After Being In Prison

After Being In Prison
Bab 35 : Beautiful Maid



“Siapa nama kamu?" tanya Jono


“Saya... Viona Tuan" jawab gadis cantik itu.


“Apa latar belakang keluarga kamu?"


“Saya anak yatim piatu Tuan, saya hidup seperti ini sejak usia 7 tahun, kakak saya juga sama. Dia berprofesi sebagai asisten rumah tangga. Sekarang dia sedang bejerja di rumah seorang pria kaya raya. Namun sayangnya imannya tidak kuat Tuan. Sekarang dia menjadi pelacur di luar sana. Dan bahkan dia punya anak hasil zina dari pria itu"


“Kakaknye pelacur? Pasti Yasmin kenal ame do'i. Dan pantes aje do'i jadi pelacur... adiknye aje mukanye kayak Ayu Ting Ting. Hehehe... kesempatan bagus buat gue mangsa dia selama kepergian Salma. Do'i keliatan polos dan lugu nih kayaknye. Lumayan" gumam Jono dalam hati.


“Kamu asli mana Viona?" tanya Salma


“Bogor, Jawa Barat"


“Kamu bilang kakak kamu pelacur?"


“Iya Nyonya... saya harap Nyonya tidak keberatan dan tidak menganggap saya sama dengan kakak saya"


“Ya Allah, semoga bang Jono nggak terpikat olehnya" gumam Salma dalam hati.


“Ada apa Nya? Apa ada yang salah dengan saya?"


“Tidak ada Vi... baik kamu diterima kerja di sini. Oke, sekarang kamu istirahat di kamar dekat dapur itu, tapi sebelumnya saya minta tolong kamu bawakan pakaian anak-anak saya ke kamar dan masukkan semuanya ke lemari, ya? Besok pagi saya minta tolong kamu cuci pakaian dan piring. Soal masak biar saya yang urus"


“Baik Nyonya" ujar Viona sambil membawa Zidane dan Zayyan ke kamar majikannya dan meletakkan mereka ke dalam box bayi. Setelahnya gadis itu beranjak ke kamarnya dan beristirahat.


Sementara itu Salma dan Jono memandangi kedua bayinya yang imut.


“Aku harap mereka menjadi ulama besar Bang. Aku mau ketika mereka besar nanti kita masukkan mereka ke pondok pesantren Al-Hikmah Putra"


“Apa kamu bilang? Nggak Salma! NGGAK! Abang nggak setuju! Kalau kamu memasukkan mereka ke sana... Alam pasti akan membenci mereka! Pokoknya Abang nggak setuju! Titik!" protes Jono sambil keluar dari kamarnya.


“Kita semua hidup untuk diuji Bang! Dan ini akan menjadi salah satu dari sekian banyaknya ujian mereka. Bukannya aku dan kamu juga pernah diuji? Dan sampai sekarang pun kita masih tetap diuji Bang? Kamu nggak ingat dulu kamu dibully Alex CS sementara aku sendiri, sudah kehilangan orang tuaku sejak aku kecil?"


“Dan lagi, kamu juga sering ninggal aku dan selalu pulang larut malam dengan membawa uang yang jumlahnya tidak masuk akal? Adakah pegawai hotel yang gajinya sebesar itu?"


“Aku kan udah berkali-kali bilang kalo aku nggak mau terima uang dari hasil yang nggak jelas Bang!"


“CUKUP SALMA!"


“CUKUP!"


“Abang udah capek kamu tuduh terus–"


Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi dari kamar mereka. Sepertinya si kembar tidak mau orang tuanya ribut-ribut.


“Kamu dengar Bang? Kamu dengar? Tangisan mereka ini menandakan bahwa mereka merasa kasihan dengan kita"


“Ayolah Bang, jadilah dewasa! Jangan pernah menyimpan dendam dengan siapapun. Aku tau Alam itu kurang ajar... tapi aku mohon Bang, jangan dendam sama dia atau Alex atau mereka yang pernah menyakiti kamu. Itu semua nggak ada artinya Bang! Itu semua akan membuatmu semakin sakit"


Jono yang merasa kasihan pun menghentikan pertikaian dan meminta maaf kepada Salma memeluknya dan membawanya kembali ke kamar.


