After Being In Prison

After Being In Prison
Bab 27 : Happy Birthday Salma!



“Sayang, ini udah bulan apa?" tanya Jono


“April Bang"


“Berarti usia kandungan kamu sudah 4 bulan ya? Ayo kita kontrol ke dokter Sayang, Abang udah nggak sabar pingin liat hasil USG kamu"


“Alma sih terserah Abang aja Bang. Yang penting Abang senang. Makasih ya Bang karena udah perhatian sama Alma selama ini"


“Sama-sama Sayang, ya udah sekarang kamu mandi, terus siap-siap ya? Kalo kamu masih mual nggak usah masak dulu nggak apa-apa. Eh tunggu tunggu... mandi bareng yuk!"


“Hah? Mmmm... mmm... a... ayo Bang"


“Iiish... gemesh deh sama kamu, ngapain sih kamu kayak ketakutan gitu? Abang nih suami kamu Alma, bukan buaya, cup. Ya udah yuk cus ke kamar mandi" ujar Jono yang sebelumnya mencubit lembut pipi istrinya, mengecupnya dan merangkul pinggangnya menuju kamar mandi.


***


Tubuh kedua insan itu sudah polos tanpa sehelai kainpun. Kecuali Salma yang mengikatkan handuk di kepalanya. Shower sudah menyala, Jono mulai bertindak nakal, meremas bokong istrinya dan mencium bibirnya yang mungil dan beralih ke si kembar yang ada di dada istrinya dan menghisapnya. Salma juga sangat menikmati itu. Walaupun morning sicknessnya sempat kembali muncul, tapi Jono dengan setia menjaga dan membantunya dalam setiap kesulitan.


Salma merekahkan senyumannya sehingga sekali lagi nampaklah ciri khasnya yang membuatnya semakin cantik. Ya, apa lagi kalau bukan gigi gingsul yang dimilikinya, sangat indah dipandang bagi seorang Jono. Tiba-tiba Jono mengambil sesuatu dari saku kemejanya yang tergantung. sebuah kalung liontin berlian kini nampak berkilauan di depan mata Salma.


Salma pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tak percaya dengan benda yang ada di genggaman tangan suaminya saat ini. Itu benar-benar sebuah kalung liontin berlian.


“Abang? Abang beli kalung itu untuk Alma?"


“Memangnya untuk siapa lagi kalau bukan untuk kamu? Hm?"


“Selamat ulang tahun Sayang. Semoga kamu panjang umur dan sehat selalu... sini biar Abang pakaikan kalung ini di leher kamu Sayang"


“Abang... hiks hiks... terima kasih ya Sayang, ternyata kamu romantis juga. Alma makin sayaaang banget sama Abang, cup. Maafin Alma ya Bang kalo tadi Alma sempet muntah lagi. Kadang-kadang perut Alma masih mual juga"


“Nggak apa-apa kok Baby... jangan merasa bersalah begitu. Kan wajar juga, kamu kan lagi hamil. Dan omong-omong perut kamu lebih besar dari kehamilan pertama lho Sayang, kenapa ya? Aneh, jangan-jangan..."


“Ayo keluar dulu Bang, ada yang mau aku omongin" ujar Salma sambil mematikan shower dan melingkarkan handuk pada tubuhnya. Sementara handuk di kepalanya masih ia gunakan, begitupun dengan Jono yang juga melingkarkan handuk pada tubuhnya sambil membawa pakaian mereka masing-masing.


“Jangan-jangan memang benar dugaanku... Allah memberikan kita keistimewaan Bang" ujar Salma sambil duduk di tepi ranjang.


“Keistimewaan berupa apa?" Tanya Jono.


“Alma masih belum bisa memastikan sih sebetulnya, tapi... bisa jadi Alma mengandung—"


“Huwek!" belum selesai Salma bicara, perutnya sudah kembali bergejolak.


“Alma? Tunggu Sayang, tunggu" Jono mulai panik sementara itu wanita itu berlari dan kembali ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya.


“Are you okay Honey?" tanya Jono sambil merangkul tubuh istrinya dengan kedua tangannya dan sesekali ia memijat leher istrinya yang kemudian pertanyaan Jono itu diangguki oleh Salma.


