After Being In Prison

After Being In Prison
Bab 14 : Bradley's Birthday Party #2



“Salma?"


“Salma?"


“Beb, are you okay? Kenapa lu nangis?"


“Oh, mmmm... nggak apa-apa kok Beb, gue cuma kangen sama orang tua gue aja. Andaikan mereka masih hidup dan melihat gue dan bang Jono bahagia seperti sekarang ini. Gue juga inget dulu waktu gue ulang tahun, pagi-pagi buta orang tua gue yang memberikan surprise buat gue. Mereka selalu inget kapan ulang tahun gue" jawab Salma bohong


“Gue yakin pasti ada yang disembunyikan sama Salma nih. Semenjak dia berumah tangga, gue liat gelagatnya aneh banget. Tapi sebenarnya dia ada masalah apa ya?" gumam Delia dalam hati.


“Mita mana nih btw? Kok belum dateng? Padahal di sini kan udah rame" Salma mengalihkan pembicaraan.


“Wkwkwkwk... pasti dia masih dandan lama. Kan dia lagi butuh suami, wkwkwkwk" ujar Delia dengan nada mengejek.


“Wkwkwk, perawan tua harus tetap terlihat cantik bukan Beb? Eh iya, omong-omong anaklu mana?" sahut Salma yang kemudian bertanya.


“Mungkin masih di kamar, tadi ART gue lagi dandanin dia. Nggak terasa sekarang umurnya udah 3 taun Beb, waktu berlalu cepet banget ya? Waktu kita masih SMA tuh rasanya—"


Ting tong!


“Saya aja yang buka pintunya Nya"


“Nggak usah Bik, biar saya aja, Bibik terusin aja dandanin Bradley yang rapih. Sudah selesai atau belum Bik?"


“Hampir selesai Nya, tinggal dipasang dasi aja"


“Bagus! Buat anak saya tampan ya Bik, jangan mengecewakan para hadirin"


“Pasti Nya, siap!"


“Halo Delia, buka pintunya woy! Ngobrol sama siapa sih lu? Lama amat" pekik Mita yang sudah menunggu tuan rumah sejak dari tadi.


“Oh, sorry sorry Mit, oke lu masuk aja deh. Selamat datang perawan tua, wkwkwkwk"


Delia membuka pintu gerbang rumahnya dan mempersilahkan Mita masuk, Mita sempat ingin meluapkan emosinya, tapi karena ini adalah acara penting plus banyak orang yang hadir di sana, akhirnya ia berfikir seribu kali untuk melakukannya.


“Welcome perawan tua, welcome. Wkwkwkwk, masuk Mit"


“Candaanlu tuh nggak lucu tau nggak? Mentang-mentang udah pada nikah, terus yang belom lu gajlokin terus gitu?" protes Mita merasa kesal.


Dari dalam bilik kamar muncul seorang bocah lucu yang berlari menemui ayahnya dan berhambur memeluknya.


“Ayaaah! Ndaaa! Ady udah iap, ana uena? Ady mau iup ilin" oceh Bradley.


“Selamat ulang tahun Bradley Sayang, cup. Wah anak Ayah ganteng banget ya hari ini. Bradley minta kado apa dari Ayah?"


“Ady au tobot! Ana Ayah tobotna? Epet asih Ady!"


“Sabar ya Sayang, kan Bradley belum potong kuenya, tiup lilin juga belum. Salim dulu tuh sama Tante Mita dan Tante Salma" sahut Aldo.


“Oh iya, Ady tupa Ayah" celoteh Bradley sambil tertawa cekikikan dan memegang kepalanya karena merasa bersalah. Tak ayal Salera Girlz dibuatnya tertawa terbahak-bahak


“Bradley! Waaah ternyata anak Tante udah besar ya? Ganteng lagi" ujar Mita yang menghampiri bocah itu dan berjongkok di hadapannya.


“Hush, ngawur lu! Belum punya laki udah ngayal punya anak lu!" celetuk Delia.


“Apa sih lu? Nyamber aja!" protes Mita.


“Wkwkwkwk, lu liat kan? Delia kalo udah ketemu Mita pasti ribut mulu Al, sejak SMA mereka udah kayak Tom And Jerry, wkwkwkwk" sahut Salma.


“Mmmm... maaf Mas. Bradley nakal ya sekarang, mau cium ayah tapi nggak mau cium Bunda" ujar Delia sambil mengerucutkan bibirnya.