“Maafin Abang Sayang, maafin Abi anak-anakku, ini semua salah Abi" ujar Jono setelah masuk ke dalam kamarnya. Sementara itu Viona mencoba untuk menenangkan si kembar.


“Ayo kita stimulasi Sayang, supaya kamu lebih rileks" ujar Jono sambil menanggalkan pakaian istrinya dan dirinya sendiri dan mulai merangsang Salma dengan memerah ASI yang ada di dalam organ yang berbentuk seperti bakpao manju itu.


“Apa Sayaaang? I love you honey, cup, cup, cup" sahut Jono sambil menciumi leher, wajah, dan kening istrinya beberapa kali.


Akhirnya setelah beberapa menit kemudian ASI Salma keluar dengan derasnya. Jono menadahinya dengan ember. Segera setelah itu Salma menyusui kedua anaknya sampai mereka benar-benar kenyang. Pukul 2 dini hari, Salma baru merebahkan tubuhnya di atas kasur, disusul oleh sang suami.


“Alma Sayang"


“Hm"


“Abang boleh minta sesuatu nggak Sayang?"


“Apa Bang? Alma udah ngantuk lho... kamu mau minta apa lagi? Ini kan udah malem Bang"


“Abang iri sama anak-anak kita yang bisa nyusu sama kamu... boleh nggak Abang minta jatah juga?"


“Hah? Kamu minta juga?"


“Yaaaa... gimana Yank orang Abang dari tadi liat itu kamu. Kan jadinya nggak nahan Yank"


“Ya udah, untuk malam ini nggak apa-apa deh Alma puasin Abang, kasihan juga Alma liat muka kamu udah merah gitu, wkwkwkwkwk"


“Makasih ya istriku yang cantiiik" ujar Jono sambil kembali menanggalkan pakaian istrinya dan juga dirinya sendiri.


“Ayo Bang, sambutlah dunia fantasimu malam ini" ujar Salma sambil merentangkan kedua tangannya kemudian mengangkatnya dan melempar rambutnya yang tebal ke belakang. Akhirnya Jono pun memulai aksinya.


“Oh... indahnya malam ini, terima kasih Sayangku atas pelayananmu. Ini tidak akan terlupakan" ujar Jono yang masih mengubur wajahnya pada tubuh mulus istrinya.


***


Keesokan paginya Viona sudah menyiapkan segala keperluan tuannya, dan Salma sekali lagi izin tidak mengajar karena wanita 29 tahun itu menjadi sangat sibuk sekali sejak memiliki anak kembar.


Pagi itu ada pesan masuk dari grup Salera Girlz


Pagi guys, gue lagi badmood nih ~Mita


Astaga Mita, lu tuh ngapain ngeluh di grup? Pagi-pagi begini lagi. Ada apa sih? ~Delia


Gue baper ama kata-kata Alex kemaren guys. Sumpah kagak terima gue digituin ame die. Sakit ati gue ~Mita


Ya elah cuma soal itu doang? Sabar Mit, kalo lu mau usaha dan berdo'a pasti ada jalan. Insyaallah nggak lama lagi lu bakal nyusul dan yakinlah bahwa Allah bakal ngasih jodoh yang terbaik untuk lu ~Salma


***


Sementara itu Jono mengajak Salma sarapan, dan selama sarapan berlangsung, Salma memperhatikan sikap suaminya yang sesekali menatap wajah Viona sebelum akhirnya berpamitan pada istrinya dan pergi ke hotel.


“Aku bingung kenapa bang Jono begitu fokus pada Viona, sebenarnya siapa yang dia cintai. Aku atau dia? Astaghfirullah, semoga dugaanku salah" gumam Salma dalam hati.


***


Sesampainya Jono di hotel, pria itu bertemu Yasmin kembali, namun Yasmin tidak melihatnya. Lantas Jono melempar gulungan kertas kecil dan tepat mengenai kepala gadis itu.


Yasmin menoleh dan menekuk wajahnya. Ia melakukan itu karena merasa kurang diperhatikan oleh Jono.