(Un) Perfect Wedding

(Un) Perfect Wedding
Episode 15



                Arin masuk ke kelasnya dengan lemas, mata kuliah ini dia tidak sekelas dengan Rachel. Dan Rachel pun tak banyak berbicara, sejak tadi juga sudah langsung berlalu pergi meninggalkan Arin sendirian.


"Arinka!"


Panggilan itu membuatnya menoleh dan tampak Jason melambaikan tangannya ke arah Arin.


Arin hanya menampilkan senyuman kecilnya dan mengambil duduk di samping seorang perempuan. Jason merasa kesal karena Arin tidak mengambil duduk di sampingnya, ia segera bangkit dari duduknya dan berpindah ke samping Arin.


"Kenapa malah duduk di sini sih?" tanyanya.


"Tidak apa-apa, Jason."


"Kemana saja kamu? Kamu sakit yah, wajah kamu pucat banget," ucap Jason.


"Aku baik-baik saja, Jason."


"Tetapi wajahnya terlihat pucat sekali, sebaiknya kamu istirahat saja di klinik kampus."


"Aku baik-baik saja, Jason."


Akhirnya Jasonpun mengalah dan memilih fokus ke depan karena saat itu juga dosen mereka masuk ke kelas dan menyapa mereka semua.


1,5 jam sudah berlalu dan mata kuliahpun telah selesai, Jason mengejar Arin yang begitu saja meninggalkannya.


"Arin! Rin tunggu!" panggilnya mengejar Arinka. "Ya Tuhan Arin, ada apa denganmu?" tanya Jason menarik lengan Arin hingga ia berbalik ke arah Jason.


"Ada apa denganmu? kamu sakit atau apa? Kenapa menghindariku sih?" tanya Jason. "Apa aku berbuat salah?"


"Tidak Jas, aku hanya-"


"Arin!" pekiknya saat tubuh Arin kembali oleng dan jatuh ke pelukan Jason.


"Arinka, kita ke klinik, tubuhmu sangat lemas."


"Aku baik-baik saja, Jason."


Jason tak mendengarkan ucapan Arin, ia segera mengangkat tubuh Arin ala bridal style dan membawanya ke klinik kampus.


Sesampainya di klinik seorang dokter penjaga memeriksa kondisi Arinka. "Semuanya baik-baik saja," ucap Dokter itu.


"Tetapi tadi dia hampir pingsan Dok," ucap Jason.


"Nn. Drummond entah prediksiku ini benar atau salah, tetapi sebaiknya kamu mencoba memeriksanya dengan ini," ucap Dokter itu menyerahkan sesuatu pada Arin.


"Ini tespeck?" tanya Arin.


"Ya, cobalah dulu."


"Cobalah di kamar mandi," ucapnya membuat Arin sedikit ragu tetapi mau tidak mau ia melakukan tes itu.


5 menit kemudian Arin keluar dari kamar mandi, Jason dan Dokter itu masih setia menunggu kedatangan Arin.


"Bagaimana?" tanya Dokter.


"Aku tidak tau, ini Dok." Arin menyerahkan alat itu pada Dokter di hadapannya.


"Oh God! Congratulation Miss Drummond, you Pregnant."


"What? Pregnant?" ucap Arin tampak kaget.


"Iya selamat," ucapnya.


"Preg-nant?" gumam Arin memegang perut ratanya.


"Sebaiknya anda periksakan ke rumah sakit untuk mengetahui berapa usia bayi mu," perintah dokter itu.


Aku sudah bersumpah di depanmu dan juga di depan makam orangtua dan Kakak kita kalau aku akan membunuh seluruh keluarga Jeff tanpa ada sisa. Bahkan tak akan ada lagi keturunan dari keluarga mereka.


"Tidak, ini tidak benar," gumam Arin beranjak pergi begitu saja.


"Arin!" panggil Jason tetapi tak di gubris oleh Arin yang terus berjalan cepat meninggalkan Jason. "Sebenarnya ada apa dengannya?" gumam Jason.


***


"Rachel!"


Panggil menoleh saat ia hendak berjalan untuk pulang. "James?" gumam Rachel saat melihat kedatangan James dengan Raymond.


Rachel berjalan mendekati mereka dan menaiki mobil James.


"Ada apa kalian datang kemari?" tanya Rachel.


"Untuk menjemputmu Rachel sayang, untuk apalagi," seru Raymond membuat Rachel mencibir.


"Hel, apa benar kalau Arin anak dari Jeff?" tanya James begitu penasaran.


"Bagaimana lagi aku menjelaskannya, iya Arinka putri Jeff, musuh keluarga aku dan Ethan. Sebenarnya ini sangat mengejutkan," ucap Rachel.


"Astaga ini sangat mengejutkan," ucap James tak menyangka, begitu juga dengan Raymond yang mendengarnya.


***