
“Team Delta siap di posisi masing-masing!”
Perintah itu terdengar di earphone yang terpasang di telinga Ethan. Saat ini ia berada di dalam helikopter bersama dengan Charlie. Ia mendaratkan hellikopternya di landasan dekat gedung tinggi dimana Jeff dan anak buahnya berada. Beberapa orang penjaga datang menghampiri mereka dan membawa Charlie, dan sebagian lagi bertugas memeriksa seluruh tubuh Ethan, di takutkan Ethan membawa senjata. Lalu mereka mendorong Ethan masuk ke dalam gedung dimana Jeff dan Arin berada. Mereka sampai di sebuah ruangan, dan banyak penjaga di sana, Ethan menggerakkan kancing jaket yang di gunakannya arah memutar, tak ada yang tau kalau di kancing itu terpasang camera kecil untuk memantau ada berapa anak buah Jeff dan senjata apa saja yang mereka gunakan. Gerakan Ethan terhenti saat melihat kedatangan Jeff yang menarik tangan seseorang yang di ikat. Ethan kaget melihat kondisi Arinka.
“Apa kabar Dad,” sapa Charlie yang memeluk singkat Jeff.
“Kau nampak baik-baik saja,” ucap Jeff.
“Kau!” pekik Ethan bergerak cepat untuk menerjang Jeff, tetapi beberapa anak buah Jeff menahan lengannya. “Sialan kau Jeff! Kau melukainya!” amuk Ethan saat melihat darah dan sobekan di sudut bibir Arinka.
Jeff hanya tersenyum simpul. “Itu hukuman yang pantas untuk seorang anak yang berani melawan Ayahnya.”
“Bajingan sialan!” pekik Ethan berusaha melepaskan diri dan memberontak tetapi sia-sia saja karena banyaknya orang yang menahan dirinya. Seorang bodyguard memukuli perut Ethan dan wajahnya hingga sudut bibirnya sobek dan Ethan berhenti memberontak. Tatapannya tak luput dari mata Arinka yang jelas memperlihatkan tatapan terluka, sakit, benci, kecewa, takut yang bercampur menjadi satu. Ethan mampu merasakan rasa sakit itu dan rasanya ia ingin segera memeluk Arinka.
“Kau menipuku, Jeff? kau mengatakan akan menukar mereka!” amuk Ethan.
“Kau sudah mengenalku, bukan? Aku tidak akan pernah melepaskan sandera,” seru Jeff dengan seringai liciknya. “Aku akan tuntaskan balas dendammu, dan sudah saatnya kau menemui kedua orangtuamu, Ranethan.”
Jeff mengacungkan pistolnya ke arah Ethan. “Selamat tinggal!”
Arin menggigit tangan orang yang memegangnya, lalu ia berlari mendorong tangan Jeff.
Tembakan Jeff meleset, dan situasi kacau itu di manfaatkan oleh team Delta yang sudah siap pada posisi mereka dan mulai menembaki lawan hingga Ethan terlepas dari kungkungan para anak buah Jeff.
“Ada sniper!” seru yang lain.
“Ah!” tubuh Arin tersungkur ke lantai saat Jeff yang emosi memukul sisi pelipisnya dengan pistol hingga darah segar mengalir. Jeff mengacungkan pistol ke arah Arin yang tersungkur, saat ia menarik pelatuknya, Ethan lebih dulu menerjang Jeff hingga pistol yang Jeff genggam terlempar cukup jauh. Ethan mencengkram kedua jas Jeff dan mulai memukulnya dengan membabi buta. Jeff walau sudah terlihat tua, tetapi ia masih mampu melawan Ethan hingga terjadi baku hantam di antara keduanya. Charli hendak menarik Arin dan menyandranya tetapi team Delta datang dan membantu Ethan berkelahi melawan para anak buah Jeff.
Melihat situasi itu, Arin yang sudah melepaskan diri karena bantuan dari Raymond, bergegas berdiri. Ia menatap ke arah Jeff dan Ethan yang saling baku hantam. Bahkan Jeff memegang sebuah besi dan memukul Ethan dengan itu. Lalu ia mencekik leher Ethan dengan besi itu tetapi masih di tahan oleh kedua tangan Ethan. Arin panik melihatnya dan tatapannya langsung tertuju ke sebuah pistol yang tergeletak di bawah yang tadi sempat di gunakan oleh Jeff. Arin bergegas mengambil pistol itu dan memeriksa pelurunya.
Arin kembali berdiri dan menatap ke arah Ethan yang berada dalam situasi sulit. Ia mengacungkan pistolnya ke arah mereka. Tatapannya begitu tajam dan penuh kebencian.
Suasana di sana mendadak hening saat tubuh Jeff terdorong ke belakang karena tembakan Arinka mengenai pundak, lengan dan terakhir tepat di kepalanya. Ethan yang kaget menoleh ke arah Arinka yang berdiri tegak tanpa dengan ekspresi penuh kebencian.
“Dad!” teriak Charli.
Charli bergegas mendorong tubuh Marvin yang sedang di lawannya dan merebut pistol di bagian pinggang Marvin. Ia mengarahkan tembakannya ke arah Arinka.
Semua wajah berubah tegang saat tubuh Ethan ambruk ke lantai saat tembakan itu menebus tepat di dada Ethan. Arin berdiri tepat di belakang Ethan berjarak satu meter. Ia melihat tubuh Ethan ambruk dengan tatapan syock.
“Ethan!” Vallen orang pertama yang berlari mendekati tubuh Ethan yang kini ambruk ke tanah.
Marvin bergegas membekuk Charli yang berniat kabur dan yang lainnya ikut membekuk semua anak buah Jeff. James, Raymond dan marvin berlari mendekati tubuh Ethan.
“Bertahanlah,” ucap Vallen menekan dada Ethan yang tertembak hingga tangannya penuh dengan darah.
“A-arin,” gumam Ethan.
Semua mata menoleh ke arah Arin yang bahkan tak bergerak sama sekali dari tempatnya. Tatapannya masih syock dan tegang.
“Dia baik-baik saja,” ucap James.
“Syukurlah,” gumam Ethan sebelum akhirnya kehilangan kesadarnnya.
ΩΩΩ