After Being In Prison

After Being In Prison
Bab 24 : Ajakan Dinner



“Ustadzah Salma, apa kabar?"


“Alhamdulillah, berkat Rahmat Allah saya masih dikasih kesempatan untuk bernafas Ustadzah"


“Tapi wajah Ustadzah pucat, saya dengar Ustadzah sedang mengidam"


“Betul Ustadzah. Saya tidak bisa makan apa-apa, setiap perut saya keisi makanan, pasti kembali keluar, sekarang ini saya ingin sekali rasanya makan nasi goreng"


“Baik, Ustadzah tunggu sebentar ya, saya akan buatkan nasi goreng untuk Ustadzah"


Salma pun akhirnya lega dan bisa tersenyum, akhirnya permintaannya untuk makan nasi goreng terwujud juga. Sungguh sangat mulia hati ustadzah Fahmah.


Setelah nasi goreng permintaan Salma selesai dibuat, Salma mencicipinya terlebih dahulu, dan Alhamdulillah nasi goreng itu sesuai dengan selera Salma. Setelahnya ustadzah Fahmah pamit kembali ke pondok pesantren Al-Hikmah Putri, dan melakukan cipika cipiki dengan Salma yang setelahnya mengucapkan salam.


Sebelumnya beliau mengingatkan pada Salma tentang Hyperemesis Gravidarum, yakni kondisi dimana ibu hamil mengalami mual dan muntah berlebihan, wanita itu bahkan memanggilkan dokter untuk Salma dan beliau sendiri pula yang membayar dokter itu.


Salma mengucapkan banyak terima kasih kepada ustadzah Fahmah hingga wanita itu terharu dengan kebaikan yang dilakukan oleh wanita 31 tahun itu.


“Jadi Ibu Salma, sudah berapa lama Ibu mengalami mual dan muntah berlebihan seperti ini?" tanya dokter kandungan.


“Semenjak usia kandungan saya 4 Minggu Dok" ujar Salma.


“Begini Ibu, saran saya Ibu Salma sering menghirup udara pagi setiap harinya untuk mengurangi mual, minum jahe dan teh hangat, olahraga rutin, jika pada saat bangun tidur Ibu merasakan mual, bangunlah secara perlahan dan makanlah sedikit snack seperti biskuit atau roti untuk menghindari mual dan muntah. Jika ingin makan, makanlah sedikit demi sedikit. Jika Ibu mulai merasa mual, hentikan makannya, makan lagi jika mual sudah reda."


“Nah saran saya jika memang Ibu tidak sanggup untuk berjalan. Sediakan ember di kamar ini, tidak perlu mondar-mandir ke kamar mandi. Yang saya takutkan adalah kalau sewaktu-waktu Ibu jatuh, Ibu justru akan beresiko mengalami keguguran. Baik mungkin itu saja sementara ini yang bisa saya sampaikan Ibu, apakah Ibu sudah faham atau masih ada yang mau ditanyakan lagi?"


“Sudah faham Dok"


“Baik Ibu, ini saya beri sedikit resep untuk obat anti mualnya, minumnya setelah makan, diminum hanya bila merasa mual ya Bu"


“Baik Dok"


“Baik Ibu apa ada lagi yang ingin ditanyakan?"


“Tidak ada Dok"


“Baik kalau begitu saya pamit ya Ibu, Bapak. Kalau masih belum ada hasilnya, Ibu dan Bapak bisa menghubungi saya kapanpun. Ingat pesan saya ya Bu, perbanyak olahraga dan minum air putih supaya tidak dehidrasi."


“Baik terima kasih Dok, rencananya selama kehamilan istri saya ini saya akan mengajaknya berbulan madu ke Bali"


“Itu ide yang bagus Bapak... bagus sekali! Istri Anda memang harus banyak beraktivitas, tapi juga harus ingat untuk cukup istirahat ya Pak"


“Baik Dok, terima kasih, saya akan menjalankan semua perintah dokter, demi kesehatan dan keselamatan istri saya dan janinnya"


“Baik Ibu, Bapak, saya pamit dulu, permisi"


“Terima kasih Dok"


“Kamu dengar kan dokter bilang apa tadi Salma? Kamu harus banyak istirahat, ya. Abang tetap harus kerja supaya ekonomi kita lancar. Apalagi kita juga mau bulan madu kan"


“Iya Bang"


“Bagus, Abang berangkat ke hotel dulu ya, kamu baik-baik di sini Salma, oke?"


