(Un) Perfect Wedding

(Un) Perfect Wedding
Episode 37



Arin berusaha menghentikan tangisannya, ucapan Ethan tadi sungguh mampu menenangkan hatinya.


“Semoga kali ini mantan Suamimu tidak macam-macam dan berniat menjebakku,” ucap Jeff kini berdiri di depan Arin. Jeff dengan santai memasukkan handphone Arinka ke dalam aquarium dimana terdapat beberapa ekor ikan Piranha.


Jeff berjalan mendekati Arinka dan menarik kursi tepat di depan Arinka. Ia duduk di sana dengan angkuh dan tersenyum manis ke arah Arin. “Karena aku memiliki sedikit waktu, sepertinya tidak masalah untuk kita sedikit berbincang-bincang, karena sepertinya banyak yang ingin kamu tanyakan dan ketahui,” ucap Jeff melepaskan lakban di mulut Arin.


“Ah,” Arin meringis sakit saat penutup mulutnya di lepas.


“Baiklah apa yang ingin kamu dengar dariku?” tanya Jeff duduk bersandar.


“Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa kamu melukai banyak orang, siapa charlie  dan siapa orangtuaku?” tanya Arin.


“Wah sepertinya banyak sekali yang ingin kamu ketahui, baiklah aku akan menceritakan saja semuanya supaya kamu juga paham dan tidak akan bodoh lagi,” kekeh Jeff membuat Arin terdiam membisu.


“Charlie, Charlie adalah putraku dari Joyce,” ucap Jeff.


“Siapa Joyce? Dad menyelingkuhi Mom?” tanya Arin tampak kaget.


“Kau masih memanggilku Dad ternyata,” kekeh Jeff. “Joyce adalah istri pertamaku dan Ibu dari Charlie, dan Maria atau Mommy tersayangmu itu adalah wanita kesekianku,” jawab Jeff dengan tenang tanpa perduli ekspresi Arin yang terpekik kaget. “Aku menikah dengan Joyce dan kami saling mencintai, tetapi sayangnya perekonomian keluarga kami memburuk dan Joyce tak tahan akan itu. Dia meninggalkanku juga Charlie kecil. Aku sungguh terluka karena di khianati dan di tinggalkan, maka dari itu aku mengirimkan Charlie ke sebuah sekolah asrama di Italia. Dan sejak saat itu aku mulai terjun ke dalam bisnis tambang uang ini. Dalam sekejap aku bisa langsung menerima uang beberapa ratus US Dolar. Aku menjadi bawahan dan pesuruh dari seorang mafia kaya. Dari dia lah aku banyak belajar.” Jeff berbicara dengan begitu santai.


“Dan kau tau sayang, Maria adalah putri dari atasanku itu. Bukankah itu bonus double untukku, aku bisa membuat satu umpan dan dua ikan tertangkap. Mertuaku dan Maria sama-sama bodoh sepertimu yang mampu di tipudaya,” tawa Jeff tanpa ada rasa bersalah, Arin begitu syok dan hatinya semakin hancur mendengar perkataan Jeff. “Maria yang begitu mencintaiku, menerimaku apa adanya dan dia menuruti segala keinginanku. Dan well kami menikah. Dalam jangka waktu 6 bulan aku mampu merebut harta milik orangtua Maria dan membunuh si tua bangka, Ayah dari Maria tanpa ketahuan Maria. Dan karena Maria itu terlalu bodoh, dia percaya begitu saja dan memberikan semua kepemimpinan perusahaan berliannya padaku,”


“Dad tidak mencintai Mom?” tanya Arin.


“Ini dunia bisnis Arin, cinta tidak akan pernah ada dalam dunia bisnis, yang ada hanya manipulasi dan tipu daya. Maria hanya sebagai alat saja untukku berlindung dan memiliki kekuasaan atas semua kekayaannya yang berjumlah jutaan ribu Dolar US Amerika.” Jeff dengan santai menyalakan api untuk membakar cerutunya. “Dan saat itulah aku mengenal Robert Ayah dari mantan suamimu, dia adalah seorang pengusaha kaya yang menurutku sangatlah naif.” Arin mendengarkannya dengan serius, ada amarah di dalam hatinya.