“Ndak au, Nda aka. Antem eus ama ante Ita" oceh Bradley.


“Iya deh, Bunda minta maaf ya Sayang karena udah ganggu pesta kamu. Mita, maafin gue ya, nggak seharusnya gue konyol di depan anak sekecil Bradley" ujar Delia yang merasa bersalah.


Meskipun hanya bercanda, tapi semua itu pastinya sangat tidak etis dilakukan oleh Delia dan Mita yang usianya jelas sudah matang.


Akhirnya tanpa menunggu waktu lama lagi, pesta ulang tahun segera diadakan di kediaman keluarga Davis. Siti sang kepala ART meletakkan sebuah kue tar coklat di atas meja bundar, semua pujasera sudah tersedia di sekeliling ruang tamu, ruang keluarga, serta di teras dan halaman belakang rumah di dekat kolam renang. Hati Salma masih tidak tenang dan bersedih hati, berlawanan dengan semua orang yang sangat menikmati pesta dan sangat berselera makan, justru Salma tidak demikian. Semua hadirin menyanyikan lagu, mulai lagu saat Bradley tiup lilin, potong kue, dan lagu selamat ulang tahun. Fikirannya terus melambung ke arah suaminya.


Buliran bening kembali merusak wajahnya yang ayu. Seketika wanita malang itu menjadi pusat perhatian Aldo, Delia, Mita, dan seluruh hadirin yang lain.


Salma hanya bisa memakan sepotong kue saja dan itupun ia terima karena dipaksa oleh Delia dan karena ingin melegakan perasaan Bradley.


“Salma kenapa sih? Kok dari tadi kayaknya nggak menikmati pesta ini ya?" gumam Aldo dalam hati.


“Sayang, Salma kenapa sih? Kok dari tadi kayak nggak enjoy banget di pesta ini. Boleh ya aku tanya ke dia?" ujar Aldo sambil memegang pundak Delia.


“Jangan dulu Mas, kayaknya Salma lagi butuh privasi deh. Nanti biar aku sama Mita yang ngajak dia keluar dan cari udara segar. Biar dia terhibur"


“Bradley, jangan dibuka dulu kadonya ya Sayang, tunggu sampai pestanya selesai. Kita makan siang dulu sebelum buka kado. Okay Spidermanku?" titah Aldo pada putranya serta memberikannya pengertian.


“Iya Glin Obinku"


“Hah? Green Goblin? Iiiish, jangan Green Goblin dong Sayang, Doctor Strange atau Captain America gitu lho. Ah Bradley nakal ah, nggak suka Ayah" ujar Aldo tak terima sambil menekuk wajahnya.


Sementara Bradley kembali melepaskan tawanya yang terdengar sangat menggelikan disusul oleh Delia dan para hadirin yang lainnya, sementara itu Salma hanya bisa tersenyum masam untuk mencairkan suasana.


Pesta terus berjalan lancar, mulai dari acara makan siang dan pembukaan kado oleh Bradley, bocah itu sangat bersemangat ketika melakukannya serta merasa bahagia dan puas dengan semua hadiah yang dia peroleh. Bocah itu pun berhambur memeluk kedua orang tuanya dan menciumi keduanya.


“Aide Man! Asyiiik! Capa asih ainan ini? Ayah?"


“Bukan Sayang, coba tebak lagi" ujar Aldo.


“Yang jelas itu bukan dari Bunda juga" sahut Delia.


“Telus dali capa?"


“Itu dari Tante Sayang, Bradley suka kan?" sahut Salma yang akhirnya bisa tersenyum juga.


“Ini... dali Ante?" tanya Bradley ragu-ragu yang diangguki oleh Salma sambil tersenyum manis.


“Sini Sayang, peluk Tante Salma Nak" ujar Salma sambil merentangkan kedua tangannya dan masih setia pada senyumannya.


Bradley pun berhambur memeluk bumil yang cantik jelita itu. Mata Bradley seketika terfokus pada perut Salma yang sudah mulai membuncit dan bocah itu pun mulai mengelus-elus perut Salma.


“Ini capa Ante?"


“Ini adiknya Bradley Sayang, Bradley mau kan punya adik?"


“Ade Ady?"


“Iya, Bradley maunya punya adik laki-laki atau perempuan Sayang?"


“Ady auna ade aki, api alo uwan juga gak apa cih. Enting ucu"