After Being In Prison

After Being In Prison
Bab 26 : Menyesal Lagi



“Jono, ingatlah istrimu. Dia sedang hamil Jono, apa kamu tidak kasihan dengan dia? Apa jadinya jika kamu berani berselingkuh dengan wanita lain yang jelas-jelas dia itu bukan mahrammu, sadarlah Jono. Kamu tidak berfikir tentang bagaimana tanggapan orang-orang tentang kamu nanti? Bagaimana dengan nasib istrimu nanti? Apa kamu rela dia menjadi bahan tertawaan masyarakat? Ingatlah bahwa istrimu itu seorang ustadzah yang sangat berpengaruh di sekitar daerah komplekmu. Istighfar Jono... Istighfar... jangan sampai harga dirimu dan istrimu ternodai, istighfarlah sebelum murka Allah datang kepadamu" bisik bayangan putih.


“Omong kosong! Apa yang kau tunggu Jono? Justru inilah kesempatan emas untukmu, hm? Lihatlah dia... bukankah dia lebih muda dari istrimu? Belum lagi tubuhnya yang ramping itu, kamu pasti tergoda kan? Ayolah Jono! Rayulah dia! Bergeraklah lebih dekat lagi! Kapan lagi kau punya kesempatan emas seperti ini? Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari!" bisik bayangan merah.


“Dengar Jono, istrimu itu sangat membosankan. Dia masih kurang muda, harusnya kamu menikahi Yasmin yang jelas-jelas lebih muda dan lebih cantik dari Salma. Ayo, tarik tali gaun merah itu! Maka kau akan mendapatkan surganya dunia Jono! Ayolah! Mumpung kau masih ada umur!" sambung bayangan merah.


“Jangan Jono, jangan... dia itu bukan siapa-siapamu. Ada istrimu yang menunggumu di rumah, kalau kau mau, rayu saja dia. Jangan Yasmin, dia bukan gadis yang baik untukmu Jono! Jangan lakukan itu padanya! Jangan!" bisik bayangan putih.


Jono tidak mendengarkan sisi baiknya. Ia menarik tali gaun Yasmin hingga gadis itu memekik dan hampir terjatuh. Namun Jono dengan sigap menangkap tubuhnya.


“Tenang Sayang, kamu aman sekarang" ujar Jono sambil tersenyum dan menggoda Yasmin dengan tatapan mata yang khas.


“Abang apa-apaan sih? Nggak lucu tau! Untung aku nggak jatuh"


“Iya, iya... maaf ya Sayang"


Tiba-tiba ada pesan WhatsApp yang masuk, dari orang yang tidak dikenal.


Pak Jono, ini saya bu Wati tetangga bapak. Bapak di mana? Saya mohon bapak segera pulang, sebab bu Salma pingsan pak [Unknown number]


“Ya ampun! Salma pingsan? Gawat! Gue harus cepet balik nih!" gumam Jono dalam hati.


“Sayang, Sayang... balik yuk"


“Lho, kenapa Bang? Kok tiba-tiba kamu minta balik?"


“Mmm... itu... anu... Abang ada urusan mendadak. Maaf ya"


“Urusan mendadak? Apa urusan itu lebih penting dari aku?"


“Abang nggak bilang begitu, tapi kalo kamu mau tau lebih baik nanti aja Abang cerita sama kamu"


Yasmin mulai merasa aneh dengan gelagat Jono. Pasti ada yang tidak beres dengan pria itu. Dan tentunya dia masih akan bersikeras untuk mencari tau.


***


Sesampainya Jono di komplek rumahnya dan sebelumnya Yasmin juga sudah ia turunkan di rumah bordil milik Diego. Jono langsung lari ke arah pintu masuk dan langsung bergegas menuju kamar istrinya. Di sana pria itu mendapati istrinya sudah tak sadarkan diri. Jono bertanya pada bu Wati dan bu Ita tentang apa yang sebenarnya terjadi pada wanita itu.


Mereka mengatakan bahwa Salma selalu memikirkan tentang keberadaan Jono, dan ia pingsan karena kehabisan tenaga dan cairan.