“Dia itu pengusaha naif yang menjungjung tinggi kejujuran, dia berdalil ingin mengembangkan perusahaannya dengan jujur untuk keluarganya. Karena penolakan dan kenaifannya itu, aku terpaksa menipunya. Tetapi sialnya dia menyelidiki bisnisku dan dia mendapatkan semua bukti-bukti kejahatanku. Jadi aku terpaksa membereskannya dan yah keuntungannya aku bisa menikmati anak gadisnya,” kekeh Jeff tanpa merasa bersalah.


“Kau tak lebih dari seorang iblis!” ucap Arinka dengan air mata yang sudah luruh membasahi pipinya mendengar penjelasan Jeff barusan tanpa merasa bersalah. Sedangkan Ethan, dia harus menanggung semua rasa sakit dan trauma nya selama bertahun-tahun. “Dimana hatimu! Kenapa kau lakukan semua itu!”


Jeff hanya tertawa puas dan beranjak dari duduknya. “Kau itu terlalu naif dan bodoh, Arin. Inilah dunia bisnis yang sesungguhnya, tidak memakai hati, perasaan bahkan tak ada yang namanya sahabat dan kekerabatan. Semuanya adalah musuh besar dan tak ada yang bisa kita percayai.”


Mata Arin membelalak mendengarnya. “Saat itu Maria sangat ingin memiliki seorang bayi, dia merengek seperti bocah. Jadi aku terpaksa mengambilmu dari kepala pelayan di rumahnya yang saat itu baru melahirkan. Tetapi aku mengatakan kepada Maria kalau itu anak dari sebuah yayasan panti asuhan.”


“La-lalu dimana mereka? dimana orangtua ku saat ini?” tanya Arin sedikit menjerit.


“Aku terpaksa membunuh ayah dan ibu mu karena mereka tidak ingin menyerahkanmu,”jawab Jeff dengan begitu enteng.


Deg


Mata Arin memanas mendengar ucapan Jeff barusan yang sama sekali tidak merasa bersalah. “Kau memang sangat Iblis, ********!”pekik Arin berontak dari duduknya berusaha melepaskan diri dan ingin menerjang Jeff. Jeff tampak tertawa senang melihat amarah dari Arinka. “Kau brengsek yang tidak seharusnya hidup! Kau harusnya membusuk di neraka, Jeff! Kau iblis, kau bahkan lebih rendah dari iblis!”


Plak


Sebuah tamparan dari tangan Jeff mendarat di pipi Arinka hingga sudut bibirnya sobek dan darah segar mengalir dari sana. “Kau itu sungguh naif, Arinka. Bahkan kau tak sadar kalau selama ini aku sengaja mengumpankanmu kepada Ethan dan CIA. Ku pikir kau dan Maria akan mati di tangan mereka, ternyata Ethan terlalu mencintaimu hingga kamu masih di biarkan bebas seperti ini.” Arin mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat. Rasa benci begitu saja muncul di dalam hatinya. Dia tidak menyangka ternyata orang yang dia anggap sebagai ayahnya, orang yang dia sayangi dan dia hormati ternyata tak lebih dari seorang pembunuh orangtuanya. Kenapa dia harus bertengkar dengan Ethan dan pernikahannya harus hancur seperti ini, sedangkan dirinyapun korban dari iblis di depannya ini. Ternyata yang di ucapkan Charli itu benar adanya, Arin merasa bodoh karena terlalu mempercayai orang yang di anggap Ayahnya ini.


“Bos,”


“Ada apa?” tanya Jeff.


“Semua transaksinya telah selesai dan berhasil, saatnya kita pergi dari sini,” seru anak buah Jeff.


“Bagus, jadi kita hanya perlu menunggu kedatangan Charli, ayo semuanya persiapan untuk kepergian kita,” perintah Jeff.


“Dan kau bersiaplah, kalau mantan suamimu tidak datang menolongmu, maka kamu ikut aku pergi dan nanti aku akan memperkenalkanmu ke pemilik barumu setelah mantan suamimu,” kekeh Jeff mencolek dagu Arin.


“Brengsek!” pekik Arin yang hanya di jawab dengan kekehan kecil.


“Ya Tuhan, apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa aku dan Ethan harus ada dalam masalah ini,” gumamnya sungguh merasa takut juga sakit hati.


ΩΩΩ