
Pembicaraan kami tidak lama. Setelahnya, mereka kembali ke markas INCREASE dan aku ikut bersama Jake pulang ke rumahnya.
"Apa yang terjadi padamu? Kamu menunjukkan wajahmu pada mereka?" Tanya Jake.
Kami sedang berada di dalam mobil, di perjalanan.
"Tidak ada yang tahu wajahnya. Lihatlah! Riasan itu terlihat buruk padanya" ucap Lucy.
Aku tidak tersinggung dengan ucapan Lucy, aku malah tertarik dengan hal lain.
"Kau bisa mengajarkan ku cara berdandan?" Tanyaku.
Lucy yang berada di kursi belakang langsung mendekat, aku bisa merasakan keberadaannya di belakangku.
"Apa? Apa aku tidak salah dengar? Wanita yang selalu menggunakan penyamaran, bertanya cara memakai riasan padaku?" Ucapnya.
"Aku hanya tahu cara merusak wajahku dengan riasan yang tebal dan mencolok. Aku bisa meminta bantuan orang lain kalau kau tidak mau" ucapku.
Jake yang menyetir tidak berkata apapun. Dia hanya tersenyum.
"Apa benar kau Alexa? Maksudku, Nona Grady yang ku kenal?" Tanya Lucy.
Jake menimpali. "Cara berpakaianmu bagus. Kau juga bisa menyesuaikan riasan wajah agar tidak terlihat aneh. Walaupun tidak ada pria yang tertarik padamu"
Lucy terlihat kesal mendengarnya. "Apa kau bilang? Tentu saja ada pria yang tertarik denganku! Tapi, baiklah. Karena kau sempat memujiku, aku akan membantunya memperbaiki penampilan" ucap Lucy.
"Itu bagus! Aku percaya padamu, kau adalah orang yang selalu bisa ku andalkan" ucapku.
"Jangan memujiku. Tapi, apa yang sebenarnya terjadi? Kau tidak mau menggunakan semua penyamaran aneh itu lagi? Bagaimana kalau ada yang mengenalmu?" Tanya Lucy. Dia kembali duduk dengan tenang di belakang.
"Semua orang sudah mengenalku. Akan aku tunjukkan diriku yang sebenarnya. Aku tidak mau bersembunyi di balik pakaian glamor atau penampilan asing lagi. Aku ingin menggunakan penampilan yang selama ini ku inginkan" jawabku.
"Ya ya, kau benar. Kau harus menggunakan pakaian yang sesuai dengan usiamu. Tapi, apa dia akan setuju?" Tanya Lucy sambil melirik pada Jake.
Jake melihat Lucy di balik cermin. "Apa maksudmu?"
"Apa lagi? Persetujuanmu! Apa kau tidak akan cemburu melihat Alexa di kelilingi banyak pria? Selama ini kau berusaha menyingkirkan lalat-lalat itu kan? Padahal dia sering mengenakan penampilan aneh, tapi tetap saja banyak yang menghampirinya. Bagaimana nanti? Saat dia sudah lebih cantik? Aku tidak tahu, sebanyak apa kau harus memasang perangkap" jawab Lucy.
Wajah Jake berubah drastis. Dia terlihat khawatir karena ucapan Lucy. Aku pun tertawa karenanya.
"Kenapa tertawa?" Tanya Jake.
"Kenapa? Kau tidak akan setuju dengan rencanaku? Aku juga punya kehidupan. Suatu hari nanti, kau harus melepaskanku, karena aku akan hidup di jalanku sendiri" jawabku.
"Jangan bica_"
"Siapa orang itu?" Tanya Jake memotong kalimatku.
Aku terdiam. Pertanyaan konyol itu seolah sulit untuk terjawab.
"Apa pria bermata biru itu?" Tanya Lucy lagi.
"Kenapa kau langsung berasumsi? Ini tidak ada hubungannya dengan dia" jawabku.
"Mungkin dia yang jatuh cinta padamu. Aku sempat memperhatikannya. Dia terlihat gusar saat kamu memeluk Jake" ucap Lucy.
Aku menghela napas. "Tidak. Kau tidak tahu apapun. Dia tidak ada hubungannya denganku yang ingin mengubah penampilan"
"Hm, mungkin hanya perasaanku saja. Lagi pula, pria itu tidak mungkin menyukai wanita sepertimu. Tapi, sebaiknya kau dan Jake jangan terlalu dekat. Orang-orang akan berpikir bahwa kalian pacaran. Kalau terus begitu, kalian berdua tidak akan mendapatkan pasangan. Wajah kalian pun sama sekali tidak mirip" ucap Lucy.
"Aku tidak berniat untuk menjalani hubungan saat ini. Aku tidak peduli dengan pendapat orang lain tentangku, lagipula Alexa masih di bawah umur untuk berpacaran" ucap Jake padaku.
"Apa!?" Aku menatapnya kaget.
Lucy tertawa di belakang. "Kau lupa, Jake. Wanita di sebelahmu bukan anak kecil, bahkan saat usianya 9 tahun. Dia terpaksa menjadi dewasa sejak dulu, mungkin pikirannya sudah kolot sekarang"
Perasaanku yang sedang kesal, merasa semakin kesal setelah mendengar ucapan Lucy.
"Lucy!!!"
Jake menimpali. "Siapa pun yang membuatmu jatuh cinta. Kau harus mengatakannya padaku. Kalau dia menyakitimu, aku akan membunuhnya" ucapnya padaku.
"Hahaha, kau cukup buruk sebagai kakak. Untung, aku bukan adikmu" ucap Lucy pada Jake.
Jacob Arren Grafedy, atau yang biasa di panggil Jake. Anak tertua dari istri ketiga Johan. Anak kelima dari seluruh anak kandung Johan. Pria tinggi yang cukup mempesona. Dia adalah laki-laki yang bertanggung jawab, penyayang, dan selalu melindungiku. Tidak ada orang lain yang bisa menghawatirkan diriku seperti dia.
"Kita hampir tiba" ucap Jake.
Halaman rumah Jake mulai terlihat. Mobil pun melaju dengan pelan, memasuki halaman rumah. Setibanya di rumah, para pekerja disana langsung menyambut kami.
"Welcome home, Alexa"
Aku memandang bangunan itu. Rumah besar yang menjadi tempat berlindung untukku. Setiap aku mengalami masalah atau menyalahkan diriku sendiri terhadap sesuatu, tempat ini adalah tujuan utamaku.
...***...