Jono berpamitan dengan istrinya dan bergegas menuju ke hotel, sesampainya di sana. ketika Jono berdiri di belakang meja lobby hotel, ia langsung mendapatkan pesan.


Bang Jono, kamu di mana sih? Nggak kangen ya sama aku? Jadi kapan kita bisa main nih? [Yasmin]


Iya sebentar, nanti malam kita dinner di luar, aku yang traktir, okay? [Bang Jono]


Hah, Dinner? Yang bener Bang? [Yasmin]


Iya, makanya kamu dandan yang cantik, nanti malam kamu turun ke sini, aku yang bakal antar kamu ke rumah kamu, nah kamu bisa ganti baju dan dandan yang cantik deh di sana nanti. Okay? [Bang Jono]


Okay siap! Siap pria tangguh, pasti aku bakal dandan yang cantik. Kamu tenang aja pokoknya, oke? Sekarang aku mau urus si tua bangka ini dulu [Yasmin]


Sip, sampai ketemu nanti malam Sayang, eh ingat ya, jangan sampai si Diego itu tau rencana kita, oke? [Bang Jono]


Siap Bang, semua itu bisa diatur. Aku punya banyak kisah menarik tentang pria yang satu ini, kamu harus dengarkan cerita ini pas kita dinner nanti [Yasmin]


***


Tengah malam, saat Amuz Gourmet sudah mau tutup, pak Abraham heran karena masih melihat ada pegawainya yang belum pulang, siapa lagi kalau bukan Jono.


“Lho, Jono, kenapa kamu belum pulang? Ini kan sudah malam dan sebentar lagi restoran dan hotel ini akan tutup" ujar pak Abraham heran.


“Anda pulang duluan saja Pak, saya masih ada urusan, masih ada tamu terakhir yang ingin check out malam ini, Bapak berikan saja kunci serep hotel ini pada saya. Nanti biar saya yang mengunci hotelnya"


“Apakah aku berani memberikan kunci serep hotel ini kepada pegawai baru seperti dia? Bagaimana kalau dia tidak amanah, tapi... kalau aku lihat dia sering bersama Robi, sepertinya dia memang orang yang baik-baik. Semoga saja aku tidak salah mengambil keputusan" gumam pak Abraham dalam hati.


“Baiklah, saya akan memberikan kepada kamu kunci serepnya. Tapi ingat... besok pagi kunci itu harus sudah ada di tangan saya, mengerti kamu Jono?"


“Baik Pak, saya mengerti"


“Bagus, ini kuncinya, saya mau pulang dulu, selamat malam Jono"


“Selamat malam Pak"


“Yesss! Aman... akhirnya boss gue yang tolol itu pergi juga. Rencana selanjutnya, dinner sama Yasmin dan menyingkirkan si Diego tua bangka itu, huh. Dia nggak bakal bisa macem-macem sama gue, apalagi sama Yasmin. Liat aja, kalo sampe' dia berani macem-macem sama Yasmin, gue kagak bakal ngasih ampun sama dia. Dasar mucikari licik!" gumam Jono dalam hati.


Sebelumnya Diego sudah check out lebih awal, sementara Yasmin mengatakan bahwa ia akan menyusul agak malam, sehingga ketika Diego sudah pergi, barulah Yasmin turun dari lift.


Tepat pukul 12 malam, Yasmin mengirimkan pesan pada Jono, gadis itu menyuruhnya untuk menunggunya di depan lift.


Jono menunggu gadis itu di depan lift, dan ketika pintu lift sudah terbuka gadis itu langsung menarik lengan Jono dan membawanya ke dalam pelukannya, kedua bibir insan itu pun bertabrakan, keduanya sangat menikmati adegan panas itu di dalam lift.