“Ayo kita kontrol ke dokter Sayang, kita liat USG. Plus tanya sama dokter soal morning sickness kamu ini, hm? Abang nggak tega liat kamu muntah-muntah terus, cup. Yuk... sini, sini, sini, bisa jalan nggak?"


“Bisa Bang" jawab Salma dengan suara parau.


Jono sangat kebingungan dengan kondisi itu. Namun dilihatnya sejenak tubuh polos istrinya yang sekarang masih terkapar di atas kasur yang empuk itu.


“Kamu bodoh Jono! Kamu bodoh! Mengapa kamu lebih memilih Yasmin sedangkan istrimu... apakah dia kurang cantik?"


“Tidak... aku sadar bahwa dia semakin cantik dengan kondisi seperti ini, iya... aku memang bodoh! Aku bodoh! Ya Allah ampuni aku, tak kusangka istriku secantik ini. Maafin Abang Alma, maafin Abang, terkutuklah kamu Jono! Benar... aku harus segera membawanya ke rumah sakit. Maafin Abi anakku sayang" gumam Jono dalam hati sambil menciumi wajah dan perut istrinya.


Jono memakaikan kembali baju istrinya dengan hati-hati karena kondisinya masih belum sadar. Setelahnya ia menggendongnya ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit.


***


Sesampainya di rumah sakit, Salma dilarikan ke ruang IGD, Jono sangat panik dan ketakutan.


“Celaka lu Jono! Mampus lu! Kalo Salma dan anaklu kenapa-kenapa, lu yang akan bertanggung jawab. Mampus lu!" gumam Jono dalam hati.


“Lho, itu bukannya Jono deh, ngapain lagi dia ke sini? Apa lagi yang terjadi dengan Salma?" gumam Aldo dari seberang.


“Jono, kenape lu Bro? Lu apa kabar? Sehat kan lu?" tanya Aldo.


“Alhamdulillah Al, setengah sehat gue" jawab Jono dengan nada datar dan menundukkan kepalanya.


“Hah? Maksud lu gimana sih? Bingung gue"


“Ya kan emang bener Al, gue setengah sehat. Sebab jiwa gue yang setengah lagi sedang menderita di dalam sana"


“Bini lu?"


“Iye, sama calon anak gue. Rencananya sih hari ini gue mau USG sama do'i, tapi kok tiba-tiba si Alma pingsan gitu aje. Mukanye pucet banget Al, kagak tega gue Al"


“Innalillah Wa Inna Ilaihi Raji'un! Terus sekarang kondisinya gimane?"


Jono menggelengkan kepalanya sambil masih menangis. Aldo berhambur memeluknya.


“Sabar Bro, sabar... dokter Amira pasti bisa menangani Salma dengan baik, gue tau dia profesional"


30 menit kemudian, dokter kandungan keluar dari ruangannya dan mengabarkan pada Jono bahwa Salma telah siuman. Jono lari ke arah IGD dan menciumi wajah dan perut istrinya, Salma mulai mengerjab-kerjabkan matanya.


“Abang, bagaimana kondisi bayi kita Bang? Aku nggak keguguran lagi kan?"


“Nggak Ibu, Ibu nggak keguguran... selamat ya Bu, dari hasil USG bayi Ibu dan Bu Salma sendiri sehat wal afiat. Bayinya kembar Ibu, dan jenis kelamin keduanya laki-laki, sekali lagi saya ucapkan selamat ya Bu, Pak"


“Ya Allah! Ya Allah ya Rabbi terima kasih ya Allah atas segala karunia yang Engkau berikan kepada kami ini... Abang! Abang bayi kita kembar Bang! Mereka kembar! Alhamdulillah ya Allah! Alhamdulillaaah! Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Alih Sayyidina Muhammad!" Salma senang bukan main dan mulai memuji kebesaran Allah dan Rasul-Nya sambil menangis haru dan memeluk tubuh suaminya.


“Selamat ulang tahun Alma, Happy Birthday Salma Sayang, cup" ujar Jono sambil mengecup kening istrinya.


“Abang, demi Allah ini adalah kado terspesial untuk Alma Sayang, demi Allah. Terima kasih atas perhatian kamu selama ini ya Sayang ya"