Jono pun tak kuasa menahan isak tangisnya dan menciumi perut dan wajah istrinya bertubi-tubi.


“Salma... Sayangku, bangunlah Sayang, lihatlah sekarang Abang sudah ada di sisimu. Maafin Abang ya Sayang ya, nggak seharusnya Abang ninggalin kamu Salmaku, cantikku, bidadariku"


“Ibu-ibu, terima kasih ya atas kabar yang sangat penting ini. Terima kasih juga karena sudah bersedia menjaga istri saya, maaf saya butuh waktu berdua saja dengan istri saya malam ini"


Bu Wati dan bu Ita keluar dari rumah Jono dan tentunya mereka bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di luar sana? Mengapa Jono pulang selarut itu? Ini jam 3 dini hari. Dan sebentar lagi juga sudah masuk waktu subuh.


***


3 Jam kemudian wanita itu sadar dari pingsannya, dan memanggil-manggil nama suaminya tercinta.


“Bang Jono? Abang... Abang di mana?"


“Alma? Alma kamu udah sadar? Abang di sini Sayang, Abang di sini!"


“Abang? Abang ke mana aja seharian nggak pulang? Alma khawatir banget sama Abang. Sebenarnya Abang itu dari mana sih Bang?"


“Maafin Abang sayang, Abang lembur nggak sempet bilang sama kamu. Maaf ya?"


“Lembur sampe' jam segini Bang? Ini udah hampir subuh, sebenarnya kamu itu dari mana sih Bang?"


“Ya Allah Salma, demi Allah tadi Abang lembur Sayang. Ini buktinya, pak Abraham sampe' ngasih kunci serep hotelnya ke Abang. Alhamdulillah sekarang ini Abang termasuk orang kepercayaan beliau di Amuz Gourmet Sayang" ujar Jono sambil menunjukkan kunci serep hotel Amuz Gourmet pada istrinya.


“Apa kamu bilang Bang? Kamu termasuk orang kepercayaan pak Abraham?"


“Iya Salma, betul Sayang. Kalo nggak... nggak mungkin beliau sampe' berani ngasih kunci serep hotel ini ke Abang"


“Alhamdulillah kalo begitu Bang, berarti Abang dikasih amanah sama pak Abraham. Itu artinya beliau ingin menguji kamu. Bisa nggak kamu jadi orang yang amanah walaupun kamu pegawai baru di sana"


“Iya Salma Alhamdulillah. Oh iya, nanti kalau usia kandungan kamu sudah 4 bulan, kita kontrol lagi ke dokter kandungan ya Sayang ya, kita liat hasil USGnya. Abang udah nggak sabar pingin liat anak kita. Sekarang kamu minum dulu ya, biar nggak dehidrasi"


“Iya Bang" ujar Salma yang didudukkan oleh Jono dan meminum segelas air.


“Kira-kira anak kita jenis kelaminnya apa ya Sayang? Abang penasaran deh. Kalo Abang sih pinginnya laki-laki"


“Apapun yang dikehendaki Allah, Alma pasrah aja Bang"


***


🌟3 Bulan Kemudian


Tak terasa 3 bulan sudah berlalu, tepat pada bulan April 2029, perut Salma semakin hari semakin membuncit, dan Alhamdulillah berat badannya semakin hari semakin bertambah. Walaupun memang terkadang wanita itu masih sering mengalami morning sickness, tapi baginya itu bukan masalah. Yang penting hari ini ia berencana untuk melakukan kontrol ke dokter kandungan bersama suaminya.


“Sayang, ini udah bulan apa?" tanya Jono


“April Bang"


“Berarti usia kandungan kamu sudah 4 bulan ya? Ayo kita kontrol ke dokter Sayang, Abang udah nggak sabar pingin liat hasil USG kamu"


“Alma sih terserah Abang aja Bang. Yang penting Abang senang. Makasih ya Bang karena udah perhatian sama Alma selama ini"


“Sama-sama Sayang, ya udah sekarang kamu mandi, terus siap-siap ya? Kalo kamu masih mual nggak usah masak dulu nggak apa-apa. Eh tunggu tunggu... mandi bareng yuk!"