... yang ada identitas asli gue terbongkar nanti, dan pasti gue bakal masuk penjara lagi. Kagak kagak kagak, kagak mau ambil resiko gue. Tapi kira-kira berapa cewek cantik yang dimiliki si tua bangka itu ya? Apapun itu gue harus cari tau" gumam Jono dalam hati.


Jono menerima banyak telefon masuk pagi ini, banyak tamu berdatangan dari berbagai daerah bahkan sampai dari mancanegara. Sampai akhirnya Yasmin sendiri yang menelfon, ia memesan makanan khas Italia yang ada di hotel itu.


Namun awalnya partnernya yang menerima telfonnya dan karena Jono tau niat teman kerjanya itu akhirnya dia bertanya padanya.


“Eh, Mas, Mas!"


“Iya? Ada apa ya Mas?" ujar Robi


“Itu makanan untuk siapa?" tanya Jono


“Oooh... ini? Untuk 2 tamu yang ada di kamar VIP itu Mas"


“Yang sepasang itu kan? Yang satunya pria tua dan gadis cantik itu?"


“Owh, ya sudah, kamu istirahat saja. Biar saya yang mengantar makanan itu? Oke?"


“Mas serius? Mas kan masih baru di sini. Apa nanti Mas nggak bingung yang mana kamar VIPnya?"


“Nggak, kan tadi pak Abraham udah menyuruh saya untuk mengantarkan mereka. Sudah, kamu istirahat saja sana, biar itu saya yang antar"


“Baiklah Mas, makasih lho"


“Oke"


“Tunggu Mas!"


“Apa lagi sih? Kamu nggak liat saya lagi sibuk?"


“Saya hampir lupa memperkenalkan nama... saya Robi Mas, nama Mas siapa?"


“Saya Jono, sudah ya, saya mau antar ini dulu"


“Semoga mas Jono ini orang yang baik-baik. Aku lihat kelakuan dia ini kasar sekali, semoga dia tidak membuat masalah di tempat ini" gumam Robi dalam hati.


***


Jono pun mengantarkan pesanan 2 tamunya itu dengan menaiki lift, sesampainya di atas, Jono mengetuk pintu kamar VIP itu.


“Permisi, order makanan"


“Iya sebentar" sahut seorang wanita dari dalam kamar.


“Ini Mbak... makanannya sudah datang" ujar Jono sambil membawa pesanan tamunya yang masih ditutupi tudung saji.


“Kamu lagi? Terima kasih ya, siapa nama kamu?" tanya Yasmin.


“Sa... saya... saya... Jono Mbak" jawab Jono gugup dan mulai berkeringat dingin.


“Jangan panggil Mbak, saya masih muda, lebih muda dari Masnya... panggil nama aja, panggil saya Yasmin. Oke?" ujar Yasmin.


“I... iya Mbak... mmm... maksud saya... Yasmin" sahut Jono yang masih gugup.


“Mas Jono... tetap kuat ya Sayang, cup. Makasih pesanannya, aku bawa dulu ya Mas"


“I... iya"


“Kamu ganteng banget malam ini btw... aku juga suka bau parfum kamu. Hubungi aku kalo kamu ada perlu Mas, aku udah simpan kartu nama aku di kantong belakang celana kamu. Sekali lagi makasih ya Mas"


“Yasmin! Ada apa di sana? Mana makanannya? Aku sudah lapar Sayang. Kenapa kamu lama sekali?"


“Iya Papa, aku datang!"


“Sayang, udah dulu ya, mucikariku mulai nggak sabar tuh, sampai ketemu lagi ya Sayang, sekali lagi makasih makanannya. Dah ganteng"


“Dah"


“Cakep beneeer tuh cewek... kapan ye gue bisa maen ama dia?" gumam Jono dalam hati.